MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 09 Oktober 2018 09:11
Gelombang Eksodus Jalan Terus

Sudah 5 Ribu Warga Sulteng Sambangi Balikpapan

CARI HARTA YANG TERSISA: Seorang warga kemarin, berjalan di atas puing-puing bangunan yang roboh saat gempa mengguncang Palu. (AFP PHOTO/ADEK BERRY)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Sepekan setelah penetapan Balikpapan sebagai daerah penyangga penanggulangan bencana di Donggala-Palu-Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), hingga kemarin (8/10), gelombang pengungsi belum berhenti. Baik melalui udara maupun laut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan mencatat sudah 5 ribu warga dari provinsi tetangga itu eksodus lewat Kota Minyak.

“Dari lima ribuan warga itu, sebagian besar dijemput keluarga dan berangkat ke daerah tujuan mereka,” kata Kepala BPBD Balikpapan Suseno. Kemarin sekitar pukul 15.00 Wita, KM Labobar membawa 972 pengungsi dari Sulteng.

Bersandar di Pelabuhan Semayang, 660 pengungsi memutuskan turun dan memenuhi ruang tunggu pelabuhan. Sisanya tetap tinggal di atas kapal. Melanjutkan perjalanan ke Surabaya, Jawa Timur. “Mereka menunggu di sini (pelabuhan). Kemudian akan kami lihat apakah mereka bertahan atau langsung meneruskan perjalanan,” ucapnya.

Asisten I Sekkot Balikpapan Syaiful Bachri menambahkan, pemkot hingga kini belum bisa mendata pengungsi yang tiba di Kota Minyak. Alasannya, banyak di antara pengungsi yang tiba langsung dijemput keluarga. Sementara yang bertahan karena belum mendapat tujuan diarahkan ke embarkasi haji di Batakan, Balikpapan Timur. “Kalau yang langsung dijemput keluarga dan meneruskan perjalanan kan klir. Kalau tak punya tujuan ditampung di embarkasi haji. Dan ini masih terus didata,” ucap Syaiful.

Pemkot juga belum mengetahui apakah ada rencana menampung pengungsi yang memutuskan menetap di Balikpapan. Meski sebelumnya Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyebut ada kesempatan tersebut. Dengan menggandeng Pemprov Kaltim melakukan transmigrasi spontan. Namun, itu masih sebatas usulan. “Itu nanti. Kami lihat yang dekat ini dulu,” ujar Syaiful.

Sementara dari Base Ops Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan, pengungsi masih tiba menumpang Hercules. Danlanud Balikpapan Kolonel Pnb Muhammad Mujib menyebut, jumlahnya semakin berkurang karena mengikuti perkembangan pemulihan di wilayah bencana. “Kami berharap recovery di Palu membuat aliran pengungsi semakin berkurang,” ucap Mujib.

Diperkirakan melalui Dhomber ada tiga ribu pengungsi yang sudah menyambangi Balikpapan. Banyak dari mereka dijemput keluarga. Atau meneruskan perjalanan ke daerah tujuan. Menginap sementara lalu berangkat melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. “Sementara ada upaya untuk memecah konsentrasi pengungsi. Tak hanya menggunakan Pesawat Hercules, tapi juga kapal laut,” ujarnya.

MINTA DANA

Masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami Sulteng menyedot anggaran besar. Belum lama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelontorkan dana Rp 560 miliar untuk penanganan Palu dan Donggala. Kemarin (8/10) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengajukan dana serupa ke Kemenkeu.

Kabar permintaan dana siap pakai ke Kemenkeu itu disampaikan langsung Kepala BNPB Willem Rampangilei di kantornya kemarin (8/10). Willem menjelaskan, dana siap pakai yang sudah cair sebelumnya telah digunakan untuk misi tanggap darurat di Palu dan daerah lain yang terdampak.

“Tambahan anggaran kami sudah mengajukan anggaran ke Kemenkeu. Kami mengusulkan anggaran Rp 500 miliar untuk tahap awal,” jelasnya. Dia berharap suntikan dana setengah triliun tersebut bisa merampungkan proses tanggap darurat. Willem juga menjelaskan proses tanggap darurat di Sulteng sudah menuju masa peralihan ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Dia menjelaskan, tanggap darurat dijadwalkan berakhir pada 11 Oktober. Sehingga pada 10 Oktober, BNPB bersama jajaran pemerintah daerah (pemda) setempat bakal melakukan rapat koordinasi dan evaluasi. Inti dalam rapat tersebut adalah, apakah masa tanggap darurat diperpanjang atau tidak.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan fase tanggap darurat diperpanjang melebihi jadwal. Di antaranya, kondisi kapasitas pemda dalam hal penanganan pengungsi. Kemudian juga terkait perbaikan-perbaikan yang bersifat darurat. “Yang berhak menetapkan (status tanggap darurat diperpanjang atau tidak) adalah pemda,” tutur dia.

Ketua Sub Satgas Luar Negeri Pendampingan Pusat Bencana Gempa Sulteng Kemenko Polhukam Letjen TNI (Purn) Yoedhi Swastono mengatakan, untuk bantuan uang tunai dari luar negeri, skemanya ada dua. Kucuran sumbangan atau bantuan dana dari pemerintah, maka masuknya ke rekening BNPB. Sedangkan bantuan dana dari LSM atau NGO asing, masuknya ke rekening Palang Merah Indonesia (PMI).

Di antara negara yang sudah berkomitmen membantu Indonesia adalah Korea Selatan sebesar USD 1 juta. Kemudian dari Uni Eropa sebesar 1,5 juta euro dan dari Jerman sebesar 1,5 juta euro. Sumbangan dana yang masuk ini tidak hanya digunakan pada masa tanggap darurat. Tetapi juga untuk fase rehabilitasi atau rekonstruksi. “Tentunya penggunaan (dana) dilakukan dengan pendampingan,” jelasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pihaknya sudah membahas mengenai permintaan dana bencana Sulteng dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurutnya, pemerintah selalu terbuka dengan permintaan anggaran cadangan yang sewaktu-waktu harus dicairkan (on call).

Permintaan pencairan dana dengan sistem on call ini disediakan terutama sebagai dana darurat jika terjadi risiko-risiko bencana. Anggaran ini tidak secara langsung masuk pagu anggaran operasional BNPB. Namun jika BNPB memerlukannya untuk penanganan bencana, pemerintah akan langsung mencairkan. “Karena, (dana) on call itu penting untuk mereka bisa melakukan operasi. Tapi itu sifatnya adalah kedaruratan,” tuturnya. 

Perempuan yang kerap disapa Ani itu menambahkan, pemerintah juga tidak akan mempersulit BNPB. Namun, pemerintah memang terlebih dulu harus melihat detail pengajuan anggarannya. Pemerintah berjanji proses ini tidak akan berlangsung lama. “Kalau memang ada evidence-nya (buktinya) ya diberikan,” tutup Ani. (*/rdh/rom/k16)

loading...

BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 11:32

KERAS..!! TNI Ultimatum Separatis Papua: Menyerah atau Kami Selesaikan!

Pencarian lima korban kebrutalan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua…

Senin, 10 Desember 2018 09:14

WOW..!! Gubernur Bertemu Dubes Rusia, Proyek Kereta Api Dilanjutkan

DENPASAR- Sempat vakum selama dua tahun, proyek kereta api di…

Senin, 10 Desember 2018 07:34

Air Mata Naga

JAKARTA – Ruang ganti Mitra Kukar mendadak hening. Semua penggawanya…

Minggu, 09 Desember 2018 23:25

Naga Akhirnya Turun Kasta, Ini Kata Pelatih RD

Perjuangan itu akhinya kandas. Ya Mitra Kukar secara resmi dipastikan…

Minggu, 09 Desember 2018 23:19

Kenapa Prabowo-Sandi Pindahkan Markas ke Jawa Tengah?

Keputusan Tim Prabowo-Sandiaga memindahkan markas perjuangannya ke Jawa Tengah, banyak…

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

“Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati”

BALIKPAPAN - Petrus Tandi sibuk dengan telepon genggamnya. Beberapa kali…

Sabtu, 08 Desember 2018 19:38

Jenazah Samuel Korban KKB Papua Tiba, Warga Menyambut dengan Duka

TENGGARONG  - Jenazah korban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di lokasi…

Sabtu, 08 Desember 2018 10:42

Intensitas Hujan di Kaltara Masih Normal

TANJUNG SELOR–Intensitas hujan di Kabupaten Bulungan terus meningkat. Namun, menurut…

Sabtu, 08 Desember 2018 07:11

Mengantre hingga Akhir Tahun

BALIKPAPAN  –  Untuk menjawab keresahan masyarakat Balikpapan yang gerah dengan…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:10

MANTAP WAL..!! Citilink Mulai Mengudara di APT Pranoto

SAMARINDA  -   Pilihan maskapai masyarakat Samarinda yang akan pergi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .