MANAGED BY:
KAMIS
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Jumat, 21 September 2018 08:22
Mulai Usaha? Begini Caranya

PROKAL.CO, OLEH: AMIN HIDAYAT
(Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) Kaltim dan Penasihat GENPRO Kaltim)

SELAMAT hari Jumat. Semoga pada hari yang berkah ini, kita semua senantiasa dalam lindungan Allah. Mari mengawali hari ini dengan bersyukur kepada Allah atas limpahan rezeki. Tentu sikap syukur itu akan mengundang banyak nikmat yang lain, karena itu sudah menjadi janjinya.

Pada hari yang baik ini, di awal tahun hijriah bisa menjadi momen yang tepat untuk menyusun rencana besar masa depan kita. Dari rencana besar yang mungkin belum terwujud bagi sebagian orang adalah keinginan untuk menjadi pengusaha yang hebat.

Saya sendiri sudah lebih 20 tahun menggeluti dunia kewirausahaan. Banyak suka duka yang saya alami. Jatuh bangun beberapa kali menjadikan saya justru semakin kuat. Karena kehebatan seorang pengusaha justru diukur dari kemampuannya untuk bangkit setelah mengalami keterpurukan. Tidak perlu takut untuk gagal. Karena ketakutan itu sebenarnya adalah permasalahan psikologis dan emosi semata.

Sementara bisnis, urusannya adalah logika-logika. Kadang kita takut, tapi ketika otak kita sudah kita peras untuk menyiapkan berbagai alternatif strategi dan nilai risiko sudah secara maksimal kita hitung, maka langkah selanjutnya adalah go-ahead. Lakukanlah dengan penuh keyakinan. Pasrahkan hasilnya kepada Allah.

Itulah tips pertama dari saya. Beranilah. Karena tanpa keberanian, Anda tidak akan pernah melangkah. Jatuh itu biasa, bahkan Anda harus merasakan banyak sekali kejatuhan-kejatuhan kecil, agar Anda memiliki imunitas ketika menghadapi masalah-masalah yang lebih besar. Poinnya pada mengukur risiko sebelum sebuah rencana dilaksanakan.

Tips kedua, adalah menjadi pembelajar sejati. Saya berbisnis di bidang supplier alat-alat pertambangan dan migas. Namun, tidak berarti saya bisa dengan mudah melakukan bisnis itu sekarang. Bahkan situasi saat ini sangat sulit. Di tengah turunnya harga minyak dunia dan sedang berlangsungnya proses alih kelola beberapa perusahaan kontraktor asing yang beroperasi di Kaltim, membuat banyak proyek harus sementara dihentikan.

Ini membuat bisnis saya terpukul. Tentu jadi pelajaran berharga buat saya. Lama di zona nyaman membuat semangat belajar saya agak kendur. Ketika sektor migas sedikit goyah, bisnis saya ikut terdampak. Tapi bukan pengusaha namanya kalau kita menyerah. Ketika kita benar-benar mau berpikir, mau berusaha dan terus berdoa. Yakinlah jalan keluar pasti ada. Itulah yang saya lakukan.

Pada saat krisis itulah saya berfikir keras, saya melihat beberapa potensi Investasi dan kerja sama dengan rekan-rekan lain untuk bergerak di bidang properti dan kuliner. Dan akhirnya alhamduillah saya bisa bertahan di situasi krisis. Selalu ada jalan keluar insyaallah. Dan kuncinya, teruslah belajar, karena situasi selalu berubah, kebiasaan konsumen berubah, regulasi pemerintah juga selalu berubah, pesaing juga semakin banyak.

Kalau kita kalah bersaing, bisnis kita bisa habis. Bisnis itu dinamis, selalu bergerak, dan hanya orang-orang yang tangguh dan dinamis lah yang siap menjalaninya. Namun imbalan dari situasi itu tentu jauh lebih besar.

Maka, saran saya teruslah belajar. Investasikan waktu dan dana untuk belajar. Karena dengan belajar, Anda bisa menghindari kesalahan-kesalahan konyol yang pernah dilakukan pendahulu kita. Dengan belajar, kita bisa melihat kemungkinan-kemungkinan lebih banyak, melihat potensi lebih besar, menemukan solusi-solusi.

Bahkan saat Anda belajar di berbagai acara seminar, Anda akan bertemu banyak relasi bisnis yang bisa Anda manfaatkan. Namun sibuk belajar jangan sampai menghentikan langkah Anda untuk terjun secara penuh di dunia usaha. Belajarlah sambil terus menumbuhkan usaha. Dijamin keren.

Tips ketiga adalah keluarkan energi sepenuhnya dalam menjalankan bisnis secara terfokus. Maksud saya, Anda harus all out. Khususnya di fase-fase merintis. Karena, memulai bisnis itu mirip punya bayi, ditinggal sebentar saja dia menangis. Lengah sebentar bisa sakit dan membahayakan nyawanya. Begitupun dengan bisnis. Bisnis yang baru memerlukan time and effort yang ektra.

Makanya mulailah dengan satu bisnis saja dulu. Karena kadang-kadang, anak muda yang semangat itu maunya pengin cepat dapat untung, langsung buka banyak usaha sekaligus. Bisa jadi malah gagal semuanya. Saran saya jangan. Satu saja tapi fokus. Ikuti fase-fase pertumbuhannya dengan sabar.

Apa aja sih fasenya? Ada tiga fase utama atau saya sebut fase krisis. Pertama; menemukan ide bisnis yang profitable dan sustainable. Kedua; menemukan ceruk pasar yang ekonomis. Ketiga; mengumpulkan sumber daya di luar bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk meringankan beban Anda sebagai pengusaha.

Itu tiga fase krisis yang biasanya harus Anda selesaikan dalam waktu maksimal dua tahun. Karena kalau lebih dari itu biasanya Anda akan lelah dan menyerah. Di sinilah pentingnya kita belajar, karena tiga fase sulit ini akan menjadi berat kalau harus kita lalui tanpa ilmu. Di sini juga perlunya Anda untuk memiliki komunitas. Berat jika Anda harus lalui fase kritis ini sendiri. Kita perlu teman, perlu guru dan perlu komunitas. Dari sanalah kita bisa mendapatkan banyak hal untuk mempermudah bisnis kita. Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) bisa menjadi alternatif yang tepat.

Tips ke empat adalah doa dan sedekah. Jangan sepelekan dua hal ini. Yakinlah bahwa hasil dari usaha Anda itu karena pertolongan Allah. Tugas kita adalah ikhtiar. Maksimal dalam ikhtiar dengan sepenuh ilmu dan sepenuh tenaga, itu tugas kita. Tapi untuk hasil nanti dulu. 20 tahun saya mengalami banyak sekali pertolongan Allah, banyak keajaiban terjadi, dan semua itu adalah karena pertolongan Allah. Dan untuk itulah saya memaksimalkan doa dan mengeluarkan sedekah. 

Tips terakhir dari saya, buat Anda yang belum memulai berwirausaha adalah segera mulai. Karena, usaha yang berhasil bukan usaha yang Anda bicarakan, tapi usaha yang Anda lakukan. Begitulah nasihat Bob Sadino kepada para muridnya. Segeralah memulai dan nikmati prosesnya. Selamat mencoba. (ndu/k18)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 09 Februari 2019 12:49

Moderasi Beragama untuk Kebersamaan Umat

Oleh: Mukhamad Ilyasin (Rektor IAIN Samarinda)  Judul ini diangkat dari…

Sabtu, 09 Februari 2019 10:47

Stanley dan Mogulisme Media yang Anjay Sekali

Oleh: Ramon Damora Wartawan Indonesia KETUA Dewan Pers, Yosep Adi…

Selasa, 05 Februari 2019 10:18

Posisi Ketua Adat dalam Acara Pemerintah

PERINGATAN ulang tahun ke-59 Kabupaten Paser berjalan dengan sukses, meski…

Rabu, 30 Januari 2019 07:24

Guru Ideal dan Revolusioner

Oleh: Heni Susilowati MPd (Guru SMA 1 Long Kali, Paser)…

Selasa, 29 Januari 2019 07:10

Bandara APT Pranoto: Harapan dan Tantangan Pariwisata Samarinda

OLEH: ADI PURBONDARU (Analis KPw BI Kaltim) SAMARINDA yang memiliki…

Senin, 28 Januari 2019 07:00

Urgensi Elektronifikasi Transaksi Keuangan Pemerintah Daerah

OLEH: CHRISTIAN (Analis Ekonomi KPw-BI Kaltim) BANK Indonesia sebagai otoritas…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:06

Perempuan Utusan Jiwa: Jelajah Intelektual Schimmel

SEBUAH buku dongeng terbitan 1872 menjadi titik tolak perjalanan panjang…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:04

Kandidat Politisi Beradu Kualitas atau Isi Tas

LAYAKNYA  sebuah pesta, sudut-sudut kota semakin mendekati hari H kian…

Kamis, 24 Januari 2019 08:02

Mau Tahu Tender Pemerintah 2019?

Oleh: Naryono SKom MM (Plt Kepala UPT LPSE Dinas Komunikasi…

Kamis, 24 Januari 2019 08:00

Junjung Tinggi Demokrasi Tanpa Menebar Kebencian

Oleh: Sugeng Susilo SH (Staf Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*