MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Sabtu, 06 Oktober 2018 06:33
Konsumen Rugi Ratusan Juta

Pengembang Wanprestasi, Tak Ada Kejelasan dari Perbankan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Ane Panjaitan harus bolak-balik Bontang-Balikpapan. Konsumen Perumahan Pelangi Grand Residence Balikpapan ini berharap laporannya di Ditreskrimsus Polda Kaltim segera ditindaklanjuti. Apalagi laporan kepolisian terhadap developer PT PPM tersebut telah masuk sejak Januari lalu.

Diketahui, PT PPM dilaporkan belasan konsumennya karena wanprestasi. Pengembang diduga mengagunkan sertifikat Perumahan Pelangi Grand Residence dan Pelangi Metro Residence masing-masing ke Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Namun, ketika sertifikat diagunkan, pengembang malah memasarkan unitnya. Bahkan banyak konsumen yang mengambil KPR di bank lain.

“Sebenarnya, saya enggak tahu kalau sertifikat rumah itu bermasalah. Dapat info dari tetangga, terus diajak gabung di grup. Dari situ saya tahu perkembangannya. Pas tahu bermasalah, saya putuskan sengaja saya stop bayar angsuran,” kata Ane kepada Kaltim Post. Dia merupakan nasabah KPR BRI yang mengambil unit tipe 60/104 dengan angsuran sekitar Rp 8,3 juta per bulan.

“Sengaja saya menunggu supaya pihak bank telepon saya. Jadi, sekalian saya mau minta kejelasan. Tapi, ternyata sama sekali enggak ditelepon,” kesalnya. Kerugian lainnya adalah, namanya menjadi jelek dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK/pengganti BI Checking). Sehingga tidak bisa mengajukan kredit untuk keperluan lain. 

Pada waktu akad, menurutnya dia juga tidak bertemu langsung dengan notaris. Hanya ada dua orang perwakilannya. Selain itu, tidak ditunjukkan sertifikat asli dari rumah yang akan dibeli. Hingga sekarang pun belum ada serah terima akta jual beli (AJB). Rumah yang dia beli sampai sekarang juga belum 100 persen rampung, sehingga tidak dia tempati.

“Kami sempat disuruh tinggal di rumah sementara. Setelah itu dijanji-janjikan katanya rumah kami segera diselesaikan. Tapi mandek. Enggak selesai. Sementara itu ada pembeli lain yang sudah mau menempati rumah. Akhirnya kami memutuskan keluar,” tambahnya. Padahal, dalam perjanjian dengan developer, seharusnya dia bebas tinggal di rumah sementara itu sampai rumah asli mereka selesai dikerjakan.

“Saya sebagai orang awam kadang mikir, kalau sudah tahu maling kenapa enggak ditangkap. Nah ini kan semua sudah diperiksa penyidik, kok belum ditangkap. Sampai sekarang, saya enggak tahu yang mana pemimpin pengembang  itu,” imbuhnya. Korban lainnya Dwi Apriya Sentani. Bedanya, dia kini sudah menempati unit tipe 40. Namun, kondisinya tak 100 persen bagus. Dia tak berani melakukan renovasi karena permasalahan belum klir. Dia juga sudah berhenti membayar angsuran karena tak ada kejelasan dari perbankan.

“Seandainya ada surat saja dari pihak bank yang memberikan kejelasan kepada kuasa hukum kami, pasti kami akan bayar,” tegasnya. Namun, karena sampai sekarang tak ada kejelasan, dia meminta pihak bank mengembalikan uangnya. “Saya tidak mau rumahnya, silakan diambil. Mau dijual atau dilelang silakan. Yang penting uang saya kembali,” ujarnya. Dia mengaku sudah menyetor sekitar Rp 200 juta. Sebelumnya, konsumen sudah pernah mengadakan audiensi dengan pihak perbankan dan diterima Manager Marketing BRI Ahmad Aziz dan Tim legal Dewa Ngakan. Sayangnya, keduanya menolak memberikan keterangan pers.

Diketahui, konsumen Perumahan Pelangi Grand Residence dan Pelangi Metro Residence Balikpapan mengeluhkan kinerja aparat penegak hukum. Bagaimana tidak, sudah sembilan bulan berjalan, tak kunjung ada kejelasan soal laporan kepolisian atas dugaan penipuan oleh pengembang perumahan. Kasub Bid Penerangan Masyarakat (Penmas) Humas Polda Kaltim AKBP Yustiadi Gaib menjelaskan, laporan para korban ini ditangani Subdit Perbankan Pencucian Uang Kejahatan Dunia Maya (PPUKDM) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

“Kasus sedang berjalan,” jawabnya, Kamis (4/10). Perwira melati dua ini menepis jika proses penanganan lamban. Sebab, penyidik selain menelusuri pidananya, juga dapat menyita sertifikat. Sertifikat berada di BPD, “Ini juga permintaan korban. Saat ini masih proses,” urainya.

Yustiadi menyebut, dari informasi diterima penyidik Subdit PPUKDM, belum ada penetapan tersangka. “Belum ada tersangka, proses masih berjalan. Investornya baru, jadi harus dimintai keterangan lagi,” ujarnya. (rsh/riz/k15)  

 

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 12:40

26 Siswa Ikuti Seleksi PPDB SMA Pradita Dirgantara Tingkat Daerah

BALIKPAPAN – Lanud Dhomber Balikpapan melaksanakan tes tingkat  daerah kepada…

Jumat, 15 Februari 2019 10:52

KONI Ancam Tak Beri Rekomendasi

BALIKPAPAN – Polemik pemilihan ketua Pengurus Cabang Persatuan Renang Seluruh…

Jumat, 15 Februari 2019 10:51

Protes Hasil Muskot PRSI Balikpapan, Lima Klub Ancam Boikot

BALIKPAPAN - Untuk kali kedua, Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Renang…

Rabu, 13 Februari 2019 13:30

Gara-Gara Ini, Komisioner Bawaslu Balikpapan Terancam Dipecat..!!

BALIKPAPAN – Para komisioner Bawaslu Balikpapan satu suara memilih tidak…

Minggu, 10 Februari 2019 10:08

Jurnalis Dituntut Jadi "Watchdog", Kritik Perusahaan Demi Keselamatan Planet Bumi

BALIKPAPAN- Seorang jurnalis dituntut menjadi "watchdog" atau penjaga planet bumi…

Kamis, 31 Januari 2019 07:50

Sidang Perdana Kasus Pembuangan Bayi di Toilet Bandara, Panik si Bayi Tak Bernapas

BALIKPAPAN – Kasus pembuangan bayi di dalam kloset Bandara Sultan…

Kamis, 31 Januari 2019 07:50

Disporapar akan Resmikan Objek Wisata Baru

BALIKPAPAN – Memeriahkan hari jadi Kota Minyak ke-122, berbagai agenda…

Kamis, 31 Januari 2019 07:47

Buru Tiketnya sebelum Kehabisan

BALIKPAPAN - Persiapkan diri akhir pekan ini. Minggu (3/2) merupakan…

Kamis, 31 Januari 2019 07:44

Balikpapan Tertinggi Dalam Catatan ORI

BALIKPAPAN – Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Kaltim menetapkan Balikpapan menjadi…

Rabu, 30 Januari 2019 07:50

Buru Tukang Pijat dan Peracik Obat

BALIKPAPAN – Setelah pengungkapan kasus percobaan aborsi di salah satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*