MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Minggu, 07 Oktober 2018 11:09
Direktur ATM Masih Berstatus Saksi

Korban Khawatir Terlapor Melarikan Diri

BERMASALAH: Kantor PT ATM di Jalan Mayjend Sutoyo, Gunung Malang telah lama tutup. (paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim punya sejumlah pekerjaan besar yang perlu diselesaikan. Salah satunya laporan dugaan penipuan calon jamaah umrah oleh pihak travel PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) yang hingga kini belum tuntas. Belum ada tersangka dalam kasus yang menyangkut dana umat ini.

Kuasa hukum salah satu korban, Rio Ridhayon mengungkapkan, sampai kini kliennya bernama Rusli belum mendapatkan kepastian proses pelaporan. Dia menyebut kliennya merugi sekitar Rp 4 miliar. Sementara terlapor Direktur PT ATM Hamzah Husain statusnya masih saksi. “Kalau sudah ada bukti dan keterangan saksi, bisa ditetapkan tersangka. Tapi ini belum,” sesalnya.

Terlapor masih saja bebas berkeliaran. “Kami khawatir nanti terlapor menghilang, sementara perkara belum tuntas,” kata Rio.

Selain berkirim surat resmi ke Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) untuk mengetahui perkembangan perkara, dia juga menanyakan secara lisan. Hanya saja, informasi yang diterima, alasan penyidik, banyak berkas menumpuk.

“Antre, banyak berkas menumpuk, jadi lambat menanganinya,” terang Rio. Dia pun curiga, ada dugaan permainan di balik perkara tersebut. “Kalau begini terus, perkara hanya diam di tempat, tak jalan, kasihan para korban yang menuntut keadilan,” urainya. Rio menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.  “Kami kawal sampai selesai,” tandasnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menerangkan, proses pemeriksaan terus bergulir, tidak di jalan di tempat. “Saya cek masih berjalan. Kalau sudah memenuhi unsur dugaan pidana yang disangkakan, tentu proses bisa naik ke penyidikan,” jawabnya.

Diketahui, 30 korban PT ATM mendatangi Markas Polda Kaltim, Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan, Rabu (3/10). Mereka ingin mengetahui perkembangan perkara tersebut. Polda dinilai lamban dalam penanganan proses hukum kasus itu.

Mereka berharap terlapor Hamzah Husain selaku direktur PT ATM cepat diproses secara hukum. Dari 30 orang yang datang, 20 orang di antaranya diterima petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Mereka diberi penjelasan seputar perkembangan kasus tersebut.

Dari penjelasan penyidik, proses hukum masih terus berjalan. Selain menyiapkan jeratan pidana  penipuan dan penggelapan, penyidik membidik pula tindak pidana pencucian uang (TPPU). Jeratan TPPU bertujuan untuk menyita aset atau benda berharga lainnya agar dana bisa dikembalikan ke korban.

Diketahui, tak hanya soal dugaan penipuan umrah, sejumlah konsumen Perumahan Pelangi Grand Residence dan Pelangi Metro Residence juga mengeluhkan lambat penanganan kasus oleh kepolisian. Laporan kepolisian mereka sejak Januari 2018 sampai awal Oktober belum juga ada progres yang berarti.

Mereka melaporkan pihak developer, yakni PT Pelangi Putera Mandiri karena diduga melakukan penipuan. Modusnya, sertifikat perumahan diagunkan di bank. Sementara itu, developer tetap memasarkan produknya. Pembayaran angsuran oleh developer macet, akibatnya sertifikat tertahan di bank. Para konsumen yang sudah melakukan KPR di sejumlah bank lain akhirnya tak mendapat kejelasan mengenai legalitas properti yang mereka beli.

Kasub Bid Penerangan Masyarakat (Penmas) Humas Polda Kaltim AKBP Yustiadi Gaib menjelaskan, laporan para korban ini ditangani Subdit Perbankan Pencucian Uang Kejahatan Dunia Maya (PPUKDM) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

“Kasus sedang berjalan,” jawabnya, Kamis (4/10). Perwira melati dua ini menepis jika proses penanganan lamban. Sebab, penyidik selain menelusuri pidananya, juga dapat menyita sertifikat. Sertifikat berada di BPD, “Ini juga permintaan korban. Saat ini masih proses,” urainya.

Yustiadi menyebut, dari informasi diterima penyidik Subdit PPUKDM, belum ada penetapan tersangka. “Belum ada tersangka, proses masih berjalan. Investornya baru, jadi harus dimintai keterangan lagi,” ujarnya. (aim/rsh2/k18)


BACA JUGA

Jumat, 22 Februari 2019 12:52

KLIRR...!! Buntut Tilang karena Angkut Cabai, Dua Polisi Dibebas Tugaskan

"Sudah kami temui pihak sopir di rumahnya, di Kukar. Sudah…

Senin, 18 Februari 2019 12:40

26 Siswa Ikuti Seleksi PPDB SMA Pradita Dirgantara Tingkat Daerah

BALIKPAPAN – Lanud Dhomber Balikpapan melaksanakan tes tingkat  daerah kepada…

Jumat, 15 Februari 2019 10:52

KONI Ancam Tak Beri Rekomendasi

BALIKPAPAN – Polemik pemilihan ketua Pengurus Cabang Persatuan Renang Seluruh…

Jumat, 15 Februari 2019 10:51

Protes Hasil Muskot PRSI Balikpapan, Lima Klub Ancam Boikot

BALIKPAPAN - Untuk kali kedua, Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Renang…

Rabu, 13 Februari 2019 13:30

Gara-Gara Ini, Komisioner Bawaslu Balikpapan Terancam Dipecat..!!

BALIKPAPAN – Para komisioner Bawaslu Balikpapan satu suara memilih tidak…

Minggu, 10 Februari 2019 10:08

Jurnalis Dituntut Jadi "Watchdog", Kritik Perusahaan Demi Keselamatan Planet Bumi

BALIKPAPAN- Seorang jurnalis dituntut menjadi "watchdog" atau penjaga planet bumi…

Kamis, 31 Januari 2019 07:50

Sidang Perdana Kasus Pembuangan Bayi di Toilet Bandara, Panik si Bayi Tak Bernapas

BALIKPAPAN – Kasus pembuangan bayi di dalam kloset Bandara Sultan…

Kamis, 31 Januari 2019 07:50

Disporapar akan Resmikan Objek Wisata Baru

BALIKPAPAN – Memeriahkan hari jadi Kota Minyak ke-122, berbagai agenda…

Kamis, 31 Januari 2019 07:47

Buru Tiketnya sebelum Kehabisan

BALIKPAPAN - Persiapkan diri akhir pekan ini. Minggu (3/2) merupakan…

Kamis, 31 Januari 2019 07:44

Balikpapan Tertinggi Dalam Catatan ORI

BALIKPAPAN – Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Kaltim menetapkan Balikpapan menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*