MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 09 Oktober 2018 10:14
Mengunjungi Lokalisasi Tondo Pascagempa dan Tsunami
Para WTS Tetap Beroperasi, Tetapi di Indekos
SEPI. Suasana tempat prostitusi yang terletak di daerah Tondo kota palu di wilayah pesisir pantai rata dengan tanah akibat gempa tsunami yang melanda beberapa waktu yang lalu. FOTO: NURHADI/FAJAR

PROKAL.CO, Para germo menyebut mereka telah pulang kampung. Namun, sebagian masih berada di indekos.

 

RIDWAN MARZUKI-NURHADI

Palu

AKSES masuk ke Tondo relatif lengang. Hanya satu dua kendaraan lewat. Di dekat pertigaan, kami memarkir motor matik, di bawah pohon. Sembilan pohon berderet rapi di sebelah selatan sebelum sampai ke pintu belakang sebuah rumah besar. Usianya kira-kira lima tahunan. Aneka diameter. Kami berteduh di bawah pohon yang paling rindang.

Sekitar 15 menit, seorang kenalan menghampiri. Dari arah Jl RE Martadinata, Kota Palu. Sebuah jalan nasional, penghubung antarprovinsi di Sulawesi. Bagian dari jalan Trans-Sulawesi. Jalan ini menghubungkan Palu, Donggala, dan Toli-toli.

Edy namanya. Ada tato di lengannya. Dia menguasai wilayah itu. Sudah lama menetap di Palu. Setelah bertegur sapa, kami menyalakan mesin motor. Dia menjadi pemandu kami. Kami mengikuti dari belakang.

Bagi yang tak biasa, tidak akan tahu bahwa jalanan yang kami lalui ini merupakan akses menuju sebuah kawasan prostitusi. Yang disebut-sebut terbesar di Sulawesi itu. Yang usianya telah lama.

Tak ada petunjuk sama sekali bahwa ada penjaja seks alias wanita tuna susila (WTS) di sana. Di ujung jalan dengan lebar delapan meter tanpa trotoar. Untuk masuk ke sana, warga sekitar akan dengan sederhana menjelaskan seperti ini: di sebelah kanan Jl RE Martadinata, ada kantor pemasaran sebuah merek otomotif.

Di depan showroom itulah ada jalanan. Pertigaan tepatnya. Masuk ke situ. Lebih sederhananya lagi, masuk ke lokalisasi itu, cukup menanyakan Tondo Kiri. Semua warga pasti mengetahuinya.

Tondo Kiri dan Tondo Kanan, sebetulnya bukanlah nama resmi administratif. Dibuat hanya untuk membedakan antara kompleks permukiman dan kawasan lokalisasi prostitusi. Data Pemkot Palu,  Kelurahan Tondo memiliki luas 55,16 kilometer per segi.

"Dahulu, di sini hanya hutan," ujar Edy sesampai di ujung gang dan memarkir motor di depan sebuah tempat karaoke, Minggu, 7 Oktober.

Ada beberapa blok di Tondo Kiri. Sebagian besar tempat hiburan. Yang sekaligus menyediakan alkohol dan aneka softdrink. Layanan utamanya bagi yang butuh menyalurkan hasrat biologis: esek-esek. Hampir semua rumah yang telah disulap jadi kafe dan tempat karaoke itu, menyediakan.

Saya bertemu seorang pemilik kafe yang lebih mirip warung. Bahrin. Begitu dia memperkenalkan diri. Pria kelahiran Parepare, pada 1956 silam. Tangannya sedang memegang palu. Sedang menata pagar yang ambruk dihantam gempa yang disusul tsunami itu.

Telah lama dia menetap di Palu. Sejak 1986. Di kota ini pula dia bertemu wanita yang kini menjadi istrinya. Bahrin bersyukur, tiga anak serta istrinya itu, selamat dari gempa dan tsunami. Namun, istrinya luka-luka.

"Sudah pulang kampung semua," kata Bahrin saat saya menanyakan para perempuan penjaja seks yang menghuni kawasan Tondo Kiri ini.

Di depan warungnya, jalanan terlihat lebih sempit. Hanya satu mobil bisa lewat. Saya menyodorkan rokok, permen, dan wafer kepadanya. Aktivitasnya dihentikan. Menggeser badannya ke arah timur. Ada undakan lantai di situ. Bahrin duduk. Melantai.

Cerita tentang perempuan sewaan dan prostitusi di Tondo kami jeda. Dia kesal. Saat mengungsi, penjarah masuk ke dalam rumahnya. Tabung gas dan kompornya dicuri. "Pasti orang dalam juga pelaku. Tidak mungkin orang luar tahu kondisi rumah," ketusnya.

Rokok di sela telunjuk dan jari tengahnya diisap dalam. Wafer yang saya sodorkan tadi dicicipinya. Sambil mengambil segelas air mineral dari dalam kardus yang telah sobek.

Indekos

Kebanyakan perempuan pelacur itu statusnya hanya sebagai pekerja di kafe-kafe dan warung remang-remang di Tondo Kiri. Pasca-tsunami, tak semuanya pulang kampung. Sebagian bertahan tinggal. "Alasan itu. Tadi malam ada teman didatangi rumahnya. Dia ketuk-ketuk. Cari pelanggan," beber seorang rekan yang bermukim di Palu.

Para penjaja seks itu tetap beroperasi. Namun, tak lagi di Tondo Kiri. Memanfaatkan indekosnya. Atau rumah pria yang mem-booking-nya. Tarifnya turun. Jika dulu Rp 250 ribu, sekarang Rp50 ribu pun diterima. Tetapi, tergantung negosiasi tentunya. (*/fajar/jpg)

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:25

Bini Ngga Suka Blow Job, Jadi Alasan Suami Cari Janda

Donwori membuat Karin dalam posisi dilema. Istrinya dibuat kini berada di persimpangan jalan yang sungguh…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:20

Tak Kuat Godaan Harta, Tahta dan Janda Muda

Katanya, godaan laki-laki adalah harta, tahta, dan wanita. Rasanya, Donwori, 48, tak tahan dengan godaan…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:18

Dicerai Karena Bini Nyaman Jadi Simpanan Om Genit

Tak semua perempuan gila harta, tapi banyakan ya iya. Seperti Karin, 34, ini. Ditinggal suami merantau,…

Sabtu, 13 Oktober 2018 01:27

Tiap Hari Habiskan 10 Karung Beras dan 125 Ekor Ayam

Sudah tujuh hari, dapur umum Detasemen Pemeliharaan dan Jasa Intendans Kodam VI/Mulawarman tampak sibuk.…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:15
Mengunjungi Lokalisasi Tondo Pascagempa dan Tsunami

Tarif Variatif, Sebagian Germo asal Sulsel

Mereka hanya menjedakan diri sesaat. Menunggu kafe, tempat karaoke, dan kamar direnovasi. RIDWAN MARZUKI-NURHADI…

Sabtu, 06 Oktober 2018 06:47

Minum Air Mentah dari Sumur, Jalan 13 Km Cari Santri yang Hilang

Santri di Pondok Pesantren  Alkhairaat, Kampus Madinatul Ilmi Dolo, Sigi, tengah bersiap menunaikan…

Rabu, 26 September 2018 08:13

Semangat NKRI Adang Narkoba di Batas Negara

Peredaran narkoba dipastikan terkoordinir rapi. Pengedar, penjual, kurir sampai bandar, tak saling kenal.…

Selasa, 25 September 2018 11:58
Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Muallimin, dari Kandang Kuda Kini Jadi yang Terbaik

Beli Kapur Papan Tulis Harus Tunggu Sumbangan

 Tiada yang tidak mungkin. Tetesan peluh dan air mata menjadi fondasi bagi guru Madrasah Ibtidaiyah…

Jumat, 21 September 2018 10:30
Mengantarkan Hasni Pulang setelah 15 Tahun Tinggal di Gua

Sesekali Masih Tanya, Apa si Kakek Pelaku Dipenjara?

Setelah sekitar sebulan mendapat konseling kejiwaan, Hasni pulang ke keluarga yang sempat mencarinya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .