MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 03 Oktober 2018 09:26
Vegetarian= Jaga Tubuh, Jaga Bumi
Sayur-mayur salah satu menu utama kalangan vegetarian yang mudah ditemukan.

PROKAL.CO, Anda adalah apa yang Anda makan. Ungkapan itu menjadi tren seiring makin tingginya kepedulian gaya hidup sehat yang salah satunya ditentukan pola makan. Tidak mengonsumsi daging hewan dan produk turunan dipercaya membuat tubuh lebih fit, fresh dan awet muda. Benarkah demikian?

MEMBUNUH waktu tunggu hidangan makan siang, Herman Suwito mulai menatap layar gawai dalam genggamannya. Matanya cekatan mengikuti tiap gerakan jemari yang menari di atas layar ponselnya. Rupanya, foto yang dia unggah dua hari lalu di Facebook mendapat banyak komentar.

Usia selalu jadi perbincangan menarik kala itu. “Mereka tak percaya jika usia saya sudah 41 tahun,” ujarnya, kemudian menyimpulkan senyum, Rabu pekan lalu. Jika tak punya janji temu dengan pelanggan, pengusaha mebel itu biasanya menyempatkan diri santap siang di Fortunate Coffee, kafe khusus vegetarian dan vegan di area Buddhist Center, Jalan DI Panjaitan, Samarinda Utara.

Abban sapaan karibnya, memesan beberapa menu. Nasi tumis sayur kangkung dengan tumpukan jamur goreng di atasnya, sup sayur dan lalapan dengan potongan tempe serta tahu yang diolah sedemikian rupa sehingga menyerupai daging. “Yang pertama kali ke sini (Fortunate Coffee) pasti tak sadar jika itu hanya tahu, bukan daging,” ucap pria kelahiran Samarinda, September 1977 itu.

Sambil menunggu hidangan yang dipesan, Abban mulai bercerita mengenai kisahnya menjadi nabatiwan. Menurutnya, menjadi vegetarian ataupun vegan itu pilihan. Dan sejak kecil kedua orangtuanya sudah mendidik demikian. “Alasan utama saya ialah kasih terhadap binatang,” katanya.

Tentu jalan menuju nabatiwan tak mudah, Abban pun awalnya harus belajar dengan membiasakan diri. Dimulai tahun 80-an saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar. Namun ketika itu belum sempurna. Seminggu hanya beberapa kali dia menyantap hidangan dari sayur-sayuran, tahu atau tempe serta kacang-kacangan dan selebihnya tentu daging. Belasan tahun kemudian tepatnya usia 19 tahun, Abban menjadi vegetarian sepenuhnya.

Tanpa nada menggurui dia lalu menjelaskan, dalam dunia nabatiwan setidaknya ada beberapa tahapan sebelum menjadi vegan sepenuhnya. Dimulai semi vegetarian, yang hanya menyantap daging sewaktu-waktu. Lalu ada lacto vegetarian yang tak mengonsumsi daging tapi masih masih permisif dengan telur dan susu. Kemudian ovo vegetarian yang juga menolak mengonsumsi daging serta susu dan turunannya namun masih mau memakan telur. “Sudah beberapa tahun ini saya menjadi vegan. Bahkan saya sempat mencoba menjadi raw foodist selama seminggu. Tapi enggak kuat,” akunya kemudian terkekeh. Disebut makanan semakin sehat bila tak banyak lalui proses memasak. “Jadi vegan dan vegetarian itu berbeda.”

Jika dihitung sejak SD, maka Abban sudah menjadi vegetarian selama 30 tahun lebih. Namun dia baru benar-benar serius setelah lulus pendidikan menengah atas atau sejak 22 tahun lalu.

Dia berpendapat selain kasih terhadap binatang atau perlindungan terhadap hewan, sebagian besar vegetarian ataupun vegan memiliki alasan senada menjalani hidup tanpa protein hewani, yakni kesehatan dan perubahan iklim. “Tiga dalil itu yang biasanya menjadi fondasi nabatiwan,” terangnya.

Meningkatnya jumlah pengikut veganisme tak lepas dari adanya pemikiran daging maupun produk olahan semacam bacon dan ham dapat menyebabkan kanker. Faktor media sosial dan kalangan selebritas yang turut menjalankan aktivitas ini juga mendorong naiknya populasi nabatiwan. Melonjaknya popularitas vegetarian sebetulnya sudah diprediksi oleh perusahaan konsultan makanan serta restoran asal New York, Baum + Whiteman dalam laporannya, Food & Beverage Forecast. Dalam situs resminya pakar makanan tersebut menjelaskan dengan rinci alasan panganan dari nabati jadi tren hidup sepanjang 2018.
“Tahun 90-an bahkan jarang orang yang sadar dengan jalan sehat dari vegetarian,” sebutnya.

Peningkatan tersebut berbanding lurus dengan restoran yang menyajikan santapan vegetarian. Oktober tahun lalu situs web perjalanan Oliver's Travels telah merilis data negara di dunia yang ramah bagi para vegetarian dan Indonesia berada pada posisi 16 negara yang ramah vegetarian kalahkan Negeri Paman Sam.
“Di Samarinda sendiri restoran yang menyajikan menu vegetarian ada di Ong Palace, Jalan P Irian lainnya ada di Jalan DI Panjaitan, Jalan Nuri dan Jalan Panglima Batur,” sebutnya.

Kata dia, puluhan tahun jalani hidup vegetarian rasa sukanya terhadap daging sudah mati. Bahkan saat kawannya memakan daging, dia justru merasa iba. Namun semua itu, tergantung dengan niat. Siapa pun yang hendak sehat tentu tahu harus berjalan ke mana. “Justru protein tertinggi berasal dari nabati yakni tempe bukan dari daging,” tuturnya.

Ada anggapan bahwa kekurangan protein hewani kulit menjadi kusam, otot lemas dan proses penyembuhan luka menjadi sukar. Abban membantah anggapan tersebut. Sebab selama puluhan tahun menjalani hidup vegetarian, dia tak pernah mengalami hal itu. “Metabolisme tubuh justru lebih maksimal dan jauh lebih sehat. Awet muda itu hanya bonus,” katanya kemudian menambahkan, bahkan artis Indonesia seperti Sophia Latjuba juga sudah menjadi vegetarian. “Makanan memang sehat. Tapi ingat tetap harus olahraga.”

 Jika tertarik menjadi vegetarian, lanjutnya, beberapa langkah bisa dicoba. Misalnya, dengan strategi waktu. Pukul 12 malam hingga 6 pagi tak menyentuh daging jika terlalu gampang bisa menambahnya. “Begitu seterusnya hingga 24 jam tak menyentuh daging,” tambahnya.

Atau bisa mencoba metode, enggan memakan hewan berkaki empat, jika sudah mampu bisa melanjutkan ke kaki dua, kemudian sea food hingga tak mengonsumsi makanan dari semua jenis hewan. “Pasti bisa karena membiasakan,” tegasnya.

Dia menambahkan, keluarga di rumahnya tentu tertarik menjadi vegetarian. Sang istri dua tahun terakhir tak lagi mengonsumsi daging. Dua anaknya pun demikian, walaupun masih dalam tahap proses belajar. “Coba yang gampang dulu, tempe dan tahu. Itu murah dan bisa didapat di mana saja,” sebutnya.

Selain Abban, yang sedang kegandrungan pola hidup vegetarian ialah Ruth Manulang. Karyawati perusahaan itu sudah tiga tahun lebih tak memakan daging hewan berkaki dua-empat, namun terkadang masih mengonsumsi ikan. “Itu masuk dalam kategori vegetarian pesco,” katanya.

Menurutnya membeli dan memakan daging hewan seperti sapi, kambing ataupun ayam sama saja ikut menjadi pembunuh. “Semua hewan berhak hidup,” terangnya.

Empat tahun berlalu, dia merasakan perkembangan yang luar biasa terhadap pola hidup vegetarian. Sekarang pengikutnya makin bertambah, bahkan dari kalangan artis. “Kesehatan dan awet muda adalah magnetnya,” tuturnya.

Ruth pun sadar benar jika sapi, kambing dan ayam menyediakan vitamin B12 dan protein hewani yang sangat diperlukan oleh tubuh. Namun para nabatiwan bisa dapatkan itu dari soya, suplemen B12, tahu, tempe, kacang-kacangan dan lain-lain. “Jadi sumbernya banyak,” katanya kemudian menambahkan, tak mengonsumsi daging sapi, ayam dan kambing serta binatang lainnya punya dampak baik bagi tubuh. Jauh lebih sehat dan bersih. “Badan saya bukan kuburan bagi hewan yang menderita di rumah jagal,” tegasnya.

GENCAR MENYEBAR

Jauh sebelum Abban dan Ruth, sosok terkenal yang memutuskan jadi vegan ialah Morrissey, solois cum dedengkot The Smiths. Morrissey merupakan vegan garis keras. Dia menolak makan daging karena percaya hal itu merupakan bentuk eksploitasi terhadap hewan. Menurutnya, memakan daging adalah kejahatan yang tak bisa ditolerir. Untuk perkara ini, Morrissey bahkan menamai album kedua The Smiths dengan Meat is Murder.

Secara umum, motif utama orang-orang menjadi vegan, seperti dicatat The Guardian, adalah adanya laporan PBB pada 2006 lalu berjudul Livestock’s Long Shadow. Dalam laporan itu disebutkan, sektor peternakan digambarkan sebagai salah satu penyebab degradasi lingkungan baik secara lokal maupun global.

Empat tahun kemudian, PBB kembali mengeluarkan laporan yang memperingatkan konsumsi daging dan susu diperkirakan mencapai angka 9,1 miliar pada 2050 mendatang. Kedua laporan tersebut membuat para vegan berpendapat pergeseran pola makan perlu diupayakan agar dapat menyelamatkan dunia dari bencana iklim dan kekurangan pangan.

Tak hanya itu, menurut laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) berjudul Livestcok’s Long Shadow, yang dipublikasi 29 November 2006, 18 persen pemanasan global yang terjadi kini “berkat” peran seluruh industri peternakan di dunia.

Angka ini lebih besar dari pemanasan akibat seluruh (jenis) transportasi di dunia yang hanya 13 persen. Aktivitas di sektor peternakan juga menyumbang 9 persen gas karbon dioksida, 65 persen nitro oksida, dan 37 persen gas metana.

Gas nitro oksida—dihasilkan oleh kotoran ternak—296 kali lebih berpotensi menimbulkan gas rumah kaca ketimbang CO2. Gambaran ini belum termasuk kontribusinya pada polusi tanah dan air. Riset ini dilakukan oleh Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago berkesimpulan, dengan mengganti pola makan hewani menjadi vegetarian, 50 persen lebih efektif mencegah global warming daripada mengganti mobil SUV dengan mobil hibrida. Menjadi vegetarian jalan pasti menjaga kelangsungan bumi.

Dari segi makanan, produk olahan vegan semakin mudah dijumpai di toko-toko dan restoran. Pada 2017, Pizza Express mengeluarkan varian pizza vegan berbalut mozzarella di menunya. Lalu, Ben and Jerry’s memperkenalkan es krim tanpa bahan susu. Kemudian di Los Angeles, ada Beyond Meat yang memproduksi burger vegan, Beyond Burger. Produsen makanan ini bahkan didanai oleh Bill Gates (penggawa Microsoft) hingga Biz Stone dan Evan Williams (pendiri Twitter). Gencarnya kampanye gerakan ini turut disumbang dengan film mengenai vegan seperti Cowspiracy: The Sustainability Secret (2014)Forks over Knives(2011), hingga What the Health (2017).

Sementara di Indonesia perkembangan komunitas vegetarian maupun vegan cukup pesat, berdiri pada 1998 Indonesia Vegetarian Society (IVS) mencatat ada 5.000 yang mendaftar sebagai anggota vegetarian. Satu dekade kemudian jumlah tersebut bertambah menjadi puluhan ribu, dimulai dari angka 60 ribu pada 2007.  Diperkirakan jumlah anggotanya makin bertambah.

Sementara itu, IVS Kaltim mencatat jumlah vegetarian di Kota Tepian mencapai 10 ribu orang. Sedangkan, di Kaltim 20 ribu orang telah menjadi vegetarian. Dari data yang dihimpun Tim Survei Kaltim Post, sebanyak 79,49 persen masyarakat menjawab tertarik jalani hidup sebagai vegetarian, sementara sisanya 20,51 persen menjawab tidak.

Tak hanya itu, gebyar vegan hadir lewat acara tahunan seperti Festival Kue Bulan (Mooncake Festival) 22 September lalu. Agenda tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi  tentang gaya hidup sehat dengan pola makan vegan. Tak hanya itu, lewat media sosial seperti Instagram, unggahan tentang vegan juga menyebar luas. Tinggal tik #veganindonesia dan 21 ribu lebih posting-an mengenai gaya hidup vegan bisa dinikmati. (tim kp)

TIM LIPUTAN

  • YUDA ALMERIO PRATAMA LEBANG
  • MUHAMMAD RIFQI HIDAYATULLAH

EDITOR

  • ISMET RIFANI
  • FAROQ ZAMZAMI
loading...

BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 08:41

Ada Mafia Tanah di IMTN

Sindikat mafia tanah menyasar Balikpapan bagian utara. Mufakat jahat melibatkan…

Senin, 10 Desember 2018 08:34

Bisa Dibatalkan di Pengadilan

TAKTIK berbekal IMTN, Sudarman lolos mengantongi sertifikat dari BPN Balikpapan.…

Senin, 10 Desember 2018 08:19

“Pemainnya Itu-Itu Saja”

SEGEL yang merupakan dokumen dasar dalam penerbitan IMTN menjadi muara…

Senin, 10 Desember 2018 08:15

Tanah Kosong Paling Banyak Diincar

BALIKPAPAN menjadi kota dengan kasus sengketa tanah tertinggi di Kaltim. Kemajuan Kota…

Jumat, 07 Desember 2018 08:25

Sektor Swasta Lebih Akomodatif

KELUHAN penyandang difabel di Kaltim ternyata sudah lama menjadi sorotan…

Senin, 26 November 2018 08:26

Ngos-ngosan Oemar Bakri Mengejar Sejahtera

Dua puluh lima November, kemarin, diperingati sebagai Hari Guru. Jadi…

Senin, 26 November 2018 08:20

Gaji Ratusan Ribu bagi Penentu Wajah Pendidikan

NASIB guru honorer di Kaltim memerlukan perhatian pemerintah. Terutama, masalah…

Senin, 26 November 2018 08:19

Wajah Pendidikan Indonesia

INDONESIA harus kerja keras demi meningkatkan taraf pendidikan. Hingga saat…

Jumat, 16 November 2018 08:25

Ada Data di Balik Duka

Dari ribuan jenis pekerjaan di muka bumi, apa yang dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .