MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Minggu, 07 Oktober 2018 11:09
Direktur ATM Masih Berstatus Saksi

Korban Khawatir Terlapor Melarikan Diri

BERMASALAH: Kantor PT ATM di Jalan Mayjend Sutoyo, Gunung Malang telah lama tutup. (paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim punya sejumlah pekerjaan besar yang perlu diselesaikan. Salah satunya laporan dugaan penipuan calon jamaah umrah oleh pihak travel PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) yang hingga kini belum tuntas. Belum ada tersangka dalam kasus yang menyangkut dana umat ini.

Kuasa hukum salah satu korban, Rio Ridhayon mengungkapkan, sampai kini kliennya bernama Rusli belum mendapatkan kepastian proses pelaporan. Dia menyebut kliennya merugi sekitar Rp 4 miliar. Sementara terlapor Direktur PT ATM Hamzah Husain statusnya masih saksi. “Kalau sudah ada bukti dan keterangan saksi, bisa ditetapkan tersangka. Tapi ini belum,” sesalnya.

Terlapor masih saja bebas berkeliaran. “Kami khawatir nanti terlapor menghilang, sementara perkara belum tuntas,” kata Rio.

Selain berkirim surat resmi ke Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) untuk mengetahui perkembangan perkara, dia juga menanyakan secara lisan. Hanya saja, informasi yang diterima, alasan penyidik, banyak berkas menumpuk.

“Antre, banyak berkas menumpuk, jadi lambat menanganinya,” terang Rio. Dia pun curiga, ada dugaan permainan di balik perkara tersebut. “Kalau begini terus, perkara hanya diam di tempat, tak jalan, kasihan para korban yang menuntut keadilan,” urainya. Rio menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.  “Kami kawal sampai selesai,” tandasnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menerangkan, proses pemeriksaan terus bergulir, tidak di jalan di tempat. “Saya cek masih berjalan. Kalau sudah memenuhi unsur dugaan pidana yang disangkakan, tentu proses bisa naik ke penyidikan,” jawabnya.

Diketahui, 30 korban PT ATM mendatangi Markas Polda Kaltim, Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan, Rabu (3/10). Mereka ingin mengetahui perkembangan perkara tersebut. Polda dinilai lamban dalam penanganan proses hukum kasus itu.

Mereka berharap terlapor Hamzah Husain selaku direktur PT ATM cepat diproses secara hukum. Dari 30 orang yang datang, 20 orang di antaranya diterima petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Mereka diberi penjelasan seputar perkembangan kasus tersebut.

Dari penjelasan penyidik, proses hukum masih terus berjalan. Selain menyiapkan jeratan pidana  penipuan dan penggelapan, penyidik membidik pula tindak pidana pencucian uang (TPPU). Jeratan TPPU bertujuan untuk menyita aset atau benda berharga lainnya agar dana bisa dikembalikan ke korban.

Diketahui, tak hanya soal dugaan penipuan umrah, sejumlah konsumen Perumahan Pelangi Grand Residence dan Pelangi Metro Residence juga mengeluhkan lambat penanganan kasus oleh kepolisian. Laporan kepolisian mereka sejak Januari 2018 sampai awal Oktober belum juga ada progres yang berarti.

Mereka melaporkan pihak developer, yakni PT Pelangi Putera Mandiri karena diduga melakukan penipuan. Modusnya, sertifikat perumahan diagunkan di bank. Sementara itu, developer tetap memasarkan produknya. Pembayaran angsuran oleh developer macet, akibatnya sertifikat tertahan di bank. Para konsumen yang sudah melakukan KPR di sejumlah bank lain akhirnya tak mendapat kejelasan mengenai legalitas properti yang mereka beli.

Kasub Bid Penerangan Masyarakat (Penmas) Humas Polda Kaltim AKBP Yustiadi Gaib menjelaskan, laporan para korban ini ditangani Subdit Perbankan Pencucian Uang Kejahatan Dunia Maya (PPUKDM) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

“Kasus sedang berjalan,” jawabnya, Kamis (4/10). Perwira melati dua ini menepis jika proses penanganan lamban. Sebab, penyidik selain menelusuri pidananya, juga dapat menyita sertifikat. Sertifikat berada di BPD, “Ini juga permintaan korban. Saat ini masih proses,” urainya.

Yustiadi menyebut, dari informasi diterima penyidik Subdit PPUKDM, belum ada penetapan tersangka. “Belum ada tersangka, proses masih berjalan. Investornya baru, jadi harus dimintai keterangan lagi,” ujarnya. (aim/rsh2/k18)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 07:57

Dinas PU Siapkan Desain Pagar

BALIKPAPAN – Sudah tiga nyawa melayang akibat terseret air bah…

Senin, 10 Desember 2018 07:40

Larangan Plastik di Tempat Umum Diterapkan Tahun Depan

BALIKPAPAN - Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan penggunaan kantong plastik…

Minggu, 09 Desember 2018 07:18

Terus Berulang, Saran Buat Pagar

PROSES pencarian Amin, bocah delapan tahun yang hanyut di drainase,…

Minggu, 09 Desember 2018 07:13

LIPI Evaluasi Kebun Raya

BALIKPAPAN - Status Kebun Raya Balikpapan (KRB) masih menjadi kewenangan…

Minggu, 09 Desember 2018 07:10

Polda Antisipasi Potensi Penimbun BBM

BALIKPAPAN – Pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:49

Pemkot Dianggap Tak Punya Taji

BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapan dianggap tak punya taji. Mengatasi masalah…

Jumat, 07 Desember 2018 07:57

Korban Jiwa Pembakaran Rumah Bertambah

BALIKPAPAN - Setelah bertahan hidup selama tiga hari, Garini (55),…

Kamis, 06 Desember 2018 08:16

Bukan Kasus yang Pertama

BALIKPAPAN – Pengungkapan dugaan praktik pembuatan sabu industri rumahan di…

Kamis, 06 Desember 2018 08:08

Pembinaan Teritorial Kodam VI/Mulawarman Terbaik Ketiga

BALIKPAPAN – Pembinaan teritorial oleh Kodam VI/Mulawarman mendapat apresiasi dari…

Rabu, 05 Desember 2018 08:37

Terancam Penjara Seumur Hidup

BALIKPAPAN – Hukuman berat penanti Hasto Purnomo (47), tersangka pembakar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .