MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 11 Oktober 2018 07:05
Porsi e-Commerce Makin Besar

Industri Ritel Harus Integrasi dengan Sistem Digital

UBAH GAYA: Pelaku usaha ritel di Indonesia masih optimistis bisnis offline terus tumbuh meski perkembangan e-commerce juga baik. Tampak ibu rumah tangga memilih sepatu di Matahari.(dok/kp)

PROKAL.CO, JAKARTA – Pelaku usaha ritel masih optimistis bisnis offline bisa terus tumbuh menghadapi era disrupsi digital. Syaratnya, pelaku industri offline harus membuka diri untuk berintegrasi dengan sistem digital, mulai e-commerce, mobile payment, hingga ekosistem digital lainnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengungkapkan, salah satu alasan menurunnya tren pertumbuhan industri ritel tahun lalu adalah perubahan gaya hidup. Masyarakat lebih memilih kuliner dan jalan-jalan daripada berbelanja. ”Penjualan online masih tidak terlalu menggerus karena jumlah barang masih kecil. Tapi, memang memicu berubahnya perilaku konsumen,” ujar Roy, Selasa (9/10).

Menurut data Aprindo, disrupsi ekonomi yang terjadi pada bisnis ritel tidak terlalu signifikan, tapi terus tumbuh. e-commerce mengambil porsi sekitar 1,8 persen dari total pasar industri ritel offline secara nasional pada 2017.

Pada 2016 angkanya sekitar 0,72 persen. Sementara itu, pada 2018 porsi ritel yang diambil sektor e-commerce bisa mencapai 2–2,5 persen. ”Artinya, pertumbuhan e-commerce memang signifikan sekali per tahun,” beber Roy.

Sejumlah anggota Aprindo pun berinisiatif untuk berinovasi dengan mulai mengembangkan konsep kuliner, hiburan, dan gaya hidup atau one stop shopping dalam beberapa pembukaan gerai. Juga mengikuti perkembangan zaman, yakni mulai membuka pemasaran lewat jalur online dan membuka akses digital payment di gerai-gerai mereka.

Senada, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) Soegiharto Santoso mengatakan, pelaku usaha di semua sektor perlu bersikap terbuka mengenai perdagangan di era digital. ”Bisnis polanya selalu berubah, bagaimana pengusaha juga bisa beradaptasi dengan perubahan tersebut,” ujar Soegiharto.

Terkait pelemahan rupiah, Roy menyebutkan, industri ritel masih bisa menoleransi kenaikan rupiah 15–20 persen dari angka year-to-date tahun ini. Dengan pembukaan rupiah tahun ini dari kurs tengah Bank Indonesia di Rp 13.498 per USD, batas tertinggi toleransi pelemahan rupiah di kisaran Rp 16 ribu.

Pada ambang 15–20 persen, Roy menyatakan sejumlah industri ritel masih bisa menurunkan margin keuntungan untuk menahan laju harga. Namun, awal tahun depan, tidak menutup kemungkinan ada kenaikan harga jika pelaku usaha telah mengalkulasi ulang cost produksi. ”Tapi, kembali lagi keputusan menaikkan harga tidak semudah itu oleh ritel,” tandasnya.

Di sisi lain, sejumlah event besar pada Agustus cukup berpengaruh pada konsumsi rumah tangga. Survei penjualan eceran Bank Indonesia (BI) mengindikasikan bahwa penjualan eceran meningkat. Itu tecermin dari indeks penjualan riil (IPR) yang tumbuh 6,1 persen secara year-on-year (yoy) pada Agustus 2018, lebih tinggi dari 2,9 persen (yoy) pada Juli 2018.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman Zainal menuturkan, peningkatan penjualan eceran tersebut dipengaruhi beberapa event besar seperti Asian Games dan perayaan Hari Kemerdekaan RI. ”Selain dua momen tersebut, kenaikan penjualan eceran juga karena banyaknya program diskon pada Agustus,” ungkapnya. (agf/ken/jpg/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 10:57

Begini Strategi Bankaltimtara Syariah Dongkrak Pangsa Pasar

SAMARINDA- Bankaltimtara Syariah terus berusaha meningkatkan sektor ekonomi syariah di Kalimantan Timur.…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:02

Risiko Perbankan Syariah Aman

SAMARINDA - Risiko kredit dan likuiditas perbankan syariah berada pada level yang aman dan lebih rendah…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:01

Perluas Pasar Hasil Laut secara Daring

BALIKPAPAN – Setahun terakhir, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggencarkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:58

Pertamina EP Tarakan Field Capai Target Produksi

TARAKAN – Kinerja unit Asset 5 Tarakan Field, milik PT Pertamina EP cukup membanggakan. Per September…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:54

Kadin Dorong Penerapan e-Logistic

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong implementasi e-Logistic. Pasalnya langkah…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:49

Delapan Bank Asing Danai Inalum Beli Freeport

JAKARTA – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memastikan ada delapan bank asing yang mendanai…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:48

Stok Gula Petani Melimpah, Komitmen Bulog Dipertanyakan

SURABAYA – Stok gula milik petani melimpah karena hingga kini belum laku terjual. Padahal, pada…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:47

Bisnis Kuliner Tumbuh Pesat

SURABAYA – Pertumbuhan industri kuliner di Surabaya masih terjaga. Hal itu terlihat dari meningkatnya…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:45

Triwulan III, Permintaan Batu Bara Meningkat

SAMARINDA – Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang sudah…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:31

Pasar Properti Vila Stabil

SURABAYA – Pasar properti berkonsep resor seperti vila tetap terjaga. Salah satunya, The Taman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .