MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Kamis, 20 September 2018 10:55
Menanti CPNS Berintegritas

PROKAL.CO, Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) sudah di depan mata.  Bisa dipastikan, pendaftar bakal membeludak lagi. Apalagi keran seleksi CPNS semakin jarang dibuka. Bukan hal yang salah jika seorang anak bangsa mengharap peruntungannya menjadi seorang abdi negara, yaitu PNS.

Selama di benaknya ada niat tulus memajukan negeri, sekali lagi itu tak salah, bahkan wajib ikut berkompetisi. Perjuangan untuk lolos seleksi CPNS tentu tak mudah dan butuh kerja keras. Namun, rasanya kurang bijak jika titik kulminasi perjuangan kita berakhir dan berangsur surut setelah kita dinyatakan lolos seleksi CPNS.

Justru, menurut saya pribadi, itulah titik awal perjuangan kita yang sesungguhnya. Integritas dan loyalitas kita pada negara dipertaruhkan. Rawan sekali penyalahgunaan jabatan PNS untuk merugikan negara. Pungli, KKN, dan semacamnya memang nyata adanya. Pos-pos dengan dana besar dan rawan penyelewengan (basah) sangat besar godaannya.

Sekali lagi, itulah ajang pembuktian hati nurani melawan nafsu diri kita, apakah nurani kita masih ada atau sudah lenyap tak berbekas. Bekerja sebagai PNS sejatinya bukan menjaga gengsi, namun minim prestasi dan inovasi. Sebagai seorang PNS idealnya tidak ada kata santai pada kamusnya, semua hari adalah kerja, kerja, dan kerja.

Namun, ini semua kembali lagi pada niat awal, apakah sekadar meraih gengsi atau memang ingin membangun negeri. Pekerjaan rumah negeri ini masih terlalu banyak untuk hanya duduk bersantai di ruang ber-AC. Terlalu naif jika hari ini yang terlihat justru pemandangan PNS tak disiplin, telat masuk, berkeliaran pada jam kerja, bahkan membolos dari kewajibannya.

Seandainya semua CPNS yang lolos seleksi adalah mereka yang berhajat menyejahterakan rakyat, tentu tidak mustahil tercapai good governance atau tata pemerintahan yang baik. good governance adalah kunci untuk mengenyahkan kemiskinan dan mendatangkan kemajuan, itu kata mendiang Koffi Anan, mantan sekjen PBB. Semoga pos-pos penting negeri ini dapat diisi oleh orang-orang yang berjiwa nasionalis dan agamais.

Kedua unsur tersebut penting karena seorang nasionalis akan selalu mendahulukan kepentingan bangsa atas kepentingan pribadinya dan seorang agamais semestinya tunduk patuh pada tuntunan agama dan meyakini Tuhan selalu membersamai setiap gerak-geriknya. Karena itu, abdi negara yang seperti itu akan mampu mengelola negara kita yang sebenarnya luar biasa ini.

Mantan menteri BUMN Tanri Abeng juga pernah berujar, "Tidak ada negara miskin dan negara kaya, yang ada hanya negara yang well managed dan tidak well managed." Itulah kuncinya, SDM berkualitas dan berintegritas. (jib/kri/k8)

*) Penulis adalah seorang wiraswasta

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 07:02

Akibat Tambang, Kerusakan Meradang

KALIMANTAN  Timur adalah provinsi yang memiliki potensi kekayaan alam yang…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:00

Masa Depan 212

REUNI 212 yang berlangsung pada 2 Desember 2018 di Kawasan…

Jumat, 14 Desember 2018 07:27

Pelaku Penghina Fisik Harus Siap-Siap Dipidana

Oleh: Elsa Malinda (Warga Balikpapan) AKHIR-akhir ini istilah body shaming…

Jumat, 14 Desember 2018 07:25

Penggunaan "Kafir" dalam Masyarakat Multikultural

Oleh: H Fuad Fansuri, Lc M Th I (Dosen Ilmu…

Kamis, 13 Desember 2018 07:28

Pembangunan Berkelanjutan Kaltim?

Oleh: Bambang Saputra (Sekretaris MES Balikpapan) PEMBANGUNAN berkelanjutan (sustainable development),…

Kamis, 13 Desember 2018 07:25

Menanam Toleransi Memetik Damai

Oleh: Arief Rohman Arofah MA Hum (Penyuluh Agama Islam Kementerian…

Kamis, 13 Desember 2018 07:21

Keterbatasan Data Bisa Hambat Pencapaian SDGs

Nama: Rezaneri Noer Fitrianasari (Aparatur Sipil Negara di Badan Pusat…

Rabu, 12 Desember 2018 07:47

Menanti Hadirnya Taman Wisata Rohani

Oleh: Muslan PEMERINTAH tampaknya harus melakukan inovasi dalam memberikan pilihan…

Rabu, 12 Desember 2018 07:44

Lestarikan Budaya Gotong Royong Bersama BPJS Kesehatan

Oleh: Windi Winata Paramudita (Mahasiswa Magister Kebijakan Publik Universitas Mulawarman)…

Rabu, 12 Desember 2018 06:53

Financial Technology Berbasis Syariah

Oleh: Arief Rohman Arofah MA Hum (Dosen Fakultas Ekonomi dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .