MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 11 Oktober 2018 07:05
Porsi e-Commerce Makin Besar

Industri Ritel Harus Integrasi dengan Sistem Digital

UBAH GAYA: Pelaku usaha ritel di Indonesia masih optimistis bisnis offline terus tumbuh meski perkembangan e-commerce juga baik. Tampak ibu rumah tangga memilih sepatu di Matahari.(dok/kp)

PROKAL.CO, JAKARTA – Pelaku usaha ritel masih optimistis bisnis offline bisa terus tumbuh menghadapi era disrupsi digital. Syaratnya, pelaku industri offline harus membuka diri untuk berintegrasi dengan sistem digital, mulai e-commerce, mobile payment, hingga ekosistem digital lainnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengungkapkan, salah satu alasan menurunnya tren pertumbuhan industri ritel tahun lalu adalah perubahan gaya hidup. Masyarakat lebih memilih kuliner dan jalan-jalan daripada berbelanja. ”Penjualan online masih tidak terlalu menggerus karena jumlah barang masih kecil. Tapi, memang memicu berubahnya perilaku konsumen,” ujar Roy, Selasa (9/10).

Menurut data Aprindo, disrupsi ekonomi yang terjadi pada bisnis ritel tidak terlalu signifikan, tapi terus tumbuh. e-commerce mengambil porsi sekitar 1,8 persen dari total pasar industri ritel offline secara nasional pada 2017.

Pada 2016 angkanya sekitar 0,72 persen. Sementara itu, pada 2018 porsi ritel yang diambil sektor e-commerce bisa mencapai 2–2,5 persen. ”Artinya, pertumbuhan e-commerce memang signifikan sekali per tahun,” beber Roy.

Sejumlah anggota Aprindo pun berinisiatif untuk berinovasi dengan mulai mengembangkan konsep kuliner, hiburan, dan gaya hidup atau one stop shopping dalam beberapa pembukaan gerai. Juga mengikuti perkembangan zaman, yakni mulai membuka pemasaran lewat jalur online dan membuka akses digital payment di gerai-gerai mereka.

Senada, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) Soegiharto Santoso mengatakan, pelaku usaha di semua sektor perlu bersikap terbuka mengenai perdagangan di era digital. ”Bisnis polanya selalu berubah, bagaimana pengusaha juga bisa beradaptasi dengan perubahan tersebut,” ujar Soegiharto.

Terkait pelemahan rupiah, Roy menyebutkan, industri ritel masih bisa menoleransi kenaikan rupiah 15–20 persen dari angka year-to-date tahun ini. Dengan pembukaan rupiah tahun ini dari kurs tengah Bank Indonesia di Rp 13.498 per USD, batas tertinggi toleransi pelemahan rupiah di kisaran Rp 16 ribu.

Pada ambang 15–20 persen, Roy menyatakan sejumlah industri ritel masih bisa menurunkan margin keuntungan untuk menahan laju harga. Namun, awal tahun depan, tidak menutup kemungkinan ada kenaikan harga jika pelaku usaha telah mengalkulasi ulang cost produksi. ”Tapi, kembali lagi keputusan menaikkan harga tidak semudah itu oleh ritel,” tandasnya.

Di sisi lain, sejumlah event besar pada Agustus cukup berpengaruh pada konsumsi rumah tangga. Survei penjualan eceran Bank Indonesia (BI) mengindikasikan bahwa penjualan eceran meningkat. Itu tecermin dari indeks penjualan riil (IPR) yang tumbuh 6,1 persen secara year-on-year (yoy) pada Agustus 2018, lebih tinggi dari 2,9 persen (yoy) pada Juli 2018.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman Zainal menuturkan, peningkatan penjualan eceran tersebut dipengaruhi beberapa event besar seperti Asian Games dan perayaan Hari Kemerdekaan RI. ”Selain dua momen tersebut, kenaikan penjualan eceran juga karena banyaknya program diskon pada Agustus,” ungkapnya. (agf/ken/jpg/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Juni 2019 12:01

Realisasi Investasi Capai Rp 9,24 Triliun

SAMARINDA-Pada 2019, Kaltim menargetkan realisasi investasi mencapai Rp 36,35 triliun.…

Sabtu, 15 Juni 2019 11:47

Optimistis Pariwisata Samarinda Makin Mantap, Ini Indikatornya

SAMARINDA-Sejak beroperasinya Bandara Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, pariwisata…

Jumat, 14 Juni 2019 15:58

Cadangan Devisa Indonesia Turun Lagi

JAKARTA – Jumlah cadangan devisa (cadev) RI turun terus sejak…

Jumat, 14 Juni 2019 14:08

Lion Air Bantah Utang Rp 614 T

Order 800 pesawat dikabarkan menyisakan utang besar bagi Lion Air.…

Kamis, 13 Juni 2019 14:54
Dampak Banjir di Samarinda

SEMENTARA SEPI..!! Pengunjung Lembuswana Turun 90 Persen

SAMARINDA- Tak hanya merendam 12 kelurahan, banjir di Samarinda juga…

Kamis, 13 Juni 2019 11:36

Tahu Usaha Menjanjikan

Udin (38), pembuat tahu dan tempe di Jalan Marsma Iswahyudi, Teluk…

Kamis, 13 Juni 2019 00:09

Pertanian Serap Tenaga Kerja Terbanyak

BALIKPAPAN – Berkembangnya perkebunan kelapa sawit di Bumi Etam berkontribusi…

Rabu, 12 Juni 2019 14:46

Musim Hujan Harga Cabai Semakin Pedas

SAMARINDA-Usai Idulfitri kebanyakan harga komoditas bahan makanan di Kaltim masih…

Selasa, 11 Juni 2019 16:30

Ekonomi ke Depan Lebih Baik, Inflasi Mei Terkendali

JAKARTA – Inflasi selama Ramadan tahun ini cukup terkendali. Badan…

Selasa, 11 Juni 2019 16:13

Daya Beli Konsumen Membaik

BALIKPAPAN – Ramadan dan Lebaran tahun ini berdampak positif pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*