MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 20 September 2018 11:03
Pemeriksaan Dugaan Korupsi Hibah KPU Dikebut
-

PROKAL.CO, SENDAWAR–Kejaksaan Negeri (Kejari) Kubar terus mengebut penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah KPU Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Termasuk dana hibah Perusahaan Daerah (Perusda) Wisata Telekomunikasi Transportasi dan Air Minum (Witeltram) Kubar.

Kejari kembali memanggil empat pejabat di Sekretariat dan Ketua KPU Mahulu, Selasa (25/9) nanti. Ini pemeriksaan lanjutan, setelah memanggil dua pejabat di KPU Mahulu, Selasa (18/9). Yakni, Bendahara KPU berinisial VH dan Sekretaris KPU berinisial S. Namun hanya S yang mangkir.

“Alasan S tidak bisa memenuhi panggilan, sedang sakit. Tetap kita panggil lagi untuk melakukan pemeriksaan di Kejari pada Selasa nanti,” tegas Kepala Kejari Kubar Syarief Sulaeman Nahdi dan Kasi Pidana khusus Indra Rivani, kepada media ini malam tadi. Untuk pemanggilan KPU Kaltim, segera dijadwalkan.

Ditanya jika pengakuan sanksi diperiksa di Kejari ada aliran dana kepada pihak lain, apakah bisa menjadi tersangka baru? Kejari mengatakan, pihaknya tidak akan mudah menetapkan tersangka. Karena menetapkan menjadi tersangka banyak faktor yang harus dipertimbangkan.

Diwartakan sebelumnya, Kejari Kubar menggeledah Kantor KPU Mahulu di Kecamatan Long Bagun, Kamis (13/9). Diamankan dokumen kegiatan KPU Mahulu tahun anggaran 2015 sebanyak 1 koper dan 1 dus besar. Total dana hibah Pemilihan Bupati Mahulu 2015 diterima KPU Mahulu Rp 30,797 miliar terdiri Rp 12 miliar APBD Mahulu 2015 ditambah APBD Perubahan Mahulu 2015 Rp 18,797 miliar.

Dia mengungkap, lanjutan proses penyidikan per 16 Agustus 2018. Munculnya dugaan korupsi, karena penggunaan dananya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kejari juga memanggil tersangka T, mantan pimpinan Perusda Wilteltram Kubar, Kamis (hari ini). Pemanggilan T ini untuk lanjutan pemeriksaan. Kasus Witeltram ini menyeret mantan pejabat tinggi Mahulu berinisial RL.

Total kerugian negara dalam kasus dugaan Witeltram ini Rp 1,6 miliar. Hasil penyidikan uang Rp 1,6 miliar  itu digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka T. Kemudian uang tersebut oleh tersangka T diberikan kepada tersangka RL.

Untuk diketahui, Perusda Witeltram mendapatkan penyertaan modal dari APBD Kubar sebanyak tiga kali. Pertama sebesar Rp 1,2 miliar, kedua Rp 1,5 miliar, dan yang ketiga sebesar Rp 1,2 miliar. Sehingga total modal dimiliki Perusda Witeltram saat itu sebesar Rp 4 miliar. (rud/kri/k8)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 10:22

Tiga Bulan Lagi, 500 PJU Terpasang

PENAJAM - Pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten…

Senin, 18 Februari 2019 10:13

Sambut TMMD, Pemkab Siapkan Rp 3,5 Miliar

JAKARTA - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh diwakili…

Senin, 18 Februari 2019 09:38

Kapal Penyeberangan Belum Gunakan Pelampung

SANGATTA–Sejumlah kawasan di Kutai Timur (Kutim) belum memiliki infrastruktur komplet.…

Senin, 18 Februari 2019 09:34

Tiga Kecamatan Layak Miliki Pasar Modern

SENDAWAR - Membangun ekonomi modern menjadi tekad Pemkab Kutai Barat…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:56

Banjir karena Drainase Buntu

TANA PASER–Mengurangi dampak banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:56

Pemberkasan, Empat Peserta CPNS Absen

PENAJAM–Sebanyak 156peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lolos…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:54

Aktifkan Jargas, PPU Tunggu HET

PENAJAM–Jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kaltim bakal diresmikan hari…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:53

Gara-Gara Ini, 10 OPD Dibayangi Sanksi

PENAJAM–Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Penajam Paser Utara…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:47

Ribuan Karyawan Jadi Pemilih Tambahan

SENDAWAR–Jumlah pemilih di Kutai Barat (Kubar) terus bertambah. Ini karena…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:42

Semangat Naik Water Cannon hingga Lupa Pakai Sandal

Tak lagi menggunakan sandal, penghuni panti asuhan Ar Rayan di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*