MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 21 September 2018 08:51
MUI Minta Politisi PDIP Itu Minta Maaf

Pimpinan DPRD Samarinda Tak Tegas Bisa jadi Bumerang

MEMINTA KETEGASAN: Demonstran yang berunjuk rasa pada Rabu (19/9) di Kantor DPRD Samarinda, menuntut oknum anggota legislatif yang melakukan persekusi ditindak tegas. (saipul anwar/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kredibilitas DPRD Samarinda tengah diuji oleh ulah tiga anggotanya. Yakni Ahmad Vananzda, Suriani dan Hairil Usman. Legislator dari Partai PDI Perjuangan itu diduga jadi otak persekusi terhadap pengendara motor di Jalan Adam Malik, Sungai Kunjang, Sabtu (15/9) lalu.    

Ketiganya terekam dalam satu frame di video berdurasi 1 menit 18 detik yang terjadi di tepi jalan. Mereka mempersekusi dua pemuda yang menggunakan baju bertuliskan #2019GantiPresiden. Korban tak berdaya. Dikerumuni bak maling yang tertangkap basah. Baju bagian belakang pengemudi yang ditarik paksa, sobek hingga terlepas. Tubuhnya nyaris terpental.

Ahmad Vanandza, Suriani, dan Hairul Usman saling bersahutan melakukan serangan verbal kepada pengendara itu karena menggunakan baju bertuliskan #2019GantiPresiden. Hingga terselip kata tak pantas yang diduga dilontarkan Ahmad Vanandza, anggota Komisi I DPRD Samarinda. Kecaman pun bermunculan. Kepada Kaltim Post, Kamis (20/9), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda KH Zaini Naim menyatakan agar oknum DPRD tersebut meminta maaf ke publik. “Baik perkataan, maupun perbuatan,” tegasnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Samarinda itu melanjutkan, perkataan Ahmad Vanandza ketika mengucapkan khilafah membuat umat muslim marah.

Sebagai tokoh agama, Zaini menilai, khilafah identik dengan Islam. Kata tidak pantas yang terlontar dari mulut Ahmad Vanazda setelah berkata “khilafah” secara tidak langsung, menyebut perkataan buruk. Mencederai umat muslim. Sikap MUI, lanjut dia, dengan tegas meminta Vanandza kesatria menghadapi masalah tersebut. “Minta maaf saja, tapi itu belum menyelesaikan masalah,” sebutnya.

Setidaknya, ungkapan maaf itu bisa meredam amarah publik, yang terus menerus mengecam perbuatan anggota DPRD Samarinda itu. Namun, permintaan tidak hanya dilakukan di media sosial, melainkan di media cetak maupun elektronik. Jika urung dilakukan, Zaini menilai, ini tidak hanya berdampak pada pelaku, melainkan pimpinan DPRD dan partai yang kini menjadi “payung” Ahmad Vanandza.

Pasalnya, di pengunjung pertemuan di ruang paripurna DPRD Samarinda pada Rabu (19/9), Ahmad Vanandza menyebut menyerahkan kasusnya kepada pimpinannya. Hanya, saat ditanya mengenai tudingan menistakan agama, anggota Komisi I DPRD Samarinda itu berkelit tak bermaksud demikian. “Saya enggak pernah berniat seperti itu (menistakan agama). Insyaallah saya juga Islam,” ucapnya kemudian pergi meninggalkan ruangan pertemuan.

Terkait perkataan Ahmad Vanandza itu, Zaini menilai, pernyataan tersebut sangat-sangat berlebihan. “Mestinya anggota dewan itu enggak boleh ngomong begitu,” ujarnya. Dia melanjutkan, Indonesia adalah negara berketuhanan. “Tindakan itu sangat salah,” tegas Zaini. Ketua MUI Samarinda itu menilai, sebagai anggota DPRD, Ahmad Vanandza dan dua rekannya sejatinya bisa menahan diri. “Anggota DPRD kok bicaranya sembarangan,” jelasnya. “Perkataan itu khilafah (maaf, Red) taik bisa jadi penistaan agama. Saya juga umat muslim,” sebutnya. (*/dra/riz/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 07:14

HAAWWW, KENAPA NI...??? Gubernur dan Wakil Kota Dipolisikan

SAMARINDA  –  Surat pemberhentian lima anggota dewan yang dikeluarkan Senin…

Jumat, 14 Desember 2018 12:53

Sambut Natal dan Tahun Baru, Dishub Kaltim Pasang 12 Plang Jalan Alternatif

SAMARINDA - Sebanyak 12 plang petunjuk jalan alternatif menuju Bandara…

Jumat, 14 Desember 2018 11:00

SUDAH DIDUGA..!! Target Jembatan Kembar Diprediksi Meleset

SAMARINDA - Target penyelesaian Jembatan IV Mahakam atau jembatan kembar…

Jumat, 14 Desember 2018 10:16
Untuk Pertama Kalinya, Penumpukan Penumpang Terjadi di Bandara APT Pranoto

Lengkapi Dong Fasilitas Penerbangan Malam di Bandara APT Pranoto, Biar Ngga Kayak Gini....

SAMARINDA- Untuk pertama kalinya, penumpukan penumpang terjadi di Bandara APT…

Jumat, 14 Desember 2018 08:06

Kalah Judi, Curi Cincin Nikah Sepupu

SAMARINDA - Berselancar di dunia maya, hampir setiap hari dilakukan…

Jumat, 14 Desember 2018 07:23

Lebihi Batas Tarif, Sanksi Menanti

SAMARINDA – Memasuki akhir 2018, tim pengendalian inflasi daerah (TPID)…

Kamis, 13 Desember 2018 21:54

Nasdem Kaltim Bidik Dua Kursi DPR RI

SAMARINDA - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh…

Kamis, 13 Desember 2018 06:30

Surya Paloh Dijadwalkan Hadiri Orientasi Caleg NasDem

SAMARINDA–Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh dijadwalkan hadir dalam…

Rabu, 12 Desember 2018 21:03

Jaringan Pengedar Sabu Kutai Timur Dibongkar, Mobil dan Motor Disita

Samarinda - Jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi Kaltim membongkar jaringan…

Rabu, 12 Desember 2018 21:00

Tower Lampu Hias di Taman Samarendah Ternyata Sumbangan XL

SAMARINDA- - Tower lampu hias di bagian tengah Taman Samarendah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .