MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 13 Oktober 2018 10:28
Dua Kali Dipanggil Mangkir, Ketua DPRD Itu Dibawa Polisi
Alphad Syarif

PROKAL.CO, JAKARTA – Isu bahwa Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif ditangkap polisi terjawab. Ya, Mabes Polri akhirnya buka suara Kamis (11/10). Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) memastikan telah menangkap Alphad di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (19/9) sekitar pukul 22.00 WIB.

Brigjen Fadil Imran, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim mengatakan, politikus itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan. “Tersangka ditangkap setelah dari Singapura,” tegasnya kepada INDOPOS. Alphad ditetapkan tersangka penipuan dan penggelapan dengan pelapor atas nama Adam Malik, berdasarkan Laporan Polisi (LP) No: LP/B/1105/XI/2016/ Bareskrim pada 3 November 2016.

Dia menuturkan, sebelum penangkapan itu, Alphad lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian penyidik melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangannya. Namun sayang, Alphad dianggap tidak koperatif karena sering menghindari panggilan pemeriksaan penyidik. “Tersangka sudah dipanggil sebanyak dua kali. Namun tidak hadir menghadap penyidik,” ungkapnya.

Lantaran mangkir dari pemeriksaan, penyidik membuat surat untuk membawa tersangka dengan cara mendatanginya di Samarinda, Minggu (16/9). Namun saat didatangi penyidik, Alphad tidak berada di rumahnya melainkan di luar negeri. “Setelah dilacak, tersangka diketahui berada di Singapura,” beber mantan direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim itu.

Kemudian, lanjut dia, tim terus melakukan pencarian untuk mengetahui kapan Alphad kembali ke Indonesia. Dari data imigrasi dan manifest maskapai, penyidik menemukan Alphad akan kembali ke Tanah Air pada Rabu (19/9). Menumpang maskapai penerbangan Jet Star. “Tim pun akhirnya menunggu tersangka di bandara. Pada pukul 20.00 WIB, tersangka ditangkap di terminal kedatangan Bandara Soekarno-Hatta. Kami juga bekerja sama dengan pihak Imigrasi,” jelasnya

Setelah menangkap tersangka, keesokan harinya, penyidik melakukan penggeledahan di rumah yang bersangkutan berdasarkan surat izin dari Pengadilan Negeri Samarinda. “Saat ini tersangka dilakukan penahanan dan untuk berkas perkara sudah dikirim tahap I ke JPU (jaksa penuntut umum),” kata Fadil.

SUDAH TERSEBAR

Sementara itu di Samarinda, Kaltim Post mendatangi kantor DPRD Samarinda di Jalan Basuki Rahmad kemarin. Namun, ruangan Alphad kosong. Dari luar, ruangan terlihat gelap. Informasi yang dihimpun media ini, hampir satu bulan pimpinan dewan tersebut tidak datang ke kantor.

Media ini kemudian menuju ruangan Sekretaris Dewan (Sekwan) Samarinda yang dijabat Pelaksana Tugas (Plt) Norhayati Usman. Namun, pejabat yang akrab disapa Nunung itu sedang tidak di tempat. Kabarnya, Nunung sedang tugas di luar kota.

Adapun Wakil Ketua DPRD Samarinda Siswadi yang ditemui di gedung dewan mengaku belum menerima surat terkait penangkapan Alphad Syarif dari penegak hukum. Namun, dia mengaku sudah mendengar desas-desus penangkapan Alphad.

Dia mengatakan, informasi penangkapan itu baru diterimanya kemarin. Sehingga dia tidak ingin asal memberi pernyataan. Kalau memang Bareskrim menetapkan ketua DPRD Samarinda itu sebagai tersangka, secara administrasi mestinya pihaknya menerima surat tersebut.

“Apalagi Pak Alphad ada menelepon saya tadi (kemarin) sekitar pukul 13.00 Wita. Kata dia, kabar tersebut (penangkapan) tidak benar,” bebernya. “Pak Alphad bilang itu masalah lama. Saya juga tidak bertanya-tanya, bukan urusan saya. Tapi, masalah benar tidaknya, saya tidak mengetahui secara pasti,” tambah politikus PDI Perjuangan itu.

Hingga kemarin, kata dia, parlemen belum bisa membuat kesimpulan atas masalah penangkapan ketua mereka. “Urusan kelembagaan DPRD saya bertanggung jawab. Tapi urusan di luar, bukan hak dan kewajiban saya,” paparnya.

Siswadi mengungkapkan, meski Alphad ditahan di Bareskrim, kinerja anggota dewan tak berpengaruh signifikan. “DPRD sifatnya kolektif. Setiap pengambilan keputusan yang mengatasnamakan DPRD berdasarkan musyawarah atau keputusan bersama. Jadi, setiap pengesahan apapun, yang bisa hadir bisa menandatangani,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Samarinda Joha Fajal mengatakan, pihaknya juga belum menerima surat penetapan Alphad sebagai tersangka. Bila nantinya, pihaknya menerima surat tersebut, Setwan DPRD Samarinda akan segera memproses. “Itu wajib. Tapi, selama surat tidak ada, proses tidak ada. Ditunggu saja suratnya,” ujar dia.

Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan senada dengan Siswadi. “Saya sudah mendapatkan kabar itu (penangkapan Alphad). Tapi, tidak tahu benar atau tidaknya,” ungkap dia. “Yang jelas, pengesahan APBD tidak akan terhambat. Masih ada pimpinan dewan lainnya yang bisa menandatangani,” lanjutnya.

Terpisah, Alphad Syarif yang dikonfirmasi Kaltim Post melalui sambungan telepon kemarin, enggan berkomentar banyak. Informasi yang tersebar luas itu dianggapnya tidak benar. “Tidak benar saya ditangkap (polisi),” katanya, singkat. (*/dq/ydh/pra/rom/k15)

 


BACA JUGA

Selasa, 23 April 2019 14:00

Partisipasi Pemilu Susulan di Tabang Hanya 35 Persen

TENGGARONG - Sebanyak 1.675 warga yang berdomisili di Kukar dari…

Selasa, 23 April 2019 13:36

Jika Tak Merusak, Tak Menganggu, Kenapa Pabrik Semen Ditolak?

Pemkab Kutai Timur (Kutim) menyambut baik rencana pembangunan pabrik semen…

Selasa, 23 April 2019 10:40

KIPP Kaltim Minta Penggelembungan Surat Suara di Samarinda Ilir Diusut

SAMARINDA - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaltim menduga terjadi…

Selasa, 23 April 2019 09:23

TRANSPARAN..!! Di Kecamatan Ini, Formulir C1 Dipajang

SANGATTA - Formulir C1 yang digunakan sebagai rujukan jumlah suara…

Selasa, 23 April 2019 08:42

HALO BOS..!! Tiket Pesawat Masih Mahal Nih...

JAKARTA- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bakal memanggil maskapai penerbangan…

Senin, 22 April 2019 21:41

Hasil Perhitungan Suara Tidak Diumumkan di Kelurahan, KPU Samarinda di Ultimatum

SAMARINDA - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaltim memberi ultimatum…

Senin, 22 April 2019 11:01

SALAH INPUT LAGI..?? Suara Jokowi Ditambah 500, Prabowo Dikurangi 100 di TPS 18 Malakasari

Kesalahan entri data di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi…

Senin, 22 April 2019 09:07

Sungai Tercemar..!! Berwarna Cokelat dan Berbau Menyengat

BENGALON - Warga kembali dibuat khawatir oleh keruhnya air sungai…

Minggu, 21 April 2019 13:32
Data Quick Count Harus dibuka ke Publik

Kaltara Hanya 3 Sampel TPS, Lembaga Survey Bantah Afiliasi Politik

JAKARTA - Sejumlah lembaga Quick Count yang tergabung dalam Perhimpunan…

Minggu, 21 April 2019 12:47

Bawaslu dan DKPP Awasi KPU

JAKARTA –Dugaan kecurangan yang ditujukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*