MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Sabtu, 22 September 2018 01:30
Pelaku Persekusi Itu Curhat ke MUI, Ini Kata Ketua MUI

Hamri Haz: Minta Maaf Dulu baru ke Polisi

Achmad Vanandza (kanan)

PROKAL.CO, SAMARINDA  -  Videopersekusi yang melibatkan tiga kader PDI Perjuangan di Samarinda sudah beredar luas. Namun, langkah kepolisian mengusut kasus tersebut masih terbatas. Di saat bersamaan, publik Kota Tepian terus mengecam tindakan tiga oknum anggota DPRD yang terlibat karena ucapan tak pantas menjurus kasar.

 Desakan agar minta maaf ke publik membuat anggota komisi I DPRD Samarinda, Ahmad Vananzda, diam-diam memilih bertemu dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim Hamri Haz. Ahmad Vananzda adalah satu dari tiga terduga pelaku persekusi yang videonya viral sejak pekan lalu.

 Diwawancarai khusus oleh Kaltim Post Jumat (21/9), Hamri mengakui, Ahmad Vananzda datang menemuinya. Terduga pelaku persekusi itu meminta petunjuk.

“Tadi malam (Kamis, 20/9) dia datang ke saya,” sebutnya. Kepada Vananzda, ustaz tersebut menyatakan, apa yang diperbuat memang salah.

“Dia (Vananzda) menyesal katanya,” sambungnya. Satu-satunya jalan, disebut Hamri adalah meminta maaf ke publik. Pasalnya, apa yang diutarakan Vananzda dan dua sejawatnya di DPRD Samarinda, dilakukan di tempat umum. Pada dasarnya, Hamri menyebut tak pernah bertemu dan mengenal Vananzda.0&ldYo;(Hanya) dia minta petunjuk kya,” sebut pria yang kini tahap pemulihan setelah sakit. 

Menurut Hamri, bagaimanapun juga, ada ungkapan kata-kata kurang sopan yang dikeluarkan Ahmad Vananzda saat memersekusi dua pengendara di Jalan Adam Malik, Sungai Kunjang, Sabtu (15/9) lalu. Ketua MUI Kaltim itu melanjutkan, dirinya sempat bertanya ke Vananzda. “Salah enggak Anda berucap seperti itu?” tanyanya ke anggota dewan yang dalam video mengenakan baju putih bertuliskan Harley-Davidson. Hamri pun kembali menegaskan, secepatnya Ahmad Vananzda meminta maaf. 

Menirukan ucapan Vananzda, Hamri berucap, jika anggota DPRD Samarinda itu bakal dipanggil polisi. “Tapi, saya enggak tahu dia kapan dipanggilnya,” sambung Hamri. Terkait dugaan penistaan agama, MUI Kaltim bakal menelaah khusus. Namun, dia tak mengerti dengan rinci, di bagian mana yang pada video berdurasi 1 menit 18 detik itu melecehkan agama. “Ujarnya, tak ada niatan untuk menghina,” tegasnya. 

Diketahui, video yang merekam pengadangan pengendara motor di Adam Malik, Sungai Kunjang, oleh tiga anggota DPRD Samarinda jadi buah bibir warganet. Dalam video yang direkam pada Sabtu (15/9), tiga anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PDI Perjuangan memaki dua pengendara motor Yamaha Jupiter MX KT 6369 LT yang berboncengan. Mereka adalah Ahmad Vananzda, Suriani, dan Hairil Usman. 

Ketiganya terekam dalam satu frame di video yang terjadi di tepi jalan. Sementara dua pemuda yang menggunakan baju bertuliskan #2019GantiPresiden tak burdaa. Dikerumuni bak maling yang tngkap basah. Baju bagian belakang pengemudi yang ditarik paksa, sobek hingga terlepas. Tubuhnya nyaris terpental. Ahmad Vanandza, Suriani, dan Hairul Usman saling bersahutan melakukan serangan verbal kepada pengendara itu karena menggunakan baju bertuliskan #2019GantiPresiden. Hingga terselip kata tak pantas yang diduga dilontarkan Ahmad Vanandza, anggota Komisi I DPRD Samarinda 

Namun, Ahmad Vanandza dengan tegas membantah telah melakukan persekusi.Menurutnya, tindakan seperti yang terekam di video tersebut sebagai bentuk bela negara. Dia beranggapan, kegiatan deklarasi ganti presiden merupakan perbuatan makar.

Terkait dirinya dianggap menistakan agama, politisi PDIP ini membantah hal tersebut.“Saya tidak bilang khilafah (maaf, Red) taik. Saya bilang, memangnya kamu mau bikin negara khilafah? (maaf, Red) taik kamu. Ini negara republik. Itu yang saya katakan. Kalau mengganti presiden, berarti mengubah sistem dan saya tidak menyetujui Indonesia menjadi negara khilafah,” paparnya.

 MASYARAKAT DIMINTA MENGENDALIKAN DIRI 

Diwawancarai Jumat (21/9), Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim Farid Wadjdy meminta semua pihak menahan diri terkait kontroversi oknum anggota DPRD Samarinda itu. Mantan wakil gubernur Kaltim berharap warga tak mudah terpancing emosi. “Intinya kondusif ketika situasi politik sedang panas,” pungkasnya. (*/dra/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 25 Juni 2019 11:12

35 Anak Tewas di Lubang Tambang, DPRD Kaltim Seperti Tidak Terusik

SAMARINDA - Tewasnya anak ke 35 di lubang tambang seakan…

Selasa, 25 Juni 2019 09:07

Anggaran tak Jelas, Pembangunan Masjid di Kinibalu Diminta Dihentikan

Samarinda - Sekitar 20 warga sekitar Lapangan Kinibalu berunjuk rasa…

Senin, 24 Juni 2019 14:08

Langkah Jangka Panjang Kendalikan Banjir, RTRW Tidak Boleh Melenceng

Persoalan banjir di Kota Tepian harus segera dituntaskan. Meninggikan jalan…

Senin, 24 Juni 2019 14:05

Runway Sempat Rusak, Penerbangan di APT Pranoto Kembali Normal

SAMARINDA–Aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto, Samarinda, kembali normal, kemarin…

Senin, 24 Juni 2019 14:03

Ada Bantuan Pemprov, Pemkot Fokus Alokasikan di Utara

BANTUAN keuangan Rp 100 miliar dari Pemprov Kaltim digelontorkan tahun…

Senin, 24 Juni 2019 14:02

Kepedulian Warga Samarinda terhadap Hewan Meningkat

SAMARINDA–Kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan semakin baik. Saat ini, banyak…

Minggu, 23 Juni 2019 20:39

Masih di Bawah Umur, Sudah Delapan Kali Curi Motor

USIANYA masih di bawah umur. Namun, dia sudah harus merasakan…

Minggu, 23 Juni 2019 20:38

Saluran Air Harus Dibersihkan

SAMARINDA–Menyikapi persoalan di Samarinda, Wali Kota Syaharie Jaang menginstruksikan seluruh…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:22

Gulirkan Wacana Bangun Kanal Kolektif

SAMARINDA–Integrasi penanganan banjir kembali ditempuh Pemkot Samarinda. Verifikasi penyebab hingga…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:21

Jangan Mau Kalah dengan Swasta

Tiga hari lalu pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*