MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Rabu, 10 Oktober 2018 11:22
Baru 26 Persen Terlayani PDAM Danun Taka
BARU 26 PERSEN: Peningkatan cakupan air bersih di PPU bergantung beroperasinya WTP Lawelawe.

PROKAL.CO, PENAJAM–Cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih sangat rendah. Hingga tahun ini, baru 26 persen warga PPU yang bisa menikmati air bersih dari PDAM Danum Taka. Sementara itu, target yang dicanangkan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui program Milenium Development Goals (MDGs), untuk pelayanan kebutuhan air bersih wilayah kabupaten adalah 60 persen dan 80 persen untuk wilayah perkotaan.

Saat ini ada empat instalasi pengolahan air (IPA) atau water treatment plant (WTP) yang melayani sebanyak 6.926 SR. Yakni, IPA Penajam, IPA Sepaku, IPA Waru, dan IPA Babulu. Dengan jumlah pelanggan terbanyak berada di IPA Penajam yang melayani 5.598 SR dengan kapasitas produksi air bersih sebesar 70 liter per detik.

Sisanya pada tiga IPA lainnya, jumlah pelanggannya masih di bawah 1.000 SR dengan kapasitas produksinya kurang dari 30 liter per detik. “Dari 26 persen yang baru dicapai terbesarnya ada di Kecamatan Penajam. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya baru mencakup 40 persen,” kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Danum Taka, Taufiq, kemarin.

Rendahnya cakupan layanan air bersih ini, juga diklaim karena instalasi dan jaringan perpipaan yang kurang memadai. Sehingga untuk mendongkrak cakupan pelanggan air bersih tersebut, sangat dipengaruhi oleh beroperasinya WTP Lawelawe. Yang secara simultan dibangun bersama Bendungan Lawelawe.

Namun, pembangunan bendungan tersebut dihentikan karena terbatasnya anggaran. Jika WTP Lawelawe itu bisa beroperasi, maka dapat memenuhi sekitar 14 ribu SR. “Makanya kami berharap WTP itu segera difungsikan,” tutur pria berkacamata ini.

Karena itu, pria yang sebelumnya berkarier di PDAM Tirtanadi, Medan, ini berencana mengusulkan mengoperasikan WTP Lawelawe secara sebagian kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Dengan produksi air bersih secara sebagian tersebut, diperkirakan dapat mencakup pelanggan baru sekira 7 ribu SR di Kecamatan Penajam. 

“Yang bisa dikejar cuma di Penajam. Dengan mengoperasikan WTP baru yang sebagian dengan kapasitasnya 100 liter per detik dan WTP yang eksisting 70 liter per detik. Sehingga jumlah produksinya 170 liter per detik,” harapnya. 

Sebelumnya, progres pembangunan WTP Lawelawe baru mencapai 42 persen. Sehingga DPUPR berencana mengevaluasi kontrak pembangunan WTP Lawelawe tersebut. Karena kondisi anggaran saat ini, yang terbatas “Maka langkah yang akan ditempuh adalah lakukan pengurangan nilai kontrak atau cut off melalui addendum,” kata Kabid Cipta Karya DPUPR Kabupaten PPU Supardi, beberapa waktu lalu.

Supardi menyebut, pompa distribusi dan pompa intake yang telah dipesan PT Citra Murni Abadi, selaku kontraktor pelaksana pembangunan WTP Lawelawe, pun telah tiba. Jumlahnya ada delapan unit. Didatangkan dari Jepang. Saat ini berada di Balikpapan, menanti pelunasan pembayaran. Karena untuk mendatangkan delapan unit mesin pompa itu, kontraktor harus membayarkan uang muka kepada produsen pompa lantaran pembayaran belum dilakukan Pemkab PPU.

Nantinya, delapan unit mesin pompa itu dipasang maka progres pembangunan WTP Lawelawe, akan meningkat menjadi 80 persen. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keuangan daerah saat ini, pemasangan pompa tersebut, masih belum dapat dilakukan. Sehingga, belum WTP dengan kapasitas 300 liter per detik itu masih belum dapat dioperasikan pada tahun ini. “Makanya kemampuan kita tahun ini, kemungkinan hanya sampai kisaran 48 persen,” pungkasnya. (*/kip/kri/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 10:22

Tiga Bulan Lagi, 500 PJU Terpasang

PENAJAM - Pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten…

Senin, 18 Februari 2019 10:13

Sambut TMMD, Pemkab Siapkan Rp 3,5 Miliar

JAKARTA - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh diwakili…

Senin, 18 Februari 2019 09:38

Kapal Penyeberangan Belum Gunakan Pelampung

SANGATTA–Sejumlah kawasan di Kutai Timur (Kutim) belum memiliki infrastruktur komplet.…

Senin, 18 Februari 2019 09:34

Tiga Kecamatan Layak Miliki Pasar Modern

SENDAWAR - Membangun ekonomi modern menjadi tekad Pemkab Kutai Barat…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:56

Banjir karena Drainase Buntu

TANA PASER–Mengurangi dampak banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:56

Pemberkasan, Empat Peserta CPNS Absen

PENAJAM–Sebanyak 156peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lolos…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:54

Aktifkan Jargas, PPU Tunggu HET

PENAJAM–Jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kaltim bakal diresmikan hari…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:53

Gara-Gara Ini, 10 OPD Dibayangi Sanksi

PENAJAM–Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Penajam Paser Utara…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:47

Ribuan Karyawan Jadi Pemilih Tambahan

SENDAWAR–Jumlah pemilih di Kutai Barat (Kubar) terus bertambah. Ini karena…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:42

Semangat Naik Water Cannon hingga Lupa Pakai Sandal

Tak lagi menggunakan sandal, penghuni panti asuhan Ar Rayan di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*