MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 11 Oktober 2018 07:05
Porsi e-Commerce Makin Besar

Industri Ritel Harus Integrasi dengan Sistem Digital

UBAH GAYA: Pelaku usaha ritel di Indonesia masih optimistis bisnis offline terus tumbuh meski perkembangan e-commerce juga baik. Tampak ibu rumah tangga memilih sepatu di Matahari.(dok/kp)

PROKAL.CO, JAKARTA – Pelaku usaha ritel masih optimistis bisnis offline bisa terus tumbuh menghadapi era disrupsi digital. Syaratnya, pelaku industri offline harus membuka diri untuk berintegrasi dengan sistem digital, mulai e-commerce, mobile payment, hingga ekosistem digital lainnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengungkapkan, salah satu alasan menurunnya tren pertumbuhan industri ritel tahun lalu adalah perubahan gaya hidup. Masyarakat lebih memilih kuliner dan jalan-jalan daripada berbelanja. ”Penjualan online masih tidak terlalu menggerus karena jumlah barang masih kecil. Tapi, memang memicu berubahnya perilaku konsumen,” ujar Roy, Selasa (9/10).

Menurut data Aprindo, disrupsi ekonomi yang terjadi pada bisnis ritel tidak terlalu signifikan, tapi terus tumbuh. e-commerce mengambil porsi sekitar 1,8 persen dari total pasar industri ritel offline secara nasional pada 2017.

Pada 2016 angkanya sekitar 0,72 persen. Sementara itu, pada 2018 porsi ritel yang diambil sektor e-commerce bisa mencapai 2–2,5 persen. ”Artinya, pertumbuhan e-commerce memang signifikan sekali per tahun,” beber Roy.

Sejumlah anggota Aprindo pun berinisiatif untuk berinovasi dengan mulai mengembangkan konsep kuliner, hiburan, dan gaya hidup atau one stop shopping dalam beberapa pembukaan gerai. Juga mengikuti perkembangan zaman, yakni mulai membuka pemasaran lewat jalur online dan membuka akses digital payment di gerai-gerai mereka.

Senada, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) Soegiharto Santoso mengatakan, pelaku usaha di semua sektor perlu bersikap terbuka mengenai perdagangan di era digital. ”Bisnis polanya selalu berubah, bagaimana pengusaha juga bisa beradaptasi dengan perubahan tersebut,” ujar Soegiharto.

Terkait pelemahan rupiah, Roy menyebutkan, industri ritel masih bisa menoleransi kenaikan rupiah 15–20 persen dari angka year-to-date tahun ini. Dengan pembukaan rupiah tahun ini dari kurs tengah Bank Indonesia di Rp 13.498 per USD, batas tertinggi toleransi pelemahan rupiah di kisaran Rp 16 ribu.

Pada ambang 15–20 persen, Roy menyatakan sejumlah industri ritel masih bisa menurunkan margin keuntungan untuk menahan laju harga. Namun, awal tahun depan, tidak menutup kemungkinan ada kenaikan harga jika pelaku usaha telah mengalkulasi ulang cost produksi. ”Tapi, kembali lagi keputusan menaikkan harga tidak semudah itu oleh ritel,” tandasnya.

Di sisi lain, sejumlah event besar pada Agustus cukup berpengaruh pada konsumsi rumah tangga. Survei penjualan eceran Bank Indonesia (BI) mengindikasikan bahwa penjualan eceran meningkat. Itu tecermin dari indeks penjualan riil (IPR) yang tumbuh 6,1 persen secara year-on-year (yoy) pada Agustus 2018, lebih tinggi dari 2,9 persen (yoy) pada Juli 2018.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman Zainal menuturkan, peningkatan penjualan eceran tersebut dipengaruhi beberapa event besar seperti Asian Games dan perayaan Hari Kemerdekaan RI. ”Selain dua momen tersebut, kenaikan penjualan eceran juga karena banyaknya program diskon pada Agustus,” ungkapnya. (agf/ken/jpg/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:11

Tingkatkan Literasi Keuangan sejak Dini

BALIKPAPAN   -  Era ekonomi digital telah meningkatkan literasi keuangan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Optimistis Daya Beli Pulih

SAMARINDA  -  Hypermart terus memanjakan pelanggan setia dengan memberikan harga…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:08

2018, Operasi Proyek Hulu Migas Turun

JAKARTA  -  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:08

Tambah Pasokan, Tekan Harga Jagung

JAKARTA  –  Pemerintah terus berusaha menjaga pasokan pakan ternak dalam…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:05

Pertahankan Sistem Penjualan Dual Brand di Kalsel

BANJARMASIN  –  PT Semen Indonesia (SI) masih mempertahankan sistem penjualan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:03

Perbesar Nasabah Prioritas

SURABAYA  –  Perbankan terus menggarap segmen nasabah prioritas dengan dana…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:02

Garap Indonesia, Yamaha Suntik Grab Rp 2 T

JAKARTA –  Yamaha Motor menginjeksi Grab Holding modal USD 150…

Jumat, 14 Desember 2018 06:49

Dolar Menguat, Bahan Pokok Stabil

BALIKPAPAN - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat…

Jumat, 14 Desember 2018 06:47

Genjot Pendapatan Akhir Tahun

BALIKPAPAN - Peak season yang akan terjadi pada akhir bulan…

Jumat, 14 Desember 2018 06:41

Pemerintah Tambah Pasokan BBM 8 Persen

JAKARTA – Pemerintah berencana menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .