MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 30 September 2018 11:47
Protein Bantu Membentuk Otot
PULIHKAN STAMINA: Setelah berolahraga yang melibatkan aktivitas otot membantu Anda memperbaiki otot yang rusak dan membentuk otot.

PROKAL.CO, TUBUH yang kuat dan sehat tentunya adalah dambaan setiap orang, demikian pula dengan memiliki otot yang kuat dan indah dipandang. Namun, untuk memiliki itu semua, ada proses yang ditempuh dan diimbangi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Menurut Eddy Calter, personal trainer dari Rai Fitness Samarinda, tubuh sangat memerlukan protein untuk pembentukan atau perbaikan otot rusak. Jika Anda ingin membentuk otot, wajib mengonsumsi protein.

“Ada banyak jenis protein yang sangat mudah didapat. Anda bisa makan dada ayam, putih telur, dan bisa juga dibarengi dengan minum susu berprotein,” ucap pria bertubuh kekar tersebut.

Eddy menyarankan untuk mengonsumsi protein terutama setelah berolahraga dengan melibatkan aktivitas otot. Protein tersebut dibutuhkan untuk pemulihan maupun pembentukan otot.

“Mulailah mempertimbangkan asupan kandungan zat yang memang baik dan diperlukan tubuh sesuai dengan porsi dan tujuannya,” tambah dia.

Untuk asupan protein, sambung dia, biasanya yang dibutuhkan yaitu 0,8–2 gram per kilogram berat badan masing-masing orang. Namun yang perlu diingat, semua yang berlebihan akan berdampak tidak baik, begitu pula dengan protein.

Eddy mengatakan, mengonsumsi protein secara berlebihan, apalagi disertai pembatasan konsumsi karbohidrat dapat menyebabkan penumpukan keton atau asam yang dibuat ketika tubuh mulai menggunakan lemak, bukan karbohidrat untuk menghasilkan energi, sehingga dapat membahayakan ginjal.

Selain itu, tubuh bisa menghasilkan limbah bernama ammonia ketika memecah protein. Oleh hati, amonia diubah menjadi zat kimia yang disebut urea. Sejatinya urea akan terbuang melalui urine, namun pada kondisi kesehatan tertentu seperti gagal ginjal atau hati, tubuh tidak dapat membuang urea. “Hal tersebut dapat berdampak fatal seperti kelelahan ekstrem hingga koma bahkan kematian,” pungkasnya. (*/iks/*/ni/k8)


BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 10:27

Selektif Memilih Daycare, Kenali Kegiatan dan Tenaga Pengasuhnya

Dulu penitipan anak dipandang sebagai hal menakutkan bagi sebagian orangtua.…

Senin, 22 Juli 2019 10:25

Tak Hanya Dibesarkan, Anak Perlu Dididik

DALAM mendidik anak, pembentukan karakter jadi perhatian utama. Itu yang…

Senin, 22 Juli 2019 10:21

Grill Kakap, Menu Sehat, Mudah Dibuat

Olahan seafood selalu punya tempat di hati penggemarnya. Termasuk ikan…

Senin, 22 Juli 2019 10:20

Jus Menggoda dan Es Krim Aneka Rasa

SIAPA tidak suka jus buah? Setiap orang punya buah favorit.…

Senin, 22 Juli 2019 10:19

Mau Tahu Cara Bikin Sambal Pete Udang..??

Oleh: Siti Rahma Adewiyah, warga Samarinda   Bahan: 500 gram…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Resep Maknyus, Ayam Betutu

Oleh: Indah Mulyani, warga Tenggarong   Bahan: 1 ekor ayam…

Senin, 15 Juli 2019 11:21

Menjaga Kepercayaan Klien

Usaha yang dirintis semakin berkembang. Klien berdatangan. Menjadi bisnis yang…

Senin, 15 Juli 2019 11:21

Biasa dengan Karakter Klien Beda, Tangani 10 Ribu Tamu

KARAKTER klien yang berbeda sudah biasa dihadapi. Diungkapkan Kritaya Zenaida…

Senin, 15 Juli 2019 11:11

Waspada Tiga Jenis Kutu di Kepala

Ketikalagi asyik mengobrol, tiba-tiba kulit kepala rasanya gatal sekali? Kondisi…

Senin, 15 Juli 2019 11:09

Mitos Membasmi Kutu, Dari Santan Basi hingga Kapur Barus

SELAIN mengganggu kenyamanan saat beraktivitas, rasa gatal berlebih akibat kutu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*