MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 21 September 2018 08:48
Kriminlog: Aparat Jangan Terkesan Berpihak

PROKAL.CO, KASUS dugaan persekusi yang menyeret tiga anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PDI Perjuangan memasuki hari ketujuh, Jumat (21/9). Sejauh mana penanganan kasus tersebut? Kaltim Post yang mencari kejelasan di Polresta Samarinda masih belum menemukan titik terang. “Belum ada (laporan), tapi kami telusuri terus informasi korban,” sebut Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono. Perwira melati satu itu juga belum bisa memastikan pasal apa yang bisa menjerat jika perkaranya dilanjutkan.

“Semuanya baru bisa ketahuan setelah pemeriksaan,” jelasnya. Beredar kabar, kepolisian sudah berkomunikasi khusus dengan beberapa ahli. “Kalau ada perkembangan, nanti pasti kami kabari,” lugasnya. Meski hingga kemarin belum ada aduan dari dua pemuda yang menjadi bulan-bulanan tiga oknum anggota dewan, Sudarsono menegaskan polisi tak tinggal diam.  Sementara itu, pakar kriminolog Universitas Indonesia (UI) Muhammad Mustofa yang dihubungi media ini menuturkan, pemakaian baju bertuliskan #2019GantiPResiden memang sedang hangat. “Kalau tidak dihubungkan dengan momen tertentu, rasanya biasa saja,” ucapnya. Bahkan, dia merasa aneh ketika pemakaian baju tersebut ditanggapi negatif, hingga berujung sebutan makar.

“Rasanya, tidak ada aturan atau hukum yang menyebut, dilarang menggunakan baju bertuliskan #2019GantiPresiden,” sebutnya. Menurut Mustofa, keinginan berpendapat oleh seseorang dianggap lumrah dalam negara demokrasi. Siapa saja bisa mengemukakan pendapat. Polemik tersebut juga diungkapkan Mustofa bisa menandakan keberpihakan dan dianggap tak netral.

“Analisis saya, ada kecenderungan secara subjektif keberpihakan aparat kepada yang berkuasa. Itu merupakan hal yang umum,” ujarnya. Begitu juga ASN (Aparatur Sipil Negara) atau anggota dewan, pasti mendukung yang terpilih. “Bukan berarti aparat disalahgunakan,” tegas Mustofa. Peristiwa semacam itu, lanjut Mustofa, masih bisa berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

“Enggak ada masalah dengan baju itu. Sekali lagi, tidak ada unsur pidananya,” tegasnya. Persekusi, lanjut dia menjurus ke tindakan kekerasan. Baik perlakuan maupun umpatan. Ulah tiga oknum anggota dewan itu memang tergolong persekusi. Mustofa menilai, ketika ada tarikan, seharusnya sudah bisa digolongkan dengan pidana Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan Secara Bersama-sama.

Sebelumya, pengamat hukum Unmul Ivan Zairani Lisi mengatakan, peristiwa yang jadi buah bibir itu menyangkut aspirasi masyarakat. Anggota dewan seharusnya bersifat netral dan profesional. “Tindakan itu justru merugikan anggota dewan itu sendiri,” sebutnya.

Mantan dekan Fakultas Hukum Unmul itu menjelaskan, di pengujung 2018, situasi politik memang memanas. Menyinggung persekusi, Ivan menyebut, siapa yang terintimidasi, dipaksa dan mendapat kekerasan, berarti sudah masuk dalam persekusi. Namun, harus dilihat dari berbagai sudut pandang. “Ini aspirasi masyarakat, jangan juga berlebihan. Sangat tidak pantas bagi anggota dewan melakukan hal seperti itu,” tegasnya.

Ivan menyebut, masalah yang kini viral itu secepatnya diselesaikan. Hal itu, dianggap Ivan adalah salah satu tantangan bagi Polri. “Dan harus berhati-hati,” terangnya. Ivan menilai, ada unsur pidana dalam video persekusi yang  beredar di masyarakat. Terlebih pada Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan. “Tapi itu sifatnya delik aduan. Persekusi juga banyak macamnya,” jelas Ivan.

Apabila konteksnya menyangkut Pasal 335 KUHP, harus ada pengaduan. Video itu, nantinya jadi alat bukti petunjuk kepolisian untuk menyelidiki perkara tersebut. (*/dra/riz/k18)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:35

Bawaslu Samarinda Sidangkan Alat Peraga Caleg Salahi Aturan

SAMARINDA- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Samarinda memanggil dan menyidangkan sejumlah…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:34

Sejumlah Bank Akan Luncurkan Kartu Berlogo GPN

SAMARINDA-  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur bersama puluhan bank swasta dan pemerintah…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:32

Ganti Kartu Debet Anda dengan Logo GPN, Ini Dia Sejumlah Keuntungannya

SAMARINDA- Kegiatan Kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Samarinda akan berlangsung esok, Minggu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:34

Ada Keinginan Resimen Mahasiswa Diaktifkan Kembali

SAMARINDA- Perwakilan Kementerian Pertahanan (PKP) Provinsi Kalimantan Timur mengajak seluruh mahasiswa…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:13

Tak Terlalu Pagi untuk Buraq

Pagi begitu dingin di Mahulu. Saya terbangun setidaknya tiga kali sebelum embun mulai tampak di atas…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:03

Wabup Lepas Rombongan Umrah

UJOH BILANG – Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Drs Y Juan Jenau, Kamis (18/10), melepas Rombongan…

Kamis, 18 Oktober 2018 21:10

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasi K3 Jasa Konstruksi

SAMARINDA- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Kamis (18/10) menyelenggarakan…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:48
Polemik Masjid di Lapangan Kinibalu

Pemprov Menang, Tapi Warga Masih Ada Peluang

SAMARINDA- Dengan putusan Majelis Hakim PTUN Samarinda yang memerintahkan Dinas Penanaman Modal dan…

Kamis, 18 Oktober 2018 07:47

160 Ribu KTP-el Belum Dicetak

SAMARINDA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta meninjau kembali rencana memblokir data…

Rabu, 17 Oktober 2018 12:28
BREAKING NEWS

PTUN Menangkan Pemprov Kaltim Soal IMB Masjid Lapangan Kinibalu

SAMARINDA- Majelis Hakim PTUN Samarinda memutuskan bahwa pihak tergugat yaitu Kepala Dinas Pelayanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .