MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 21 September 2018 08:36
Biar Lebih Produktif, Ada Insentif bagi Penulis Lokal

Diskusi RUU Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam

REMBUG: Hetifah (tengah) bersama Kepala DPKD Kaltim HM Aswin (dua kanan) dan Kadisdikbud Kaltim Dayang Budiati (kiri) dalam diskusi di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Balikpapan, kemarin. (DINA ANGGELINA/KP)

PROKAL.CO, Rendahnya budaya literasi di Indonesia mendorong wakil rakyat melakukan perubahan. Salah satu caranya dengan menyusun rancangan undang-undang (RUU) Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR). Komisi X DPR RI memilih Kaltim sebagai lokasi jajak pendapat.

KUNJUNGAN ke daerah ini menjadi bahan masukan dan pertimbangan dalam penyusunan RUU tersebut. Puluhan orang mengikuti diskusi yang berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Balikpapan. Mereka terdiri dari anggota Komisi X DPR RI, DPRD kabupaten/kota di Kaltim, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kaltim, pegiat literasi, hingga Pemimpin Redaksi Kaltim Post Faroq Zamzami.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah sekaligus ketua rombongan menuturkan, aturan literasi sesungguhnya telah tertuang dalam UU 4/1990. Usia regulasi yang cukup lama membuat pihaknya berencana melakukan revisi. Menurutnya, aturan ini perlu diperbarui untuk mengikuti perkembangan zaman. Misalnya tak hanya lagi mengatur karya cetak, namun perlu perubahan yang mengikutsertakan aturan dalam karya elektronik.

Dia menjelaskan, nantinya RUU SSKCKR dapat mengatur banyak hal. Namun, tujuan utamanya tetap menguntungkan berbagai pihak. Termasuk publik yang akan memanfaatkan karya literasi. Dalam RUU SSKCKR mengatur, agar setiap penerbit di Indonesia wajib menyerahkan karya cetak kepada perpustakaan. Di antaranya dua eksemplar dari setiap judul karya cetak kepada perpustakaan nasional dan satu eksemplar kepada perpustakaan provinsi tempat domisili penerbit. Karya cetak ini diserahkan untuk disimpan di Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Provinsi, termasuk edisi revisi. Sehingga dapat melengkapi ketersediaan koleksi di perpustakaan.

Hetifah menuturkan, pihaknya dalam penyusunan RUU SSKCKR perlu turun langsung ke daerah untuk melihat kebutuhan literasi. Sehingga aturan yang dibuat di pusat tidak melupakan suara-suara di daerah. Menurutnya, setiap UU memiliki kebutuhan dan sentuhan yang berbeda di daerah. “Jadi, harus mendengar suara masyarakat dan stakeholder daerah. Nanti masukan mereka akan jadi bahan perbaikan dan penyempurnaan RUU ini,” katanya. Beberapa poin yang disimpulkan dalam diskusi ini, misalnya menghindari diskriminasi di daerah. Kemudian dalam program harus memerhatikan penulis daerah agar lebih produktif.

“Misalnya memberikan insentif bagi penulis agar mereka semakin baik dalam memproduksi karya, baik karya cetak maupun karya rekam,” ujarnya. Lalu mengontrol perpustakaan daerah. Bagaimana ketersediaan koleksi hingga kualitasnya. Sehingga seluruh karya yang terkumpul di perpustakaan dapat bermanfaat untuk generasi mendatang. “Manfaatnya tidak hanya sekarang, tapi sampai anak cucu yang nantinya pasti membutuhkan cerita dan dokumentasi tentang daerah ini dari literasi,” imbuhnya. Ia menambahkan, literasi akan menyangkut berbagai macam. Mulai dari baca, tulis, media digital, hingga perpustakaan yang bisa termanfaatkan maksimal. 

"Media digital juga ada literasinya, bagaimana menggunakannya dengan benar. Jangan berarti instan dan mudah, malah salah," tuturnya. Hetifah berharap, gerakan literasi di daerah dapat terus digencarkan dan benar-benar terwujud. Tentu semua harus didukung berbagai aspek dari sarana prasarana dan ketersediaan bahan baca yang relevan dan berkualitas. “Kita perlu berikan literasi tentang daerah. Kita dorong penulis atau produsen menyetorkan bahan produksi mereka di tempat publik,” sebutnya.

Dalam gerakan literasi ini, nantinya bertujuan mendorong minat baca hingga minat menulis anak-anak di daerah. Saat ini, hal yang bisa dilakukan bagaimana memfasilitasi dan memotivasi minat tersebut. “Ada istilah functional illiteracy. Jadi, jangan sampai orang membaca tapi tidak paham apa yang dia baca,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Dayang Budiati mengaku setuju dengan RUU SSKCKR. Literasi bagi dunia pendidikan sangat penting. Entah literasi dari membaca di buku sampai elektronik, semua media bisa menjadi sumber pembelajaran. 

"Kami sangat setuju dengan rencana yang dilakukan DPR RI soal SSKCKR. Kalau ini bisa ada di perpustakaan, nanti bisa jadi salah satu sumber belajar bagi anak didik dan masyarakat," pungkasnya. (gel/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 12:40

26 Siswa Ikuti Seleksi PPDB SMA Pradita Dirgantara Tingkat Daerah

BALIKPAPAN – Lanud Dhomber Balikpapan melaksanakan tes tingkat  daerah kepada…

Jumat, 15 Februari 2019 10:52

KONI Ancam Tak Beri Rekomendasi

BALIKPAPAN – Polemik pemilihan ketua Pengurus Cabang Persatuan Renang Seluruh…

Jumat, 15 Februari 2019 10:51

Protes Hasil Muskot PRSI Balikpapan, Lima Klub Ancam Boikot

BALIKPAPAN - Untuk kali kedua, Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Renang…

Rabu, 13 Februari 2019 13:30

Gara-Gara Ini, Komisioner Bawaslu Balikpapan Terancam Dipecat..!!

BALIKPAPAN – Para komisioner Bawaslu Balikpapan satu suara memilih tidak…

Minggu, 10 Februari 2019 10:08

Jurnalis Dituntut Jadi "Watchdog", Kritik Perusahaan Demi Keselamatan Planet Bumi

BALIKPAPAN- Seorang jurnalis dituntut menjadi "watchdog" atau penjaga planet bumi…

Kamis, 31 Januari 2019 07:50

Sidang Perdana Kasus Pembuangan Bayi di Toilet Bandara, Panik si Bayi Tak Bernapas

BALIKPAPAN – Kasus pembuangan bayi di dalam kloset Bandara Sultan…

Kamis, 31 Januari 2019 07:50

Disporapar akan Resmikan Objek Wisata Baru

BALIKPAPAN – Memeriahkan hari jadi Kota Minyak ke-122, berbagai agenda…

Kamis, 31 Januari 2019 07:47

Buru Tiketnya sebelum Kehabisan

BALIKPAPAN - Persiapkan diri akhir pekan ini. Minggu (3/2) merupakan…

Kamis, 31 Januari 2019 07:44

Balikpapan Tertinggi Dalam Catatan ORI

BALIKPAPAN – Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Kaltim menetapkan Balikpapan menjadi…

Rabu, 30 Januari 2019 07:50

Buru Tukang Pijat dan Peracik Obat

BALIKPAPAN – Setelah pengungkapan kasus percobaan aborsi di salah satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*