MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 30 September 2018 11:47
Protein Bantu Membentuk Otot
PULIHKAN STAMINA: Setelah berolahraga yang melibatkan aktivitas otot membantu Anda memperbaiki otot yang rusak dan membentuk otot.

PROKAL.CO, TUBUH yang kuat dan sehat tentunya adalah dambaan setiap orang, demikian pula dengan memiliki otot yang kuat dan indah dipandang. Namun, untuk memiliki itu semua, ada proses yang ditempuh dan diimbangi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Menurut Eddy Calter, personal trainer dari Rai Fitness Samarinda, tubuh sangat memerlukan protein untuk pembentukan atau perbaikan otot rusak. Jika Anda ingin membentuk otot, wajib mengonsumsi protein.

“Ada banyak jenis protein yang sangat mudah didapat. Anda bisa makan dada ayam, putih telur, dan bisa juga dibarengi dengan minum susu berprotein,” ucap pria bertubuh kekar tersebut.

Eddy menyarankan untuk mengonsumsi protein terutama setelah berolahraga dengan melibatkan aktivitas otot. Protein tersebut dibutuhkan untuk pemulihan maupun pembentukan otot.

“Mulailah mempertimbangkan asupan kandungan zat yang memang baik dan diperlukan tubuh sesuai dengan porsi dan tujuannya,” tambah dia.

Untuk asupan protein, sambung dia, biasanya yang dibutuhkan yaitu 0,8–2 gram per kilogram berat badan masing-masing orang. Namun yang perlu diingat, semua yang berlebihan akan berdampak tidak baik, begitu pula dengan protein.

Eddy mengatakan, mengonsumsi protein secara berlebihan, apalagi disertai pembatasan konsumsi karbohidrat dapat menyebabkan penumpukan keton atau asam yang dibuat ketika tubuh mulai menggunakan lemak, bukan karbohidrat untuk menghasilkan energi, sehingga dapat membahayakan ginjal.

Selain itu, tubuh bisa menghasilkan limbah bernama ammonia ketika memecah protein. Oleh hati, amonia diubah menjadi zat kimia yang disebut urea. Sejatinya urea akan terbuang melalui urine, namun pada kondisi kesehatan tertentu seperti gagal ginjal atau hati, tubuh tidak dapat membuang urea. “Hal tersebut dapat berdampak fatal seperti kelelahan ekstrem hingga koma bahkan kematian,” pungkasnya. (*/iks/*/ni/k8)


BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 12:14

Nasi Bakar, Paduan Bumbu dan Lauk Eksotis

PADA umumnya nasi bakar adalah nasi berbumbu santan seperti nasi…

Minggu, 24 Maret 2019 12:13

Kuotie dan Swekiau, Garing dan Lembut

MERUPAKAN dua hidangan yang memiliki bahan sama namun proses masak…

Minggu, 24 Maret 2019 12:12

Sensasi Sambal Tempoyak Bikin Ketagihan

SEPERTI judulnya, bahan baku utama adalah sambal tempoyak. Olahan yang…

Minggu, 24 Maret 2019 12:08

Harus Tahu Watak Klien

MERINTIS usaha outbound training belasan tahun silam membuat Fitri Susilowati…

Minggu, 24 Maret 2019 12:06

Tak Sekadar Bisnis, Berikan Edukasi

Demi mencapai keberhasilan, pebisnis memiliki cara masing-masing. Paling penting, berani…

Minggu, 24 Maret 2019 12:04

Wajib Berikan Pengarahan pada Tim

SAAT masih awal merintis, Fitri Susilowati memiliki sepuluh orang yang…

Kamis, 21 Maret 2019 22:04

Ini Manfaat Air Rebusan Daun Serai

Serai atau lebih dikenal dengan sereh, sering digunakan sebagai bumbu…

Selasa, 19 Maret 2019 15:20

Ini Penyebab Mendadak Merinding, Jangan Khawatir....

Setiap orang memang memiliki reaksi fisik yang berbeda-beda ketika dihadapkan…

Minggu, 17 Maret 2019 10:51

Program Hamil Alami Melalui Senam Yoga

SESEGERA mungkin memiliki anak setelah menikah tentu menjadi dambaan semua…

Senin, 11 Maret 2019 10:15

Pelayanan Hingga Ruangan Harus Nyaman

AKTIF di dunia bisnis yang berkaitan dengan kecantikan kuku, sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*