MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 26 September 2018 08:13
Semangat NKRI Adang Narkoba di Batas Negara

PROKAL.CO, Peredaran narkoba dipastikan terkoordinir rapi. Pengedar, penjual, kurir sampai bandar, tak saling kenal. Bertemu secara langsung pun, jarang mereka lakukan. Peran serta masyarakat paling penting dalam membantu pengungkapan oleh prajurit TNI bekerja sama dengan petugas gabungan di perbatasan.

LUASNYA wilayah Nunukan, Kalimantan Utara kurang lebih 14.247,50 kilometer persegi (data pusat badan statistik Nunukan). Jalur laut dan darat terhampar 500 kilometer yang bersebelahan dengan Sabah. Pulau Sebatik, yang dimiliki Indonesia dan Malaysia, turut menyediakan banyak rute gelap.

Meskipun dijaga berbagai kesatuan, para penyelundup terus menerobos sempadan kedua negara. Dari 18 patok perbatasan pulau yang dihuni hampir 50 ribu penduduk Nunukan itu, narkotika masuk lewat banyak celah.

Jumlah total penduduk di Kabupaten Nunukan kurang lebih 150 ribu jiwa. Prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 0911/Nnk ada 250 orang. Lalu petugas pengamanan perbatasan (Pamtas) ada 500-an orang yang setiap sembilan bulan berganti. Ditambah personel dari TNI Angkatan Laut, Angkatan Udara, Polri hingga instansi terkait lainnya, total kurang dari 2.000 orang.

Untuk menjangkau 15 kecamatan, dibutuhkan sarana kendaraan,  kapal dan lainnya. Transportasi udara juga masih jarang, khususnya yang ke Krayan. Ini baru batas darat, untuk perairan dibutuhkan 30-45 menit naik kapal tiba di Tawau, Malaysia dari Nunukan, Sebatik, Sei Manggaris dan Sungai Nyamuk. Banyak jalur yang masih minim pengawasan.

Wilayah itu pada Maret 2018 pernah dikunjungi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian. Pimpinan tertinggi TNI/Polri ini ingin melihat langsung kondisi keamanan perbatasan serta meningkatkan pengamanan dan pembangunan di wilayah pinggiran NKRI.

Mayoritas masyarakat menggantungkan kehidupan dari jasa perdagangan, berkebun, nelayan, peternakan, dan lainnya.  Umumnya mereka adalah pendatang dari Sulawesi. Sebagai kabupaten dan provinsi baru yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan menjadi jalur transit Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Meskipun sudah mulai berkembang, namun masih banyak yang harus dibenahi terutama dari segi  penyediaan infrastruktur dan listrik.

Kejahatan penyelundupan dari negara tetangga, juga kerap diungkap tim gabungan ini. Seperti penyelundupan manusia, barang kebutuhan pokok, barang ilegal lainnya. Namun paling banyak narkoba.

Meski serba terbatas, semangat prajurit yang bertugas di batas negara ini tak pernah padam. Terus membara. “Semangat kami bersama masyarakat tak pernah padam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ” ungkap Komandan Kodim (Dandim) 0911/Nnk Letkol Czi Abdillah Arif pada Kaltim Post, belum lama ini.

Upaya pencegahan juga dilakukan. Peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) menjadi ujung tombak. Mereka kerap gotong royong bangun sarana prasarana desa, beri sosialisasi cegah peredaran narkoba, cegah ilegal fishing, cegah kebakaran lahan/hutan, jaga kamtibmas, penyebaran aliran radikal seperti Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), anti Pancasila, hukum adat positif dan lainnya yang berpotensi rawan gangguan.

Otomatis dekatnya prajurit Babinsa dengan masyarakat sudah tak terbatas. Seperti keluarga. Sudah kedekatan emosional yang terjalin. “Ada 167 prajurit Babinsa dengan 240 desa binaannya,” urai Abdillah Arif.

Anggota Babinsa Koramil 0911-02 Sebatik, Sersan Dua (Serda) Imam Subandi, misalnya. Maret 2018 lalu, jelang sore hari, dia yang sedang piket di markas Koramil, didatangi warga. Perempuan itu rupanya istri kepala desa (Kades) Seberang, Sebatik Utara. Dia menginformasikan, ada perempuan bersama anak perempuannya berusia tiga tahun mendatangi rumahnya.

Belakangan perempuan itu diketahui bernama Riski (28). Bu Kades curiga. Sebab, tingkah lakunya mencurigakan dan mengaku kenal Pak Hambali (Kades Seberang). Mengenalnya pada 2017 saat di Sulawesi Selatan.

Sore itu, Kades Hambali tak ada di rumah, sedang kegiatan bersama jajarannya. Bu Kades menelpon suaminya, menginformasikan kedatangan Riski. Kedatangannya disambut hangat. Rupanya, tingkah laku Riski mencurigakan. Seperti telepon berulang kali sembunyi-sembunyi kemudian meminjam sepeda motor tanpa izin. “Karena kecurigaan itu, Bu Kades melapor pada saya,” tutur Serda Imam.

Saat motor digunakan Riski, Hambali diam-diam menguntitnya, sementara istrinya mendatangi markas Koramil. Setelah mendapat cerita, Imam pun bergegas mendatangi rumah Kades, jaraknya kurang lebih 3 kilometer dengan markas Koramil. Tiba di sana, Riski sudah kembali setelah beberapa saat mengambil motor dan pergi.

Pengakuan Riski pada Serda Imam, dirinya dari Tarakan hendak ke Nunukan tapi malahan sampai Pulau Sebatik. Dari informasi diterima Imam, saat Hambali menguntitnya, melihat Riski mendatangi perempuan, belakangan diketahui bernama Atik di kawasan Tugu Garuda. Jaraknya 5 kilometer dari rumah Kades.

Riski membawa tas di tangan sebelah kanannya. “Saat bertemu Atik, Hambali melihat dari kejauhan, ada sesuatu barang dimasukan ke dalam tas Riski,” ungkapnya.

Dari situlah, Imam dibantu anggota Babinkamtibmas Polsek Sebatik Timur meminta melakukan geledah tas. “Saat mau diperiksa, malah marah. Dari situ kami bertambah curiga,” ujarnya.

Ketika dibuka, rupanya ada barang dibungkus plastik hitam sebesar kepalan tangan bayi. “Isinya narkoba jenis sabu, kristal butiran putih,” kata Imam. Riski pun diboyong ke markas Polsek Sebatik Timur. Mereka pun mengembangkan, menuju lokasi pertemuan dengan Atik. Saat rumah Atik digerebek, petugas gabungan tidak mendapati barang bukti lain kecuali handphone.

“Setelah diintrogasi, belakangan Atik diketahui istri narapidana Lapas Nunukan kasus narkoba. Dia mengakui, memberikan sabu pada Riski,” jelasnya. Sabu tersebut beratnya 200 gram lebih. Didatangkan dari Tawau, Malaysia kemudian akan diberikan pada pengecer.

Pengalaman lain mencegah praktik peredaran narkoba juga dilakukan anggota Babinsa Nunukan Barat, Sersan Satu (Sertu) Sukardi. Kurang lebih delapan tahun menjadi Babinsa dengan 31 RT wilayah binaannya.

Sukardi menyebut, pembangunan dan pengaktifan kembali poskamling, menjadi target sasarannya. Sebab, poskamling menjadi sarana dekat dengan warga serta mencegah gangguan kamtibmas. “Ketika ada penduduk asing, bisa diketahui. Apalagi sampai aktivitas narkoba,” ungkapnya. Dirinya lebih banyak menghabiskan waktu bersama warga di poskamling.

“Dari pagi sampai malam. Kadang pulang ke rumah sampai jam 02.00. Jam 05.00 bangun salat subuh terus siap-siap ke markas,” tuturnya. Bahkan sang istri pada awalnya sempat protes karena kurang perhatian untuk keluarga. “Saya berusaha beri pemahaman dan memanfaatkan waktu bersama keluarga. Akhirnya masalah tersebut bisa kami lalui dan istri menjadi paham dan bangga,” kata ayah berputra tiga ini.

Ketua RT 25 Nunukan Barat, Awaluddin menyebut, ketika di lingkungannya ada gangguan, jam berapa pun Sertu Sukardi dihubungi, pasti datang. “Pernah ditelepon malam jam 12.00 ada cekcok suami-istri, maling ayam, pak komandan (sapaan warga ke Sukardi), datang,” kata Awaluddin.

Pernah juga, saat warga sedang membersihkan rumput yang sudah mulai meninggi di sekitar poskamling, khawatir ada ular mengancam keamanan warga, pihaknya gotong royong membersihkan. “Kebetulan pak komandan lewat, langsung berhenti dan ikut gotong royong. Saya foto sembunyi-sembunyi kemudian saya post  ke Facebook (FB). Selama dua hari sudah 400 ribu yang like,” katanya tersenyum.

ANUS DAN RANJAU

Pengungkapan penyelundupan narkoba berkat bantuan masyarakat. Tiga pelaku membawa narkoba sabu dari Tawau, Malaysia hendak menuju Parepare, melewati Nunukan. Barang bukti total tujuh bal berat 359,48 gram senilai Rp 700.000.000 harga Malaysia, (lihat grafis kasus).

Satu bal beratnya 50 gram. Kemudian rencana dijual Rp 2,1 miliar. Ketiga tersangka yang ditangkap Agustus 2015 telah divonis 14 tahun penjara dan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nunukan.

Tujuh bal dibawa tiga tersangka. Mereka ditangkap di atas Kapal KM Cataleya di dermaga Tunon Taka Nunukan tujuan Parepare. Yakni Hamzah alias Anca (21) memiliki dua identitas, Sei Pancang, Sebatik, Nunukan dan Tawau, Malaysia, Azulizan (23) warga Tawau Banjar, Taman Damai 91007, Tawau, Sabah, Malaysia dan Rusdi (33) warga Tawau, Malaysia.

Barang bukti dua bal ditemukan diikat di bawah kemaluan Hamzah. Sabu dikemas rapat seukuran korek api gas, berbentuk bulat lonjong. Oleh Hamzah, diikat pakai tali rafia di pinggang, sabu berada di bagian belakang kemaluannya.

Sementara dua bal ditemukan dalam tubuh Azulizan yang dimasukan ke anusnya dan tiga bal ditemukan dalam tubuh Rusdi yang dimasukan pula dari anusnya. Awalnya, petugas Intel Kodim mendapatkan info dari warga Nunukan tiga minggu sebelum penangkapan. “Ada info bakal ada transaksi, kami pun lidik. Akhirnya mengarah pada penumpang kapal hendak menuju Parepare,” kata Abdillah Arif bersama Pasintel Kapten Alim.

Untuk melakukan penyelidikan sekaligus penelusuran dan penyamaran itu, prajurit rela berada di lapangan. Mulai hutan sawit, perkampungan desa, pelabuhan tradisional hingga tak ikut merayakan Idulfitri.

Untuk di wilayah perkebunan dan hutan Sebatik yang berbatas dengan Malaysia, petugas mengkhawatirkan banyaknya ranjau babi. Ranjau terbuat dari besi bergerigi tajam itu ketika terinjak, langsung mencengkeram kuat.

Biasanya petani setempat  memasangnya untuk perangkap babi atau pun hewan buas. Ditanam di dalam tanah sedalam 1,5 meter dengan diameter 1 meter berbentuk kotak. Kemudian, permukaan ditaruh daun kelapa sawit serta ranting-ranting. Sehingga prajurit ekstra hati-hati.

Saat Hamzah ditangkap di atas dek enam kapal, petugas hanya mendapati barang bukti yang diikat, disembunyikan belakang kemaluannya. Penggeledahan terus dilakukan tetap tak membuahkan hasil. Tas, kardus milik Azulizan dan Rusdi serta penggeledahan di tubuhnya, tak pula ditemukan. Hampir saja patah semangat. Namun kejelian dan insting prajurit tak bisa dikalahkan.

Apalagi didukung kecurigaan ada 2 kg mangga muda di dalam plastik yang menurut pengakuan tersangka untuk oleh-oleh keluarga di Sulawesi. Padahal di sana, banyak buah mangga, kenapa harus bawa dari Nunukan.

Selain itu, mereka tidak mau makan, saat petugas usai menginterogasi dan hendak memberinya makan. “Dari kecurigaan itu, kami yakni ada sesuatu. Kemudian anggota membawanya ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan rontgen,” urai alumni Akmil angkatan 2000 itu.

Tak disangka, hasil rontgen menunjukkan ada dua benda asing bulat lonjong berada di sekitar anus pada tubuh Azulizan dan tiga buah di tubuh Rusdi. Tim pun menjadi lega. Karena meyakini benda tersebut mirip yang ditemukan dibawa Hamzah.

“Keduanya mengaku. Mereka kami beri makan sampai kenyang, kemudian sakit perut kekenyangan, kami antar buang air besar di ladang. Lima bal berisi sabu berhasil keluar,” jelas Abdillah tersenyum.

MENGAPUNG DAN MENEMBUS KABUT

Pengungkapan terbaru pada Kamis (13/9) pagi. Ada sabu 5 kilogram disita dari dua tersangka di kawasan Sungai Taiwan, Sebatik, Nunukan. Mereka mencegatnya di perairan. Pagi itu, enam prajurit menyanggongnya.

Baru satu bulan bertugas di Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas), Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam, Letkol Inf Fardin Wardhana bersama Pasi Intel Satgas, Lettu Inf Setyo Erlang Nugroho menerima informasi dari warga.

Dari enam prajurit tadi, satu di antaranya Setyo. Mendapatkan informasi ini, butuh sekitar dua pekan menelusurinya. Dia menyebar anggotanya dibantu aparat setempat. Informasi itu akhirnya dia dapat. Bakal ada pengiriman narkoba. Tak ingin kecolongan, pagi itu sekitar pukul 06.00 Wita sudah mempersiapkan. Sejak subuh, hujan sudah mengguyur. Otomatis pagi itu, kabut turun dan udara dingin.

Sempat tak yakin bakal ada pengiriman, namun dirinya merasa harus berangkat. Berbekal teropong, perjalanan ditempuh 40 menit dari Nunukan menggunakan speedboat. Sungai Taiwan terbagi dua, wilayah Sebatik, Nunukan dan Malaysia.

Tiba di lokasi yang mudah mengawasi, bersama timnya, menunggu di bagan ikan. Kapal mengapung. Mereka bergantian meneropong ke arah depan. Karena ketika ada kapal atau speedboat datang dari Tawau, patut diduga target operasi (TO).

Sekitar 30 menit mengapung, sebuah kapal kayu bermesin 40 PK muatan dua penumpang kecepatan tinggi datang dari arah Tawau. “Terlihat dari teropong, kami langsung bergegas hendak memotong jalurnya. Mereka kecepatan tinggi,” tutur Setyo pada Kaltim Post.

Kapal kayu TO tadi mengetahui ada speedboat berisi prajurit TNI berpakaian dinas terus mendekat, lantas mengurangi kecepatan dan berhenti di tengah perairan. Setyo pun menyapa dan meminta izin naik dan melakukan penggeledahan.

“Tidak ada yang melawan. Kami juga langsung geledah. Ada boks besar di atas speedboat,” ujarnya. Saat boks berbahan fiber warna orange itu dibuka, ada dua paper bag berisi pakaian. Kemeja dan celana Levis.

Di bawahnya, ada plastik. Saat dibuka rupanya serbuk bening kristal. “Kami kaget bercampur senang. Karena patut diduga ini TO kami sesuai informasi dari masyarakat yang menyebut bakal ada pengiriman narkoba dalam jumlah besar,” urainya.

Tumpukan plastik itu ada lima buah. “Mereka dan barang bukti dibawa. Kemudian barang bukti diuji sampelnya, benar narkoba jenis sabu,” imbuh alumni Akmil 2011 ini.

 Dua tersangka itu diketahui inisial Su (35) warga Jalan Apas Batu 3, Tawau, Sabah, Malaysia dan Wa (38) warga Filipina. Keduanya diserahkan ke Polda Kaltara guna kepentingan proses hukum lebih lanjut.

Letkol Inf Fardin Wardhana menjelaskan, pengungkapan penyelundupan narkoba antar-negara dapat membantu menyelamatkan masyarakat khususnya generasi penerus bangsa dari ancaman dan pengaruh narkoba. “Mereka mengaku kurir. Namun pengembangan masih terus dilakukan Polda dan Polres,” terang Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi.

Diketahui, Jalur Tawau-Nunukan pun menjadi idola para penyusup narkoba. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menyebutkan, pintu narkoba di utara Kalimantan adalah terbesar ketiga di Indonesia. Dua pintu yang lebih besar, menurut BNPP, yakni Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten, dan jalur Singapura-Batam. (aim/rsh/k18)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:25

Bini Ngga Suka Blow Job, Jadi Alasan Suami Cari Janda

Donwori membuat Karin dalam posisi dilema. Istrinya dibuat kini berada di persimpangan jalan yang sungguh…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:20

Tak Kuat Godaan Harta, Tahta dan Janda Muda

Katanya, godaan laki-laki adalah harta, tahta, dan wanita. Rasanya, Donwori, 48, tak tahan dengan godaan…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:18

Dicerai Karena Bini Nyaman Jadi Simpanan Om Genit

Tak semua perempuan gila harta, tapi banyakan ya iya. Seperti Karin, 34, ini. Ditinggal suami merantau,…

Sabtu, 13 Oktober 2018 01:27

Tiap Hari Habiskan 10 Karung Beras dan 125 Ekor Ayam

Sudah tujuh hari, dapur umum Detasemen Pemeliharaan dan Jasa Intendans Kodam VI/Mulawarman tampak sibuk.…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:15
Mengunjungi Lokalisasi Tondo Pascagempa dan Tsunami

Tarif Variatif, Sebagian Germo asal Sulsel

Mereka hanya menjedakan diri sesaat. Menunggu kafe, tempat karaoke, dan kamar direnovasi. RIDWAN MARZUKI-NURHADI…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:14
Mengunjungi Lokalisasi Tondo Pascagempa dan Tsunami

Para WTS Tetap Beroperasi, Tetapi di Indekos

Para germo menyebut mereka telah pulang kampung. Namun, sebagian masih berada di indekos.   RIDWAN…

Sabtu, 06 Oktober 2018 06:47

Minum Air Mentah dari Sumur, Jalan 13 Km Cari Santri yang Hilang

Santri di Pondok Pesantren  Alkhairaat, Kampus Madinatul Ilmi Dolo, Sigi, tengah bersiap menunaikan…

Selasa, 25 September 2018 11:58
Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Muallimin, dari Kandang Kuda Kini Jadi yang Terbaik

Beli Kapur Papan Tulis Harus Tunggu Sumbangan

 Tiada yang tidak mungkin. Tetesan peluh dan air mata menjadi fondasi bagi guru Madrasah Ibtidaiyah…

Jumat, 21 September 2018 10:30
Mengantarkan Hasni Pulang setelah 15 Tahun Tinggal di Gua

Sesekali Masih Tanya, Apa si Kakek Pelaku Dipenjara?

Setelah sekitar sebulan mendapat konseling kejiwaan, Hasni pulang ke keluarga yang sempat mencarinya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .