MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 03 Oktober 2018 09:21
Pedang Bermata Dua
HIDUP SEHAT: Fortunate Coffee, kafe khusus vegetarian di area Buddhist Center, Samarinda. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, MESKI diklaim membuat tubuh fit, fresh dan awet muda, menjalani hidup sebagai vegetarian lebih tak selamanya mendapatkan jaminan sehat.

Mengapa demikian? Ada sejumlah ahli medis menyebut, banyak kandungan dalam protein hewani yang dibutuhkan oleh tubuh lenyap.

Seperti dikatakan Harriet Hall dalam Vegan Betrayal: The Myth vs The Realities of Plants-Only Diet yang dipublikasikan Science Based Medicine dengan merujuk pada buku Mara Kahn, Vegan Betrayal: Love, Lies, and Hunger in a Plants-Only World (2016). Ia mengungkapkan, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa gaya hidup vegan mengurangi banyak nutrisi, yodium, zat besi, vitamin A, D, B12, protein, hingga asam lemak omega.

“Semuanya memang harus sesuai kebutuhan tubuh,” ucap Indrawati, medikus ahli gizi dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie saat ditanya soal plus menjadi vegetarian’

Menurutnya, jika hendak jalani hidup sebagai nabatiwan maka ada baiknya berkonsultasi dengan ahli gizi terlebih dahulu. Sebab, ada banyak asupan vitamin dan protein yang menghilang bersamaan dengan lenyapnya keinginan memakan daging hewan.

Padahal, protein hewani begitu penting bagi tubuh. Jika dibandingkan nabati jumlah proteinnya lebih rendah dibandingkan hewani per ukuran saji (lihat grafis, hal 2). Namun, itu akan berbeda jika keduanya saling berdampingan, gizinya akan sempurna. “Ya, memang keduanya harus saling melengkapi,” tuturnya.

Seturut dengan itu, kekurangan sejumlah vitamin dan protein dari hewani juga bisa mengakibatkan serangan anemia. Dalam Jurnal Gizi Klinik Indonesia: Asupan dan Status Gizi Komunitas Vegetarian di Jogjakarta (2015, hal 148) disebutkan rendahnya beberapa asupan zat gizi antara lain zinc (seng), asam folat, vitamin B12 dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan terjadinya anemia. Ini harus menjadi perhatian bagi pelaku vegetarian dalam menyusun komposisi makanan.

“Tak hanya itu, lantaran zinc erat kaitannya dengan imunitas. Boleh jadi daya tahan tubuh ikut menurun. Bahkan luka lebih lambat sembuh,” tambahnya.

Meski demikian, bukan berarti komunitas vegetarian ataupun vegan tanpa persiapan hadapi hidup tanpa protein hewani, sebab hal tersebut bisa mereka peroleh dari olahan nabati, seperti tempe, yang kadar proteinnya tinggi. “Boleh saja demikian dan itu pilihan yang baik sebab memang kandungannya proteinnya tinggi. Namun, tetap saja beberapa vitamin tak dapat mereka temukan dari nabati. Nah, bisa didapat dari asupan suplemen,” sarannya.

Dia menambahkan, sebenarnya tak ada korelasi yang pasti antara konsumsi nabati bisa mereduksi penyakit jantung. Tetap saja protein hewani dibutuhkan dalam susunan komposisi makanan. Meskipun demikian, lemak jenuh dari protein hewani inilah yang kerap dihubungkan dengan serangan sakit jantung.

“Namun, itu tak selamanya dijadikan acuan, sebab yang punya potensi tinggi berpenyakit jantung ialah mereka yang mengalami obesitas,” pungkasnya. (tim kp)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*