MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 13 Oktober 2018 11:09
Eddy Sindoro Serahkan Diri Setelah 2 Tahun Buron
Eddy Sindoro

PROKAL.CO, JAKARTA – Eddy Sindoro terlihat lesu saat berjalan ke luar gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tadi malam (12/10). Mantan petinggi Lippo Group yang buron selama sekitar dua tahun itu tak banyak bicara. Dia hanya tersenyum tipis kepada awak media yang menunggunya di lobi seraya menyatakan siap menjalani proses hukum di KPK.

”Saya sudah tiba di sini (KPK, Red), dan siap untuk menjalani proses hukum yang harus saya jalani,” ujar Eddy usai diperiksa sekitar pukul 20.27. Saat menuju mobil tahanan, Eddy didampingi ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo. Selain ketua WP, Yudi juga salah satu penyidik KPK. Hal serupa pernah dilakukan Yudi terhadap mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham akhir Agustus lalu.

Sama dengan Idrus, Eddy memang bukan tersangka kelas “teri”. Eddy diduga sebagai penyuap panitera/sekretaris Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Edy Nasution. Eddy kemudian ditetapkan tersangka pada 21 November 2016. Sejak saat itu Eddy lenyap bak ditelan bumi. Dia dikabarkan kabur ke luar negeri. Diantaranya, Thailand, Malaysia, Singapura dan Myanmar.

”Penyidik telah beberapa kali memanggil yang bersangkutan untuk menjalani pemeriksaan,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. KPK langsung menahan Eddy untuk 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Untuk diketahui, kasus tersebut berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap panitera/sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution pada 20 April 2016. Edy diduga menerima suap dari anak buah Eddy Sindoro, Doddy Aryanto Supeno terkait dengan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) PT Across Asia Limited yang sudah melewati batas waktu.

Kasus itu pun telah berkekuatan hukum tetap. Edy terbukti menerima uang sebesar Rp 1 miliar dalam bentuk dolar Singapura dan uang Rp 100 juta. Selain itu, Edy juga menerima USD 50 ribu ditambah Rp 50 juta. Pemberian itu yang diduga merupakan perintah Eddy Sindoro.

Hampir dua tahun Eddy tak diketahui keberadaannya pasca bergulirnya kasus tersebut. KPK pun memasukkan Eddy dalam daftar pencarian orang (DPO) pada Agustus lalu. Eddy sempat kembali ke Indonesia pada 29 Agustus. Namun, dia terbang lagi ke Bangkok di hari yang sama. Tanpa proses imigrasi yang legal.

Nah, kemarin Eddy menyerahkan diri ke KPK melalui Atase Kepolisian RI di Singapura. Tim KPK yang berjumlah empat orang lantas menjemputnya di sana. Pukul 12.20 waktu Singapura, Eddy dibawa pulang tim tersebut ke Indonesia. Penyerahan diri itu difasilitasi sejumlah pihak. Selain Atase Kepolisian RI, imigrasi, dan otoritas pemerintah Singapura.

Sekitar pukul 13.35 WIB, Eddy tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Dengan dikawal petugas kepolisian, kendaraan yang membawa Eddy tiba di gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan sekitar pukul 14.30. Eddy langsung diperiksa oleh para penyidik. ”Penangkapan terhadap tersangka sesuai dengan acara yang berlaku,” terang Saut.  Yang menarik, saat konferensi pers sore kemarin, tiba-tiba hadir mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki mendampingi Saut. Hal itu jarang terjadi di KPK. Terkait keberadaannya tersebut, Ruki mengklaim dirinya lah yang menghubungkan Eddy Sindoro dengan KPK terkait dengan penyerahan diri kemarin.

Ruki menceritakan, 20 hari lalu dia mengaku dihubungi salah seorang jaringan tersembunyi yang bergerak di bidang penyidikan. Jaringan itu menginformasikan tentang keingingan Eddy menyerahkan diri ke KPK. Ruki pun mengarahkan untuk menyerahkan diri ke KPK. ”Saya hanya menghubungkan antara keinginan orang yang jadi DPO dengan otoritas Singapura,” akunya.

Bukan hanya itu, pimpinan KPK yang pernah berseteru dengan koalisi masyarakat sipil antikorupsi terkait polemik Kuda Troya pada 2015 itu juga menyebut bila Eddy meminta dirinya agar membantu proses penyerahan diri tersebut. ”Saya lalu telepon Atase Kepolisian RI di KBRI Singapura, saya mengatakan ini ada orang tolong di-guidance, minta dibantu untuk kepentingan hukum,” paparnya.

Nah, atas dasar itu, Ruki kemarin mendampingi Saut dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan penyerahan diri Eddy dihadapan awak media. ”Pihak jaringan saya mengatakan, Pak untuk meyakinkan bahwa saudara ESI (Eddy Sindoro, Red) betul-betul sudah datang, saya minta bapak juga muncul di KPK,” ujarnya.

Ruki mengaku tidak mencari sensasi terkait dengan kedatangannya ke KPK dan mengklaim bahwa dirinya lah yang membantu proses penyerahan diri Eddy. Dia mengaku tidak punya motivasi lain. ”Semata-mata hanya sekadar panggilan, panggilan sebagai orang KPK, sebagai senior KPK, untuk membantu, tidak ada lagi motivasi lain,” imbuh dia.

Lantas apakah Eddy terancam sehingga meminta pertolongan mantan ketua KPK? Ruki mengaku tidak tahu menahu. Ruki juga menyebut tidak paham dengan kasus Eddy. Menurutnya, semua yang dia alami hanya kebetulan. ”Saya nggak tahu bagaimana hubungan kasusnya (dengan permintaan tolong Eddy untuk menyerahkan diri, Red),” tutur purnawirawan polisi tersebut.

Terkait kehadiran Ruki di konpers kemarin, Saut menyatakan hal tersebut sangat menarik. Sebab, baru kali ini ada tersangka yang justru meminta tolong mantan pimpinan KPK. Bukan, pimpinan KPK definitif seperti dirinya dan empat komisioner lain. ”Aset-aset seperti Pak Ruki ini sebenarnya harus di-maintenance (dirawat, Red), dan seperti itu lah senior,” ujarnya.

Soal substansi perkembangan perkara setelah penyerahan diri Eddy, Saut berjanji bakal mengembangkannya. Dalam perkara tersebut, KPK sebelumnya pernah menelisik dugaan keterlibatan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Bahkan, tim penyidik KPK sempat mencegah Nurhadi bepergian ke luar negeri. Tim juga menggeledah rumah pribadi dan ruangan Nurhadi di MA.

Namun, sampai saat ini, pengembangan terhadap Nurhadi tak jelas rimbanya. Terkait hal itu, Saut menyatakan akan terus melihat perkembangan perkara tersebut. Dia pun memastikan perkara suap mafia peradilan itu akan berkembang. ”Nanti akan kami lihat perkembangannya seperti apa, itu bisa maju perkembangannya. Ditunggu,” janjinya.

Beberapa waktu lalu, KPK juga telah menetapkan advokat fenomenal Lucas sebagai tersangka merintangi penyidikan (obstruction of justice) Eddy. Lucas diduga membantu Eddy kabur ke luar negeri. Dari situ, KPK bisa mengembangkan lebih jauh siapa saja pihak-pihak dibalik mafia peradilan yang selama ini ”bermain” perkara di pengadilan.

Kuasa hukum Eddy Sindoro, Eko Prananto mengatakan pihaknya memang ingin fokus terhadap perkara yang disangkakan KPK. Penyerahan diri itu merupakan salah satu upaya untuk menjalani proses hukum tersebut. ”(Eddy) ingin menyelesaikan perkaranya, dia ingin menyerahkan diri. Intinya di situ,” tuturnya usai mendampingi Eddy tadi malam.

Terkait informasi bahwa ada tekanan agar Eddy menyerahkan diri, Eko membantahnya. Dia menyebut sama sekali tidak ada ancaman terhadap penyerahan diri tersebut. ”Nggak ada (ancaman, Red) sama sekali,” terangnya. Terkait dengan substansi perkara, Eko belum bisa banyak berkomentar. ”Saya baru menerima surat kuara (dari Eddy, Red),” pungkas dia. (tyo)

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 11:24

Begini Cara Konversi Suara Partai ke Kursi dengan Metode Konversi Sainte Laque

JAKARTA-  Metode konversi perolehan suara partai ke kursi DPR RI,…

Sabtu, 20 April 2019 11:17

INGAT..!! Metode Hitung Perolehan Suara Menjadi Kursi Parpol Pemilu 2019 Berbeda dengan Pemilu Sebelumnya

JAKARTA – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri Bahtiar…

Sabtu, 20 April 2019 09:51

Dua Kepala Dinas Selingkuh, Ada Video Syurnya, Eh...Suami Tuding Bininya Selingkuh Duluan

Di mana pun bangkai disimpan, baunya pasti akan terendus juga.…

Sabtu, 20 April 2019 09:29

MANTAP..!! Dalam Setahun, Pengunjung Treasure Bay 180 Ribu

BINTAN- Objek wisata Treasure Bay yang ada di kawasan wisata…

Sabtu, 20 April 2019 09:24

Isra Mi'raj Urang Banten, Dari Banten Untuk Indonesia

Perkumpulan Urang Banten (PUB) menggelar peringatan Isra Mi’raj dengan tema…

Jumat, 19 April 2019 12:23

Hujan Deras dan Gelombang Tinggi Masih Akan Terjadi

JAKARTA – Meski mulai memasuki awal musim kemarau  Badan Meteorologi,…

Jumat, 19 April 2019 12:17

Karena Struktur Partai Bekerja Total

WAKIL Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengaku tidak…

Jumat, 19 April 2019 12:16
Kinerja Parpol saat Pileg Kalah Populer dengan Pilpres

PKS Solid, PAN dan Nasdem Lampaui Survei

Survei elektabilitas parpol selalu muncul menjelang pelaksanaan pemilu. Ada yang…

Jumat, 19 April 2019 12:09

Partisipasi Pemilih Lampaui Target

PEMUNGUTAN suara dalam pemilu serentak Rabu (17/4) menuai pujian dari…

Jumat, 19 April 2019 12:02
Lembaga Survei Dilaporkan Karena Quick Count

Quick Count Dinilai Membingungkan Masyarakat

JAKARTA— Hasil quick count sejumlah lembaga suvei dipermasalahkan. Koalisi Aktivis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*