MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Sabtu, 06 Oktober 2018 06:32
Konsumen Rugi Ratusan Juta

Pengembang Wanprestasi, Tak Ada Kejelasan dari Perbankan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Ane Panjaitan harus bolak-balik Bontang-Balikpapan. Konsumen Perumahan Pelangi Grand Residence Balikpapan ini berharap laporannya di Ditreskrimsus Polda Kaltim segera ditindaklanjuti. Apalagi laporan kepolisian terhadap developer PT PPM tersebut telah masuk sejak Januari lalu.

Diketahui, PT PPM dilaporkan belasan konsumennya karena wanprestasi. Pengembang diduga mengagunkan sertifikat Perumahan Pelangi Grand Residence dan Pelangi Metro Residence masing-masing ke Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Namun, ketika sertifikat diagunkan, pengembang malah memasarkan unitnya. Bahkan banyak konsumen yang mengambil KPR di bank lain.

“Sebenarnya, saya enggak tahu kalau sertifikat rumah itu bermasalah. Dapat info dari tetangga, terus diajak gabung di grup. Dari situ saya tahu perkembangannya. Pas tahu bermasalah, saya putuskan sengaja saya stop bayar angsuran,” kata Ane kepada Kaltim Post. Dia merupakan nasabah KPR BRI yang mengambil unit tipe 60/104 dengan angsuran sekitar Rp 8,3 juta per bulan.

“Sengaja saya menunggu supaya pihak bank telepon saya. Jadi, sekalian saya mau minta kejelasan. Tapi, ternyata sama sekali enggak ditelepon,” kesalnya. Kerugian lainnya adalah, namanya menjadi jelek dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK/pengganti BI Checking). Sehingga tidak bisa mengajukan kredit untuk keperluan lain. 

Pada waktu akad, menurutnya dia juga tidak bertemu langsung dengan notaris. Hanya ada dua orang perwakilannya. Selain itu, tidak ditunjukkan sertifikat asli dari rumah yang akan dibeli. Hingga sekarang pun belum ada serah terima akta jual beli (AJB). Rumah yang dia beli sampai sekarang juga belum 100 persen rampung, sehingga tidak dia tempati.

“Kami sempat disuruh tinggal di rumah sementara. Setelah itu dijanji-janjikan katanya rumah kami segera diselesaikan. Tapi mandek. Enggak selesai. Sementara itu ada pembeli lain yang sudah mau menempati rumah. Akhirnya kami memutuskan keluar,” tambahnya. Padahal, dalam perjanjian dengan developer, seharusnya dia bebas tinggal di rumah sementara itu sampai rumah asli mereka selesai dikerjakan.

“Saya sebagai orang awam kadang mikir, kalau sudah tahu maling kenapa enggak ditangkap. Nah ini kan semua sudah diperiksa penyidik, kok belum ditangkap. Sampai sekarang, saya enggak tahu yang mana pemimpin pengembang  itu,” imbuhnya. Korban lainnya Dwi Apriya Sentani. Bedanya, dia kini sudah menempati unit tipe 40. Namun, kondisinya tak 100 persen bagus. Dia tak berani melakukan renovasi karena permasalahan belum klir. Dia juga sudah berhenti membayar angsuran karena tak ada kejelasan dari perbankan.

“Seandainya ada surat saja dari pihak bank yang memberikan kejelasan kepada kuasa hukum kami, pasti kami akan bayar,” tegasnya. Namun, karena sampai sekarang tak ada kejelasan, dia meminta pihak bank mengembalikan uangnya. “Saya tidak mau rumahnya, silakan diambil. Mau dijual atau dilelang silakan. Yang penting uang saya kembali,” ujarnya. Dia mengaku sudah menyetor sekitar Rp 200 juta. Sebelumnya, konsumen sudah pernah mengadakan audiensi dengan pihak perbankan dan diterima Manager Marketing BRI Ahmad Aziz dan Tim legal Dewa Ngakan. Sayangnya, keduanya menolak memberikan keterangan pers.

Diketahui, konsumen Perumahan Pelangi Grand Residence dan Pelangi Metro Residence Balikpapan mengeluhkan kinerja aparat penegak hukum. Bagaimana tidak, sudah sembilan bulan berjalan, tak kunjung ada kejelasan soal laporan kepolisian atas dugaan penipuan oleh pengembang perumahan. Kasub Bid Penerangan Masyarakat (Penmas) Humas Polda Kaltim AKBP Yustiadi Gaib menjelaskan, laporan para korban ini ditangani Subdit Perbankan Pencucian Uang Kejahatan Dunia Maya (PPUKDM) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

“Kasus sedang berjalan,” jawabnya, Kamis (4/10). Perwira melati dua ini menepis jika proses penanganan lamban. Sebab, penyidik selain menelusuri pidananya, juga dapat menyita sertifikat. Sertifikat berada di BPD, “Ini juga permintaan korban. Saat ini masih proses,” urainya.

Yustiadi menyebut, dari informasi diterima penyidik Subdit PPUKDM, belum ada penetapan tersangka. “Belum ada tersangka, proses masih berjalan. Investornya baru, jadi harus dimintai keterangan lagi,” ujarnya. (rsh/riz/k15)  

 

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:57
Cooking Class Nastar dan Red Velvet Kukus

Lama Dipanggang agar Tak Melempem

MENGOLAH cookies terutama kue kering tidaklah mudah. Terlebih untuk mendapatkan…

Senin, 24 Juni 2019 13:56

Layanan IMTN Disarankan Direvisi

Layanan Izin Membuka Tanah Negara (IMTN) yang sudah berjalan lebih…

Senin, 24 Juni 2019 13:55
Dugaan Korupsi Dana Hibah dan Pengadaan Lahan

Penyidik Tunggu Hasil Audit BPKP

BALIKPAPAN-Penyelidikan dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 1,5 miliar mandek.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:38

Perawatan Bozem Tidak Murah

Maraknya banjir di berbagai daerah turut jadi perhatian Ketua DPD…

Minggu, 23 Juni 2019 22:37

Kendaraan Wajib Uji Berkala

BALIKPAPAN– Kendaraan berbobot besar wajib melakukan pemeriksaan berkala. Untuk memantau…

Minggu, 23 Juni 2019 22:33

Adat Paser Bakal Jadi Muatan Lokal

IDE Pekan Adat Festival Paser muncul saat tim Disdikbud Balikpapan…

Minggu, 23 Juni 2019 22:31

Potensi Pariwisata Masih Banyak

Pekan Festival Adat Paser 2019 dihelat pada 22–27 Juni di…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:16

Anggaran Banjir Direalisasikan Bertahap

Konsep penanganan banjir diklaim sudah rampung. Tinggal eksekusi lapangan. Meski…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:14
Penumpang Sepinggan Sepi, Pendapatan Merosot

Pajak Parkir Anjlok, Berharap Ada Pengaturan Rute

Tiga dari empat potensi pajak bandara tergerus oleh turunnya jumlah…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:10

Pendam VI/Mulawarman Kembali Raih Juara

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) digelar tiga kali setahun. Selain…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*