MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 17 Oktober 2018 10:51
Tiongkok Jual Murah Paket Wisata ke Bali, Ini Modusnya…
WELEH..!! Dengan Modal Rp 600 Ribu, Wisatawan Tiongkok Sudah Bisa ke Bali
JONGKOK: Dua wisatawan Tiongkok jongkok di Bandara Ngurah Rai sesaat akan terbang ke negaranya. (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

PROKAL.CO, v class="row">

 Bali selalu didengungkan menjadi destinasi wisata terbaik di dunia. Tidak kalah dengan yang lain. Bahkan, kegiatan internasional kerap dilaksanakan di Pulau Dewata ini. 

Tapi, ada yang mengganggu akhir-akhir ini karena Bali murah bagi wisatawan Tiongkok. Ada dugaan pariwisata Bali dijual sangat murah alias “diobral” di Tiongkok.

Ironisnya, hal itu diakui beberapa tokoh pariwisata yang selama ini menangani wisatawan Tiongkok.Mulai Ketua Bali Liang (Komite Tiongkok Asita Daerah Bali) Elsye Deliana, Wakil Ketua Bali Liang Bambang,

Sekretaris Bali Liang (Komite Tiongkok Nasional) Herman, Komite Tingkok Nasional Chandra Salim dan Ketua Komite Tiongkok DPP Asita (Nasional) Herry Sudiarto.  

Elsye Deliana mengatakan, tidak bisa dipungkiri wisatawan Tiongkok doyan berwisata ke Bali. Bahkan, kini wisatawan Tiongkok menduduki peringkat pertama jumlah kunjungan paling tinggi.

Namun, dibalik itu ada praktik-praktik tak patut lantaran paket wisata ke Bali di Tiongkok dijual dengan harga murah.

“Kasarnya begini ya, Bali itu dijual sangat murah di Tiongkok oleh agen – agen tertentu. Sangat murah, bahkan semakin berlomba untuk lebih murah,” jelasnya.Ia menyebut fenomena ini sudah berlangsung sekitar 2 sampai 3 tahun di Bali. Tahun-tahun  terakhir sudah semakin parah.

Elsye mengatakan sebelumnya Bali dijual 999 RMB (Renminbi) atau sekitar Rp 2 juta. Itu sudah termasuk tiket pesawat pulang pergi, makan dan hotel lima hari empat malam.“Coba dibayangkan, dengan uang Rp 2 juta orang Tiongkok sudah bisa ke Bali, menginap di Bali 5 hari 4 malam dan sudah dapat makan,” kata Elsye.

Yang lebih parah lagi, adalah belakangan dijual lebih murah lagi. Setelah angka 999 RMB atau Sekitar Rp 2 juta, kemudian turun menjadi 777 RMB sekitar Rp 1,5 juta.

Kemudian turun lagi menjadi 499 RMB atau sekitar Rp 1 juta dan sudah sampai 299 RMB sekitar Rp 600 ribu.

“Coba dipikir, dengan Rp 600 ribu bisa dapat tiket ke Bali dan balik lagi ke Tiongkok. Dapat makan dan hotel selama 5 hari 4 malam. Jadi kualitasnya seperti apa,” tanyanya.

“Yang menjadi pertanyaan saat ini, kenapa sampai bisa dengan harga seperti ini? Istilah kami zero tour fee (perjalanan biaya murah),” sambungnya.

Selain itu, dikatakan, ada  pengusaha dari Tiongkok yang membangun usaha Art shop di Bali. Dengan jumlah yang sudah cukup banyak di Bali, toko – toko ini memberikan subsidi wisatawan dengan biaya murah itu ke Bali.

Namun, mereka wajib untuk masuk ke toko – toko itu. “Ada subsidi dari art shop besar yang punya beberapa di Bali. Subsidi ini yang bisa membuat harga murah,” ungkapnya.

Wisatawan ini kemudian  membeli barang – barang berbahan latex, seperti kasur, sofa, bantal dan lainnya.

“Dengan alasan bahwa Indonesia penghasil karet, sehingga barangnya jauh lebih murah. Padahal barang itu sebenarnya barang buatan Tiongkok juga,” Kata Bambang Putra. Ironisnya,  dalam lima hari empat malam, selama empat hari hanya masuk toko – toko milik orang Tiongkok juga.

Bahkan diduga pembayarannya juga dengan wechat (pola Tiongkok) dengan system barcode.“Jadi transaksinya berputar saja, datang ke Bali dari Tiongkok, belanja ke Toko Tiongkok, kemudian system pembayaran masih ala Tiongkok,” ungkap Elsye.

Uniknya lagi, ada yang mengambil barang di Bali, ada juga yang mengambil barang di Tiongkok. “ Bali itu bagi mereka isinya hanya toko – toko yang jual latex karena Indonesia penghasil karet,” imbuh Elsye.(rb/feb/mus/JPR)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 11:24

Begini Cara Konversi Suara Partai ke Kursi dengan Metode Konversi Sainte Laque

JAKARTA-  Metode konversi perolehan suara partai ke kursi DPR RI,…

Sabtu, 20 April 2019 11:17

INGAT..!! Metode Hitung Perolehan Suara Menjadi Kursi Parpol Pemilu 2019 Berbeda dengan Pemilu Sebelumnya

JAKARTA – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri Bahtiar…

Sabtu, 20 April 2019 09:51

Dua Kepala Dinas Selingkuh, Ada Video Syurnya, Eh...Suami Tuding Bininya Selingkuh Duluan

Di mana pun bangkai disimpan, baunya pasti akan terendus juga.…

Sabtu, 20 April 2019 09:29

MANTAP..!! Dalam Setahun, Pengunjung Treasure Bay 180 Ribu

BINTAN- Objek wisata Treasure Bay yang ada di kawasan wisata…

Sabtu, 20 April 2019 09:24

Isra Mi'raj Urang Banten, Dari Banten Untuk Indonesia

Perkumpulan Urang Banten (PUB) menggelar peringatan Isra Mi’raj dengan tema…

Jumat, 19 April 2019 12:23

Hujan Deras dan Gelombang Tinggi Masih Akan Terjadi

JAKARTA – Meski mulai memasuki awal musim kemarau  Badan Meteorologi,…

Jumat, 19 April 2019 12:17

Karena Struktur Partai Bekerja Total

WAKIL Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengaku tidak…

Jumat, 19 April 2019 12:16
Kinerja Parpol saat Pileg Kalah Populer dengan Pilpres

PKS Solid, PAN dan Nasdem Lampaui Survei

Survei elektabilitas parpol selalu muncul menjelang pelaksanaan pemilu. Ada yang…

Jumat, 19 April 2019 12:09

Partisipasi Pemilih Lampaui Target

PEMUNGUTAN suara dalam pemilu serentak Rabu (17/4) menuai pujian dari…

Jumat, 19 April 2019 12:02
Lembaga Survei Dilaporkan Karena Quick Count

Quick Count Dinilai Membingungkan Masyarakat

JAKARTA— Hasil quick count sejumlah lembaga suvei dipermasalahkan. Koalisi Aktivis…

Cerita dari Bilik Suara

Jokowi Tegaskan Kemenangan Versi 12 Lembaga Survei

Hujan Deras dan Gelombang Tinggi Masih Akan Terjadi

KPU Perintahkan Coblosan Susulan di 2.249 TPS

Karena Struktur Partai Bekerja Total

PKS Solid, PAN dan Nasdem Lampaui Survei

Buka Lagi Keran Impor Bawang Putih

Partisipasi Pemilih Lampaui Target

Quick Count Dinilai Membingungkan Masyarakat

Kemenkes Siapkan Perawatan Kejiwaan Pasca Pemilu
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*