MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 03 Oktober 2018 06:50
Gempa Lombok Pengaruhi Kunjungan Wiswan
TERDAMPAK GEMPA: Turis asal Tiongkok masih menjadi pelanggan favorit wisata Tanah Air. Tampak beberapa wisatawan mendatangi salah satu kelenteng di Manado.(dok/kp)

PROKAL.CO, JAKARTA – Bencana alam yang menimpa Lombok pada Juli lalu turut memengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air. Sepanjang Agustus 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman hanya 1,51 juta orang, alias turun 1,93 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 1,54 juta.

Namun, secara tahunan atau (year on year/yoy) jumlah kunjungan wisman ke RI pada Agustus 2018 mengalami peningkatan 8,44 persen. "Jumlah wisman turun 1,93 persen pada Agustus 2018," kata Kepala BPS Suhariyanto, Senin (1/10).

Lebih lanjut, dari total kunjungan wisman tersebut, sebanyak 66 persen atau 1 juta wisman datang melalui jalur transportasi udara, 224,2 ribu wismqn mMalui transportasi darat dan 16sen atau 281,1 ribu melalui pintu laut.

Penurunan itu, kata Suhariyanto, terjadi karena dampak dari gempa Lombok yang terjadi pada akhir Juli lalu. Seperti di Bandara Ngurah Rai Bali terjadi penurunan 8,37 persen dibanding bulan sebelumnya. "Tapi sebaliknya, ada peningkatan signifikan di Palembang karena Asian Games," terangnya.

Secara tahun kalender (Januari-Agustus), jumlah turis yang menyambangi Tanah Air tercatat sebesar 10,57 juta atau naik 12,30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk itu, dia berharap pemerintah dapat terus mengembangkan daerah-daerah dengan potensi pariwisata yang besar. "Kita masih harus banyak memperkenalkan spot pariwisata yang selama ini belum menjadi tujuan utama," terangnya.

Ditambahkan Suhariyanto, turis asal Tiongkok masih mendominasi daftar wisman terbanyak yang menyambangi Indonesia. "Dilihat dari kebangsaan, masih didominasi lima negara, 14,24 persen wisman berasal dari Tiongkok," ungkapnya. BPS mencatat, turis asal Tiongkok sebanyak 215.159 kunjungan, Malaysia sebesar 13,91 persen atau 210.075 kunjungan, Timor Leste 11,24 persen atau 169.761 kunjungan, Singapura sebesar 10,13 persen atau 152.984 kunjungan, dan Australia 7,62 persen atau 115.127 kunjungan.

"Asia, Asia selain ASEAN, Eropa, Amerika, Oceania naik, Timur Tengah dan Afrika alami penurunan dipengaruhi kalender Islam bukan kalender biasa," jelas dia.

Selain itu, BPS mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel naik 0,71 poin dari sebelumnya 59,30 poin menjadi 60,01 poin. "Ini karena Asian Games dan adanya pelatihan-pelatihan di hotel," tegasnya.

Sementara itu, dia meyakini gempa bumi dan tsunami yang melanda Donggala dan Palu pada Jumat (28/9) lalu tidak akan menimbulkan kenaikan harga barang. Meski bencana tersebut menimbulkan kerusakan fasilitas umum dan menghilangkan pasokan barang yang dibutuhkan masyarakat. "Kalau distribusi bantuannya bagus, semuanya rapi, tidak akan menjadi masalah besar," katanya.

Selain masalah distribusi, Suhariyanto mengatakan kecilnya efek gempa Donggala dan Palu terhadap inflasi terjadi karena BPS tidak mengambil pergerakan harga di daerah tersebut dalam survei harga yang mereka lakukan. "Di Sulawesi Tengah, survei inflasi kami hanya di Palu dan Banggai. Donggala, tidak. Jadi tidak tecermin," katanya. (ndu2/k15)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 07:07

PHI Andalkan Teknologi Drilling

BALIKPAPAN - Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus melakukan inovasi untuk…

Rabu, 23 Januari 2019 07:06

Tahun Politik, BI Jamin Temuan Uang Palsu Turun

SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim bertekad menekan…

Rabu, 23 Januari 2019 07:03

Pengusaha Mamin Keluhkan Masalah Gula Lokal

JAKARTA - Penggunaan gula rafinasi impor untuk industri makanan dan…

Rabu, 23 Januari 2019 07:02

Pemerintah Diminta Benahi Masalah dari Hulu

JAKARTA - Pemerintah masih terus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan…

Selasa, 22 Januari 2019 06:53

Kenaikan Harga Diklaim Wajar

BALIKPAPAN - Otoritas bandara berencana mengajukan perubahan tarif batas atas…

Selasa, 22 Januari 2019 06:47

Produksi Udang Windu Dituntut Meningkat

SAMARINDA - Udang windu Kaltim saat ini menjadi andalan Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 06:45

Perjuangkan Bea Masuk Ekspor Perhiasan 0 Persen

JAKARTA – Industri perhiasan masih menjadi salah satu andalan untuk…

Selasa, 22 Januari 2019 06:41

Inka Ekspor Gerbong ke Bangladesh

SURABAYA – Kebutuhan sarana transportasi kereta di berbagai negara masih…

Selasa, 22 Januari 2019 06:40

2020, Target Kirim 30,3 Juta Ton Batu Bara

PALEMBANG - PT Bukit Asam (BA) Tbk terus meningkatkan pengiriman…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

PGN Optimistis Capai 244.043 Pelanggan

JAKARTA - Setelah resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Pertamina…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*