MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 20 September 2018 10:32
Unang Bunuh Pasutri dengan Tenang

Kembangkan Kasus, Polisi Menduga Otak Pelaku Tersangkut Kasus Lain

DINILAI DINGIN: Unang (tengah) otak pembunuhan pasutri saat di Mapolres Balikpapan, dua hari lalu.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Publik dibuat heran dengan Unang Sudrajat (49). Otak pembunuhan pasangan suami-istri, Wanto (45) dan Sunarsih (42), itu tak menampakkan tanda-tanda penyesalan. Diam saat ditanya perasaannya saat membunuh, Unang justru memilih berkelit soal niat dan motif menghabisi bosnya itu. Bahkan, keterangan dari penyidik yang memeriksanya, duda tiga anak itu bak pembunuh berdarah dingin.

“Selama pemeriksaan memang tak tampak ada penyesalan,” ungkap Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat, Rabu (19/9). Dia yang memimpin tim Jatanras Polres Balikpapan untuk menangkap Unang menyadari bahwa pria kurus itu lebih menunjukkan sikap profesional sebagai seorang penjahat. Dari menyusun rencana pembunuhan hingga melakukan eksekusi korban. Sehingga ada dugaan Unang bukan kali itu saja melakukan kejahatan.

“Dengan tenang dia (Unang) mengeksekusi korbannya. Seperti seseorang yang sudah berpengalaman. Sadis dan dingin,” ucap Makhfud. Kondisi ini disebutnya membuat pihaknya membuka kemungkinan akan mengembangkan kasus ini. Bukan dari jumlah tersangka. Melainkan mencari kejahatan lain yang diduga pernah dilakukan tersangka. Namun, saat ini pihaknya fokus pada penyelesaian berkas pembunuhan Wanto dan Sunarsih.

“Tersangka tak akan bertambah. Namun kemungkinan kasus lain yang melibatkan tersangka ini ada. Tetapi kami belum melangkah ke sana. Masih menyelesaikan berkas. Semoga bisa cepat (berkas diserahkan ke kejaksaan),” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi berharap, adanya kasus pembunuhan ini tak memengaruhi citra Kota Beriman. Yang sudah banyak menerima penghargaan baik nasional hingga internasional. Apalagi Balikpapan yang sedang menuju kota layak huni.

“Balikpapan kan terkenal. Terkenal dengan kebaikan dan keamanannya. Jadi kasus ini mengundang keprihatinan semua warga,” ucap Rizal.

Rizal berharap, kasus ini bisa menyadarkan masyarakat untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tetangga sekitar. Peran serta RT untuk bisa mengajak dan berkoordinasi dengan pihak berwajib penting dilakukan. Karena menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas kepolisian.

“Tentu harus ada peran masyarakat untuk menjaga kamtibmas,” sebut Rizal.

Sementara itu, pengamat sosial Universitas Mulawarman (Unmul) Sarosa Hamongpranoto menyatakan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Balikpapan tak akan berdampak besar. Ini karena dua kasus pembunuhan sadis yang terjadi dalam sebulan terakhir bersifat kasuistik. Antara kejahatan satu dan lainnya memiliki motif dan pola yang berbeda.

“Untuk pembunuhan pasutri ini misalnya, dilakukan oleh orang yang dikenal korban dengan motif ekonomi,” ucap Sarosa.

Dengan kondisi ini kecil kemungkinan membuat publik merasa terancam. Sebaliknya, banyak yang akan menaruh simpati kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Hal ini menjadi gambaran jika pembunuhan masih dianggap sebagai kejahatan yang luar biasa.

“Publik akan memandangnya sebagai kejadian yang mengerikan,” kata Sarosa.

Dampak terhadap kasus tak akan dirasakan Balikpapan secara keseluruhan. Hanya oleh mereka yang memiliki hubungan dan kedekatan baik dengan korban. Selebihnya Sarosa tak yakin jika kasus pembunuhan yang kasuistik akan menimbulkan keresahan.

“Berbeda jika ada sejumlah kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh pelaku yang sama. Kemudian kasusnya belum terungkap dan pelaku tersebut masih bebas,” tuturnya.

Untuk diketahui, Senin (17/9), pada siang bolong, publik Balikpapan digegerkan dengan penemuan mayat suami-istri di rumah mereka di Strat VI, RT 47, Nomor 04, Jalan Soekarno-Hatta, Kilometer 2, Gunung Samarinda, Balikpapan Utara. Sang suami, Wanto, tewas dan ditemukan di jok belakang mobil yang tengah diperbaiki pengusaha jual-beli dan reparasi mobil itu. Sementara istrinya, Sunarsih, juga dieksekusi saat akan menyiapkan minuman bagi para pembunuhnya.

Setelah melakukan proses penyelidikan dan pengejaran, tim gabungan dari opsnal Polsek Balikpapan Utara, Jatanras Polres Balikpapan, dan Polda Kaltim berhasil membekuk tersangka Unang. Anak pertama Unang, Indra Putra Pratama (23) juga ikut diciduk lantaran terlibat. Dari nyanyian keduanya, tersangka ketiga MM (17) dibekuk di Manggarsari, Balikpapan Timur.

Perkara utang diduga menjadi penyebab tersangka menghabisi Wanto dan Sunarsih. Pembunuhan berencana itu untuk menguasai harta korban.

Setelah menjalani pemeriksaan terhadap tersangka, kepolisian menegaskan, otak dalam kasus ini adalah Unang. Pada Minggu (16/9) pukul 21.30 Wita, Unang mengutarakan maksudnya untuk menghabisi korban Wanto kepada Indra.

Rencana tersebut disusun Unang yang kemudian mengajak MM (karyawan bengkel yang dijalankan Unang) dengan iming-iming akan dinaikkan gajinya. Niat membunuh direalisasikan pada Senin pukul 10.00 Wita. Setelah membunuh, tiga tersangka menguras harta korban. Di dalam rumah, para tersangka mengambil laptop, ponsel, dan uang Rp 1.150.000. Kemudian, Unang mengambil alih mobil Toyota Fortuner KT 1295 AY milik korban. Rencananya, mobil tersebut akan dijual untuk melunasi utang-utangnya sebesar Rp 50 juta karena kerap berjudi online.

Sebelumnya, dari penelusuran Kaltim Post, ada faktor-faktor penting alasan mengapa Unang tega melalukan pembunuhan berencana terhadap suami-istri itu. Tak sekadar soal utang, tersangka juga ingin menikah lagi.

Menyambangi kembali kediaman Unang di Blok D, Nomor 14, Perumahan Graha Mulawarman, dua hari lalu, media ini bertemu Ketua RT 29 Maskur. Pria itu menyebut mengenal baik karakter Unang yang selama tiga tahun menjadi warganya sebelum pindah ke kontrakannya sekarang. “Rumah ini RT 59. Dikontraknya baru lima bulan terakhir. Tetapi, Pak Unang masih terdaftar di RT saya,” ucap Maskur.

Selama kenal, Maskur menyebut, Unang sosok yang simpel dan tidak banyak tingkah. Namun, dia memang pelit soal uang. Karena tak pernah membayar uang rukun kematian yang ditarik warga. Meski jika dilihat secara kasatmata, usaha bengkel reparasi miliknya tergolong ramai pelanggan. “Ramai. Sampai pernah ada komplain warga lain karena mobil yang diperbaiki menghalangi jalan kampung,” ucap Maskur.

Karena alasan itu, Unang disebut pindah. Kemudian mengontrak bengkel di belakang minimarket waralaba di Jalan Manggar Damai, Balikpapan Timur. Yang disebutnya dibiayai oleh Wanto. “Saya pernah lihat korban sering berkunjung ke rumah Pak Unang. Setahu saya mereka rekan kerja,” tutur Maskur.

Dia juga mengetahui bagaimana korban dan tersangka cukup kenal dekat. Karena tiga tahun lalu, saat istri Unang meninggal dunia, Wanto dengan tangan terbuka menyediakan dana untuk acara pemakaman dan tradisi selamatan. Begitu pula ketika Unang harus dirawat di rumah sakit karena pembengkakan di perutnya. Wanto disebut yang membiayai pengobatan tersebut. (rdh/far/k8)


BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 11:00

MUDAHAN LEBIH HOT..!! Tanpa Kisi-Kisi di Debat Kedua

JAKARTA – Debat capres-cawapres edisi kedua masih sebulan lagi. Namun,…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:09

Biaya Tol Teluk Kian Membengkak

BALIKPAPAN  –   Semakin lama tertunda, anggaran pembangunan Jembatan Tol…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:07

Abu Bakar Ba’asyir Bebas Tanpa Syarat

JAKARTA  -  Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir bisa mengakhiri…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:04

Polres Belum Terima Komplain Konsumen

BALIKPAPAN –  Kasus obat kosmetik ilegal diungkap jajaran Polres Balikpapan,…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

SERASA ANAK TIRI..!! Bandara APT Pranoto “Dicueki” Pusat

SAMARINDA–Moda transportasi udara jadi idola untuk memangkas waktu perjalanan. Sayangnya,…

Jumat, 18 Januari 2019 08:11

Kosmetik Ilegal Dijual Mahal

BALIKPAPAN – Nurliah (26) hanya bisa menunduk. Perempuan berkulit putih…

Jumat, 18 Januari 2019 08:01

Mengubur Kebencian

OLEH: BAMBANG ISWANTO (Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda)…

Jumat, 18 Januari 2019 07:57

Koran Adalah Alat Perjuangan, Bertahan dengan Kualitas Sajian

Media daring menjamur. Tapi tak akan membunuh koran. Tak membuatnya…

Jumat, 18 Januari 2019 06:48

Mengoptimalkan Ekspor Batu Bara Kaltim ke India

Oleh: Wahyu Baskara Santoso dan Debby Amalia Soraya (Asisten Analis…

Jumat, 18 Januari 2019 00:06

Jokowi Serang Caleg Gerindra, Prabowo Malah Joget-Joget

Sebuah kejadian menarik dalam debat pilpres 2019 edisi pertama yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*