MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 22 September 2018 00:12
Kritik dalam Dentuman Musik

PROKAL.CO, class="Textbody">MUSIK elektronik nggak selamanya tentang tempo cepat dan cahaya lampu warna-warni yang bergerak lincah. Beberapa musisi Indonesia justru memanfaatkan popularitas musik elektronik untuk mengungkap hal-hal yang jarang disingkap. Siapakah mereka? 

 

Tzigane

Menggunakan nama panggung Tzigane yang berarti hijrah, Muhammad Yubi Baihaki ingin menggambarkan pengalaman hidupnya melalui musik beraliran elektronika. Beberapa kali tampil dalam aksi sosial menyuarakan perlawanan terhadap kekerasan kepada anak, karya Tzigane udah dirilis di Inggris dan Prancis lewat label Eat Me with Your Ears pada 2015! Padahal, dia baru aktif bermusik beberapa tahun terakhir.

Uniknya, karya Tzigane selalu bersambung seperti sebuah cerita. ”Gue bikin Panorama yang nyeritain awal mulanya Tzigane. Lalu, The Message yang jelasin kenapa Tzigane ada dan semua jawabannya dirangkum dalam The Answer,’’ jelas Yubi.

Shakaboyd

Kental dengan permainan chiptune dan musik-musik ala video game klasik, Shakaboyd aktif menjelajah musik elektronik sejak 2010. Dengan sentuhan drum n’ bass yang jadi ciri khasnya, dia udah menghasilkan banyak karya serta tampil di berbagai kesempatan. ”Benar-benar belajar dari nol sih,’’ kata cowok bernama Adhy Saka itu.

Dalam eksplorasi musiknya, ternyata Shakaboyd juga sering mengangkat tema sosial dalam lagu ciptaanya loh! ”Karena saya memang memproduksi musik itu didasari rasa. Apa pun itu, permasalahan apa pun,’’ jelasnya. Nggak heran kalau karya Shakaboyd bahkan udah masuk kompilasi komunitas chiptune di Texas, Amerika Serikat.

Robot Visco

Membawa musik bergenre new wave/synth pop, cowok yang lahir dengan nama Krishna Baskaraputra ini awalnya mengaku kagum dengan musik-musik disko sebelum memutuskan untuk mendalaminya. Robot Visco pun dia jadikan sebagai sarana berekspresi. ”Apa yang gue pikirkan dan rasakan, gue tumpahkan di Robot Visco,’’ ujarnya.

Alunan musik disko dengan beat tinggi lengkap dengan launchpad dan kacamata hitam menjadi gaya otentik dari Robot Visco. Oh iya, musiknya sering dijadikan sarana penghibur bagi siapa pun yang merasa butuh dihibur. ”Makanya, gue juga kadang tampil di kegiatan-kegiatan sosial juga,’’ ungkap Krishna.

Avigayil Enautozoe

Membawa nama aslinya ke atas panggung membuat Avi semakin semangat berkarya. Berbeda dari musisi elektronik lain yang mengandalkan teknologi terkini, Avin stay true dengan musiknya yang disebut pop-suasana-industrial. ”Meskipun genre utamanya ada di akustik, aku sering pakai backtrack bergaya industrial buat menajamkan rasa,’’ jelasnya.

Menurut Avi, semua musik yang udah teramplifikasi elektronik adalah musik eletronik. ”Tapi, yang terpenting itu bagaimana kita menyampaikan rasa dan pesan. Itulah yang aku lakukan dalam bermusik,’’ terang cowok kelahiran tanah Karo tersebut. Kompilasi dari cara bermusik Avi itu terbukti mampu bikin pendengar merasa adem loh.(fik/zet)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*