MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Selasa, 25 September 2018 07:02
Kolaborasi Pentahelix Bisa Jadi Alternatif

PROKAL.CO, OLEH: Handy Aribowo ST MM
(Dosen STIE IBMT Surabaya)

SAAT ini kondisi perekonomian Indonesia bisa dikatakan sedang lesu akibat perlambatan ekonomi dunia, pelemahan kurs mata uang rupiah dan menurunnya harga komoditas. Salah satu dampak dari lesunya perekonomian Indonesia adalah menurunnya daya beli masyarakat.

Pemerintah masih mencari cara untuk mendongkrak perekonomian Indonesia saat sedang lesu. Lambat laun pemerintah mulai menyadari, bahwa peran industri pariwisata semakin penting. Industri ini diharapkan dapat memberi kontribusi signifikan bagi pergerakan perekonomian Indonesia pada umumnya.

Saat ini, pariwisata sudah menjadi suatu gaya hidup bagi masyarakat di dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Pariwisata sudah menjadi suatu kebutuhan, khususnya masyarakat perkotaan yang urban lifestyle. Dengan eksistensinya kelompok menengah ke atas, sudah tentu membuat semakin tingginya tingkat stres, sehingga pariwisata merupakan salah satu sarana pelepas stres.

Secara kodrati, manusia mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi untuk keberlanjutan hidupnya. Apalagi dengan semakin tinggi tingkat kesejahteraan ekonomi seseorang, semakin banyak dan meningkat pula kebutuhan untuk berwisata.

Kaltim merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia yang dianugerahi keindahan alam yang luar biasa. Bumi Etam memiliki beragam deretan bukit, lembah, sungai, dan danau yang sangat menarik serta tak akan pernah habis untuk dijelajahi.

Selain memiliki keindahan alam, Kaltim juga punya kekayaan keragaman budaya, mulai dari bahasa hingga kuliner. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim selama Tahun 2017, jumlah kedatangan wisatawan ke Kaltim sebesar 4.674 wisatawan. Sedangkan jumlah kunjungan wisatawan selama tahun 2018 hingga Juli 2018 sebesar 1.701 wisatawan.

Pariwisata di Kaltim harus terus tanpa henti untuk dikembangkan, karena dengan segenap kompetensi yang dimiliki, pariwisata Kaltim dapat menjadi salah satu sumber perekonomian domestik di Indonesia. Salah satu strategi yang dicanangkan pemerintah dalam pengembangan pariwisata adalah melalui penggunaan kolaborasi Model Pentahelix.

Model Pentahelix pertama kali dicanangkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya serta dituangkan ke dalam Peraturan Menteri (Permen) Pariwisata Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Untuk menciptakan dan memastikan kualitas, fasilitas, pelayanan, dan untuk menciptakan pengalaman dan nilai manfaat kepariwisataan agar memberikan keuntungan dan manfaat pada masyarakat dan lingkungan, maka diperlukan pendorong sistem kepariwisataan. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi antar-elemen yang terkait langsung dengan industri pariwisata. Karena masing-masing elemen memiliki kompetensi tersendiri.

Sehingga sangat dibutuhkan dalam pengembangan pariwisata yang lebih baik melalui optimalisasi peran pemerintah, pelaku bisnis pariwisata, komunitas, akademisi, serta media dalam mengembangkan potensi wisata, di mana kerja sama tersebut disebut dengan kolaborasi Pentahelix.

Peran pemerintah dalam pengembangan pariwisata di Indonesia sangat krusial. Selaku regulator, pemerintah diharapkan mampu memberikan kemudahan dalam pengembangan pariwisata di Indonesia melalui kebijakan yang dapat dilaksanakan serta mampu mendukung semua stakeholder di sektor pariwisata, termasuk juga memberi kemudahan insentif atau keringanan pajak terutama untuk beberapa sektor yang sedang lesu perekonomiannya.

Seperti hotel, restoran, dan event pariwisata. Untuk itu, pihak pemerintah perlu mengusulkan rancangan peraturan daerah (Raperda) yang terkait objek pariwisata, sehingga Pemprov Kaltim mempunyai landasan hukum yang kuat dan mampu menyusun program pembangunan pariwisata secara berkelanjutan. Tentunya di dalam menyusun raperda dibutuhkan masukan dari berbagai perwakilan masyarakat.

Pihak media berperan penting dalam kemajuan pariwisata daerah, di mana media berperan selaku “corong” penyebar informasi sekaligus promosi pariwisata melalui pemberitaan. Baik di media cetak, elektronik, dan online.

Pihak komunitas selaku “penikmat” pariwisata di tengah populernya viral di zaman sekarang ini berperan penting dalam penyebaran situasi dan kondisi tempat wisata yang sedang dikunjunginya. Bahkan beberapa public figure mempunyai kekuatan untuk mengajak para massanya untuk dapat menikmati pariwisata di daerah tertentu.

Peran akademisi dapat berperan memberikan pandangan dan analisis berdasarkan data di lapangan mengenai tingkat perkembangan dan juga formula tepat memajukan kepariwisataan melalui berbagai penelitian, analisis, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor industri pariwisata. Khususnya, dalam perancangan kurikulum maupun proses pengajaran bidang pariwisata, sehingga para lulusan dari pendidikan pariwisata sudah dapat langsung “tune in” ketika berada di industri pariwisata.

Dari sisi pelaku bisnis, yang paling utama dalam menjalankan bisnis pariwisata adalah iklim kondusif dalam menjalankan bisnis pariwisata. Termasuk di dalamnya pemberantasan pungli atau preman yang dapat meresahkan dan membuat wisatawan merasa tidak nyaman. Selain itu, bagi pelaku bisnis pariwisata faktor infrastruktur yang dibangun pihak pemerintah, seperti jalan, dermaga, dan bandara sangat berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis mereka.

Sektor pariwisata di Kaltim apabila dikelola dengan baik, dapat meningkatkan perekonomian nasional, di mana dengan berkunjungnya turis ke Indonesia dengan menggunakan jasa transportasi, akomodasi, membayar tiket masuk, berbelanja, memakai fasilitas restoran, hotel, dan lain-lain.  Semua hal tersebut akan dapat mendorong peningkatan pemasukan atau devisa bagi negara Indonesia.

Akan tetapi, semua hal tersebut perlu disertai adanya perbaikan fasilitas penunjang pariwisata dan kepedulian pemerintah. Suatu kolaborasi sangat dibutuhkan dalam rangka bersama-sama mengembangkan obyek pariwisata seoptimal mungkin. Dengan banyaknya potensi pariwisata di Kaltim, diharapkan dapat membuat pendapatan suatu daerah dan komunitas di sekitarnya dapat meningkat seiring berdatangannya para wisatawan. (ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 06:58

Atlet Jadi Idola Baru Kawula Muda

Oleh: Elsa Malinda EUFORIA Asian Games 2018 memang telah berlalu,…

Senin, 10 Desember 2018 06:56

Potensi Kawasan Karst Kaltim

Oleh: Meltalia Tumanduk S. Pi (Pemerhati Lingkungan) KAWASAN karst di…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:45

Embrio: Manusia Kecil yang Harus Diselamatkan

DEWASA  ini kemajuan biomedis menawarkan aneka manfaat bagi manusia. Teknologi…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:43

Mengenal Obat Diabetes Oral dan Suntikan Insulin

MENURUT data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penyakit…

Jumat, 07 Desember 2018 06:57

Kegalauan antara Haq dan Hak (HAM)

Oleh: Andi Putri Marissa SE (Relawan Penulis Balikpapan) BELUM lama…

Jumat, 07 Desember 2018 06:55

Guru Honorer Dulu dan Kini

Oleh: Isromiyah SH (Pemerhati Generasi dan Mengajar di Lembaga Al…

Jumat, 07 Desember 2018 06:53

Suguhkan Kepakaran Seseorang dalam Teknologi

Oleh: Olli Chandra (Mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer &…

Kamis, 06 Desember 2018 07:05

Longsor Sanga-Sanga: Kehendak Tuhan atau Ulah Manusia?

OLEH: FUAD FANSURI (Dosen Ilmu Alquran dan Tafsir IAIN Samarinda…

Kamis, 06 Desember 2018 07:02

Psikologi Lingkungan: Ironi dan Kutukan SDA di “Odah Etam”

OLEH: RANDI M GUMILANG (Dosen Bimbingan dan Konseling Islam/Gusdurian Kaltim)…

Rabu, 05 Desember 2018 06:49

Marginalisasi Penyandang Disabilitas: Renungan Hari Disabilitas dalam Perspektif Kebijakan Publik

Oleh: Dr Bambang Irawan (Kepala Laboratorium Kebijakan Publik FISIP Universitas…