MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Sabtu, 29 September 2018 01:39
Harga Sewa Terlalu Mahal, Investor Mundur Kelola Pabrik Rumput Laut
Pabrik rumput laut yang sudah dibangun belum dapat digunakan oleh petani-petani yang berada di sekitar wilayah Pantai Amal.

PROKAL.CO, TARAKAN –  Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan terus berupaya memfungsikan pabrik pengolahan rumput laut yang berada di Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur.  

Itu dilakukan agar menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah Kota Tarakan. Menurut Kepala Bidang Perikanan DPPP Tarakan, Husna Ersant Dirgantara, setelah selesai dibangun pada 2016 lalu, pabrik tersebut belum difungsikan, karena mundurnya sejumlah investor yang ingin bekerja sama mengelolanya. Keengganan mereka terkait nilai kontrak yang terlalu mahal.

Pemkot Tarakan sendiri menawarkan kerja sama dengan investor untuk pemanfaatan pabrik tersebut dengan sistem sewa. Nilai kontraknya disebutkan Ersant, mencapai ratusan juta per tahun.

“Berdasarkan peraturan daerah dan Peraturan Menteri Keuangan, untuk pengelolaan pabrik rumput laut ini kan sekitar Rp 867 juta per tahun. Nah, ini dari beberapa investor yang ada itu mereka anggap terlalu tinggi, karena harga bahan baku di Tarakan ini cukup tinggi. Sekarang di level Rp 15 ribu. Ini yang mereka hitung-hitungan enggak masuk kalau sewa segitu,” bebernya saat ditemui media ini, Rabu (26/9).

Kendala inilah yang coba dicarikan solusinya oleh DPPP Tarakan agar pabrik tersebut dapat beroperasi, sekaligus memberikan pendapatan bagi Pemkot Tarakan. Pihaknya sedang mempelajari aturan yang ada, sambil mengundang lagi investor untuk melirik pabrik tersebut.

“Rencana besok (kemarin) ada teman dari Jakarta datang. Nanti saya ajak ke sana, nanti dia lihat juga kondisi isinya, apakah mereka mampu dengan harga sekian,” ujarnya.

Sebelumnya, beberapa pengusaha hanya mampu memberikan penawaran dengan harga di bawah Rp 300 juta per tahun. Sepengetahuannya, selama ini sudah ada tujuh investor yang berminat, namun mundur karena persoalan harga sewa yang tidak cocok. Sementara, harga bahan baku juga cukup tinggi.   

Saat ini, menurut Ersant, harga jual rumput laut mencapai Rp 15 ribu per kilogram. Harga tersebut sudah di atas daerah lain seperti Makassar dan Waingapu yang hanya Rp 11 ribu per kilogram.

Terlepas persoalan tersebut, dukungan masyarakat setempat diakui Ersant sangat antusias terhadap pengoperasian pabrik rumput laut. Yang terpenting bagi masyarakat adalah penyesuaian harga. Karena harga rumput laut sempat drop dari Rp 17 ribu per kilogram menjadi Rp 7 ribu per kilogram. (mrs/fen/rsh)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Juni 2019 12:11

Tambak dan Hutan Adat Sulit Diverifikasi

TANJUNG SELOR – Ada 10 surat keputusan (SK) perhutanan sosial…

Minggu, 16 Juni 2019 12:08

Instansi Mana yang Paling Banyak Butuh Pegawai di Kaltara? Cek Ini

TANJUNG SELOR – Menukil data Biro Organisasi Setprov Kaltara, ada…

Kamis, 30 Mei 2019 12:51

Petani Rumput Laut Kerap Melanggar, Ini yang Dilakukan DKP

TANJUNG SELOR–Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara (Kaltara) terus…

Kamis, 30 Mei 2019 12:50

Gubernur Minta Awasi Pola Makan Anak

SEBATIK–Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengimbau masyarakat agar memanfaatkan maksimal…

Kamis, 30 Mei 2019 12:49

Layani Pembeli Pakai Drum, Petugas SPBU Dipecat!

Peringatan diberikan bagi oknum petugas nakal yang kerap “membantu” mengisi…

Kamis, 30 Mei 2019 12:48

Dua Tahun Rusak, Pelabuhan Tak Disentuh Perbaikan

TANJUNG SELOR– Kerusakan di Pelabuhan Feri Ancam, Kecamatan Sekatak, sejak…

Kamis, 30 Mei 2019 12:45

Dipastikan Penumpang Tak Bertambah

NUNUKAN–PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Nunukan memastikan Jumat (31/5)…

Kamis, 30 Mei 2019 12:45

LEBIH CEPAT..!! Di Kabupaten Ini Besok ASN Mulai Cuti Bersama

NUNUKAN–Cuti bersama aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten…

Rabu, 15 Mei 2019 11:29

WARGA BUNYU DEMO..!! Minta Pemadaman Bergilir Berakhir

TANJUNG SELOR–Kekecewaan warga Pulau Bunyu, Bulungan, terhadap pemadaman listrik bergilir…

Senin, 13 Mei 2019 12:17

WADUH..!! Hulu Diguyur Hujan, 5 Desa di Tanjung Palas Timur Terendam

Hujan yang mengguyur wilayah hulu Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara sejak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*