MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 17 Oktober 2018 10:03
"Pembahasan RZWP3K Kaltim Harus Berpihak pada Nelayan Tradisional"
Dari kiri, Fathulhuda W (JAL Balikpapan), Fathur Roziqin (WALHI KALTIM), Pradarma Rupang (JATAM KALTIM)

PROKAL.CO, SAMARINDA- Pembahasan penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) di Kaltim, ternyata tidak berpihak kepada kepentingan nelayan tradisional.

Padahal nelayan tradisional merupakan usaha yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat sepanjang pesisir yang membentang dari Selatan hingga Utara, dari Kabupaten Paser hingga Berau.

"Saat ini tengah dibahas tahapan RZWP3K di Kementerian Kelautan dan Perikanan, namun beberapa tahapan diantaranya tidak memasukkan kepentingan nelayan tradisional dalam pembahasannya,” tegas Pradarma Rupang dari Jaringan Tambang Kaltim.

Dalam konferensi pers yang digelar oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kaltim, Jaringan Advokasi Tambang, dan Jaringan Advokasi Lingkungan (JAL) pada Selasa (16/10) dijelaskan bahwa sebagian kawasan pesisir di Kaltim terhubung dengan karst.
Namun, kawasan kaya air tawar ini justru telah dikapling-kapling dengan industri ekstraktif baik itu tambang, pabrik semen, hutan tanaman industri, perkebunan sawit serta pelabuhan terminal khusus.

“Untuk itu, kami menuntut pembahasan RZWP3K dihentikan dan dicabut pada sejumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat. Selain itu, semangat RZWP3K untuk kedaulatan nelayan Indonesia khususnya pelestarian pesisir dan pulau-pulau kecil di Kaltim,” ujar Rupang.

Fathur Roziqin dari Walhi Kaltim mengatakan akibat dari kegiatan ini nelayan tradisional telah terabaikan zonasi tangkapnya. Akibatnya, hasil tangkapan para nelayan terus menurun akibat dari sampah-sampah pabrik yang berdiri di sepanjang pesisir Kaltim.
“Proses RZWP3K ini seolah-olah ditutup-tutupi dan lompat-lompat tanpa melibatkan partisipatif nelayan tradisional,” ujar Fathur (yull)


BACA JUGA

Selasa, 23 April 2019 09:34
Kasus “Serangan Fajar” di Jalan Pramuka

Bukti Bertambah, Seorang Caleg Diperiksa

SAMARINDA–Desakan agar Bawaslu Samarinda menuntaskan dugaan “serangan fajar” di Jalan…

Senin, 22 April 2019 21:41

Job Market Fair Digelar di Kantor Disnakertrans Kaltim, Terdapat 1.377 Lowongan Kerja

SAMARINDA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim menggelar…

Senin, 22 April 2019 09:18

Pulang Kerja, Rumah Tinggal Bara

NASIB malang menimpa Novi Diana Wati (32). Perempuan yang kesehariannya bekerja…

Senin, 22 April 2019 09:18

Sulit Harapkan APBD Perubahan

SAMARINDA–Renovasi SD 005 di Loa Janan Ilir jadi sorotan Panitia…

Senin, 22 April 2019 09:17

Sanksi Menanti Pelanggar

SAMARINDA–Peraturan Wali Kota (Perwali) 1/2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik…

Senin, 22 April 2019 09:16

Kasus Politik Uang Harus Dikawal

PRAKTIK culas di tengah pemilu terungkap 17 April lalu. Dugaan…

Minggu, 21 April 2019 10:30

Dua Tahun Tak Teraliri Listrik

SAMARINDA – Dua tahun lalu, pemkot merelokasi 117 kepala keluarga…

Minggu, 21 April 2019 10:29

Empat Kecamatan Belum Rekapitulasi

SAMARINDA – Penghitungan suara Pemilu 2019 di TPS dan kelurahan…

Minggu, 21 April 2019 10:27

Sumur Tua Merenggut Nyawa

Derai air mata tumpah di salah satu rumah di Jalan…

Minggu, 21 April 2019 10:27

Sistem Kerja Harus Jadi Perhatian

Mengawal suara masyarakat, menentukan pemimpin negara, dari level presiden hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*