MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 21 September 2018 08:48
Kriminlog: Aparat Jangan Terkesan Berpihak

PROKAL.CO, KASUS dugaan persekusi yang menyeret tiga anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PDI Perjuangan memasuki hari ketujuh, Jumat (21/9). Sejauh mana penanganan kasus tersebut? Kaltim Post yang mencari kejelasan di Polresta Samarinda masih belum menemukan titik terang. “Belum ada (laporan), tapi kami telusuri terus informasi korban,” sebut Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono. Perwira melati satu itu juga belum bisa memastikan pasal apa yang bisa menjerat jika perkaranya dilanjutkan.

“Semuanya baru bisa ketahuan setelah pemeriksaan,” jelasnya. Beredar kabar, kepolisian sudah berkomunikasi khusus dengan beberapa ahli. “Kalau ada perkembangan, nanti pasti kami kabari,” lugasnya. Meski hingga kemarin belum ada aduan dari dua pemuda yang menjadi bulan-bulanan tiga oknum anggota dewan, Sudarsono menegaskan polisi tak tinggal diam.  Sementara itu, pakar kriminolog Universitas Indonesia (UI) Muhammad Mustofa yang dihubungi media ini menuturkan, pemakaian baju bertuliskan #2019GantiPResiden memang sedang hangat. “Kalau tidak dihubungkan dengan momen tertentu, rasanya biasa saja,” ucapnya. Bahkan, dia merasa aneh ketika pemakaian baju tersebut ditanggapi negatif, hingga berujung sebutan makar.

“Rasanya, tidak ada aturan atau hukum yang menyebut, dilarang menggunakan baju bertuliskan #2019GantiPresiden,” sebutnya. Menurut Mustofa, keinginan berpendapat oleh seseorang dianggap lumrah dalam negara demokrasi. Siapa saja bisa mengemukakan pendapat. Polemik tersebut juga diungkapkan Mustofa bisa menandakan keberpihakan dan dianggap tak netral.

“Analisis saya, ada kecenderungan secara subjektif keberpihakan aparat kepada yang berkuasa. Itu merupakan hal yang umum,” ujarnya. Begitu juga ASN (Aparatur Sipil Negara) atau anggota dewan, pasti mendukung yang terpilih. “Bukan berarti aparat disalahgunakan,” tegas Mustofa. Peristiwa semacam itu, lanjut Mustofa, masih bisa berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

“Enggak ada masalah dengan baju itu. Sekali lagi, tidak ada unsur pidananya,” tegasnya. Persekusi, lanjut dia menjurus ke tindakan kekerasan. Baik perlakuan maupun umpatan. Ulah tiga oknum anggota dewan itu memang tergolong persekusi. Mustofa menilai, ketika ada tarikan, seharusnya sudah bisa digolongkan dengan pidana Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan Secara Bersama-sama.

Sebelumya, pengamat hukum Unmul Ivan Zairani Lisi mengatakan, peristiwa yang jadi buah bibir itu menyangkut aspirasi masyarakat. Anggota dewan seharusnya bersifat netral dan profesional. “Tindakan itu justru merugikan anggota dewan itu sendiri,” sebutnya.

Mantan dekan Fakultas Hukum Unmul itu menjelaskan, di pengujung 2018, situasi politik memang memanas. Menyinggung persekusi, Ivan menyebut, siapa yang terintimidasi, dipaksa dan mendapat kekerasan, berarti sudah masuk dalam persekusi. Namun, harus dilihat dari berbagai sudut pandang. “Ini aspirasi masyarakat, jangan juga berlebihan. Sangat tidak pantas bagi anggota dewan melakukan hal seperti itu,” tegasnya.

Ivan menyebut, masalah yang kini viral itu secepatnya diselesaikan. Hal itu, dianggap Ivan adalah salah satu tantangan bagi Polri. “Dan harus berhati-hati,” terangnya. Ivan menilai, ada unsur pidana dalam video persekusi yang  beredar di masyarakat. Terlebih pada Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan. “Tapi itu sifatnya delik aduan. Persekusi juga banyak macamnya,” jelas Ivan.

Apabila konteksnya menyangkut Pasal 335 KUHP, harus ada pengaduan. Video itu, nantinya jadi alat bukti petunjuk kepolisian untuk menyelidiki perkara tersebut. (*/dra/riz/k18)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 Juni 2019 22:16

Kadis ESDM Kaltim : Tambang Berkontribusi Sumbang Banjir, TAPI....Ini Penjelasannya

SAMARINDA - Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Wahyu…

Senin, 17 Juni 2019 22:15

Cabuli Bocah Berkali-kali di Kosnya, Sekuriti Ini Ditangkap

SAMARINDA - Jajaran Polsek Samarinda Ilir menangkap pria diduga melakukan…

Senin, 17 Juni 2019 13:11

Potret Ibu Kota Dilanda Banjir

SELAMA beberapa hari, ibu kota Kaltim khususnya bagian menuju utara,…

Senin, 17 Juni 2019 13:02

Ditemukan Ribuan Obat Ilegal di Samarinda

SEJAK lima tahun terakhir, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)…

Senin, 17 Juni 2019 12:39

Bandara APT Pranoto Mau Bersolek, Begini Konsepnya

Sebagai fasilitas yang baru beroperasi, Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT)…

Senin, 17 Juni 2019 12:35

DPRD Kaltim Lempar Wacana Tambah Pemasukan Kepala Sekolah

SAMARINDA–Wacana memilah tunjangan antara kepala SMA/SMK dan guru se-Kaltim mencuat.…

Senin, 17 Juni 2019 12:34

Hasil Pemilu 2019, Ada Sengketa di Tiga Daerah

SAMARINDA–Pemilu 2019 di Kaltim tak sepenuhnya berakhir manis. Tersisa perselisihan…

Senin, 17 Juni 2019 12:33
Persiapan Jelang PPDB Jenjang SMA

Sekolah Intens Sosialisasi, CPDB Siapkan Alternatif

SAMARINDA–Penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk SMA negeri di Samarinda…

Minggu, 16 Juni 2019 21:02

AMAN..!! Ketinggian Air di Waduk Benanga Masih Level Kuning

SAMARINDA - Ketinggian air di Bendungan Benanga masih berada di…

Minggu, 16 Juni 2019 20:59

Banjir Surut, Warga Mulai Bersihkan Rumah

SAMARINDA- Banjir yang terjadi sejak 7 hari lalu di kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*