MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 11 Oktober 2018 11:47
Rusuh, Pembacaan Sita Eksekusi Ditunda

PROKAL.CO, BONTANG – Pembacaan sita eksekusi yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Bontang terpaksa harus ditunda. Pasalnya, dari pihak penggugat yakni Hj Hatija binti Rombe dan Ipiah binti Rombe melakukan perlawanan hingga terjadi kericuhan. Aparat keamanan pun berupaya mengamankan situasi agar tetap kondusif.

Sebelum dilakukan pembacaan sita eksekusi, pihak keluarga Hajita telah melakukan perlawanan. Hatija adalah istri H Siraju. Mereka menolak pembacaan eksekusi yang dilakukan Panitera PN Bontang Hadi Riyanto, bahkan sempat terjadi kerusuhan, pihak keluarga melempari tim eksekusi agar segera meninggalkan rumah yang mereka tinggali sejak 1991. Akibat situasi tidak kondusif, rencana eksekusi batal.

Panitera PN Bontang Hadi Riyanto mengatakan, pelaksanaan eksekusi dianggap tertunda, sehingga akan diagendakan ulang.

“Karena kondisi di lapangan jadi tidak memungkinkan dilanjutkan pembacaan eksekusi. Sehingga harus diagendakan ulang,” jelas Hadi saat ditemui di PN Bontang, Rabu (10/10).

Disebutkan, prosesnya perlu waktu karena akan dikoordinasikan ke Samarinda. “Tadi pembacaan sita eksekusi. Masih banyak tahapan berikutnya, yakni pelelangan dari hasil apa yang disita, untuk nilainya ada tim appraisal tersendiri yang menilainya,” jelas Hadi Riyanto.

Untuk diketahui, eksekusi rumah milik Hatija dan Ipiah ini buntut dari permasalahan pembangunan gedung Pasar Rawa Indah. Sebagian lahan pasar Rawa Indah, diakui adalah milik mereka. Lantas, mereka pun menghalangi pembangunan Pasar Rawa Indah hingga mangkrak bertahun-tahun.

Dari hasil gugatan di Pengadilan MA, akhirnya keluar putusan yakni, para tergugat rekonvensi (Hatija dan Ipiah) diwajibkan membayar ganti rugi Rp 4.798.272.350, kepada penggugat I rekonvensi (kontraktor PT Raka).

Lantaran tidak kunjung membayar, keluar putusan eksekusi tiga rumah milik Hatija dan Ipiah sebagai jaminan. Pada saat tim gabungan eksekusi melakukan sita eksekusi, para penghuni rumah yang terdiri dari tiga kepala keluarga (KK) ini, langsung melempari petugas dengan batu-batu kecil dan air, yang akhirnya membuat orang-orang sekitar berlarian mengamankan diri. Tak hanya itu, para penghuni rumah juga mendorong dan meneriaki tim gabungan sambil menyuarakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kota Bontang yang dianggap telah membohongi mereka.

Ditemui terpisah, pengacara hukum keluarga Hatija dan Ipiah, Abdul Rahman SH menyatakan, mempersilakan untuk pembacaan sita. Pihak keluarga mengkhawatirkan, setelah pembacaan mereka diharuskan mengosongkan rumah tersebut.

“Mereka takut jika dibacakan sita eksekusi, diminta langsung pengosongan rumah. Terjadi keributan tadi akibat pemahaman berbeda. Pahamnya masyarakat awam begitu ada sita eksekusi langsung dilakukan pengosongan, penggusuran, padahal tidak,” beber Rahman. (mga/san/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 10:40

Diharapkan Segera Cair

PENAJAM -  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) berharap pencairan dana bantuan operasional…

Kamis, 15 November 2018 10:39

50 Guru SD Kuaro Ikut Pelatihan K-13

TANA PASER – PT Arjuna Cipta Kreatif bekerja sama dengan PT Kideco Jaya Agung (KJA), menggelar…

Kamis, 15 November 2018 10:38

Perbup APBD Perubahan Tunggu Nomor

PENAJAM - Evaluasi Peraturan Bupati (Perbup) mengenai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P)…

Kamis, 15 November 2018 10:36

Calon Sekkab Diumumkan16 November

TANA PASER – Hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) posisi sekretaris daerah atau…

Kamis, 15 November 2018 10:29

BLK Dinilai Belum Optimal

BONTANG – Balai Latihan Kerja (BLK) Bontang dinilai belum optimal dalam memberikan pelatihan kepada…

Kamis, 15 November 2018 10:29

Daftar Pemilih Masih Diperbaiki

SANGATTA – Data pemilih pesta demokrasi 2019 dalam proses pemutakhiran. Daftar pemilih tetap hasil…

Kamis, 15 November 2018 10:28

Warga Bontang Ditangkap di Nunukan

BONTANG – Seorang warga Bontang berinisial KJ diamankan tim gabungan Satresnarkoba Polres Nunukan…

Kamis, 15 November 2018 10:26

Kasus Kekerasan terhadap Anak Menurun

TANJUNG REDEB - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Berau mengakui…

Kamis, 15 November 2018 10:24

Larangan Miras Jadi Nilai Tambah

Dari sejagad Tanah Air, Kutai Timur (Kutim) telah mendapat penghargaan kabupaten layak pemuda. Dari…

Rabu, 14 November 2018 11:08

Semak Belukar di Desa Lusan Telah Dibuka

TANA PASER–Kunjungan Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi beserta istri ke Desa Lusan, Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .