MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 10 Oktober 2018 06:52
Maksimalkan Ekspor Udang Windu
SEJAHTERAKAN MASYARAKAT: Petani udang di Desa Muara Pantuan, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara memanen udang tiger, kemarin. Bank Indonesia berencana menggandeng mereka supaya produksi meningkat.(RAMA SIHOTANG/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Udang windu atau udang tiger saat ini menjadi salah satu produk unggulan ekspor Kaltim. Sayang, produksinya masih terbatas. Untuk 200 bibit hanya bisa menghasilkan 10 persen dari bibit tersebut.

Ketua Kelompok Budidaya Udang Tiger Kaltim, Guntur mengatakan, saat ini pengembangan udang tiger atau udang windu masih tradisional. Dengan 200 ribu bibit dan dipanen selama tiga kali dalam enam bulan hanya menghasilkan sekitar 10 persen dari jumlah bibit tersebut. “Itu sudah produksi paling tinggi,” ungkapnya kepada Kaltim Post saat panen udang di Desa Muara Pantuan, Kecamatan Anggana Kukar, Selasa (9/10).

Dia menjelaskan, dengan produksi 10 persen sebenarnya keuntungan kecil. Kendalanya karena dari bibit, hasilnya kurang maksimal. Dengan peningkatan kualitas bibit, seharusnya produksi bisa meningkat. “Untuk pengembangannya juga masih tradisional. Semoga setelah ini, ketika ada BI (Bank Indonesia) produksi akan meningkat,” terangnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, hasil panen petani udang windu sudah cukup bagus. Namun belum maksimal. Untuk memacu kinerja, saat ini ternak udang sudah masuk program sosial Bank Indonesia (PSBI). Nanti akan diberikan bantuan intensifikasi agar tidak serba-tradisional. Melalui PSBI pengembangan ternak udang bisa dengan cara lebih modern.

Menurutnya, udang yang dikembangkan di Kecamatan Anggana ini merupakan udang yang ekspor oriented. Sehingga jika produksinya meningkat maka akan meningkatkan ekspor. Jika ekspor Kaltim terus membaik, bisa meningkatkan devisa Indonesia. “Jika devisa kita semakin banyak sumbernya otomatis cadangan devisa kita akan semakin banyak dan semakin kuat,” tuturnya.

Dia menjelaskan, peningkatan produksi juga bukan hanya ekspor oriented tapi juga untuk memenuhi ketahanan pangan dalam negeri. Hal itu tentunya akan berpengaruh terhadap inflasi Kaltim. Di Bumi Etam, udang memang belum memiliki pangsa besar dalam ekspor.

“Karena, kita punya komoditas yang besar, yaitu batu bara dengan pangsa sebesar 93,6 persen terhadap total ekspor. Kedua disusul oleh CPO sebesar 3,2 persen, kalau udang windu masih sangat kecil, bahkan hanya sekitar 0,04 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, peningkatan produksi juga bukan hanya semata-mata meningkatkan ekspor atau ketahanan pangan untuk inflasi. Namun, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kecamatan Anggana Kutai Kartanegara.

“Walaupun porsinya masih kecil dalam struktur ekspor, namun jika ditingkatkan sektor ini membutuhkan banyak tenaga kerja, yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Dia mengatakan, saat ini produksi baru 10 persen. Diharapkan dengan intensifikasi, binaan dari BI serta batuan-bantuan peningkatan produksi dengan teknologi bisa mengembangkan tidak lagi 10 persen tapi menuju 50 persen. “Kalau itu bisa terjadi dampaknya akan luar biasa untuk Kaltim, termasuk ketahanan pertumbuhan ekonomi Bumi Etam,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 10:57

Begini Strategi Bankaltimtara Syariah Dongkrak Pangsa Pasar

SAMARINDA- Bankaltimtara Syariah terus berusaha meningkatkan sektor ekonomi syariah di Kalimantan Timur.…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:02

Risiko Perbankan Syariah Aman

SAMARINDA - Risiko kredit dan likuiditas perbankan syariah berada pada level yang aman dan lebih rendah…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:01

Perluas Pasar Hasil Laut secara Daring

BALIKPAPAN – Setahun terakhir, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggencarkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:58

Pertamina EP Tarakan Field Capai Target Produksi

TARAKAN – Kinerja unit Asset 5 Tarakan Field, milik PT Pertamina EP cukup membanggakan. Per September…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:54

Kadin Dorong Penerapan e-Logistic

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong implementasi e-Logistic. Pasalnya langkah…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:49

Delapan Bank Asing Danai Inalum Beli Freeport

JAKARTA – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memastikan ada delapan bank asing yang mendanai…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:48

Stok Gula Petani Melimpah, Komitmen Bulog Dipertanyakan

SURABAYA – Stok gula milik petani melimpah karena hingga kini belum laku terjual. Padahal, pada…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:47

Bisnis Kuliner Tumbuh Pesat

SURABAYA – Pertumbuhan industri kuliner di Surabaya masih terjaga. Hal itu terlihat dari meningkatnya…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:45

Triwulan III, Permintaan Batu Bara Meningkat

SAMARINDA – Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang sudah…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:31

Pasar Properti Vila Stabil

SURABAYA – Pasar properti berkonsep resor seperti vila tetap terjaga. Salah satunya, The Taman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .