MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 21 September 2018 07:15
Kredit Macet Kaltim Tertinggi di Kalimantan
-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Masyarakat Kaltim dituntut bijak dalam berutang. Saat ini, Bumi Etam menjadi daerah dengan tingkat non-performing loan (NPL) atau kredit macet tertinggi di Kalimantan. Di atas threshold 5 persen, atau tepatnya 5,14 persen. Jumlah itu sudah membaik dari triwulan sebelumnya yang mencapai 5,61 persen.

Otoritas Jasa keuangan (OJK) mencatat, Kalimantan memiliki NPL sebesar 3,42 persen. Kalteng merupakan daerah dengan tingkat kredit macet terendah, yakni hanya 1,29 persen. Lalu Kalbar memiliki tingkat NPL 1,95 persen dan Kalsel 2,89 persen.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 9 Wilayah Kalimantan M Nurdin Subandi mengatakan, setiap perbankan memiliki strategi untuk ekspansi kredit. Perbankan tentunya harus berhati-hati dan melihat ke belakang jika ingin menyalurkan kredit. “Mereka tahu sektor mana yang harus dialiri kredit dan sektor mana yang tidak boleh lagi atau diwaspadai,” ujarnya, Kamis (20/9).

Kaltim, tambahnya, memang memiliki NPL yang cukup tinggi dibandingkan daerah lain. Namun, sudah terus membaik angkanya. Ini menandakan perbankan sudah lebih bijaksana menyalurkan kreditnya. Karena porsi NPL-nya yang terus mengecil. “Selain perbankan, masyarakat juga harus lebih bijak dalam berutang,” katanya.

Dia menjelaskan, bijak dalam berutang sangat diperlukan agar masyarakat bisa terhindar dari risiko kebangkrutan. Di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu sekarang, bijak dalam berutang sangat diperlukan. Jika tidak cermat, bisa membuat pengeluaran membengkak dan tidak bisa ditutupi oleh pendapatan.

Kalau sudah begitu, risiko kebangkrutan menjadi besar dan menyebabkan NPL pada masyarakat. Akan lebih baik dalam berutang hendaknya bisa dipakai untuk keperluan yang jauh lebih produktif, salah satu contohnya, yakni pengembangan usaha ataupun membeli berbagai investasi yang nilainya bisa naik setiap tahunnya.

“Nah, dengan begitu kredit produktif meningkat. Jika harus berutang untuk keperluan yang konsumtif, semoga tidak terlalu berlebihan. Perhitungannya pun harus sudah jelas agar tidak menjadi kredit macet di kemudian hari,” terangnya.

Ditemui terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengakui, NPL Kaltim memang masih mencatatkan angka tertinggi di Kalimantan. Namun, risikonya terus mengecil. Risiko kredit menurun dari 5,61 persen menjadi 5,14 persen. “Perbaikan-perbaikan ini terus dicatatkan oleh perbankan di Kaltim,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, penurunan risiko kredit ini didukung oleh membaiknya risiko kredit modal kerja yang menurun dari 6,23 persen dari triwulan lalu menjadi 5,06 persen pada triwulan II 2018. Juga, kredit investasi yang sedikit mengalami penurunan dari 6,24 persen menjadi 6,03 persen.

“Batu bara masih menyumbangkan risiko kredit tertinggi mencapai 40,47 persen. Namun, NPL sektor ini sudah terus mengalami perbaikan, saat ini batu bara NPL masih menyentuh 7 persen. Meskipun di atas 5 persen, namun terus mencatatkan perbaikan yang berimbas pada penurunan NPL Kaltim,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 06:45

Tahun Depan Sasar Utara dan Selatan

BALIKPAPAN – Kota Minyak terus mengembangkan jaringan gas (jargas) di masyarakat. Saat ini Pemkot…

Kamis, 15 November 2018 06:43

Ini Masalah yang Selalu Jadi Momok Investasi di Kaltim

BALIKPAPAN – Permasalahan lahan kerap menjadi penghambat dalam mengembangkan investasi di Kaltim.…

Kamis, 15 November 2018 06:42

Siapkan Rencana Operasi Pasar

JAKARTA – Pergerakan harga beras medium bakal menjadi perhatian pemerintah dalam sebulan ke depan.…

Kamis, 15 November 2018 06:40

PHSS Sukses Kapalkan LNG Perdana

BALIKPAPAN - Upaya PT Pertamina dalam mengelola blok migas eks VICO Indonesia mulai membuahkan hasil.…

Kamis, 15 November 2018 06:37

Perdamaian Dikabulkan, Peluang Merpati Terbang Lagi Kian Besar

SURABAYA - Langkah Merpati Nusantara Airlines untuk kembali terbang semakin mulus. Pengadilan Niaga…

Kamis, 15 November 2018 06:33

Antisipasi Praktik Kartel

JAKARTA - Pemerintah perlu mengevaluasi tata niaga kebijakan gula di Tanah Air. Pasalnya, beberapa kebijakan…

Kamis, 15 November 2018 06:32

Kadin-Bappenas Fokus Perkuat Industri Kelautan

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional…

Kamis, 15 November 2018 06:31

Berharap Produk Olahan Perikanan Mendunia

JAKARTA - Sebagai salah satu negara kepulauan, kekayaan laut Indonesia tidak bisa dimungkiri. Sayangnya,…

Kamis, 15 November 2018 06:30

Investor Masih Khawatir Pasar Negara Berkembang

JAKARTA – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali berada dalam…

Kamis, 15 November 2018 06:30

Produk UKM Sulit Bersaing

JAKARTA – Pertumbuhan e-commerce yang begitu pesat tampaknya perlu diikuti regulasi yang jelas.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .