MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 11 Oktober 2018 07:03
Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Pariwisata
BISA BERSAING: Keindahan alam bawah laut di Kepulauan Derawan, Berau masih menjadi andalan sektor pariwisata di Kaltim. Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pemerintah harus membenahi infrastruktur.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Dalam struktur produk domestik regional bruto (PDRB) Bumi Etam, penggalian dan pertambangan masih mendominasi sebanyak 46 persen. Pariwisata disebut sebagai salah satu sektor yang potensial untuk menggantikan batu bara. Namun, sektor ini masih sangat membutuhkan dorongan agar bisa menjadi sumber baru untuk menumbuhkan ekonomi Bumi Etam. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Mahamad Nur mengatakan, Kaltim bukan daerah yang dikenal karena pariwisatanya. Karena selama ini lapangan usaha pertambangan menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah. Padahal Kaltim memiliki potensi pariwisata yang cukup tinggi untuk dikembangkan.

“Meski pariwisata tidak memiliki komponen tersendiri dalam PDRB, tetapi memiliki forward linkage ke investasi bangunan, perdagangan, hotel, dan restoran,” ungkapnya Rabu (10/10).

Sejalan dengan masuknya pariwisata, investasi bangunan akan meningkat untuk mengakomodasi permintaan penginapan wisatawan, perbaikan infrastruktur, dan fasilitas untuk menunjang kenyamanan saat berwisata. Serta pembangunan pusat perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.

Nur menambahkan, ketika pariwisata mulai berkembang maka kedatangan wisatawan akan meningkatkan hunian kamar hotel, aktivitas di restoran, serta meningkatkan intensitas kegiatan perdagangan. “Pada akhirnya, ketiga lapangan usaha tersebut akan menambah sumber daya manusia (SDM) untuk dapat memenuhi permintaan sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, Kaltim memiliki objek pariwisata dengan daya tarik yang beragam. Terdapat objek wisata hutan seperti konservasi mangrove di Balikpapan dan Taman Nasional Kutai di Kabupaten Kutai Timur. Objek wisata budaya di Tenggarong dan Desa Adat Pampang di Samarinda. Objek wisata bahari kawasan Kepulauan Derawan dan Biduk-Biduk di Kabupaten Berau.

Namun demikian, objek wisata tersebut belum sepenuhnya dikembangkan sehingga belum secara optimal menarik wisatawan ataupun investor. “Kunjungan wisatawan pada tahun 2017 sudah mencapai 7,24 juta orang,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, biodiversitas laut yang tinggi menjadi syarat penting pengembangan pariwisata, namun belum cukup untuk dijadikan syarat. Kepuasan wisatawan dalam berlibur ditentukan atas jasa yang diperoleh baik atraksi wisata, akses transportasi, dan amenitas. Dari sisi atraksi, Kepulauan Derawan memiliki berbagai objek wisata yang dimiliki Kaltim, Kepulauan Derawan merupakan objek wisata yang mulai menarik perhatian wisatawan Nusantara.

“Kekayaan alam bawah laut Kepulauan Derawan mampu bersaing dengan Kepulauan Raja Ampat dan Taman Nasional Wakatobi. Terutama dengan keberadaan hiu, paus, ubur-ubur yang tidak menyengat, dan kawasan konservasi penyu, serta 26 diving spots di dalam satu kawasan,” ujarnya.

Dengan demikian, tambahnya, Kepulauan Derawan telah memiliki materi alam yang mendukung pariwisata. Di samping itu, kawasan Biduk-Biduk atau Labuan Cermin masih berada dalam jarak yang memungkinkan untuk dikunjungi dari Kepulauan Derawan. Tentu dengan integrasi paket wisata ke dua objek wisata sangat memungkinkan.

Pemerintah provinsi dan kabupaten perlu fokus dalam pengembangan pariwisata di kawasan ini dengan terus memperbaiki kualitas sarana dan prasarana serta menjalin hubungan dengan investor potensial. Sementara dari aspek amenitas, Kepulauan Derawan masih memiliki resor yang terbatas, namun harganya masih terjangkau oleh masyarakat golongan menengah.

“Dari sisi akses transportasi menuju Kepulauan Derawan, akses relatif sama dengan wisata bahari lainnya seperti Labuhan Bajo, Raja Ampat, dan Wakatobi yang membutuhkan waktu transportasi cukup lama sehingga kurang tepat menjadi pilihan weekend get away,” tutur Nur.

Nur menjelaskan, opsi dengan transportasi udara ke Kepulauan Derawan dapat ditempuh dengan rute menuju Bandara Kalimarau Berau atau Juwata Tarakan. Akan tetapi, biayanya relatif tinggi terutama bagi wisatawan yang berasal dari luar wilayah Kaltimtara. Terdapat chartered flight dengan rute Balikpapan-Maratua sebanyak satu kali seminggu sebagai fasilitas yang disediakan oleh salah satu resor di Maratua.

Di sisi penyedia jasa transportasi darat, tarif yang dikenakan untuk penyewaan mobil juga masih mahal dan tidak cocok untuk solo traveler. Selain itu, tidak terdapat penyedia jasa shuttle bus dengan rute Bandara Kalimarau–Pelabuhan Tanjung Batu atau Pelabuhan Penyeberangan ke Pulau Derawan.

Penerapan tarif sewa mobil tinggi disebabkan oleh BBM di Kabupaten Berau yang terbatas sehingga para penyedia jasa membebankan biaya menunggu ataupun membeli BBM dari pengecer ke pelanggan. “Selain karena BBM, masyarakat lokal penyedia jasa pariwisata belum sepenuhnya memahami konsep pariwisata sehingga belum profesional dalam penerapan harga ataupun pelayanan,” tuturnya.

Sedangkan dari sisi pemasaran, Kepulauan Derawan belum memiliki target pasar yang spesifik sehingga strategi pemasaran belum tepat sasaran. Sebagai contoh, market segmentasi pasar Pulau Derawan dan Pulau Maratua berbeda. Fasilitas serta jasa yang ditawarkan di Pulau Derawan lebih tepat untuk kalangan menengah.

“Sementara itu, pasar untuk Pulau Maratua adalah golongan high end sehingga lebih terbatas. Namun, paket wisata yang ditawarkan kepada wisatawan memiliki kesamaan tujuan wisata antara satu operator dengan lainnya,” ungkap nur.

Jadi, dalam mengembangkan pariwisata sebagai sektor ekonomi yang potensial di wilayah Kaltim, pihaknya memberi rekomendasi untuk membentuk Berau Tourism Board yang terhimpun atas pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Berau.

Ke depannya, diharapkan asosiasi ini akan rutin menyusun konsep pengembangan pariwisata, roadmap pariwisata, serta menjembatani koordinasi antara pelaku usaha dan pemerintah.

Selain itu, untuk mempermudah akses dan mempersingkat waktu perjalanan dari bandara ke Kepulauan Derawan. Dapat disarankan untuk segera melayani penerbangan komersil. Pengelola bandara bertanggung jawab untuk melengkapi fasilitas pengisian avtur dan AirNav sehingga memudahkan pihak maskapai untuk beroperasi. “Dengan begitu, pariwisata bisa menggantikan batu bara sebagai kontribusi terbesar terhadap PDRB,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:11

Tingkatkan Literasi Keuangan sejak Dini

BALIKPAPAN   -  Era ekonomi digital telah meningkatkan literasi keuangan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Optimistis Daya Beli Pulih

SAMARINDA  -  Hypermart terus memanjakan pelanggan setia dengan memberikan harga…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:08

2018, Operasi Proyek Hulu Migas Turun

JAKARTA  -  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:08

Tambah Pasokan, Tekan Harga Jagung

JAKARTA  –  Pemerintah terus berusaha menjaga pasokan pakan ternak dalam…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:05

Pertahankan Sistem Penjualan Dual Brand di Kalsel

BANJARMASIN  –  PT Semen Indonesia (SI) masih mempertahankan sistem penjualan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:03

Perbesar Nasabah Prioritas

SURABAYA  –  Perbankan terus menggarap segmen nasabah prioritas dengan dana…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:02

Garap Indonesia, Yamaha Suntik Grab Rp 2 T

JAKARTA –  Yamaha Motor menginjeksi Grab Holding modal USD 150…

Jumat, 14 Desember 2018 06:49

Dolar Menguat, Bahan Pokok Stabil

BALIKPAPAN - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat…

Jumat, 14 Desember 2018 06:47

Genjot Pendapatan Akhir Tahun

BALIKPAPAN - Peak season yang akan terjadi pada akhir bulan…

Jumat, 14 Desember 2018 06:41

Pemerintah Tambah Pasokan BBM 8 Persen

JAKARTA – Pemerintah berencana menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .