MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 09 Oktober 2018 09:48
KOK GITU..?? Soal Politik Uang, Bawaslu Pesimistis

Hanya Andalkan Gerakan Moral

Ketua Bawaslu RI, Abhan

PROKAL.CO, JAKARTA – Regulasi politik uang yang diatur dalam UU Pemilu mengakibatkan Bawaslu pesimistis dalam bertindak. Sebab, terjadi degradasi aturan meski tetap ada ancaman sanksi. Yang paling sulit adalah membuktikan kejadian pemberian uang karena UU mengatur syarat yang ketat dalam pembuktian kejahatan pemilu tersebut.

Ketua Bawaslu Abhan menjelaskan, saat ini sudah sangat sulit mendapati pelaku politik uang yang merupakan bagian dari tim pemenangan pemilu. ”Karena dalam praktik di lapangan, bukan tim kampanye yang beraksi,” terangnya dalam diskusi di Bawaslu kemarin (8/10). Menurut dia, yang menyerahkan uang selalu pihak lain meski tetap punya kepentingan dengan upaya pemenangan.

Dia mengakui, terjadi penurunan kualitas regulasi tentang politik uang bila dibandingkan dengan saat pilkada. UU 10/2016 tentang pilkada dinilai lebih progresif. Sebab, pelaku politik uang yang bisa dijerat tidak terbatas. Sementara itu, pelaku politik uang yang diatur dalam UU Pemilu hanya berasal dari kalangan tertentu (lihat grafis).

Selain itu, dalam UU Pemilu, kejadian politik uang dibedakan dalam tiga fase. Yakni, saat kampanye, masa tengang, dan hari pemungutan suara. Perlakuannya berbeda-beda. Padahal, pada UU Pilkada, tidak ada pembedaan fase. Seluruhnya diperlakukan sama.

Ada dua hal yang menyulitkan penindakan terhadap politik uang. Pertama, kejadian itu harus dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif untuk bisa ditindak. Kemudian, penindakan awal yang dilakukan bukan administratif, melainkan pidana hingga berkekuatan hukum tetap. Bila sudah berkekuatan hukum tetap, barulah putusan pidana itu menjadi dasar untuk menjatuhkan sanksi administratif.

Karena itu, Abhan cenderung sepakat untuk mengandalkan gerakan moral dalam memerangi politik uang. ”Kami optimistis dengan segala dukungan stakeholder, masyarakat, dan caleg untuk gerakan antipolitik uang,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPR Andi Mariattang menuturkan, dirinya termasuk salah seorang penggagas gerakan moral antipolitik uang yang akan dilakukan pada pemilu kali ini. ’’Kita harus bangun gerakan bersama agar money politics tidak jadi kebiasaan,’’ ujarnya.

Selama ini tidak sedikit politikus yang masih berpegang pada adagium lawas. Yakni, kalau tidak ada uang, tidak akan bisa lolos menjadi wakil rakyat. Alhasil, para caleg dari kalangan aktivis pun hanya bisa merana melihat para pesaingnya mengobral dana.

Politikus PPP itu menuturkan, dirinya sudah mengikuti empat kali pemilu, termasuk kali ini. Mari –panggilan akrab Andi Mariattang– sudah merasakan bagaimana basis pemilihnya langsung berubah gara-gara amplop yang isinya tak seberapa. Namun, dia juga sudah pernah merasakan kemenangan tanpa perlu mengobral dana.

”Gerakannya harus dimulai dari para caleg itu sendiri,’’ lanjutnya. Merekalah yang harus punya komitmen untuk tidak menggunakan cara kotor dalam meraih kemenangan. Caranya bisa bermacam-macam. Salah satunya, membuat komitmen dengan caleg seluruh partai di dapilnya untuk bersaing sehat.

Menurut Mari, tidak melakukan politik uang merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi para caleg. ’’Yang tidak enak kan kalau masyarakat sampai menganggap money politics itu sebagai hal yang lumrah,’’ tambahnya. Seharusnya yang dibangun adalah sentimen pemilih yang menganggap bahwa politik uang adalah sesuatu yang salah. (byu/fat/c10/fat)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 12:56

MUI Dukung Buku Nikah Diganti Kartu

Wakil Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi mendukung, inovasi pemerintah mengganti…

Selasa, 13 November 2018 12:52

Formasi Banyak Kosong, Gelar Tes CPNS Lagi?

Pemerintah menyiapkan kebijakan khusus untuk mengisi banyaknya formasi CPNS 2018 yang kosong, yaitu…

Selasa, 13 November 2018 12:51

CEK DEH..!! Publik Dapat Menguji Data Kelulusan Peserta SKB CPNS 2018

JAKARTA- Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB)…

Selasa, 13 November 2018 11:04
Fenomena Minum Air Rebusan Pembalut

Ini Zat Berbahaya yang Ada di Air Rebusan Pembalut

Masyarakat dihebohkan dengan kelakuan sekelompok remaja di Semarang, Jawa Tengah, yang meminum air rebusan…

Selasa, 13 November 2018 10:59

ENAK YA DI JAWA..!! Jakarta-Surabaya Hanya 8 Jam Lewat Tol Trans-Jawa

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau kesiapan tol trans-Jawa yang akan beroperasi…

Selasa, 13 November 2018 10:57

CVR Lion air JT610 Diduga Rusak

Cockpit voice recorder (CVR) pesawat Lion Air PK-LQP belum ditemukan. Komite Nasional Keselamatan…

Selasa, 13 November 2018 10:52

SIAPA..!! Ada Pihak Yang Ingin Membunuh Karakter Habib Rizieq

 Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dinilai tak sekadar ulama, tapi juga telah…

Minggu, 11 November 2018 11:53

Nelayan Aceh Ditangkap Angkatan Laut Myanmar, 15 Belas Ditahan, 1 Meninggal

JAKARTA – Total 16 orang kapal Nelayan KM Bintang Jasa asal Aceh ditahan oleh Kantor Kepolisian…

Minggu, 11 November 2018 10:23

BPBD Waspadai Risiko Tiga Bencana Alam

MEJAYAN–Hujan sepekan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menyalakan…

Minggu, 11 November 2018 10:19

Kajati Sulsel Minta Bantuan KPK

MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel mulai angkat tangan mengejar Soedirjo Aliman alias…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .