MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Senin, 08 Oktober 2018 12:18
Balikpapan Waspada Pengungsi “Gelap”

Ribuan Tahanan di Sulteng Belum Kembali

FOKUS REHABILITASI: Sebanyak 631 prajurit TNI berdoa di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, kemarin sebelum berangkat ke Palu, Sulteng. Mereka akan bertugas dengan tim yang lebih dulu tiba untuk merehabilitasi gedung yang hancur. (ULIL/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Keputusan pemerintah menunjuk Balikpapan sebagai kota penyangga evakuasi korban bencana Sulawesi Tengah (Sulteng) turut berdampak pada peningkatan pengamanan beberapa hari terakhir. Sebagaimana diketahui, peristiwa gempa bermagnitudo 7,4 disusul tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Jumat (28/9) mengakibatkan 1.425 narapidana dan tahanan di Sulteng kabur.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menuturkan, saat ini pengamanan dalam level siaga. Karena tak menutup kemungkinan ada narapidana yang melarikan diri ke Kaltim. “Kalau (korban gempa dan tsunami) untuk tinggal di Kaltim, tak sampai 10 persen. Mereka lebih banyak melanjutkan ke kota luar Kaltim,” katanya. Para korban, lanjut dia, mayoritas mendatangi keluarganya.

Karena itu, sebanyak 2.800 pengungsi yang ada di Balikpapan saat ini akan diverifikasi.  “Tentu kami lakukan pendataan secara intelijen,” urainya. Hingga saat ini, ucap Ade Yaya, dari 342 narapidana Lapas Donggala yang kabur, yang kembali sudah 260 orang. Sementara Lapas Palu, dari 465 tahanan yang kabur, baru kembali 28 orang. Atau 327 tahanan masih berkeliaran. Sementara di Lapas Petobo, dari 674 warga binaan yang kabur, baru kembali 82 orang. Masih ada 582 orang yang belum menyerahkan diri.

 “Informasinya memang sengaja dilepas oleh kalapas (kepala lapas) karena situasi gempa kemarin. Ini demi menghindari korban yang lebih banyak,” terangnya. Terpisah, Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta menuturkan, mengantisipasi adanya pengungsi “gelap”, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemkot dan TNI. “Didata kemudian difasilitasi tujuannya kemana,” sebutnya. Pihaknya juga meningkatkan pengawasan pintu masuk dan keluar melalui jalur udara dan laut.

Masyarakat dan RT juga wajib melakukan deteksi dini, ketika ada warga asing di lingkungan masing-masing yang tinggal dan belum terdata. (aim/riz/k18)

loading...

BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 07:57

Dinas PU Siapkan Desain Pagar

BALIKPAPAN – Sudah tiga nyawa melayang akibat terseret air bah…

Senin, 10 Desember 2018 07:40

Larangan Plastik di Tempat Umum Diterapkan Tahun Depan

BALIKPAPAN - Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan penggunaan kantong plastik…

Minggu, 09 Desember 2018 07:18

Terus Berulang, Saran Buat Pagar

PROSES pencarian Amin, bocah delapan tahun yang hanyut di drainase,…

Minggu, 09 Desember 2018 07:13

LIPI Evaluasi Kebun Raya

BALIKPAPAN - Status Kebun Raya Balikpapan (KRB) masih menjadi kewenangan…

Minggu, 09 Desember 2018 07:10

Polda Antisipasi Potensi Penimbun BBM

BALIKPAPAN – Pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:49

Pemkot Dianggap Tak Punya Taji

BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapan dianggap tak punya taji. Mengatasi masalah…

Jumat, 07 Desember 2018 07:57

Korban Jiwa Pembakaran Rumah Bertambah

BALIKPAPAN - Setelah bertahan hidup selama tiga hari, Garini (55),…

Kamis, 06 Desember 2018 08:16

Bukan Kasus yang Pertama

BALIKPAPAN – Pengungkapan dugaan praktik pembuatan sabu industri rumahan di…

Kamis, 06 Desember 2018 08:08

Pembinaan Teritorial Kodam VI/Mulawarman Terbaik Ketiga

BALIKPAPAN – Pembinaan teritorial oleh Kodam VI/Mulawarman mendapat apresiasi dari…

Rabu, 05 Desember 2018 08:37

Terancam Penjara Seumur Hidup

BALIKPAPAN – Hukuman berat penanti Hasto Purnomo (47), tersangka pembakar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .