MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 20 September 2018 11:01
Mabuk Bareng, Cewek Babulu Digilir Tiga Sahabatnya
PAGAR MAKAN TANAMAN: Asis Sandani (gemuk) dan Windu Pamungkas (kurus) tega mencabuli sahabatnya, setelah dicekoki arak.

PROKAL.CO, PENAJAM–Nasib malang menimpa LW (18), warga Desa Rawa Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dia dicabuli sahabatnya, Minggu (16/9) sekira pukul 00.00 Wita. Ada tiga tersangka yang diduga kuat secara bergantian mencabuli korban saat tidak sadarkan diri, setelah dicekoki minuman beralkohol jenis arak. 

Sebelumnya, korban diajak jalan-jalan oleh tersangka berinisial SD (17), warga Desa Sri Raharja, Kecamatan Babulu. Keduanya sempat membeli arak. Minuman tersebut dikonsumsinya bersama dua rekan lainnya, Asis Sandani (19), dan Windu Pamungkas (22), keduanya warga Desa Sri Raharja, Kecamatan Babulu.

Setelah mengonsumsi arak tersebut, SD lantas membawa korban yang berada di bawah pengaruh alkohol ke sebuah pondok di areal persawahan Desa Sumber Sari. Dia pun melancarkan aksi bejatnya. “Setelah (SD) selesai, dia contact temannya yang dua lagi (Asis Sandani dan Windu Pamungkas),” terang Kapolsek Babulu Iptu Alimuddin kepada Kaltim Post, kemarin. 

Setelah mencabuli, tersangka ingin mengantarkan korban pulang ke rumah. Namun, belum tiba di rumah korban, sepeda motor yang dikendarai tersangka SD kehabisan bensin. Dan akhirnya korban diletakkan di lapangan yang ada di sekitar lokasi tersebut.

Beberapa saat kemudian, korban ditemukan warga dalam keadaan tidak sadarkan diri. “Mereka (pelaku) juga takut, mengantar sampai rumah karena kondisi korban dalam keadaan mabuk,” ujarnya.

Saksi yang menemukan korban lalu membawanya ke Puskesmas Babulu untuk mendapatkan perawatan. Dari hasil pemeriksaan dokter, ditemukan bekas luka di kemaluan korban. Setelah itu, korban bersama keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babulu, Senin (17/9) sekira pukul 10.00 Wita.

Berbekal laporan dan keterangan korban, pihak kepolisian lalu mengamankan tiga tersangka sehari setelahnya. Ketiganya diringkus di kediamannya masing-masing, Selasa (18/9). Penahanan tidak dilakukan terhadap SD karena berstatus anak berhadapan hukum (ABH).

Mereka dijerat Pasal 286 juncto Pasal 289 KUHP dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara. “Kami masih mendalami pemeriksaan terhadap tersangka. Hasil pemeriksaan kasus ini. Mereka tidak merencanakan dari awal, mungkin karena ada kesempatan. Sehingga mereka nekat melakukan hal tersebut,” pungkasnya.

Barang bukti yang diamankan adalah celana legging hitam, kaus hitam putih bertuliskan Go Forward, dan bra ungumilik korban. Sedangkan dari tersangka, kaus lengan panjang merah setrip hitam, jeans pendek merek Hugos Black, dan jaket hoodie abu-abu setrip biru milik Windu Pamungkas.

Kemudian, celana jeans panjang merek ND2, celana dalam hijau, dan jaket hoodie hitam bertuliskan XX TB JL milik SD. Terakhir adalah jaket hoodie abu-abu dan celana jeans panjang biru milik Asis Sandani. (*/kip/kri/k8)

 


BACA JUGA

Kamis, 20 Juni 2019 11:50

Empat OPD Bakal Berubah

PENAJAM- Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Penajam Paser…

Kamis, 20 Juni 2019 11:47

Baru 19 Persen Tanah di Paser Bersertifikat

TANA PASER – Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten atau biasa disebut…

Rabu, 19 Juni 2019 11:47

Gara-Gara Ini, Sembilan Bangunan Disegel

Membangun harus tertib, terutama dari aspek perizinan. Jika tidak, pemerintah…

Rabu, 19 Juni 2019 11:45

Tunggakan Listrik PLN Capai Rp 6 Miliar

TANJUNG REDEB–Jumlah tagihan rekening listrik pelanggan PLN hingga kini mulai…

Rabu, 19 Juni 2019 11:42

MHU Persilakan Warga Tempuh Jalur Hukum

Komisi I DPRD Kaltim telah menindaklanjuti laporan warga, terkait dugaan…

Rabu, 19 Juni 2019 11:39

Pembersihan Drainase Perlu Sebulan

TENGGARONG–Tingginya intensitas hujan ditambah potensi banjir kiriman dari hulu Kukar…

Selasa, 18 Juni 2019 10:57

“Jangan Foto-Foto,Mas, Nanti Viral di Media”

Keberadaan pengetap bahan bakar minyak (BBM) terus menjadi sorotan, baik…