MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 26 September 2018 12:47
PSSI Bentuk Tim Investigasi, APPI Minta Suporter Membuat Nota Damai
Penundaan Liga tanpa Batas Waktu
Edy Rahmayadi

PROKAL.CO, JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya secara resmi menunda kompetisi Liga 1. Penundaan tersebut merupakan buntut tewasnya suporter Persija Jakarta Haringga Sirila yang dikeroyok suporter Persib Bandung pada Minggu (23/9). Penundaan itu pun tanpa batas waktu karena kasus tersebut masih diinvestigasi lebih lanjut sebelum sanksi dikeluarkan.

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menyampaikan keputusan itu di Hotel Borobudur tadi malam. Gubernur Sumatera Utara tersebut menegaskan, penundaan dilakukan karena pihaknya akan menindaklanjuti kasus pengeroyokan Haringga. Menurut dia, banyak kejanggalan dalam kasus itu.

Kejanggalan pertama, peristiwa tersebut terjadi di luar pagar Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Lokasi itu seharusnya menjadi salah satu prioritas pihak keamanan. Dia juga mempertanyakan alasan pertandingan tetap berlangsung pada pukul 16.00, padahal ada pengeroyokan sadis di luar stadion tepat tiga jam sebelumnya. ”Penundaan ini juga bentuk keprihatinan kami, rasa belasungkawa kepada almarhum (Haringga, Red),” katanya.

Dia meminta masyarakat untuk tenang. PSSI, PT Liga Indonesia Baru sebagai operator Liga 1, dan 18 kontestan segera membahas masalah tersebut. Edy menyatakan sudah membentuk tim investigasi yang terdiri atas anggota executive committee (exco) dan beberapa bidang di PSSI. Tim tersebut akan bekerja, kemudian memberikan rekomendasi terkait dengan sanksi atau hukuman yang tegas atas tindakan brutal itu.

”Itu memang harus dihukum berat. Tapi, diagnosisnya harus pas. Jangan sampai nanti karena tergesa-gesa mengeluarkan keputusan, kejadian serupa akan terjadi berulang-ulang,” tuturnya.

Soal hukuman kepada Persib Bandung, Edy menyerahkannya kepada Komisi Disiplin PSSI. Pihaknya hanya bisa memberikan rekomendasi dari tim investigasi yang dibentuk. ”Karena itu, biarkan tim investigasi bekerja agar benar ketahuan masalahnya apa,” paparnya.

Mengenai pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang meminta penghentian liga selama dua pekan, pria 57 tahun tersebut tidak mempersoalkannya. Justru, menurut Edy, yang dilakukan Imam itu memang wewenang menteri. ”Tapi, jangan turun di saat ada pelanggaran saja. Itu namanya algojo,” ungkapnya. ”Batas waktu juga harus profesional. Bila perlu, dibubarkan kalau merusak generasi bangsa ini,” lanjutnya.

Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengatakan, tim investigasi membutuhkan waktu setidaknya 3–5 hari untuk bisa memberikan rekomendasi kepada komdis. ”Karena itu, kami butuh investigasi lebih lanjut. Lantas, kami biasanya memberikan rekomendasi kepada komdis ketika hal tersebut tuntas,” ucapnya.

Mengenai kompetisi yang ditunda sehingga pasti berdampak pada keikutsertaan klub Indonesia dalam ajang Liga Champions AFC dan Piala AFC musim depan, pria yang akrab disapa Jokdri itu menyatakan tidak masalah. Sebab, penundaan yang dilakukan oleh PSSI merupakan hasil komunikasi dengan FIFA dan AFC.

FIFA dan AFC, menurut Joko, meminta PSSI melakukan aksi cepat dan serius untuk menyelesaikan kasus tewasnya suporter Persija di kandang Persib tersebut. Karena itulah, dia yakin bahwa tim-tim dari Indonesia masih bisa ikut serta di dua ajang tersebut musim depan. ”Timnas Indonesia di Piala AFF juga tidak terganggu. Sejauh ini, persiapannya masih on the track,” terangnya.

Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi bersama Ketua BOPI Richard Sam Bera juga mengeluarkan pernyataan yang menanggapi kematian Haringga. Di kantor Menpora, Imam menjelaskan bahwa pemerintah mengambil langkah menghentikan sementara kompetisi di Indonesia selama dua minggu.

Imam meminta PSSI dan PT LIB melakukan upaya luar biasa, tegas, dan berani. Tidak hanya menjatuhkan sanksi-sanksi yang berbentuk denda. Harus memberikan hukuman yang konkret kepada siapa pun. Dia tidak ingin persatuan nasional yang sudah terbentuk melalui laga-laga timnas dari berbagai usia terpecah. ”Saya tidak ingin semua ini tercoreng hanya gara-gara kompetisi sepak bola Indonesia yang belum bermartabat dan profesional,” jelasnya.

Selain itu, Imam meminta PSSI untuk mengedukasi klub dan suporter fanatiknya. Dia berharap ada simbiosis mutualisme antara federasi, klub, dan suporter. Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut meminta masyarakat tidak menonton dan berhenti menyebarkan video penganiayaan suporter yang viral itu.

Hal senada dikatakan oleh Richard. Dia sudah menyampaikan laporan yang terkait dengan masalah tersebut kepada Kemenpora. Tambahan penundaan seminggu untuk kompetisi merupakan salah satu hasil pertemuannya dengan Imam. ”Beliau meminta diperpanjang. Pertimbangannya, untuk proses introspeksi,” tuturnya.

Richard mengapresiasi upaya Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) yang mogok bertanding. ”Berarti, kita memiliki concern dan perasaan yang sama. Niatnya, supaya semua bisa berjalan lebih baik ke depan,” tutur dia. APPI juga sepaham dengan Menpora. Dalam konferensi pers di Hotel Century, perwakilan pemain hampir seluruh klub Liga 1 hadir. Pemain-pemain tersebut sepakat menunda kompetisi Liga 1 pekan ke-24 untuk menghormati Haringga dan introspeksi agar kejadian seperti itu tidak terulang.

Sekjen APPI Ponaryo Astaman mengatakan, berdasar rapat perwakilan pemain dari klub-klub Liga 1, tercapai enam kesepakatan. Yang paling penting di antara enam kesepakatan itu, selain kompetisi Liga 1 dihentikan sementara, suporter seluruh klub di Indonesia diminta untuk membuat nota damai. Hal tersebut dimaksudkan agar peristiwa yang dialami Haringga benar-benar menjadi yang terakhir di sepak bola Indonesia.

Suporter, menurut Ponaryo, bukan sebatas penonton di tribun. Suporter juga punya tanggung jawab atas kelangsungan sepak bola di Indonesia. ”Ini pesan yang kami ingin sampaikan ke suporter. Sekarang waktunya kami menuntut kepada mereka, bisa tidak mereka membuat nota damai? Karena bergantung itu kelangsungan sepak bola Indonesia,” ucap dia.

Presiden Joko Widodo ikut angkat bicara soal kasus meninggalnya suporter sepak bola yang terus berulang. Dia sudah meminta Kemenpora untuk duduk bersama dengan PSSI dan kelompok suporter.

”Agar kejadian ini tidak terulang lagi. Ini sudah bolak-balik ada lagi,” ujarnya di sela-sela membuka Pekan Purnabakti Indonesia di Balai Kartini, Jakarta, kemarin. Menurut dia, perlu ada komitmen bersama antara semua kelompok suporter, PSSI selaku induk olahraga, dan pemerintah agar tidak terjadi lagi peristiwa seperti itu. (rid/han/far/c11/tom)

 


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 12:47

Soal HAM, Prabowo dan Jokowi 11-12

JAKARTA - Partai Demokrat menyatakan Prabowo Subianto belum tentu lebih…

Selasa, 11 Desember 2018 12:22

Awas Kasus e-KTP DANGER!

JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai kasus-kasus yang terkait dengan KTP…

Minggu, 09 Desember 2018 11:09

Banyuwangi Dinilai Paling Inovatif

BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan sebagai…

Minggu, 09 Desember 2018 11:08

Rencana Menikah Tinggal Kenangan

Tak pernah terbersit di benak keluarga, Muhammad Agus alias Aso…

Minggu, 09 Desember 2018 11:01

Bantuan Parpol Bisa Tembus Rp 9 Triliun

JAKARTA – Wacana agar negara berkontribusi lebih besar dalam pendanaan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:01

Hujan dan Angin Kencang sampai Besok

JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Jawa…

Minggu, 09 Desember 2018 10:59

Video Call sebelum Tidur

Kesibukan menjadi kepala negara, ditambah anak-anaknya yang tengah fokus membangun…

Minggu, 09 Desember 2018 10:57

Setahun Lebih Tersangka, Eks Kabid Ditahan KPK

JAKARTA – Setelah setahun lebih berstatus tersangka, mantan Kepala Bidang…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Elektabilitas Jokowi Stagnan, Ma'ruf Amin yang Disalahkan

JAKARTA- Diberitakan JawaPos.com, menjelang hari pemilihan pada Pilpres 2019, dua…

Jumat, 07 Desember 2018 08:36

NGERI..!! Kelompok Begal "Ero-Ero" Rekrut Pelajar

MAKASSAR- Kecanduan narkoba dan tergabung dalam kelompok begal sadis. Rieynandi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .