MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46
Cerita Perjalanan Sunarman, Napi Palu yang Menyerahkan Diri ke Rutan Solo
NAPI PALU: Dari 800 tahanan yang berada di LP Kelas II A Palu, sekitar puluhan napi saja yang masih bertahan. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

PROKAL.CO, Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu lalu akan terus dikenang, Sunarman bin Sutino. Pria 38 tahun asal Mojodipo, Jatirejo, Jumapolo, Karanganyar itu merupakan seorang narapidana (napi). Sunarman tersangkut kasus narkoba dan divonis selama empat tahun oleh pengadilan. 

Selama satu tahun lima bulan, suami dari Wahyuni itu menjalani masa tahanan di Lapas Kelas IIA Palu. Saat menjalani masa penahanan, tiba-tiba gempa terjadi di Palu dan Donggala. Lapas tempatnya menghabiskan masa tahanan tidak luput dari bencana yang menyebabkan korban jiwa hingga ribuan orang tersebut. Kala itu, ada 800 tahanan yang ada di Lapas Kelas II A Palu. 

Dan saat gempa bumi terjadi, petugas lapas langsung membuka pintu blok. Para tahanan dipersilakan untuk keluar dan menyelamatkan diri. Mereka diminta untuk menuju lapangan di komplek Lapas tersebut. Instruksi ini pun langsung diikuti oleh para tahanan.

Napi PaluBERTANGGUNGJAWAB: Sunarman bin Sutino, 38, napi dari Lapas Kelas IIA Palu yang menyerahkan diri ke Rutan Kelas IA Solo. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

"Saat gempa terjadi tembok lapas ambruk, dan kami diminta untuk kumpul di lapangan," terang Sunarman saat ditemui JawaPos.com di Rutan Kelas IA Solo, Selasa (16/10). 

Sunarman mengaku, saat kejadian para tahanan juga ketakutan, termasuk juga dirinya. Bahkan hampir semua Napi yang selama ini menempati Lapas melarikan diri. Usai terjadi gempa, Sunarman mengatakan, dari 800 napi yang ada di Lapas kelas IIA Palu hanya sekitar 50 Napi saja yang masih bertahan, salah satunya adalah dirinya.

"Saya sengaja kembali ke dalam, ada yang mengajak keluar. Dan petugas mengizinkan Napi untuk keluar Rutan. Saya pun keluar, tetapi setiap harinya juga masih ikut apel rutin," urainya. 

Dan pada Selasa (2/9) Sunarman meninggalkan Palu. Ia membawa serta keluarganya menggunakan mobil dari Palu menuju Makassar. Selama perjalanan tidak banyak bekal yang dibawanya. Hanya perlengkapan pakaian dan sedikit sisa uang. Sunarman dan keluarga pun beberapa kali singgah di posko bencana. Di sana, Sunarman dan keluarga mendapatkan makanan.  

Sunarman sampai di Makassar pada Kamis (4/10) malam. Selanjutnya mereka beristirahat sehari sembari menunggu kapal yang akan membawanya ke Surabaya. Sesampainya di Surabaya, Sunarman pun melanjutkan perjalanan menuju ke karanganyar. "Saya tiba di Karanganyar dan disambut oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Dan lebih kurang seminggu berada di rumah," terangnya. 

Selama berada di rumah, banyak kegiatan yang dilakukannya. Mulai dari mengunjungi ke rumah saudara, membawa kedua anaknya yakni Mela dan Cisilia untuk bermain di kawasan Alun-alun Karanganyar.

Meski sudah bisa menghirup udara bebas, Sunarman tetap merasa tidak tenang. Dia masih berutang sisa masa tahanan selama 2,5 tahun penjara. Selanjutnya, Sunarman berinisiatif untuk mencari informasi mengenai cara agar bisa kembali ke tahanan. 

"Dan kemarin dapat informasi katanya suruh menyerahkan diri ke Rutan setempat, dan akhirnya saya datang ke Rutan bersama saudara," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kelas IA Solo, Andi Rahmanto mengapresiasi sikap dan rasa tanggung jawab Sunarman. Apa yang dilakukan oleh Sunarman adalah inisiatif dari Sunarman sendiri. "Dia memiliki perilaku yang baik, buktinya dia bertanggungjawab dan bersedia menyerahkan diri ke Rutan ini," ucapnya.

(apl/JPC)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 11:42

Bendungan Bilibili Meluap, Banjir Hingga Atap

GOWA-- Ketinggian air di Bendungan Bilibili mendekati titik kritis. Tak…

Rabu, 23 Januari 2019 11:39
Bendungan Bilibili Meluap, Warga Panik, Dua Jembatan Ambruk

Karena Curah Hujan Tinggi, Pertama Kali di Bendungan Bilibili

MAKASSAR -Sirine berbunyi. Warga panik. Bilibili dalam status waspada. Inilah…

Rabu, 23 Januari 2019 08:58

Faktor Ini Masih Jadi Penyumbang Inflasi Besar di Kaltim

SAMARINDA  - Pada tahun 2019, diperkirakan inflasi Kaltim tetap terjaga…

Rabu, 23 Januari 2019 08:36

Gempa 3,4 SR Guncang Kutim

BALIKPAPAN – Data yang menunjukkan Kaltim aman dari gempa tampaknya…

Rabu, 23 Januari 2019 08:31

Sudah Surati Menteri dan BNPB, Warga Diminta Tenang

Pemprov Kaltara bergerak cepat menangani dampak abrasi di Desa Tanjung…

Selasa, 22 Januari 2019 12:27

PROTES..!! Australia Tak Ingin Ba’asyir Bebas Bersyarat

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengajukan protes atas rencana…

Selasa, 22 Januari 2019 12:25

BELUM PASTI..!! Pembebasan Ba’asyir Dikaji Lebih Lanjut

JAKARTA – Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir pekan ini masih belum…

Selasa, 22 Januari 2019 09:16

Investor Minati Kembangkan Udang Windu Kaltim

SAMARINDA - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, Riza…

Selasa, 22 Januari 2019 09:14

Selama Tahun 2018, BI Temukan 1.108 Lembar Uang Palsu

SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur mencatat sepanjang…

Senin, 21 Januari 2019 11:40

Menanti Dampak Perda Tata Niaga Sawit

TANA PASER – Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*