MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Sabtu, 06 Oktober 2018 06:33
Konsumen Rugi Ratusan Juta

Pengembang Wanprestasi, Tak Ada Kejelasan dari Perbankan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Ane Panjaitan harus bolak-balik Bontang-Balikpapan. Konsumen Perumahan Pelangi Grand Residence Balikpapan ini berharap laporannya di Ditreskrimsus Polda Kaltim segera ditindaklanjuti. Apalagi laporan kepolisian terhadap developer PT PPM tersebut telah masuk sejak Januari lalu.

Diketahui, PT PPM dilaporkan belasan konsumennya karena wanprestasi. Pengembang diduga mengagunkan sertifikat Perumahan Pelangi Grand Residence dan Pelangi Metro Residence masing-masing ke Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Namun, ketika sertifikat diagunkan, pengembang malah memasarkan unitnya. Bahkan banyak konsumen yang mengambil KPR di bank lain.

“Sebenarnya, saya enggak tahu kalau sertifikat rumah itu bermasalah. Dapat info dari tetangga, terus diajak gabung di grup. Dari situ saya tahu perkembangannya. Pas tahu bermasalah, saya putuskan sengaja saya stop bayar angsuran,” kata Ane kepada Kaltim Post. Dia merupakan nasabah KPR BRI yang mengambil unit tipe 60/104 dengan angsuran sekitar Rp 8,3 juta per bulan.

“Sengaja saya menunggu supaya pihak bank telepon saya. Jadi, sekalian saya mau minta kejelasan. Tapi, ternyata sama sekali enggak ditelepon,” kesalnya. Kerugian lainnya adalah, namanya menjadi jelek dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK/pengganti BI Checking). Sehingga tidak bisa mengajukan kredit untuk keperluan lain. 

Pada waktu akad, menurutnya dia juga tidak bertemu langsung dengan notaris. Hanya ada dua orang perwakilannya. Selain itu, tidak ditunjukkan sertifikat asli dari rumah yang akan dibeli. Hingga sekarang pun belum ada serah terima akta jual beli (AJB). Rumah yang dia beli sampai sekarang juga belum 100 persen rampung, sehingga tidak dia tempati.

“Kami sempat disuruh tinggal di rumah sementara. Setelah itu dijanji-janjikan katanya rumah kami segera diselesaikan. Tapi mandek. Enggak selesai. Sementara itu ada pembeli lain yang sudah mau menempati rumah. Akhirnya kami memutuskan keluar,” tambahnya. Padahal, dalam perjanjian dengan developer, seharusnya dia bebas tinggal di rumah sementara itu sampai rumah asli mereka selesai dikerjakan.

“Saya sebagai orang awam kadang mikir, kalau sudah tahu maling kenapa enggak ditangkap. Nah ini kan semua sudah diperiksa penyidik, kok belum ditangkap. Sampai sekarang, saya enggak tahu yang mana pemimpin pengembang  itu,” imbuhnya. Korban lainnya Dwi Apriya Sentani. Bedanya, dia kini sudah menempati unit tipe 40. Namun, kondisinya tak 100 persen bagus. Dia tak berani melakukan renovasi karena permasalahan belum klir. Dia juga sudah berhenti membayar angsuran karena tak ada kejelasan dari perbankan.

“Seandainya ada surat saja dari pihak bank yang memberikan kejelasan kepada kuasa hukum kami, pasti kami akan bayar,” tegasnya. Namun, karena sampai sekarang tak ada kejelasan, dia meminta pihak bank mengembalikan uangnya. “Saya tidak mau rumahnya, silakan diambil. Mau dijual atau dilelang silakan. Yang penting uang saya kembali,” ujarnya. Dia mengaku sudah menyetor sekitar Rp 200 juta. Sebelumnya, konsumen sudah pernah mengadakan audiensi dengan pihak perbankan dan diterima Manager Marketing BRI Ahmad Aziz dan Tim legal Dewa Ngakan. Sayangnya, keduanya menolak memberikan keterangan pers.

Diketahui, konsumen Perumahan Pelangi Grand Residence dan Pelangi Metro Residence Balikpapan mengeluhkan kinerja aparat penegak hukum. Bagaimana tidak, sudah sembilan bulan berjalan, tak kunjung ada kejelasan soal laporan kepolisian atas dugaan penipuan oleh pengembang perumahan. Kasub Bid Penerangan Masyarakat (Penmas) Humas Polda Kaltim AKBP Yustiadi Gaib menjelaskan, laporan para korban ini ditangani Subdit Perbankan Pencucian Uang Kejahatan Dunia Maya (PPUKDM) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

“Kasus sedang berjalan,” jawabnya, Kamis (4/10). Perwira melati dua ini menepis jika proses penanganan lamban. Sebab, penyidik selain menelusuri pidananya, juga dapat menyita sertifikat. Sertifikat berada di BPD, “Ini juga permintaan korban. Saat ini masih proses,” urainya.

Yustiadi menyebut, dari informasi diterima penyidik Subdit PPUKDM, belum ada penetapan tersangka. “Belum ada tersangka, proses masih berjalan. Investornya baru, jadi harus dimintai keterangan lagi,” ujarnya. (rsh/riz/k15)  

 

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 07:10

Polda Antisipasi Potensi Penimbun BBM

BALIKPAPAN – Pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:49

Pemkot Dianggap Tak Punya Taji

BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapan dianggap tak punya taji. Mengatasi masalah…

Jumat, 07 Desember 2018 07:57

Korban Jiwa Pembakaran Rumah Bertambah

BALIKPAPAN - Setelah bertahan hidup selama tiga hari, Garini (55),…

Kamis, 06 Desember 2018 08:16

Bukan Kasus yang Pertama

BALIKPAPAN – Pengungkapan dugaan praktik pembuatan sabu industri rumahan di…

Kamis, 06 Desember 2018 08:08

Pembinaan Teritorial Kodam VI/Mulawarman Terbaik Ketiga

BALIKPAPAN – Pembinaan teritorial oleh Kodam VI/Mulawarman mendapat apresiasi dari…

Rabu, 05 Desember 2018 08:37

Terancam Penjara Seumur Hidup

BALIKPAPAN – Hukuman berat penanti Hasto Purnomo (47), tersangka pembakar…

Rabu, 05 Desember 2018 08:36

Tak Menular, Arif Terkena Psoriasis

BALIKPAPAN - Muhammad Arif, namanya viral beberapa bulan belakangan karena…

Selasa, 04 Desember 2018 09:00

Administered Price Masih Jadi Momok

BALIKPAPAN - Laju inflasi Kota Minyak hingga akhir tahun 2018…

Selasa, 04 Desember 2018 08:03

Kenaikan Biaya Haji Bergantung Nilai Rupiah

BALIKPAPAN – Pemerintah masih terusmengkaji terkait wacana kenaikan biaya penyelenggara…

Selasa, 04 Desember 2018 07:56

Delay dan Batal Terbang, Penumpang Malah Bersyukur

BALIKPAPAN – Sikap dewasa ditunjukkan para penumpang Garuda Indonesia dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .