MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Kamis, 20 September 2018 10:55
Menanti CPNS Berintegritas

PROKAL.CO, Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) sudah di depan mata.  Bisa dipastikan, pendaftar bakal membeludak lagi. Apalagi keran seleksi CPNS semakin jarang dibuka. Bukan hal yang salah jika seorang anak bangsa mengharap peruntungannya menjadi seorang abdi negara, yaitu PNS.

Selama di benaknya ada niat tulus memajukan negeri, sekali lagi itu tak salah, bahkan wajib ikut berkompetisi. Perjuangan untuk lolos seleksi CPNS tentu tak mudah dan butuh kerja keras. Namun, rasanya kurang bijak jika titik kulminasi perjuangan kita berakhir dan berangsur surut setelah kita dinyatakan lolos seleksi CPNS.

Justru, menurut saya pribadi, itulah titik awal perjuangan kita yang sesungguhnya. Integritas dan loyalitas kita pada negara dipertaruhkan. Rawan sekali penyalahgunaan jabatan PNS untuk merugikan negara. Pungli, KKN, dan semacamnya memang nyata adanya. Pos-pos dengan dana besar dan rawan penyelewengan (basah) sangat besar godaannya.

Sekali lagi, itulah ajang pembuktian hati nurani melawan nafsu diri kita, apakah nurani kita masih ada atau sudah lenyap tak berbekas. Bekerja sebagai PNS sejatinya bukan menjaga gengsi, namun minim prestasi dan inovasi. Sebagai seorang PNS idealnya tidak ada kata santai pada kamusnya, semua hari adalah kerja, kerja, dan kerja.

Namun, ini semua kembali lagi pada niat awal, apakah sekadar meraih gengsi atau memang ingin membangun negeri. Pekerjaan rumah negeri ini masih terlalu banyak untuk hanya duduk bersantai di ruang ber-AC. Terlalu naif jika hari ini yang terlihat justru pemandangan PNS tak disiplin, telat masuk, berkeliaran pada jam kerja, bahkan membolos dari kewajibannya.

Seandainya semua CPNS yang lolos seleksi adalah mereka yang berhajat menyejahterakan rakyat, tentu tidak mustahil tercapai good governance atau tata pemerintahan yang baik. good governance adalah kunci untuk mengenyahkan kemiskinan dan mendatangkan kemajuan, itu kata mendiang Koffi Anan, mantan sekjen PBB. Semoga pos-pos penting negeri ini dapat diisi oleh orang-orang yang berjiwa nasionalis dan agamais.

Kedua unsur tersebut penting karena seorang nasionalis akan selalu mendahulukan kepentingan bangsa atas kepentingan pribadinya dan seorang agamais semestinya tunduk patuh pada tuntunan agama dan meyakini Tuhan selalu membersamai setiap gerak-geriknya. Karena itu, abdi negara yang seperti itu akan mampu mengelola negara kita yang sebenarnya luar biasa ini.

Mantan menteri BUMN Tanri Abeng juga pernah berujar, "Tidak ada negara miskin dan negara kaya, yang ada hanya negara yang well managed dan tidak well managed." Itulah kuncinya, SDM berkualitas dan berintegritas. (jib/kri/k8)

*) Penulis adalah seorang wiraswasta

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:11

Berebut Suara Milenial di Pilpres 2019

PADA 20 September, KPU RI sudah menetapkan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:10

Hari Pangan Sedunia dan Refleksi Pembangunan Ketahanan Pangan Kaltim

SETIAP 16 Oktober, dilakukan perayaan Hari Pangan Sedunia, termasuk Indonesia yang diselenggarakan di…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:14

Bekal untuk Para Caleg 2019

Oleh: RP Yohanes Antonius Lelaona, SVD(Rohaniwan di Tenggarong) KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:07

Wujudkan Balikpapan Sebagai Kota Pariwisata Berbasis Islam

Oleh: Siti Subaidah(Pemerhati Lingkungan dan Generasi) KOTA Balikpapan di usia 121 tahun sudah menjadi…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:05

Holding Migas dalam Perspektif Geopolitik dan Geostrategi Nasional

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO, MM(Pemerhati Ketenagakerjaan dan Ekonomi Kerakyatan, Mahasiswa S3 Program…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:54

Persyaratan Bahasa Inggris bagi Pejabat Pemerintah: Yay or Nay?

Oleh: Veronika Hanna Naibaho[Widyaiswara di Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:51

Mitigasi Bencana melalui Pengenalan Bencana Geologi

Oleh: Muhammad Dahlan Balfas(Dosen Program Studi S-1 Teknik Geologi Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman)…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:49

Siapa Bilang Kalimantan Aman Gempa?

Oleh: Sunarto Satrowardojo(Dosen Sekolah Pascasarjana Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Universitas…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:11

Mana Tanah Rakyat? Refleksi Hari Tani Nasional

HARI Tani Nasional (HTN) yang diperingati setiap 24 September merupakan hari lahirnya Undang-Undang…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:10

Masihkah Sepak Bola Menjadi Alat Pemersatu Bangsa?

SEPAK  BOLA Indonesia kembali memakan korban. Duel klasik antara Persib Bandung dan Persija Jakarta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .