MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 04 Oktober 2018 09:28
Gubernur Sulteng Sakit Hati..!! Bilang yang Tinggalkan Palu Jangan Kembali
Warga Palu dan sekitarnya mengungsi ke luar daerah.

PROKAL.CO, PALU- Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola emosi, sakit hati dan merasa kecewa atas terjadinya eksodus ribuan warga Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) ke daerah lainnya, seperti Makassar, Balikpapan, Jakarta, Surabaya dan Bali pasca bencana alama gempa bumi, tsunami dan lumpur.

Eksodusnya warga Pasigala pasca bencana gempa bumi, tsunami dan lumpur itu sontak saja membuat Gubernur Sulteng dua periode itu marah besar.  “Eksodusnya warga Palu ke daerah lain, itu hak mereka, tapi mestinya tidak meninggalkan kota Palu pasca gempa bumi, tsunami dan lumpur. Mari kita bersama-sama membangun daerah ini, bukan malah pergi. Kalau daerah ini sudah bagus lagi, yang pergi ya mendingan tidak usah kembali,” kata Gubernur Longki melalui Karo Humas Pemprov Sulteng Abdul Haris Kariming, menjawab wartawan di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu usai mengantar Presiden Joko Widodo Rabu (3/10/2018).

Menyikapi pernyataan Gubernur Longki itu, membuat sejumlah pengungsi yang keluar daerah marah. Adalah Abdul Kadir Patta dan Darwis,  mengatakan sebaiknya Gubernur Longki mencabut pernyataannya itu yang mengatakan jika Palu sudah baik pasca bencana gempa bumi, tsunami dan lumpur itu yang keluar daerah tidak usah kembali lagi.  “Itu pernyataan yang berbau provokatif, tidak bijak, emosional dan bernada kebencian. Olehnya saya minta Gubernur Longki mencabut pernyataannya itu,”tegas Abdul Kadir Patta.

Sementara itu Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang dimintai tanggapannya terkait pernyataan Gubernur Longki itu, mengatakan sebaiknya sebagai seorang pemimpin lebih bijaklah mengeluarkan penyataan, agar kondisi dan lebih sejuk. Apalagi kondisi psikologis masyarakat pasca gempa, tsunami dan lumpur masih sangat trauma.

 “Mestinya sebagai seorang pemimpin lebih bijaklan mengeluarkan pernyataan. Yang menyejukkanlah,” ujar politisi Partai Golkar itu. Hal yang sama juga dikatakan wakil ketua DPR RI Fadlis Zon. Menurut politisi partai Gerindra itu, sebetulnya dengan eksodusnya sebagian masyarakat dari Palu ke daerah lain, justru membantu dan mengurangi beban pemerintah daerah.

“Karena berbagai macam pertimbangan sehingga mereka eksodus, misalnya tidak mendapatkan pelayanan bantuan, kekurangan air bersih, keamanan tidak terjamin, kesehatan terganggu atau mau menenangkan diri ditempat sanak saudaranya,”tutur Fadli.

Sementara itu salah seorang warga bernama Tamrin menegaskan, mestinya Gubernur Longki Djanggola tidak mengeluarkan statemen yang berpotensi dapat menimbulkan masalah baru. Lagi pula 6 hari pasca gempa bumi, tsunami dan lumpur belum pernah ada pernyataan Gubernur Longki yang melarang masyarakat Pasigala keluar daerah mencari tempat yang aman. Dan juga belum ada pernyataan pemerintah daerah baik provinsi, kota dan Kabupaten yang meminta masyarakat tenang dan menghindari eksodus.

Diketahui saat Gempa bumi, tsunami dan banjir lumpur Jum’at petang (28/9-2018), dengan kekuatan 7,7 skala Rickter (SR) yang kemudian dimutakhirkan oleh BMG 7,4 SR, Gubernur Longki tidak berada di Palu. Tapi dalam perjalanan dari Luwuk Banggai, ke Palu dan mampir bermalam di Ampana setelah melakukan kunjungan kerja mempersiapkan penyeleggaraan TDCC yang akan start dari Luwuk.

“Kami saat gempa bumi, tsunami dan banjir lumpur berada di Luwuk, karena kondisi tidak memungkinkan sehingga Bapak Gubernur bersama rombongan mampir istirahat di Ampana. Dan pada hari Minggu pagi sekitar jam 10:00 wita, kami sudah berada di Palu dan langsung menyemput bapak Presiden yang berkunjung ke Palu pasca gempa bumi, tsunami dan lumpur itu,” aku Karo Huma Pemprov Sulteng Abdul Haris Kariming. (DN/JSMSI/pro)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 10:32

Pendaftar SNMPTN Masih Minim, Tidak Ada Perpanjangan Waktu

JAKARTA-Panitia Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tidak akan memperpanjang…

Senin, 18 Februari 2019 10:31

Polisi Lambat Tangani Kasus Penganiayaan Pegawai KPK

JAKARTA-Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka kasus penganiayaan pegawai Komisi…

Senin, 18 Februari 2019 10:31

TNI-AL Tangkap Delapan Kapal Asing

JAKARTA – Pelanggaran undang-undang pelayaran oleh kapal-kapal asing masih sering…

Minggu, 17 Februari 2019 22:45

Prabowo : Belum Semua Petani Bisa Kita Bela

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berbicara mengenai perkembangan…

Minggu, 17 Februari 2019 22:33

Sempat Terdengar Ledakan, Pendukung Capres Berhamburan

Bunyi ledakan terdengar jelas di luar lokasi debat kedua berlangsung.…

Minggu, 17 Februari 2019 22:25
Debat Kedua Pilpres

Jokowi Terus Menyindir, Bilang Prabowo Kurang Optimis

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyindir calon…

Minggu, 17 Februari 2019 12:16

Energi Terbarukan di Debat Kedua

Sehari jelang perhelatan debat malam nanti, Cawapres nomor urut 02…

Minggu, 17 Februari 2019 11:41
Kemenlu Terima Penundaan Mendadak

Belum Ada Jadwal Baru Kunjungan MBS

JAKARTA – Pemerintah Indonesia sudah mempersiapkan penyambutan kunjungan kerja Pangeran…

Minggu, 17 Februari 2019 11:36

Pembagian Kuota Haji Tidak Berubah

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengeluarkan Keputusan Menteri Agama…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:48

PSSI Bantah Joko Driyono Jadi Tersangka Kasus Pengaturan Skor, Jadi Apa Dong?

PSSI membantah Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka kasus pengaturan skor. Menurut mereka,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*