MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 04 Oktober 2018 09:28
Gubernur Sulteng Sakit Hati..!! Bilang yang Tinggalkan Palu Jangan Kembali
Warga Palu dan sekitarnya mengungsi ke luar daerah.

PROKAL.CO, PALU- Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola emosi, sakit hati dan merasa kecewa atas terjadinya eksodus ribuan warga Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) ke daerah lainnya, seperti Makassar, Balikpapan, Jakarta, Surabaya dan Bali pasca bencana alama gempa bumi, tsunami dan lumpur.

Eksodusnya warga Pasigala pasca bencana gempa bumi, tsunami dan lumpur itu sontak saja membuat Gubernur Sulteng dua periode itu marah besar.  “Eksodusnya warga Palu ke daerah lain, itu hak mereka, tapi mestinya tidak meninggalkan kota Palu pasca gempa bumi, tsunami dan lumpur. Mari kita bersama-sama membangun daerah ini, bukan malah pergi. Kalau daerah ini sudah bagus lagi, yang pergi ya mendingan tidak usah kembali,” kata Gubernur Longki melalui Karo Humas Pemprov Sulteng Abdul Haris Kariming, menjawab wartawan di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu usai mengantar Presiden Joko Widodo Rabu (3/10/2018).

Menyikapi pernyataan Gubernur Longki itu, membuat sejumlah pengungsi yang keluar daerah marah. Adalah Abdul Kadir Patta dan Darwis,  mengatakan sebaiknya Gubernur Longki mencabut pernyataannya itu yang mengatakan jika Palu sudah baik pasca bencana gempa bumi, tsunami dan lumpur itu yang keluar daerah tidak usah kembali lagi.  “Itu pernyataan yang berbau provokatif, tidak bijak, emosional dan bernada kebencian. Olehnya saya minta Gubernur Longki mencabut pernyataannya itu,”tegas Abdul Kadir Patta.

Sementara itu Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang dimintai tanggapannya terkait pernyataan Gubernur Longki itu, mengatakan sebaiknya sebagai seorang pemimpin lebih bijaklah mengeluarkan penyataan, agar kondisi dan lebih sejuk. Apalagi kondisi psikologis masyarakat pasca gempa, tsunami dan lumpur masih sangat trauma.

 “Mestinya sebagai seorang pemimpin lebih bijaklan mengeluarkan pernyataan. Yang menyejukkanlah,” ujar politisi Partai Golkar itu. Hal yang sama juga dikatakan wakil ketua DPR RI Fadlis Zon. Menurut politisi partai Gerindra itu, sebetulnya dengan eksodusnya sebagian masyarakat dari Palu ke daerah lain, justru membantu dan mengurangi beban pemerintah daerah.

“Karena berbagai macam pertimbangan sehingga mereka eksodus, misalnya tidak mendapatkan pelayanan bantuan, kekurangan air bersih, keamanan tidak terjamin, kesehatan terganggu atau mau menenangkan diri ditempat sanak saudaranya,”tutur Fadli.

Sementara itu salah seorang warga bernama Tamrin menegaskan, mestinya Gubernur Longki Djanggola tidak mengeluarkan statemen yang berpotensi dapat menimbulkan masalah baru. Lagi pula 6 hari pasca gempa bumi, tsunami dan lumpur belum pernah ada pernyataan Gubernur Longki yang melarang masyarakat Pasigala keluar daerah mencari tempat yang aman. Dan juga belum ada pernyataan pemerintah daerah baik provinsi, kota dan Kabupaten yang meminta masyarakat tenang dan menghindari eksodus.

Diketahui saat Gempa bumi, tsunami dan banjir lumpur Jum’at petang (28/9-2018), dengan kekuatan 7,7 skala Rickter (SR) yang kemudian dimutakhirkan oleh BMG 7,4 SR, Gubernur Longki tidak berada di Palu. Tapi dalam perjalanan dari Luwuk Banggai, ke Palu dan mampir bermalam di Ampana setelah melakukan kunjungan kerja mempersiapkan penyeleggaraan TDCC yang akan start dari Luwuk.

“Kami saat gempa bumi, tsunami dan banjir lumpur berada di Luwuk, karena kondisi tidak memungkinkan sehingga Bapak Gubernur bersama rombongan mampir istirahat di Ampana. Dan pada hari Minggu pagi sekitar jam 10:00 wita, kami sudah berada di Palu dan langsung menyemput bapak Presiden yang berkunjung ke Palu pasca gempa bumi, tsunami dan lumpur itu,” aku Karo Huma Pemprov Sulteng Abdul Haris Kariming. (DN/JSMSI/pro)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:06

Tiga Jurkam Jokowi-Ma'ruf Amin Dicokok KPK, Ini Pesan Timses Capres 02

Andre Rosiade selaku Juru Bicara Prabowo-Sandiaga mengaku prihatin atas kasus penangkapan yang menimpa…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:40
Tim Prabowo-Sandi Datangi KPU

Pertanyakan 31 Juta Data Pemilih Misterius

JAKARTA – Tim kampanye pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali mempersoalkan data daftar…

Senin, 15 Oktober 2018 09:17

Seluruh Indonesia, Baru 9.526 Wartawan yang Kompeten

MEDAN-  Sampai saat ini di seluruh Indonesia baru 9.526 wartawan yang dinyatakan kompeten. Oleh…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:13
Berdampak pada Daya Beli Masyarakat

Presiden Pastikan Premium Tidak Naik

BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara soal isu kenaikan harga bahan bakar…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:12

Pemulihan Trauma oleh Polwan

Sementara itu, posko pengungsian di Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Donggala, Sulawesi Tengah, kemarin…

Minggu, 14 Oktober 2018 11:38
Kasus Mantan Bupati Katingan

Setelah Ditahan, Aset Disita

KATINGAN–Penyidik Polda Kalteng sudah menyita sejumlah aset milik mantan Bupati Katingan Ahmad…

Minggu, 14 Oktober 2018 11:37

Setiap Manusia Punya Ujian

Ruang perpustakaan Lapas Klas II-A Kediri jadi saksi bisu ijab kabul Ismail dan Ulfa digelar. Suasana…

Minggu, 14 Oktober 2018 11:36

F8 Semakin Meriah

MAKASSAR–Event bertajuk Makassar International Eight Festival and Forum (F8) semakin meriah. Tahun…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:07
Peluang Aktivitas di Lembaga Pendidikan Tetap Ada

Kandidat Tidak Dilarang Beri Kuliah Umum

JAKARTA – Peringatan agar peserta pemilu lebih berhati-hati di lokasi terlarang kampanye tidak…

Sabtu, 13 Oktober 2018 10:20

Letoy, "Main" Cuma Dibasahi Doang, Terpaksa Mandiri, Akhirnya Minta Cerai

Donwori membuat kehidupan Karin menjadi resah. Lelaki yang sudah berjanji sehidup semati bersama wanita…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .