MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 11 Oktober 2018 07:00
Berencana Bangun Rumah Sakit dan Perumahan

Mengenal Sosok Pengusaha Alwi Ruslan (3-Habis)

JALAN ALLAH: Alwi Ruslan mengajarkan ketiga istrinya untuk berbisnis, masing-masing sudah mengelola usaha sendiri.(uways alqadrie)

PROKAL.CO, Sejak 2009 lalu, rezeki terus mengalir. Allah telah memberikan saya nikmat yang tak terkira. Terima kasih Allah atas semua kebaikan-Mu. Saya akhirnya mulai terbuka, mungkin ada jalan Allah di baliknya.

UWAYS ALQADRIE, Samarinda

DULU saya dapat Rp 100 juta, saya habiskan saja, tak pernah berbagi kepada orang yang membutuhkan. Ternyata yang saya dapat itu pasti ada hak orang lain. Harus bersyukur. Bersedekah. Baik kepada orang mampu, bahkan kepada orang tak mampu yang memerlukan bantuan. Jangan pelit intinya.

Saya mulai menghajikan orang pada 2009, waktu itu berjumlah 10 orang. Pada 2010 lagi, saya berangkat lagi, keluarga dan orang lain ada sekitar 15 orang yang berangkat ke Makkah. Kalau dulu masih gampang. Daftar tahun ini, bisa langsung berangkat. Makanya tak susah menghajikan orang yang dapat giliran dari Allah melalui saya.

Mohon, ini bukan riya atau sombong. Saya menceritakan ini semata-mata pengalaman pribadi, semoga bisa berbagi kebaikan di jalan Allah. Selanjutnya, saya membawa lagi rombongan haji pada 2012, 2016 (bawa 53 orang). Kalau umrah hampir setiap tahun teman-teman, orang tak mampu hingga karyawan saya lakukan. Saya berangkatkan mereka naik haji atau umrah bukan bergantung keluarga atau teman. Terkadang melalui undian supaya adil. 

Saya berdoa. Jangan matikan saya sebelum cita-cita terkabul. Saya punya keinginan membawa tamu Allah ke Tanah Suci, sebanyak satu pesawat Allah. Semoga bisa terwujud. Saya percaya setiap keinginan baik pasti ada jalan. Saya sudah merasakan semua itu. Ketika 2010 hendak memberangkatkan rombongan haji, ketika tiba waktu bayar tagihan belum cair. Saya bawa BPKB mobil dan surat tanah ke Samarinda.

Sepanjang jalan, saya mencari leasing atau badan usaha yang bisa terima gadai. Namun hari itu, saya ternyata tak menemukan. Saya pun pulang dengan tangan hampa. Tapi kuasa Allah berjalan, keesokan harinya saya dapat telepon tagihan sudah dibayar. Alhamdulillah, jadi juga teman-teman berangkat haji. Surat tanah yang hendak digadaikan itu baru ketemu bertahun-tahun kemudian. Dari peristiwa ini dan pengalaman, saya tahu rezeki tidak akan habis diberikan Allah ketika disalurkan untuk kebaikan.

Saya tahu, bisnis batu bara pada akhirnya akan mengalami pasang surut. Sejak sekarang, saya mulai menyiapkan investasi untuk bisnis masa depan. Saya sudah merancang membangun rumah sakit di tepi Sungai Mahakam, Dongdang Kecamatan Muara Jawa. Saat ini, warga Muara Jawa yang memerlukan layanan medis, lebih banyak pergi ke Balikpapan atau Tenggarong.

Tanah sudah siap, mudahkan tak sampai tiga tahun mulai terbangun. Saya ingin rumah sakit ini menjadi tempat berobat warga Muara Jawa. Setidaknya dari sisi fasilitas cukup memadai untuk berobat. Tak jauh dari areal rumah yang sakit, juga sudah disiapkan lahan untuk perumahan.

Sejak dulu saya punya cita-cita menerjuni usaha properti. Potensi usaha itu di Muara Jawa cukup besar. Lahan sudah tersedia, tinggal membangun rumah terjangkau. Kalau rumah mewah, saya yakin tidak akan terserap pasar. Saya lihat juga pasar rumah lebih bergairah di harga menengah ke bawah.

Anak saya ada 10. Alhamdulillah, ada rezeki lain dari kehidupan saya. Istri saya ada tiga, Yakni Hj Maulida Oktaviana mengelola bisnis spare part alat berat, Hj Reny Yulianawati punya usaha toko sembako, lalu Hj Suci Indriani yang memilih kelola indekos. Alhamdulillah mereka mandiri dengan usaha masing-masing. Anak-anak juga mulai saya ajarkan kemandirian sejak kecil. Saya tak ingin mereka terkena pengaruh negatif teknologi.

Penggunaan telepon seluler saya larang sampai usia memadai. Kepada anak-anak, sudah saya tekan untuk sekolah yang tinggi. Mau belajar ke mana pun pasti saya setujui. Jangan contoh bapaknya yang hanya tamatan kelas 3 SD. Mereka harus berpendidikan tinggi, zaman sudah berubah. Punya ilmu yang bisa diaplikasikan untuk kehidupan mereka kelak. Silakan belajar bisnis kalau berminat dengan usaha bapaknya.

Saat ini, saya fokus menjadi sub kontraktor PT Pertamina melalui bendera PT Alwi Dondang Jaya. Belasan alat berat dan dump truck saya beli untuk mengerjakan proyek tersebut. Alhamdulillah ada 10 titik pembukaan lahan pengeboran yang saya garap. Makanya saya berani investasikan uang membeli alat berat. Bahkan di antara yang sedang saya garap, ada juga tanah saya yang dibebaskan. Berbekal alat berat itu juga, saya dipercaya mengerjakan pematangan lahan pembangkit listrik di Muara Jawa.

Saya punya workshop untuk perawatan alat berat. Makanya, ada beberapa alat berat yang meski berusia tua, kondisinya masih bagus. Alat-alat berat itu saya rentalkan juga. Alhamdulillah, seluruh lini usaha yang saya bangun memperlihatkan hasil yang lumayan. Secara manajemen keuangan saya mungkin contoh yang baik. Pengeluaran saya lumayan besar, tapi saya percaya semua itu kerena Allah yang mengatur.

Saya tidak menggunakan WhatsApp. Hanya ponsel Nokia senter dan iPhone yang saya gunakan hanya untuk memotret hasil kerja. Tidak punya akun media sosial. Bukan saya tak mau menggunakan kemajuan teknologi, tapi dengan kondisi sekarang, saya masih bisa menjalankan usaha dengan baik. 

Jangan dicontoh, saya punya alasan tersendiri untuk hal seperti ini. Aktivitas di kantor tetap menggunakan teknologi canggih, urusan e-mail dengan relasi ditangani staf saya di kantor. Saya tinggal tunggu laporan saja dan memutuskan kebijakan kantor. (ndu/k15/habis)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 10:57

Begini Strategi Bankaltimtara Syariah Dongkrak Pangsa Pasar

SAMARINDA- Bankaltimtara Syariah terus berusaha meningkatkan sektor ekonomi syariah di Kalimantan Timur.…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:02

Risiko Perbankan Syariah Aman

SAMARINDA - Risiko kredit dan likuiditas perbankan syariah berada pada level yang aman dan lebih rendah…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:01

Perluas Pasar Hasil Laut secara Daring

BALIKPAPAN – Setahun terakhir, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggencarkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:58

Pertamina EP Tarakan Field Capai Target Produksi

TARAKAN – Kinerja unit Asset 5 Tarakan Field, milik PT Pertamina EP cukup membanggakan. Per September…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:54

Kadin Dorong Penerapan e-Logistic

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong implementasi e-Logistic. Pasalnya langkah…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:49

Delapan Bank Asing Danai Inalum Beli Freeport

JAKARTA – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memastikan ada delapan bank asing yang mendanai…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:48

Stok Gula Petani Melimpah, Komitmen Bulog Dipertanyakan

SURABAYA – Stok gula milik petani melimpah karena hingga kini belum laku terjual. Padahal, pada…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:47

Bisnis Kuliner Tumbuh Pesat

SURABAYA – Pertumbuhan industri kuliner di Surabaya masih terjaga. Hal itu terlihat dari meningkatnya…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:45

Triwulan III, Permintaan Batu Bara Meningkat

SAMARINDA – Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang sudah…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:31

Pasar Properti Vila Stabil

SURABAYA – Pasar properti berkonsep resor seperti vila tetap terjaga. Salah satunya, The Taman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .