MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 09 Oktober 2018 09:48
KOK GITU..?? Soal Politik Uang, Bawaslu Pesimistis

Hanya Andalkan Gerakan Moral

Ketua Bawaslu RI, Abhan

PROKAL.CO, JAKARTA – Regulasi politik uang yang diatur dalam UU Pemilu mengakibatkan Bawaslu pesimistis dalam bertindak. Sebab, terjadi degradasi aturan meski tetap ada ancaman sanksi. Yang paling sulit adalah membuktikan kejadian pemberian uang karena UU mengatur syarat yang ketat dalam pembuktian kejahatan pemilu tersebut.

Ketua Bawaslu Abhan menjelaskan, saat ini sudah sangat sulit mendapati pelaku politik uang yang merupakan bagian dari tim pemenangan pemilu. ”Karena dalam praktik di lapangan, bukan tim kampanye yang beraksi,” terangnya dalam diskusi di Bawaslu kemarin (8/10). Menurut dia, yang menyerahkan uang selalu pihak lain meski tetap punya kepentingan dengan upaya pemenangan.

Dia mengakui, terjadi penurunan kualitas regulasi tentang politik uang bila dibandingkan dengan saat pilkada. UU 10/2016 tentang pilkada dinilai lebih progresif. Sebab, pelaku politik uang yang bisa dijerat tidak terbatas. Sementara itu, pelaku politik uang yang diatur dalam UU Pemilu hanya berasal dari kalangan tertentu (lihat grafis).

Selain itu, dalam UU Pemilu, kejadian politik uang dibedakan dalam tiga fase. Yakni, saat kampanye, masa tengang, dan hari pemungutan suara. Perlakuannya berbeda-beda. Padahal, pada UU Pilkada, tidak ada pembedaan fase. Seluruhnya diperlakukan sama.

Ada dua hal yang menyulitkan penindakan terhadap politik uang. Pertama, kejadian itu harus dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif untuk bisa ditindak. Kemudian, penindakan awal yang dilakukan bukan administratif, melainkan pidana hingga berkekuatan hukum tetap. Bila sudah berkekuatan hukum tetap, barulah putusan pidana itu menjadi dasar untuk menjatuhkan sanksi administratif.

Karena itu, Abhan cenderung sepakat untuk mengandalkan gerakan moral dalam memerangi politik uang. ”Kami optimistis dengan segala dukungan stakeholder, masyarakat, dan caleg untuk gerakan antipolitik uang,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPR Andi Mariattang menuturkan, dirinya termasuk salah seorang penggagas gerakan moral antipolitik uang yang akan dilakukan pada pemilu kali ini. ’’Kita harus bangun gerakan bersama agar money politics tidak jadi kebiasaan,’’ ujarnya.

Selama ini tidak sedikit politikus yang masih berpegang pada adagium lawas. Yakni, kalau tidak ada uang, tidak akan bisa lolos menjadi wakil rakyat. Alhasil, para caleg dari kalangan aktivis pun hanya bisa merana melihat para pesaingnya mengobral dana.

Politikus PPP itu menuturkan, dirinya sudah mengikuti empat kali pemilu, termasuk kali ini. Mari –panggilan akrab Andi Mariattang– sudah merasakan bagaimana basis pemilihnya langsung berubah gara-gara amplop yang isinya tak seberapa. Namun, dia juga sudah pernah merasakan kemenangan tanpa perlu mengobral dana.

”Gerakannya harus dimulai dari para caleg itu sendiri,’’ lanjutnya. Merekalah yang harus punya komitmen untuk tidak menggunakan cara kotor dalam meraih kemenangan. Caranya bisa bermacam-macam. Salah satunya, membuat komitmen dengan caleg seluruh partai di dapilnya untuk bersaing sehat.

Menurut Mari, tidak melakukan politik uang merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi para caleg. ’’Yang tidak enak kan kalau masyarakat sampai menganggap money politics itu sebagai hal yang lumrah,’’ tambahnya. Seharusnya yang dibangun adalah sentimen pemilih yang menganggap bahwa politik uang adalah sesuatu yang salah. (byu/fat/c10/fat)


BACA JUGA

Rabu, 24 April 2019 11:01
Seharian di Rumah Tengah Hutan Komika Dodit Mulyanto

Aku Pengin ke Minimarket Numpak Jaran

 Ada dua alasan kenapa Dodit Mulyanto membangun rumah di tengah…

Rabu, 24 April 2019 10:58

Ma’ruf Berencana Temui Sandi

JAKARTA – Cawapres 01 Ma’ruf Amin mengungkapkan rencana menemui cawapres…

Rabu, 24 April 2019 10:48

Pembantaran Rommy Bikin Cemburu Tahanan Lain

JAKARTA – Pembantaran eks Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan…

Rabu, 24 April 2019 10:48

Pembantaran Rommy Bikin Cemburu Tahanan Lain

JAKARTA – Pembantaran eks Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan…

Rabu, 24 April 2019 10:47

Divonis 3 Tahun, Idrus Pikir-Pikir

JAKARTA – Idrus Marham terlihat tegang ketika mendengar vonis majelis…

Rabu, 24 April 2019 10:29

PARAH..!! Rebutan Suara, Sesama Caleg Baku Tikam

JAYAPURA-Rekapitulasi hasil pemungutan suara Pemilu Serentak 2019 Distrik Bidogai, Kabupaten…

Rabu, 24 April 2019 10:24

Sofyan Basir Tersangka PLTU Riau 1

JAKARTA – Setelah melewati proses panjang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)…

Rabu, 24 April 2019 10:23

Petugas KPPS yang Meninggal dan Sakit Dapat Santunan

BOGOR - Pemerintah memastikan akan memberikan uang santunan kepada keluarga…

Selasa, 23 April 2019 08:57

GEGER..!! Tetangga Gila Timpas Satu Keluarga, Pelaku Masih Keliaran Bawa Parang

Satu keluarga di Desa Abbanderang, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi…

Senin, 22 April 2019 11:15

Bupati Madina Mundur Karena Prabowo Menang Telak, Ini Respon TKN

Mundurnya Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara Dahlan Hasan Nasution…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*