MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 11 Oktober 2018 11:47
Rusuh, Pembacaan Sita Eksekusi Ditunda

PROKAL.CO, BONTANG – Pembacaan sita eksekusi yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Bontang terpaksa harus ditunda. Pasalnya, dari pihak penggugat yakni Hj Hatija binti Rombe dan Ipiah binti Rombe melakukan perlawanan hingga terjadi kericuhan. Aparat keamanan pun berupaya mengamankan situasi agar tetap kondusif.

Sebelum dilakukan pembacaan sita eksekusi, pihak keluarga Hajita telah melakukan perlawanan. Hatija adalah istri H Siraju. Mereka menolak pembacaan eksekusi yang dilakukan Panitera PN Bontang Hadi Riyanto, bahkan sempat terjadi kerusuhan, pihak keluarga melempari tim eksekusi agar segera meninggalkan rumah yang mereka tinggali sejak 1991. Akibat situasi tidak kondusif, rencana eksekusi batal.

Panitera PN Bontang Hadi Riyanto mengatakan, pelaksanaan eksekusi dianggap tertunda, sehingga akan diagendakan ulang.

“Karena kondisi di lapangan jadi tidak memungkinkan dilanjutkan pembacaan eksekusi. Sehingga harus diagendakan ulang,” jelas Hadi saat ditemui di PN Bontang, Rabu (10/10).

Disebutkan, prosesnya perlu waktu karena akan dikoordinasikan ke Samarinda. “Tadi pembacaan sita eksekusi. Masih banyak tahapan berikutnya, yakni pelelangan dari hasil apa yang disita, untuk nilainya ada tim appraisal tersendiri yang menilainya,” jelas Hadi Riyanto.

Untuk diketahui, eksekusi rumah milik Hatija dan Ipiah ini buntut dari permasalahan pembangunan gedung Pasar Rawa Indah. Sebagian lahan pasar Rawa Indah, diakui adalah milik mereka. Lantas, mereka pun menghalangi pembangunan Pasar Rawa Indah hingga mangkrak bertahun-tahun.

Dari hasil gugatan di Pengadilan MA, akhirnya keluar putusan yakni, para tergugat rekonvensi (Hatija dan Ipiah) diwajibkan membayar ganti rugi Rp 4.798.272.350, kepada penggugat I rekonvensi (kontraktor PT Raka).

Lantaran tidak kunjung membayar, keluar putusan eksekusi tiga rumah milik Hatija dan Ipiah sebagai jaminan. Pada saat tim gabungan eksekusi melakukan sita eksekusi, para penghuni rumah yang terdiri dari tiga kepala keluarga (KK) ini, langsung melempari petugas dengan batu-batu kecil dan air, yang akhirnya membuat orang-orang sekitar berlarian mengamankan diri. Tak hanya itu, para penghuni rumah juga mendorong dan meneriaki tim gabungan sambil menyuarakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kota Bontang yang dianggap telah membohongi mereka.

Ditemui terpisah, pengacara hukum keluarga Hatija dan Ipiah, Abdul Rahman SH menyatakan, mempersilakan untuk pembacaan sita. Pihak keluarga mengkhawatirkan, setelah pembacaan mereka diharuskan mengosongkan rumah tersebut.

“Mereka takut jika dibacakan sita eksekusi, diminta langsung pengosongan rumah. Terjadi keributan tadi akibat pemahaman berbeda. Pahamnya masyarakat awam begitu ada sita eksekusi langsung dilakukan pengosongan, penggusuran, padahal tidak,” beber Rahman. (mga/san/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 24 April 2019 12:54
Perebutan Kursi Pimpinan DPRD PPU

Gerindra Optimistis, Golkar-PDIP Realistis

PENAJAM–Rekapitulasi perolehan suara pemilihan anggota legislatif periode 2019-2024, di Penajam…

Rabu, 24 April 2019 12:53

MANTAP..!! 100 Persen SMP di Paser Sudah UNBK

TANA PASER – Selama 2 hari berlangsung Ujian Nasional Berbasis…

Rabu, 24 April 2019 09:36

Satgas Pangan Sidak Pasar, Begini Hasilnya...

TENGGARONG–Mengantisipasi kenaikan harga sembako menjelang Ramadan, tim gabungan dari Satreskrim…

Selasa, 23 April 2019 14:01

Di SMP 1 Sebanyak 20 Peserta Ikuti UNBK Susulan

TENGGARONG - Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di…

Selasa, 23 April 2019 13:57

Siswa Kesulitan Log In, Sulit Satu Sesi

PENAJAM-Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP di…

Selasa, 23 April 2019 13:56

SABAR AJA..!! Tak Ada Proyek Jalan Baru Tahun Ini

PENAJAM–Bantuan keuangan (bankeu) Pemprov Kaltim jadi penopang utama belanja infrastruktur…

Selasa, 23 April 2019 13:55
Ratusan Barang Bukti Dimusnahkan

Narkotika Masih Mendominasi

TANA PASER – Kejaksaan Negeri (Kejari) Paser menggelar pemusnahan barang…

Selasa, 23 April 2019 09:25

Muara Pahu Tiga Kali Kebakaran

SENDAWAR–Dalam beberapa pekan belakangan, Kutai Barat (Kubar) khususnya di wilayah…

Selasa, 23 April 2019 09:24

Delapan TPS Adakan Pemilu Susulan

TENGGARONG–Sebanyak 1.675 warga yang berdomisili di Kecamatan Tabang dan Marangkayu,…

Senin, 22 April 2019 09:11
Hari Ini, 62 SMP/MTS Gelar UNBK

Dari 184 SMP Se-Kukar, Tahun Lalu hanya 27 Sekolah

TENGGARONG - Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*