MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 11 Oktober 2018 07:01
Bulog Tingkatkan Serapan Gabah

Target Tahun Ini Turun, Bakal Jalankan Program On Farm

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Belum berkembangnya pertanian di Kaltim menyebabkan serapan gabah Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional (Divre) Kaltimra belum maksimal. Upaya on farm akan dilakukan perusahaan pelat merah ini agar produksi petani mampu meningkat.

Kabid Pengadaan Operasional Pelayanan Publik Bulog Divre Kaltimra, Agung Setiabudi mengakui, serapan beras Bulog dari petani di Kaltimra masih sedikit. Kontribusi bagi nasional pun di bawah 5 persen. “Sektor pertanian di Kaltimra ini kurang berkembang dengan baik. Apalagi petani gabah di Kaltim ini hanya di Paser saja yang paling besar,” ungkapnya, Rabu (10/10).

Dia menjelaskan, target penyerapan gabah dari petani sepanjang tahun ini sebesar 4.500 ton. Sudah terealisasi 4.407 ton atau 97,93 persen. Serapan paling besar dari daerah Tanah Gerogot. Dari total realisasi, daerah ini menyumbang sebesar 3.881 ton atau sudah melebihi target satu tahun, yakni 3.504 ton. Beras yang diserap semuanya tipe medium.

Dari total serapan gabah, pihaknya sudah menyalurkan ke beberapa gudang di Kaltimra guna menjaga kebutuhan beras. “Daerah Grogot sudah terserap 500 ton, Samarinda 1.000 ton, Bulungan 150 ton, dan Berau 300 ton,” terangnya.

Ia membeberkan, target tahun ini turun dari tahun lalu. Tahun lalu, target satu tahun 15.560 ton. Realisasinya hanya 3.719 ton atau hanya 23,90 persen. “Target tahunan kami sejak 2012 di angka 15.000 ton. Dan kala itu tercapai 15.102 ton. Namun, sejak itu justru serapan dari petani mengalami penurunan. Bahkan 2016 hanya mampu merealisasikan 956 ton saja,” bebernya.

Menurutnya, penyesuaian target tahunan turun cukup jauh tahun ini melihat dari kapasitas produksi gabah di Kaltimra. Wilayah kerjanya bukan daerah surplus. Beda kalau target tinggi dibebankan ke wilayah yang surplus seperti Jawa Timur.

Cukup banyak kendala yang dihadapi di lapangan. Antara lain, masih banyak petani yang masih menggunakan teknologi zaman dulu, lahan terbatas, unsur tanah di Kaltim kadar asamnya cukup tinggi, minimnya petani atau SDM petani, dan sistem pengairan masih tanah hujan. Ketimbang dipakai untuk bertani gabah, banyak pemilik lahan memilih menyewakannya untuk pertambangan.

Contohnya yang terjadi di Kutai Kartanegara. Lahan untuk bertani yang sebelumnya digunakan untuk gabah dijadikan untuk pertambangan. “Di daerah itu, jarak dari lahan tani ke tempat penggilingan cukup jauh. Tidak efisien bagi kami. Kami akhirnya fokuskan ke Tanah Grogot yang memang potensi di sana banyak serta masyarakatnya masih banyak yang bertani,” terangnya. Untuk itu, pihaknya bakal menjalankan program on farm.

Kepala Bulog Divre Kaltimra Muhammad Anwar menjelaskan, program ini akan dilakukan mulai November 2018. “Ini merupakan langkah kami guna meningkatkan produksi gabah petani. Yang semula hanya 3 ton bisa meningkat paling tidak hingga 7 ton untuk 1 hektare lahan,” serunya.

Program on farm ini, diyakini meningkatkan kualitas para petani gabah. Wilayah PPU-Tanah Grogot akan menjadi tempat untuk menjalankan program ini. Bulog akan menyewa lahan untuk bertani di sana, lalu, petani lokal akan dibina dengan baik, mulai dari cara menanam gabah modern dan lainnya.

Harapannya, dengan bekal yang diberikan, mereka akan mampu meningkatkan produksi. Infrastruktur bakal ia bangun juga guna menunjang kerja petani. “Besar harapan kami program ini berjalan dengan baik,” tutupnya. (aji/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:21

Industri Ritel Makin Kompetitif, Pemain Besar Tutup Gerai

JAKARTA – Semakin kompetitifnya persaingan di dunia ritel membuat perusahaan…

Senin, 24 Juni 2019 10:19

Transportasi Online Tumbuhkan Transaksi Nontunai

SAMARINDA- Potensi ekonomi digital masih sangat besar di Kaltim. Utamanya…

Minggu, 23 Juni 2019 20:56

Bisnis Retail Masih Hadapi Goncangan, Enam Gerai Giant Ditutup

Bisnis retail menghadapi masih goncangan. PT Hero Supermarket Group Tbk,…

Sabtu, 22 Juni 2019 11:42

Bertahap Mulai Tahun Depan, Distribusi Elpiji Melon Pakai Kartu

JAKARTA – Pemerintah akan menerapkan penyaluran subsidi elpiji 3 kg…

Jumat, 21 Juni 2019 13:10

Perlu Yakinkan Pasar Sebelum B30

SAMARINDA-Mandatori pencampuran solar dengan 20 persen crude palm oil (CPO),…

Jumat, 21 Juni 2019 13:09

Investor Masih Tertarik dengan Pertambangan

SAMARINDA-Pada triwulan pertama Kaltim mencatat ada 763 izin usaha. Jumlah…

Jumat, 21 Juni 2019 13:05

Triwulan Kedua Ekonomi Kaltim Lebih Baik

SAMARINDA-Memasuki triwulan II 2019, ekonomi Kaltim diperkirakan tumbuh stabil dengan…

Jumat, 21 Juni 2019 13:03

Outflow Ramadan Rp 4,78 Triliun

SAMARINDA-Kinerja outflow saat Mei mencapai Rp 4,78 triliun, meningkat 86,03…

Jumat, 21 Juni 2019 12:58

Ekonomi Digital Kaltim Kian Pesat

SAMARINDA-Perkembangan dunia digital di Indonesia semakin pesat, tercatat pada 2018…

Jumat, 21 Juni 2019 11:57

Konsumen Sekarang Semakin Kritis

BALIKPAPAN-Tantangan marketing pada era saat ini bukan lagi seperti dulu.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*