MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 08 Oktober 2018 12:31
Penghulu Dadakan Tergoda Bayaran
YANG LEGAL LEBIH LEGA: HA Nabhan mengungkapkan risiko-risiko yang banyak menghantui pasangan nikah siri. (PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, SECARA hukum, negara melarang pernikahan siri terhadap setiap warganya. Namun, praktiknya masih cukup lumrah ditemukan hingga kini. Banyak fakta opsi yang satu ini lebih banyak mudaratnya. Pemerintah bereaksi dengan mengemukanya sejumlah regulasi.

Menikah secara resmi kian mudah dan murah. Langkah-langkah demikian diharap menekan angka nikah siri yang misterius. Sejumlah ketentuan juga memberi kesulitan bagi pasangan yang menikah siri.

Kepada Kaltim Post, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Kaltim, HA Nabhan, mengungkap fakta menarik di balik praktik ilegal tersebut. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana tren nikah siri di Kaltim, apakah ada pencatatannya?

Namanya juga siri, itu sembunyi-sembunyi. Jadi dia enggak berani dicatat. Apalagi dia punya istri misalkan. Kalau yang punya suami mungkin enggak banyak lah. Memang susah juga mendapatkan data itu. Yang bersangkutan sembunyi-sembunyi, enggak mau diketahui orang lain, termasuk umum. Apalagi Kemenag Kaltim dan kabupaten/kota tidak mencatat Yang dicatat hanya yang nikah resmi.

Lantas apakah ada dasar hukum untuk pernikahan siri?

Kalau berdasar negara kita tentu tidak diizinkan, tidak dibenarkan. Itu bertentangan dengan peraturan kita. Karena nikah siri tak akan mendapatkan buku nikah. Kalau dia punya anak, kesulitan anak itu nanti pada saat mau mendapatkan akta kelahiran. Atau ketika mau sekolah, akan dicari mana akta kelahiran. Untuk mendapatkan akta kelahiran itu pasti perlu buku nikah. Belum lagi nanti untuk ahli waris dan sebagainya tak ada kekuatan untuk menuntut karena dia tidak punya dasar. Makanya kami tidak mengizinkan adanya pernikahan siri. Sebab mudaratnya lebih banyak.

Apakah sebatas melarang atau ada konsekuensi hukum?

Selama tidak ada pengaduan baik ke polisi atau ke mana, maka itu akan langgeng saja. Kecuali bila diketahui oleh si istri, suaminya kawin diam-diam, ada bukti kuat didapatkan istri, dia bisa mengajukan ke pihak terkait. Baik ke kepolisian atau ke Pengadilan Agama.

Siapa yang bisa menikahkan dalam pernikahan siri?

KUA pasti enggak berani. Penghulu kami enggak berani. Karena kalau penghulu ketahuan menikahkan siri warga, kepala KUA yang bersangkutan akan diberhentikan. Penghulu yang menikahkan siri itu tidak mengeluarkan buku nikah, hanya secarik kertas bertulis bahwa pada tanggal sekian, telah menikahkan pasangan tertentu. Itu kan tak ada kekuatan hukum.

Siapa saja yang secara hukum berwenang untuk menikahkan pasangan?

Penghulu yang resmi yang diangkat Kemenag. Yang memang boleh menikahkan adalah seperti kepala KUA. Kalau itu enggak ada masalah. Selama itu menikahkan sesuai aturan.

Pernahkah ada penghulu diberhentikan karena menikahkan siri?

Jauh-jauh hari sudah kami tekankan jangan berani penghulu menikahkan pasangan secara siri. Jadi enggak ada yang mau.

Jadi karena tak ada pencatatan, sulit mengetahui tren nikah siri di Kaltim?

Tak bisa tahu entah banyak atau sedikit. Tapi praktiknya, yang sempat kami dengar, memang ada saja. Itu pun sembunyi-sembunyi, mengangkat tokoh agama untuk menikahkan. Tapi tokoh agama yang paham ilmu agama pasti menolak. Yang pas-pasan ilmu agamanya, duit kurang, ada tawaran masuk, sudah, diterima. Jadi, kami berpesan kepada tokoh agama yang menikahkan siri, sadarilah karena ini memudaratkan.

Biasanya berapa ditawarkan untuk menikah siri?

Kami enggak tahu itu. Bergantung yang bersangkutan. Karena selama ini enggak pernah terbuka. Kami di KUA, gratis. Atau di luar KUA, bayar Rp 600 ribu sesuai ketentuan.

Berarti nikah siri sejatinya tak dianjurkan namun praktiknya masih terus berlangsung…

Kesimpulannya, orang yang nikah siri itu adalah orang yang bermasalah. Tiap saat ada penyuluhan, kalau mau menikahkan anak, yang resmi ke KUA. Persyaratannya juga mudah. Supaya anak lahir juga mudah kalau mau mengurus apa-apa. Perkawinannya juga mudah, sah, untuk mengurus waris juga sah karena ada buku nikah yang berkekuatan hukum.

Tapi kalau bapak-ibu menikahkan anaknya tanpa lewat KUA, yang susah anaknya untuk mendapatkan akta, menyekolahkan tak bisa, dan banyak permasalahannya. Masyarakat sudah disampaikan dan paham. (tim kp)

loading...

BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 08:34

Bisa Dibatalkan di Pengadilan

TAKTIK berbekal IMTN, Sudarman lolos mengantongi sertifikat dari BPN Balikpapan.…

Senin, 10 Desember 2018 08:19

“Pemainnya Itu-Itu Saja”

SEGEL yang merupakan dokumen dasar dalam penerbitan IMTN menjadi muara…

Senin, 10 Desember 2018 08:15

Tanah Kosong Paling Banyak Diincar

BALIKPAPAN menjadi kota dengan kasus sengketa tanah tertinggi di Kaltim. Kemajuan Kota…

Jumat, 07 Desember 2018 08:25

Sektor Swasta Lebih Akomodatif

KELUHAN penyandang difabel di Kaltim ternyata sudah lama menjadi sorotan…

Senin, 26 November 2018 08:26

Ngos-ngosan Oemar Bakri Mengejar Sejahtera

Dua puluh lima November, kemarin, diperingati sebagai Hari Guru. Jadi…

Senin, 26 November 2018 08:20

Gaji Ratusan Ribu bagi Penentu Wajah Pendidikan

NASIB guru honorer di Kaltim memerlukan perhatian pemerintah. Terutama, masalah…

Senin, 26 November 2018 08:19

Wajah Pendidikan Indonesia

INDONESIA harus kerja keras demi meningkatkan taraf pendidikan. Hingga saat…

Jumat, 16 November 2018 08:25

Ada Data di Balik Duka

Dari ribuan jenis pekerjaan di muka bumi, apa yang dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .