MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Jumat, 05 Oktober 2018 10:14
Pak Presiden, Anda di Mana?

PROKAL.CO, Oleh: Eko Satiya Hushada

YA AMPUN,
 ini soal wajah Ratna Sarumpaet kok jadi bikin ribut sejagat ya? Padahal urusannya cuma, bahwa Ratna berdusta soal wajahnya. Dia ngakunya bonyok dipukuli. Orang bersimpati dan mendukung. Namun belakangan dia mengaku bohong. Polisi memperkuat dengan temuannya. Ratna operasi wajah. Done!

Urusan wajah sebenarnya sudah selesai. Tinggal menunggu proses hukum terhadap Ratna karena kebohongannya melibatkan banyak orang. Masyarakat resah. Saling curiga. 

Kini, urusan wajah sudah ke mana-mana. Prabowo Subianto dan timnya diadukan ke sejumlah perangkat hukum. Tuduhannya, menyebarkan kabar bohong. Prabowo sendiri tak tahu kalau Ratna bohong. Masa sih, Prabowo, Amien Rais dan sejumlah tokoh besar lainnya ikut menistakan dirinya, seperti yang dilakukan Ratna. Tak usah tanya Prabowo. Tanya saja hati nurani Anda. 

Tapi jangan-jangan kita sudah kehilangan hati nurani. Sehingga setiap ada celah untuk bisa menyerang, lakukan. Hajar, bleh! 
Nggak peduli aksinya ditertawakan orang se-Indonesia-an. Nggak peduli tingkahnya bikin miris. Nggak peduli, egonya bikin nambah persoalan bangsa. 

Urusan wajah Ratna, mengalahkan persoalan wajah Palu dan Donggala yang remuk redam. Masih banyak korban tertimbun reruntuhan. Masih banyak yang tinggal di bawah tenda plastik, panas jika terik mentari. Makan pun seadanya. Belum lagi mereka harus kehilangan banyak saudara. Mayat masih berserakan dan membusuk di sana. Ironi.   

Bangsa ini terlalu lama larut dalam pertikaian sesama. Saling bermusuhan, yang bahkan sudah menjadi perang terbuka. Tanpa malu. Apapun bisa jadi alat menyerang. Bahkan urusan wajah Ratna. 

Ibarat dalam keluarga, kita seakan tak punya orangtua yang mampu menjadi penengah. Arus ego kelompok terus membawa, hanyut. Jika kita mampu ‘berenang’, kita selamat. Jika tak, kita ‘mati’. 

Sebelum ‘mati’, segeralah sadar diri. Pemimpin harus segera bereaksi. Jadi penengah, penenang hati. 

Pak Presiden, saatnya beraksi. Anak bangsa semakin tak terkendali. Jangan biarkan pergulatan sosial politik ini membuncah hingga meremukkan wajah negeri. Cukuplah bencana demi bencana menjadi pengingat, untuk kembali kepada hati nurani. Pak Presiden, saatnya beraksi. Jangan biarkan kami terus bertanya, Anda sedang berada di mana? (pemred Indopos)
 


BACA JUGA

Rabu, 17 April 2019 10:25

Cegah Laka, Banyak Pihak Terlibat

KECELAKAAN tidak melulu disebabkan kondisi kendaraan. Ada pula faktor kesalahan…

Kamis, 11 April 2019 10:48

Justice For Audrey. Ini Penyebab Pelaku Lakukan Bully

Jagat belantara maya saat ini sedang memberikan perhatian penuh pada…

Sabtu, 30 Maret 2019 10:10

Deskripsi Nilai Tauhid di Masyarakat Sosial

TANA PASER - Kebudayaan yang berkembang pada masyarakat merupakan akumulasi…

Jumat, 15 Maret 2019 11:51

Persiapkan Komisioner KPU 2024 – 2029 Sejak Sekarang

Catatan Abd. Kadir Sambolangi: Anggota panitia seleksi (Pansel) calon Komisi…

Rabu, 13 Maret 2019 10:40

Mereka Anggap Monster Itu Bernama Prabowo

Oleh : Hersubeno Arief Mereka ingin memutarbalik arus besar perubahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*