MANAGED BY:
SENIN
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 21 September 2018 08:51
MUI Minta Politisi PDIP Itu Minta Maaf

Pimpinan DPRD Samarinda Tak Tegas Bisa jadi Bumerang

MEMINTA KETEGASAN: Demonstran yang berunjuk rasa pada Rabu (19/9) di Kantor DPRD Samarinda, menuntut oknum anggota legislatif yang melakukan persekusi ditindak tegas. (saipul anwar/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kredibilitas DPRD Samarinda tengah diuji oleh ulah tiga anggotanya. Yakni Ahmad Vananzda, Suriani dan Hairil Usman. Legislator dari Partai PDI Perjuangan itu diduga jadi otak persekusi terhadap pengendara motor di Jalan Adam Malik, Sungai Kunjang, Sabtu (15/9) lalu.    

Ketiganya terekam dalam satu frame di video berdurasi 1 menit 18 detik yang terjadi di tepi jalan. Mereka mempersekusi dua pemuda yang menggunakan baju bertuliskan #2019GantiPresiden. Korban tak berdaya. Dikerumuni bak maling yang tertangkap basah. Baju bagian belakang pengemudi yang ditarik paksa, sobek hingga terlepas. Tubuhnya nyaris terpental.

Ahmad Vanandza, Suriani, dan Hairul Usman saling bersahutan melakukan serangan verbal kepada pengendara itu karena menggunakan baju bertuliskan #2019GantiPresiden. Hingga terselip kata tak pantas yang diduga dilontarkan Ahmad Vanandza, anggota Komisi I DPRD Samarinda. Kecaman pun bermunculan. Kepada Kaltim Post, Kamis (20/9), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda KH Zaini Naim menyatakan agar oknum DPRD tersebut meminta maaf ke publik. “Baik perkataan, maupun perbuatan,” tegasnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Samarinda itu melanjutkan, perkataan Ahmad Vanandza ketika mengucapkan khilafah membuat umat muslim marah.

Sebagai tokoh agama, Zaini menilai, khilafah identik dengan Islam. Kata tidak pantas yang terlontar dari mulut Ahmad Vanazda setelah berkata “khilafah” secara tidak langsung, menyebut perkataan buruk. Mencederai umat muslim. Sikap MUI, lanjut dia, dengan tegas meminta Vanandza kesatria menghadapi masalah tersebut. “Minta maaf saja, tapi itu belum menyelesaikan masalah,” sebutnya.

Setidaknya, ungkapan maaf itu bisa meredam amarah publik, yang terus menerus mengecam perbuatan anggota DPRD Samarinda itu. Namun, permintaan tidak hanya dilakukan di media sosial, melainkan di media cetak maupun elektronik. Jika urung dilakukan, Zaini menilai, ini tidak hanya berdampak pada pelaku, melainkan pimpinan DPRD dan partai yang kini menjadi “payung” Ahmad Vanandza.

Pasalnya, di pengunjung pertemuan di ruang paripurna DPRD Samarinda pada Rabu (19/9), Ahmad Vanandza menyebut menyerahkan kasusnya kepada pimpinannya. Hanya, saat ditanya mengenai tudingan menistakan agama, anggota Komisi I DPRD Samarinda itu berkelit tak bermaksud demikian. “Saya enggak pernah berniat seperti itu (menistakan agama). Insyaallah saya juga Islam,” ucapnya kemudian pergi meninggalkan ruangan pertemuan.

Terkait perkataan Ahmad Vanandza itu, Zaini menilai, pernyataan tersebut sangat-sangat berlebihan. “Mestinya anggota dewan itu enggak boleh ngomong begitu,” ujarnya. Dia melanjutkan, Indonesia adalah negara berketuhanan. “Tindakan itu sangat salah,” tegas Zaini. Ketua MUI Samarinda itu menilai, sebagai anggota DPRD, Ahmad Vanandza dan dua rekannya sejatinya bisa menahan diri. “Anggota DPRD kok bicaranya sembarangan,” jelasnya. “Perkataan itu khilafah (maaf, Red) taik bisa jadi penistaan agama. Saya juga umat muslim,” sebutnya. (*/dra/riz/k18)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 14:05

Runway Sempat Rusak, Penerbangan di APT Pranoto Kembali Normal

SAMARINDA–Aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto, Samarinda, kembali normal, kemarin…

Minggu, 23 Juni 2019 20:39

Masih di Bawah Umur, Sudah Delapan Kali Curi Motor

USIANYA masih di bawah umur. Namun, dia sudah harus merasakan…

Minggu, 23 Juni 2019 20:38

Saluran Air Harus Dibersihkan

SAMARINDA–Menyikapi persoalan di Samarinda, Wali Kota Syaharie Jaang menginstruksikan seluruh…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:22

Gulirkan Wacana Bangun Kanal Kolektif

SAMARINDA–Integrasi penanganan banjir kembali ditempuh Pemkot Samarinda. Verifikasi penyebab hingga…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:21

Jangan Mau Kalah dengan Swasta

Tiga hari lalu pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:21
Jago Merah Mengamuk di Kota Tepian

Dua Kali Terjadi, Hanguskan Belasan Rumah

DALAM sehari Kota Tepian alami dua kali petaka kebakaran. Pertama…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:20

Pentingnya Jurnalisme Data bagi Pewarta

Bagipewarta, data begitu sakral, tanpanya berita takkan kaya.   NOFIYATUL…

Jumat, 21 Juni 2019 22:34

Belasan Sekolah Minim Pendaftar

Kendati Disdik Samarinda telah membuka pendaftaran PPDB dua kali, namun…

Jumat, 21 Juni 2019 22:09

Kejiwaan Tersangka Cabul Akan Diperiksa

SAMARINDA–Kasus pencabulan yang diduga dilakukan Robinson Rante Linggi terhadap dua…

Jumat, 21 Juni 2019 22:08

Warga Padat Karya Sikat Motor Tetangga

Di tengah musibah banjir yang melanda ibu kota Kaltim, ada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*