MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 12 Oktober 2018 06:40
Efek Dominasi Pertambangan
KOMODITAS UNGGULAN: Dominasi lapangan usaha pertambangan berdampak pada output per kapita Kaltim yang tercatat sebesar Rp 68 juta per tenaga kerja. Tampak pemindahan batu bara di Kapal.(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan II 2018 sebesar 1,84 persen secara tahunan (year on year/yoy) turut dipengaruhi output per kapita Kaltim yang tercatat Rp 68,01 juta per tenaga kerja.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, pada triwulan II lalu, ekonomi Kaltim tumbuh 1,84 persen (yoy). Jumlah itu meningkat dibandingkan triwulan I 2018 yang tumbuh sebesar 1,77 persen (yoy). Walaupun mengalami peningkatan, pertumbuhan ekonomi Kaltim berada pada level yang rendah, di bawah level pertumbuhan ekonomi nasional.

“Struktur ekonomi Kaltim yang didominasi lapangan usaha pertambangan, berdampak pada kondisi ekonomi Kaltim yang tidak resilien terhadap gejolak perekonomian global,” ujarnya Kamis (11/10).

Dia menjelaskan, pada 2011 ekonomi Kaltim mampu tumbuh 6,30 persen (yoy) yang dipengaruhi peningkatan permintaan batu bara dari Tiongkok dan didukung perkembangan harga komoditas yang berada pada level positif.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Kaltim berada dalam fase kontraksi selama 2 tahun (tahun 2015-2016) yang disebabkan penurunan harga komoditas batu bara internasional hingga ke level USD 47,59 per metrik ton pada awal 2016. “Dalam ekonomi, fungsi produksi menjelaskan hubungan antara faktor input produksi dan output yang dihasilkan,” katanya.

Fungsi produksi merupakan salah satu konsep utama dalam teori neoklasikal yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan faktor input produksi, sehingga menciptakan keseimbangan pendapatan dari faktor-faktor input produksi yang digunakan. Tenaga kerja merupakan salah satu fungsi input produksi yang umum digunakan untuk melihat tingkat efisiensi dari output yang dihasilkan.

Untuk melihat hubungan antara fungsi produksi di Kaltim, Bank Indonesia Kaltim melakukan perhitungan produktivitas tenaga kerja, dengan menggunakan output per kapita tenaga kerja dan melihat pertumbuhannya dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami juga membandingkan antara perkembangan output per kapita tenaga kerja dengan kinerja masing-masing lapangan usaha triwulan II 2018. Lebih lanjut, kami juga membandingkan kondisi Kaltim dengan nasional untuk memperoleh perspektif informasi yang lebih luas,” ujarnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil perhitungan, output per kapita Kaltim triwulan II 2018 tercatat sebesar Rp 68,01 juta tenaga kerja, lebih rendah dibandingkan triwulan II 2017 sebesar Rp 73,52 juta per tenaga kerja atau turun minus 7,48 persen (yoy). “Penurunan output per kapita Kaltim triwulan II pada lapangan usaha pertambangan dan industri pengolahan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi pada kedua lapangan usaha tersebut,” katanya.

Di sisi lain, tambah Nur, terdapat peningkatan output per kapita yang terjadi pada lapangan usaha pertanian, konstruksi dan perdagangan. Kondisi ini sejalan dengan data pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan II 2018 yang ditopang tiga lapangan usaha tersebut. Tingkat output per kapita Kaltim tercatat lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar Rp 20,49 juta per tenaga kerja pada triwulan II 2018.

Namun demikian, output per kapita nasional secara umum mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 19,86 juta per tenaga kerja atau naik 3,17 persen (yoy).

Peningkatan output per kapita nasional triwulan II 2018 dipengaruhi oleh naiknya output per kapita pada lapangan usaha pertanian dan perdagangan yang masing-masing tumbuh 7,42 persen dan 3,91 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi kedua lapangan usaha tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan kinerja pada triwulan II 2018.

“Di sisi lain, output per kapita pada lapangan usaha industri pengolahan mengalami penurunan sebesar minus 0,90 persen (yoy), sejalan dengan perlambatan kinerja pertumbuhan ekonomi lapangan usaha industri pengolahan triwulan II 2018,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:11

Tingkatkan Literasi Keuangan sejak Dini

BALIKPAPAN   -  Era ekonomi digital telah meningkatkan literasi keuangan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Optimistis Daya Beli Pulih

SAMARINDA  -  Hypermart terus memanjakan pelanggan setia dengan memberikan harga…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:08

2018, Operasi Proyek Hulu Migas Turun

JAKARTA  -  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:08

Tambah Pasokan, Tekan Harga Jagung

JAKARTA  –  Pemerintah terus berusaha menjaga pasokan pakan ternak dalam…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:05

Pertahankan Sistem Penjualan Dual Brand di Kalsel

BANJARMASIN  –  PT Semen Indonesia (SI) masih mempertahankan sistem penjualan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:03

Perbesar Nasabah Prioritas

SURABAYA  –  Perbankan terus menggarap segmen nasabah prioritas dengan dana…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:02

Garap Indonesia, Yamaha Suntik Grab Rp 2 T

JAKARTA –  Yamaha Motor menginjeksi Grab Holding modal USD 150…

Jumat, 14 Desember 2018 06:49

Dolar Menguat, Bahan Pokok Stabil

BALIKPAPAN - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat…

Jumat, 14 Desember 2018 06:47

Genjot Pendapatan Akhir Tahun

BALIKPAPAN - Peak season yang akan terjadi pada akhir bulan…

Jumat, 14 Desember 2018 06:41

Pemerintah Tambah Pasokan BBM 8 Persen

JAKARTA – Pemerintah berencana menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .