MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 16 Oktober 2018 11:14
MAAF..!! Tol Balikpapan - Samarinda Molor, Ngga Jadi Diresmikan Jokowi
Tol Balikpapan-Samarinda diperkirakan selesai triwulan 2019.

PROKAL.CO, SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda batal diresmikan akhir tahun ini. Padahal mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sudah berkoar bahwa semua proyek yang dimulakan pada masanya akan tuntas akhir tahun ini. Faktanya, proyek jalan tol ini tak bisa tuntas tahun ini.

Hal ini ditegaskan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Zairin Zain. “Jalan tol ngga bisa diresmikan tahun ini, mundur hingga Maret 2019,” kata Zairin seperti dilansir STV.co.id. Lebih jauh dikatakannya, yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kaltim nanti adalah Bandara APT Pranoto, Bandara Maratua dan Waduk Teritip Balikpapan.

Untuk diketahui proyek ini memang menuai banyak masalah. Mulai dari dana hingga pembebasan lahan. Agustus lalu, seorang warga pemilik tanah, Ahmad (40), menuturkan sudah menerima penetapan harga dan validasi administrasi, serta sudah ada kesepakatan harga. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian pembayaran akan diterima. Pihaknya meminta ada kepastian. Agar bisa memanfaatkan ganti rugi untuk membiayai hidup. “Kami ini masyarakat kecil. Tolong Pak Gubernur diselesaikan pembayaran tanah kami yang tergerus jalan tol,” kata Ahmad di depan Faroek.

Sambil memajang poster berisi tulisan protes, Ahmad dan warga lainnya, juga meminta keadilan dalam penentuan harga yang dilakukan tim appraisal. Menurut Ahmad, ada ketidakadilan dalam penentuan harga tanah. Sebidang tanah di lokasi yang berdekatan bahkan berdempetan, harga yang ditetapkan tim appraisal jauh timpang. Miliknya hanya dihargai Rp 45 ribu per meter persegi.

Sementara tanah yang terletak tepat di samping tanah miliknya yang notabene rawa dihargai Rp 332 ribu per meter persegi. “Kami akan perjuangkan terus keadilan atas hak kami sampai titik darah penghabisan,” tegasnya.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim Mazwar mengakui, ada banyak masalah dalam hal pembebasan lahan di Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Di Seksi 3 dan 4, beberapa pemilik tanah tidak setuju dengan harga yang ditetapkan tim appraisal. Sehingga harus diselesaikan lewat pengadilan.

Pihaknya tidak bisa berbuat banyak soal protes warga atas pembebasan tanah, karena penilaian dilakukan oleh tim independen. Ada kriteria dan ketentuan khusus di luar wewenangnya. “Tapi sebagian besar sudah bebas. Hanya beberapa bidang dan itu sudah diteruskan ke pengadilan untuk konsinyasi,” kata Mazwar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim M Taufik memaparkan, perlu dilakukan percepatan oleh Tim Pengawalan, Pengamanan, Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah (TP4D) untuk pembebasan lahan.

Sebab bila tidak selesai sampai akhir Agustus, konsekuensinya akan membuat pengerjaan proyek molor. Jika molor, paling cepat penyelesaian proyek untuk seksi 3 dan 4 baru bisa dilakukan pada triwulan pertama 2019. “Banyak masalah yang muncul belakangan. Tapi kami tetap berharap proyek selesai tepat waktu, masih ada harapan,” ujar Taufik.

Dia menjelaskan, di seksi 3 ada bidang tanah sepanjang 100 meter hanya bisa separuhnya yang bisa dikerjakan kontraktor. Sementara separuhnya tidak bisa karena ada perbedaan persepsi antara pemilik lahan dan petugas pengukur tanah. Menurut dokumen yang sudah dibebaskan sisi kiri, namun menurut pemilik sisi kanan belum. “Untuk menyelesaikan masalah itu, kami masih harus bertemu lagi dengan lurah, camat, dan pemilik lahan. Secepatnya kami jadwalkan,” singkat dia.

DIANGGARKAN DI APBD

Diwartakan sebelumnya, sinyal proyek skema kontrak tahun jamak mendapat alokasi penuh di APBD Perubahan (APBD-P) Kaltim 2018 sudah di depan mata. DPRD Kaltim menyetujui alokasi Rp 450 miliar untuk melunasi proyek yang ditarget tuntas akhir Desember itu.

Namun, DPRD Kaltim melalui Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kaltim 2017 mengajukan syarat, harus dibentuk Pansus Kinerja MYC. Alasannya, masih ada proyek atau multiyears contract (MYC) yang progresnya di bawah target. Jadi, perlu dilakukan pengawasan intensif lintas komisi melalui pansus.

Rencana itu ditolak mentah-mentah oleh waktu itu Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Pembentukan pansus dianggap Faroek terlalu mengada-ada. Tidak sesuai aturan. Menurut gubernur, DPRD Kaltim cukup menyerahkan pengawasan proyek MYC ke Komisi III DPRD Kaltim yang memang membidangi infrastruktur. “MYC kan sudah jadi kesepakatan bersama, ya harus dianggarkan. Untuk apa lagi dibentuk Pansus MYC? Enggak perlu,” tegas Faroek, Jumat (24/8).

Untuk diketahui, proyek tahun jamak yang telah menyedot anggaran triliunan rupiah di APBD Kaltim seperti Jalan Tol Samarinda-Balikpapan, Jembatan Mahakam IV, SPAM Maloy di Kutim, pembangunan jaringan pipa transmisi air baku Sekerat di Kutim, dan pembangunan Bandara APT Pranoto Samarinda.(pro)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 11:00

Diguyur Bankeu Rp 23 Miliar, Tenggarong Seberang-Muara Badak Bakal Tersambung

TENGGARONG–Interkoneksi jalan antarkecamatan di Kukar tahun ini kembali berlanjut. Setelah…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:23

LELET ...!! Bandara Sangkima Diminta Tunda

SANGATTA – Proyek tahun jamak alias multiyears contract (MYC) di…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:21

Kepala BNN : Kaltim Jalur Masuk Pasokan Narkoba dari Luar

SAMARINDA - Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Komjen Pol Heru…

Jumat, 22 Februari 2019 11:49

SYUKURLAH..!! Pemprov dan Yayasan Melati Akhiri Sengketa

SAMARINDA – Sengketa berkepanjangan kepemilikan lahan dan aset SMA 10…

Jumat, 22 Februari 2019 09:16

Terseret Mafia Sepak Bola, Ini Kata Yunus Nusi...

SAMARINDA – Kasus Mafia Pengaturan Skor kembali menyeruak di sepak…

Kamis, 21 Februari 2019 14:43

PARAHNYA..!! Banyak Tambang Cacat Administrasi, 876 IUP Proses Pencabutan, 81 Dihentikan Sementara

SAMARINDA – Proses pembenahan aktivitas pertambangan di Kaltim terus dilakukan.…

Kamis, 21 Februari 2019 10:15

Tiket Pesawat Mahal, Masyarakat Naik Kapal

SAMARINDA- Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mengakui mulai akhir…

Kamis, 21 Februari 2019 08:40

Kenapa Lubang Tambang di Samarinda Tak Direklamasi? Ini Jawaban Distamben Kaltim

SAMARINDA - Lubang bekas tambang di kota Samarinda masih banyak…

Kamis, 21 Februari 2019 08:36

Mantan Rektor : Selisih Kas BLU Rp 35 Miliar Tanggung Jawab PR II Unmul

SAMARINDA - Mantan Rektor Unmul Zamruddin Hasid mengaku temuan selisih…

Rabu, 20 Februari 2019 12:50

Lahan Perumahan Masuk Zona Hijau, Kapan Revisi RTRW Samarinda?

SAMARINDA – Para pengembang hunian di Kaltim saat ini masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*