MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 22 September 2018 00:08
AH MASAK SIH..?? Pelemahan Rupiah Untungkan Kaltim
MENGUNTUNGKAN: Selain kenaikan harga batu bara, pengusaha di Bumi Etam mendapatkan berkah tersendiri dengan melemahnya rupiah.

PROKAL.CO, SAMARINDA   -  Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diklaim menguntungkan Kaltim. Pasalnya, di Bumi Etam nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan impor. Namun, jika kenaikan dolar terjadi cukup lama, tetap akan berbahaya. Berdasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Jumat (21/9), uang garuda berada di level Rp 14.824 per dolar.

Pengamat Ekonomi Kaltim Aji Sofyan Effendi mengatakan, Kaltim memang belum merasa rugi ketika rupiah sedang melemah. Itu karena neraca perdagangan Bumi Etam yang berjalan, lebih besar ekspor dibandingkan impor. Nilai ekspor Kaltim pada Juli mencapai USD 1,63 miliar sementara nilai impor Kaltim hanya USD 0,38 miliar.

“Kaltim masih untung. Apalagi Kaltim masuk tiga besar provinsi yang memberikan sumbangan utama terhadap ekspor non-migas Indonesia,” ungkapnya, Jumat (21/9).

Saat ini, urutan pertama masih ditempati DKI Jakarta dengan sumbangan 31 persen. Selanjutnya, Jatim dengan 11 persen dan disusul Kaltim 10,8 persen. Tentu bisa disimpulkan Kaltim punya peran yang cukup dominan terhadap ekspor Indonesia. “Itu memperlihatkan dolar yang masuk lebih besar,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, di Kaltim tidak terjadi gejolak atau kontraksi ekonomi akibat kenaikan dolar. Dengan asumsi, harga sembako terus terjaga alias tidak inflasi, dan daya beli masyarakat tetap tinggi. Jika inflasi, maka bisa kontraksi. Salah satu pemicu kontraksi itu harga bahan bakar minyak (BBM) naik. “Jadi, jangan sampai harga BBM naik. Jika kenaikan dolar tidak diimbangi dengan inflasi yang meninggi, maka kenaikannya tidak merugikan,” bebernya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Nasional Indonesia (Apindo) Samarinda, Novel Chaniago mengatakan, secara jangka pendek melemahnya nilai tukar memang masih menguntungkan eksportir Kaltim. Karena, produksi dibayar rupiah dan keuntungan dibayarkan dolar.

“Momentum ini juga dimanfaatkan untuk menggenjot produksi. Hanya, meski menguntungkan jika terjadi dalam jangka panjang cukup membahayakan,” tuturnya.

Karena, tambahnya, dampak dolar juga dirasakan pengusaha kecil. Contoh saja, pengrajin tahu tempe, bahan dasar mereka itu impor seperti kedelai. Sehingga harga bahan baku menjadi tinggi. Ini tentunya tidak boleh terjadi dalam jangka panjang.

“Mereka ini yang berpotensi paling merasakan pelemahan rupiah. Sedangkan perusahaan besar, seperti eksportir kayu, batu bara, cukup memiliki dampak positif terhadap pelemahan rupiah,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…

Senin, 22 Oktober 2018 06:43

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

JAKARTA – Transaksi sistem perdagangan alternatif (SPA) mengalami peningkatan signifikan. Hal…

Senin, 22 Oktober 2018 06:42

Pangkas Impor Komponen Industri Elektronik

JAKARTA – Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian berharap…

Minggu, 21 Oktober 2018 06:46

Tempat Cukur Idola Pesepak Bola

WALAU terkesan sepele, bisnis tempat cukur khusus pria alias barbershop ternyata tak semudah yang dibayangkan.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:08

Siapkan Promo Unggulan selama Natal dan Tahun Baru

BALIKPAPAN  –  Pelanggan setia Hypermart jangan sampai ketinggalan penawaran terbaik.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:07

Segudang Keuntungan Miliki Kartu GPN

SAMARINDA  -  Bank Indonesia terus mendorong masyarakat menerapkan sistem pembayaran baru…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:06

Milenial Harus Selektif Berinvestasi

JAKARTA -  Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:04

Insentif Pajak Dorong Perekonomian Lebih Cepat

JAKARTA  –  Pemerintah kehilangan potensi penerimaan Rp 298,3 triliun akibat pemberian…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

Pasar Fleet Naik 15 Persen

JAKARTA  –  Penjualan ritel kendaraan bermotor pada Januari–September 2018 tumbuh…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

BNI Bukukan Laba Bersih Rp 11,4 Triliun

JAKARTA  –  PT Bank Negara Indonesia (BBNI) pada kuartal tiga 2018 mencatat laba bersih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .