MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 11 Oktober 2018 11:47
Rusuh, Pembacaan Sita Eksekusi Ditunda

PROKAL.CO, BONTANG – Pembacaan sita eksekusi yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Bontang terpaksa harus ditunda. Pasalnya, dari pihak penggugat yakni Hj Hatija binti Rombe dan Ipiah binti Rombe melakukan perlawanan hingga terjadi kericuhan. Aparat keamanan pun berupaya mengamankan situasi agar tetap kondusif.

Sebelum dilakukan pembacaan sita eksekusi, pihak keluarga Hajita telah melakukan perlawanan. Hatija adalah istri H Siraju. Mereka menolak pembacaan eksekusi yang dilakukan Panitera PN Bontang Hadi Riyanto, bahkan sempat terjadi kerusuhan, pihak keluarga melempari tim eksekusi agar segera meninggalkan rumah yang mereka tinggali sejak 1991. Akibat situasi tidak kondusif, rencana eksekusi batal.

Panitera PN Bontang Hadi Riyanto mengatakan, pelaksanaan eksekusi dianggap tertunda, sehingga akan diagendakan ulang.

“Karena kondisi di lapangan jadi tidak memungkinkan dilanjutkan pembacaan eksekusi. Sehingga harus diagendakan ulang,” jelas Hadi saat ditemui di PN Bontang, Rabu (10/10).

Disebutkan, prosesnya perlu waktu karena akan dikoordinasikan ke Samarinda. “Tadi pembacaan sita eksekusi. Masih banyak tahapan berikutnya, yakni pelelangan dari hasil apa yang disita, untuk nilainya ada tim appraisal tersendiri yang menilainya,” jelas Hadi Riyanto.

Untuk diketahui, eksekusi rumah milik Hatija dan Ipiah ini buntut dari permasalahan pembangunan gedung Pasar Rawa Indah. Sebagian lahan pasar Rawa Indah, diakui adalah milik mereka. Lantas, mereka pun menghalangi pembangunan Pasar Rawa Indah hingga mangkrak bertahun-tahun.

Dari hasil gugatan di Pengadilan MA, akhirnya keluar putusan yakni, para tergugat rekonvensi (Hatija dan Ipiah) diwajibkan membayar ganti rugi Rp 4.798.272.350, kepada penggugat I rekonvensi (kontraktor PT Raka).

Lantaran tidak kunjung membayar, keluar putusan eksekusi tiga rumah milik Hatija dan Ipiah sebagai jaminan. Pada saat tim gabungan eksekusi melakukan sita eksekusi, para penghuni rumah yang terdiri dari tiga kepala keluarga (KK) ini, langsung melempari petugas dengan batu-batu kecil dan air, yang akhirnya membuat orang-orang sekitar berlarian mengamankan diri. Tak hanya itu, para penghuni rumah juga mendorong dan meneriaki tim gabungan sambil menyuarakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kota Bontang yang dianggap telah membohongi mereka.

Ditemui terpisah, pengacara hukum keluarga Hatija dan Ipiah, Abdul Rahman SH menyatakan, mempersilakan untuk pembacaan sita. Pihak keluarga mengkhawatirkan, setelah pembacaan mereka diharuskan mengosongkan rumah tersebut.

“Mereka takut jika dibacakan sita eksekusi, diminta langsung pengosongan rumah. Terjadi keributan tadi akibat pemahaman berbeda. Pahamnya masyarakat awam begitu ada sita eksekusi langsung dilakukan pengosongan, penggusuran, padahal tidak,” beber Rahman. (mga/san/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 08:00

Ribuan Siswa Baru, Seragam Ditanggung Pemkab, Habiskan Duit Segini...

PENAJAM - Mulai tahun ajaran baru 2019/2020, orangtua siswa tak…

Senin, 21 Januari 2019 11:44

Pencuri Motor di Bawah Umur

TANA PASER – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 11:32

“Data BPJS Kesehatan Enggak Benar”

PENAJAM – Ribuan data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat…

Senin, 21 Januari 2019 11:20

Kontraktor Masih Resah

SANGATTA–Meskipun sudah mendapat janji manis berupa pelunasan utang paling lambat…

Senin, 21 Januari 2019 11:18

Tetap Gunakan Desain Sebelumnya

TANJUNG REDEB–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau…

Senin, 21 Januari 2019 11:17

Caleg Tersangka, KPU Tunggu Putusan

TANJUNG REDEB–Seorang calon legislatif (caleg) Kabupaten Berau ditetapkan tersangka oleh…

Senin, 21 Januari 2019 08:22

Jembatan Tering 17 Tahun Mangkrak

SENDAWAR - Dua proyek jembatan menyeberangi Sungai Mahakam di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Tumpuk Tanah, Izin Belakangan

TENGGARONG - Manajemen PT Gerbang Daya Mandiri (GDM) mengklaim belum…

Senin, 21 Januari 2019 08:17

Kontraktor Masih Resah

SANGATTA – Meskipun sudah mendapat janji manis berupa pelunasan utang…

Senin, 21 Januari 2019 08:16

Caleg Tersangka, KPU Tunggu Putusan

TANJUNG REDEB – Seorang calon legislatif (caleg) Kabupaten Berau ditetapkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*