MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Rabu, 17 Oktober 2018 11:10
KOK GITU? Siswa Diwajibkan Beli Kerajinan
-

PROKAL.CO, SENDAWAR–Sangat ironis, masih ada pihak sekolah yang mewajibkan anak didiknya membeli kerajinan tangan untuk diserahkan ke sekolah. Yang memprihatinkan, kerajinan yang dibeli itu menjadi syarat nilai pada anak didik. Padahal, bukan karya sendiri.

Kondisi ini membuat sejumlah orangtua siswa mengkritisi kebijakan tersebut. Pasalnya, hal itu tidak membuat anak memahami kerajinan. Tetapi hanya menjiplak karya orang lain. Padahal, ilmu kerajinan tangan sudah wajib ditanamkan sejak dini. Upaya ini sebagai regenerasi anak didik.

“Anak saya masih di SD, cukup membeli sapu. Karena tidak ada persyaratan khusus dari pihak sekolah. Pihak guru hanya meminta hasil kerajinan tangan,” kata Tono, warga Kecamatan Sekolaq Darat.

Hal senada dikatakan Juman. Padahal, anak-anak mestinya diwajibkan belajar membuat kerajinan tangan sendiri. Meski hasilnya tak maksimal, asalkan karya sendiri. Tak maksimal itulah kewajiban pihak sekolah untuk meningkatkan kemampuan.

Upaya membeli kerajinan tangan untuk diserahkan kepada sekolah tidak direstui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar. “Saya ingin agar siswa harus dilatih, sehingga memiliki talenta atau keterampilan, mandiri, dan ke depan dapat menekuninya. Hal ini mengingat kegiatan ini merupakan peningkatan perekonomian rakyat,” tegas Kepala Disdikbud Kubar Silvanus Ngampun.

Pasalnya, sekarang prakarya anak didik di sekolah tidak boleh beli. “Siswa harus dilatih, agar kerajinan khas Kubar tetap lestari. Salah satu anyaman rotan, tenun doyo, badong, sarut, tumpar, memahat, dan lainnya,” tegasnya.

Dia menambahkan, guru dan orangtua serta pihak terkait diharapkan saling bersinergi. Begitu juga siswa, jangan pernah malu mempromosikan kerajinan dan kesenian Kubar.

Baru-baru ini, sebanyak 30 siswa SMP dan SMA dari 8 sekolah tersebar di lima kecamatan yakni Sekolaq Darat, Barong Tongkok, Tering, Damai, dan Muara Lawa mengikuti pelatihan pembuatan kerajinan tangan di Aula BP Santa Familia Barong Tongkok.

Pelatihan cara menenun doyo, sulam tumpar, dan memahat. “Diharapkan ke depan siswa memiliki keterampilan dan bisa menjadi generasi penerus perajin Kubar,” harapnya. (rud/dwi/k8)

 

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 10:30

Proyek 2015 Belum Dibayar Disdik?

SANGATTA - Surat perintah kerja (SPK) proyek di Dinas Pendidikan…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:29

Pembangunan Maratua Sangat Pesat

TANJUNG REDEB – Jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Maratua dalam…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:25

Gaji Guru Honorer dan PTT Disamakan

TANJUNG REDEB – Kabar gembira bagi guru honorer yang mengabdi…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:24

Dicabuli Ayah Tiri, Mencoba Bunuh Diri

SANGATTA – Kasus pencabulan yang dilakukan terhadap anak tiri, terjadi…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:21

Sawah Jadi Tempat Buang Tanah

KUKAR–Kekecewaan terlihat dari wajah Plt Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah.…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:20

Jalan Dua Desa Bakal Disemen

TENGGARONG–Di tengah defisit keuangan daerah, dua desa di Tenggarong Seberang,…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:17

Polri Ancang-Ancang Songsong Pemilu 2019

SENDAWAR–Seluruh personel Polres Kutai Barat (Kubar) punya tanggung jawab besar.…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:14

Perlu Evaluasi Menyeluruh

PENAJAM - Pembenahan bakal dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:12

Sepuluh Calon Tunggu Uji Kepatutan

TANA PASER – Penentuan siapa yang akan terpilih menjadi anggota…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:12

Asrama SMP IT Al-Khawarizmi Terbakar

TANA PASER – Warga Gang Seratai, RT 2 Jalan Kesuma…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*