MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Rabu, 17 Oktober 2018 10:38
Parah Nih, Pejabat Palsukan Kematian, Ternyata Hidup Mewah di Kastil
-

PROKAL.CO, Polisi Prancis telah menangkap seorang "pejabat tinggi" Ukraina yang namanyan masih dirahasiakan. Pasalnya, ia diduga menggunakan akta kematian palsu untuk menghindari kejaran penegak hukum karena kasus kejahatan pencucian uang.

Dilansir dari South China Morning Post pada Rabu (17/11), buronan itu telah ditahan pada 5 Oktober di dekat Dijon. "Tersangka diduga menjadi otak di balik kasus penipuan internasional yang kompleks dan pencucian uang," kata Europol, penegak hukum Eropa.

Polisi Prancis memulai penyelidikan pada bulan Januari atas dugaan transaksi mencurigakan terkait dengan pembelian kastil seharga 3 juta euro oleh sebuah perusahaan di Luksemburg. Diketahui pemilik utama perusahaan itu adalah warga negara Ukraina yang diduga pelaku korupsi dalam skala besar di negaranya. 

Modusnya, tersangka menggunakan sertifikat kematian palsu di Ukraina, dan ternyata dia tidak hanya hidup, tetapi juga menikmati gaya hidup mewah bak raja di Prancis. 

Tindak pidana korupsi masih menjadi masalah politik utama bagi Ukraina, bahkan setelah revolusi 2014 menggulingkan Presiden Viktor Yanukovich, banyak kasus korupsi besar diekspos. Salah satunya penyuapan pejabat pemerintah. 

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund) membuat pengadilan anti-korupsi sebagai syarat untuk membuka bailout USD 17,5 miliar.

 Secara terpisah, otoritas Swiss membekukan USD 2 juta dalam rekening milik sekutu Yanukovych, Sergey Kurchenko, atas permintaan penegakan hukum Ukraina, menurut pernyataan dari kantor kejaksaan di Kiev pada hari Selasa. 

Diketahui, Ukraina menempati peringkat ke-130 dengan Sierra Leone dan Myanmar dalam Indeks Persepsi Korupsi Internasional Transparency terbaru, lebih rendah daripada negara Eropa manapun kecuali Rusia.  (ina/JPC)


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 13:26

Disanksi AS, Venezuela Kerja Sama dengan Rusia

KARAKAS – Venezuela berusaha menghindari dampak sanksi Amerika Serikat (AS).…

Jumat, 19 April 2019 11:53

Korut Uji Coba Rudal Pertama sejak Perundingan Gagal

PYONGYANG – Korea Utara (Korut) kembali memasang wajah garangnya pekan…

Jumat, 19 April 2019 11:46

Asia Berpeluang Kembangkan Jet

TOKYO – Pergeseran industri aviasi global membuat celah bagi produsen…

Rabu, 17 April 2019 14:10

Lima Tahun Berlalu, 112 Gadis Chibok Belum Ketemu

Sebanyak 276 gadis Chibok diculik militan Boko Haram pada 14…

Rabu, 17 April 2019 14:09

AS Tak Akui Palestina

WASHINGTON – Janji Presiden AS Donald Trump untuk mendamaikan Israel…

Selasa, 16 April 2019 13:46

Katedral Notre Dame Terbakar, Ini Kondisi Terakhirnya

Kebakaran hebat melanda Katedral Notre Dame, Paris, Prancis, Senin (15/6).…

Selasa, 16 April 2019 11:56

Memata-matai dari Kedubes Ekuador

QUITO – Presiden Ekuador Lenin Moreno terus menghalau kecaman yang…

Selasa, 16 April 2019 11:54

Aleppo Dibombardir Tengah Malam

 ALEPPO – Tangis seorang bocah terdengar nyaring di depan kamar…

Senin, 15 April 2019 11:42
Kebingungan karena Brexit yang Kembali Tertunda

Pembuat Peta pun Hentikan Produksi

Perjalanan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE) masih serba-tidak…

Senin, 15 April 2019 11:39

Penangguhan Brexit Picu Separatisme Skotlandia

PENANGGUHAN Brexit hingga 31 Oktober memicu keributan di dalam negeri.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*