MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 14 Oktober 2018 11:02
Puaskan Dulu Karyawan, lalu Pelanggan
KELUARGA: Tak pelit berbagi ilmu, Fery juga tak sungkan untuk berinteraksi, peduli dengan masalah yang dialami karyawan, dan selalu ada untuk memberi solusi.

PROKAL.CO, ASET terpenting dalam usaha adalah karyawan. Sebab, sekuat apapun tenaga pemilik, pasti tetap membutuhkan sumber tenaga lainnya. Dalam hal ini, bukan berarti pemilik mengeksploitasi kaum pekerja. Berbicara tentang karyawan, pasti ada ruang spesial bagi para pemilik usaha. Semakin meningkatnya kualitas bisnis itu juga berkat adanya peran penting karyawan.

Hadlan Feriyanto Munajat sangat setuju dengan pernyataan tersebut.  Lelaki 25 tahun itu sangat terinspirasi oleh Nugro Hadi Yuwono, pemilik usaha Panglima yang kerap disapa Nugi. “Saya belajar banyak dari Mas Nugi, salah satunya jika ingin puaskan costumer external (pembeli) Anda harus puaskan terlebih dahulu costumer internal, yakni para karyawan. Karena kalau dari karyawan sudah nyaman dan senang, mereka pun akan memperlakukan costumer external dengan bahagia pula,” urainya dengan senyum di wajah.

Layaknya sistem dinasti, pada tahun awal merintis Moodzystore, Fery dan kawannya menerima karyawan melalui sistem kekerabatan. Seiring berjalannya waktu, dia tidak lagi merekrut karyawan hanya karena mereka adalah orang terdekat. Harus ada SOP (standard operational procedure) yang mereka penuhi ketika ingin bergabung menjadi keluarga besar Moodzystore.

Terlepas dari pentingnya arti sebuah karyawan, ada hal paling menarik ketika melihat persyaratan lowongan di Moodzystore. Yakni, harus rajin salat lima waktu. Fery sempat tertawa kecil sebelum menjawab. “Bagi kami yang beragama Islam, salat merupakan hal wajib. Itu perintah Tuhan, bukan perintah kami sebagai pemilik toko. Kalau perintah Tuhan saja diabaikan, apalagi kami yang notabene tidak akan memerintah, hanya memberi SOP dari Moodzystore. Tuhan aja dilawan apalagi kami,” urai Fery.

Tak main-main, Fery dengan tegas akan memecat karyawan jika tidak melaksanakan salat lima waktu. Tak hanya itu, dia mengaku tidak ingin memiliki karyawan yang terlilit utang. Pun jika ada karyawan lama yang sudah mencatat dedikasi dan loyalitas yang baik terhadap Moodzystore pasti akan dibantu. “Kalau mereka ada utang, akan kita lunasi dengan ketentuan potong gaji,” ujarnya singkat.

Namun, di balik banyaknya peraturan menjadi karyawan Moodzystore, ada janji dari Fery untuk para karyawan “Tiap tahun gaji yang diterima harus naik. Selain gaji, kita juga pasti memberi tunjangan kepada karyawan, seperti tunjangan hari raya (THR) dan tunjangan kesehatan tak luput dengan bonus. Sebab kita tidak ingin memeras tenaga karyawan tanpa memberi kesejahteraan,” tuturnya.

Berinteraksi dengan karyawan merupakan hal yang disukai Fery. Sebagai pemilik pun dia tidak akan membabi buta menuntut mereka untuk selalu bekerja. Jika ada masalah, dia akan membantu mencari solusi hingga masalah itu selesai.

Menurut pengakuannya, dia tak pernah memberlakukan sistem kasta. Semua karyawan adalah keluarga, sudah selayaknya kita sebagai pemilik membuat mereka tidak terbebani pekerjaan. Bagi Fery, dia tak ingin selamanya mereka menjadi karyawan. Jika keluar dari Moodzystore harus punya usaha sendiri “Saya tak pernah meminta para karyawan untuk memanggil saya dengan sebutan Bos, di sini kita bekerja sama mencari rezeki dan tempat berbagi ilmu agar bisa menjadi bekal jika selesai dari Moodzystore,” ungkapnya. (*/nul*/rdm/k16)

 

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 10:16

Mitra Teras Mantap di Puncak

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Kesebelasan Mitra Teras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*