MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM DAHLAN ISKAN

Minggu, 23 September 2018 08:59
Gereja Itu Bernama Abbalove

PROKAL.CO, OLEH: DAHLAN ISKAN

JUSTRU di Amerika Serikat (AS). Pekan lalu. Saya baru tahu. Di Indonesia ada gereja bernama ini: Abbalove. Saya tidak menyangka. Akan semeja di restoran Italia di Houston, AS. Makan malam bersama. Dengan perempuan muda. Cantik pula. Elizabeth namanya.

Dia perempuan Indonesia. Tinggal di Houston sudah lama. Kelahiran Kabupaten Mamasa. Di pedalaman Sulawesi Barat. Dia pastor. Baru 1,5 tahun terakhir ini. Pastor di Amerika. “Gerejanya apa?,” tanya saya. “?*@?_?,” jawabnya.

Dengan suara yang jelas. Saya menelengkan telinga. Merasa tidak mendengar apa-apa. Belum pernah saya mendengar deretan huruf itu. Belum pernah mendengar ada gereja bernama seperti yang diucapkannya.

Padahal, rasanya, saya begitu banyak punya teman dari gereja. Begitu sering datang ke perayaan Natal mereka. “Ejaannya gimana?,” tanya saya. “Belum pernah dengar ya?,” tanyanya balik. “Maafkan. Belum pernah,” jawab saya.

Perempuan itu mengeja. Dua kali. Ternyata bunyinya ini: Abbalove. Dari kata abba dan love. Abba berasal dari bahasa Ibrani. Lebih tepatnya dari bahasa Aramaic. Satu bahasa yang digunakan dalam pergaulan Yesus. Saat kecil. Itu menurut Elizabeth.

Dalam bahasa Arab, abba itu menjadi abah. Artinya ayah. Penamaan Abbalove, kata Elizabeth, memang untuk mencerminkan cinta sesosok Bapak. Yesus. Pada anaknya sendiri. Bukan sekadar cinta pada orang lain. Kasih tak terbatas. Tak bersyarat.

Gereja ini lahir di Indonesia. Di Jakarta. Yang mendirikan adalah Pastor Eddy Leo. Saat ia masih mahasiswa. Kini, 30 tahun kemudian, baru punya empat gereja di Jakarta. Gereja kelimanya justru lahir di Amerika. Di Los Angeles. Pastornya seorang dokter. Juga asal Indonesia: Pastor Philip Adidaja.

Di Indonesia, pastor identik dengan pemimpin agama Katolik. Pemimpin gereja Protestan biasa disebut pendeta. Di Amerika sebutannya sama: pastor. Tidak hanya Abbalove yang masuk Amerika. Banyak juga gereja asal Indonesia. Yang “ekspor” ke Amerika. Bethany, misalnya. Ada di mana-mana. Saya pernah ke yang di Philadelphia.

Banyak juga pastor kita yang khotbahnya di sana. Yang paling terkenal tentu saja: Stephen Tong. Yang dari Batu, Malang, itu. Elizabeth dulunya pun sudah Kristen. Di gereja lain. Juga sudah jadi guru sekolah Minggu. Saat tinggal di Balikpapan.

Di Kota Minyak itu pula, Elizabeth ketemu masa depannya. Pemuda bule. Asal Amerika. Dari Texas. Bekerja di perusahaan minyak. Yang sekarang menjadi suaminya. Yang memberinya dua anak. Rumah mertua Elizabeth tidak jauh dari rumahnya di Houston sekarang.

Pastor Abbalove yang dokter Los Angeles itulah. Yang membuat Elizabeth pindah gereja. Menjadi pengikut Abbalove. Bahkan kini jadi pastor andalannya. Sang dokter-pastor datang ke Houston. Bertemu Elizabeth. Sekian tahun lalu. Atas rekomendasi teman Elizabeth di Kuala Lumpur. Dua hari pastor Philip tinggal di rumah Elizabeth.

Itulah awal dia jadi jemaat Abbalove. Suaminya juga. Kian intensif. Naik jadi pastor. Sang suami mendorongnya. Kini rumah Elizabeth berdwifungsi. Merangkap jadi center Abbalove di Houston. Belum mendirikan gereja. Baru rencana.

Sudah 60 orang yang gabung ke Abbalove. Yang sudah dibaptis 17 orang. Selebihnya sudah dibaptis di gereja asal mereka. Pembaptisan itu dilakukan di kamar mandi. Di rumah Elizabeth. Yang diubah jadi tempat pembaptisan. Menggunakan bathtub yang ada.

Di Abbalove, pembaptisan memang harus menyeluruh. Seluruh badan. Harus basah. Sampai kepala. Harus dimasukkan ke air. Seluruh badan. Elizabeth sendiri yang membaptis. Setelah didoakan, yang dibaptis masuk bathtub. Yang sudah diisi air. Penuh. Dengan pakaian komplet. Pakaian biasa. Duduk di dalam bathtub. Tinggal leher dan kepalanya yang masih di atas air.

Lalu tangan kiri Elizabeth memegang bagian belakang kepala sang jemaat. Tangan kanan menjepit hidung sang jemaat. Dengan jarinya. Memasukkan kepala sang jemaat ke air. Sekejap. Selesai.

Keluarga yang dibaptis menyaksikan. Demikian juga jemaat yang lain. Ikut memberi doa. Memberi tepuk tangan. Ketika permandian selesai. “Di Jakarta permandian dilakukan di kolam renang,” ujar Elizabeth. “Yang dibaptis banyak,” katanya.

Hampir tiap hari, rumah Elizabeth ramai. Banyak jemaat yang datang. Untuk 101. One on one. Curhat. Dan saling curhat. Hubungan antarjemaat dibuat akrab. Kekeluargaan. Ada sistem cell. Satu cell enam keluarga. Jemaat dari luar kota dianjurkan bermalam di rumah jemaat Abbalove setempat. Jangan di hotel. Harus dianggap satu keluarga.

Kebaktian tiap Minggu pun tidak disebut kebaktian. Tapi perayaan. Bersenang-senang. Karena Tuhan hadir bersama mereka. Itu juga yang terjadi di Jakarta. Di gereja lain. Yang lagi hit saat ini. Di kalangan anak muda. Gereja Jakarta Praise Community Church (JPCC).

Perayaannya di mal. Penuh sesak. Tiga sesi sehari. Benar-benar seperti perayaan. Musik mendominasi. Dengan lagu-lagu gembira. Meriah. Dengan sound system yang ingar-bingar. Lagu keagamaan. Tuhan hadir bersama mereka. Saya ikut di dalamnya. Dua bulan lalu. Ikut melihat kegembiraan itu.

Orang Indonesia memang sangat beragama. Yang Islam sangat menonjol semangat ibadahnya. Yang Kristen sangat aktif kegiatannya. Yang Buddha saya tahu sekali: juga luar biasa. Yang Hindu sangat mendominasi Bali. Sampai dengan budayanya. Yang Konghucu seperti bangkit sejak dibebaskannya. Indonesia mungkin negara paling religius di dunia. (dis/rom/k15)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 07:58

DNA, Antara Penting vs Menarik

OLEH: DAHLAN ISKAN PILIH yang penting atau menarik? Jurnalistik punya dosa keturunannya sendiri: mengalahkan…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:15

Dari Kampung Laut ke Sekolah Dokter

OLEH: DAHLAN ISKAN TIGA jam lagi saya harus berangkat. Ke Korea Utara. Alhamdulillah. Masih sempat makan…

Selasa, 16 Oktober 2018 08:24

Tesla Sepeninggal Wajahnya

OLEH: DAHLAN ISKAN “THIS is incorrect”.  Tiga kata saja. Itulah isi Twitter Elon Musk.…

Kamis, 11 Oktober 2018 08:57

Suntikan Ekonomi Rp 2.000 Triliun

OLEH: DAHLAN ISKAN MASAKAN baru. Resep lama. “Masakan baru” itu senilai hampir Rp 2.000…

Rabu, 10 Oktober 2018 08:36

Fan Bingbing

OLEH: DAHLAN ISKAN FAN Bingbing bisa cantik-cantik-galak di film X-Man. Tapi kini dia takluk di depan…

Selasa, 09 Oktober 2018 08:50

Port Dickson

OLEH: DAHLAN ISKAN GOSIP permusuhan itu langsung reda. Mahathir Mohamad tiba-tiba turun gunung. Ke Port…

Minggu, 07 Oktober 2018 08:32

Rendang Unta William Wongso

OLEH: DAHLAN ISKAN BARU sekali ini saya makan daging unta. Dimasak rendang. Yang istimewa, yang masak …

Sabtu, 06 Oktober 2018 06:48

Bisa Jadi Sandwich Lima Negara

Ada gempa lain. Di laut dan udara. Di kawasan yang jadi pusat sengketa. Antar-banyak negara: Laut China…

Kamis, 04 Oktober 2018 09:22

Palu ketika Tanpa Koran

OLEH: DAHLAN ISKAN SAYA kepikiran teman-teman saya di Radar Sulteng. Harian yang saya dirikan di Palu.…

Selasa, 02 Oktober 2018 08:19

Palu

OLEH: DAHLAN ISKAN AKHIRNYA saya dapat sambungan telepon ke Palu. Ke pemilik Hotel Roa Roa. Yang hancur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .