MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 20 September 2018 09:31
Terkesan Merendahkan dan Berbahasa Kasar
Syamsul Rijal

PROKAL.CO, PERSEKUSI atau pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah atau ditumpas yang dilakukan tiga oknum anggota DPRD Samarinda menuai banyak kecaman. Makian yang disampaikan disebut-sebut bisa memengaruhi kondisi kejiwaan korban.

Kepada Kaltim Post, Syamsul Rijal, dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Mulawarman (Unmul) menyampaikan pendapat akademisnya setelah menonton video dugaan persekusi yang melibatkan Ahmad Vanasda, Suriani dan Hairul Usman. Dari awal sampai akhir rekaman video, Syamsul Rijal menyimpulkan, hampir semua kata, frasa dan klausa atau kalimat dalam video itu mengandung bahasa yang keras dan kasar.

Terlebih disertai dengan nada dan intonasi tinggi. “Gaya bahasanya itu berjenis sarkasme,” sebut Syamsul Rijal. Sarkasme, terang dia, adalah jenis majas, namun dimaksudkan untuk menyindir atau menyinggung seseorang.

Mengulik lebih jauh, untuk diksi yang digunakan, Syamsul Rijal menyebut perlu dianalisis lebih mendalam dengan kajian analisis wacana kritis. “Soalnya, beberapa kata, frasa, klausa dan kalimat berhubungan erat dengan konteks dan situasi sosial, politik dan agama yang terjadi di Indonesia saat ini,” jelasnya.

Dia mencontohkan, pada rangkaian kalimat, Jangan tinggal di sini. Tinggal di luar. Ini Indonesia. Bukan Arab di sini. Indonesia. Saya juga Islam.  Dalam rangkaian kalimat tersebut, banyak hal yang perlu dianalisis. Mulai dari menunjukkan egois si penutur. Karena melarang seorang warga Indonesia tinggal di Indonesia. Selanjutnya, larangan itu mengandung pemaksaan kehendak kepada orang lain. Termasuk membahas demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Menyinggung penyebutan Arab dan Islam, membuat apa yang diucapkan seolah-olah menuduh orang yang memakai kaus #2019GantiPresiden, sebagai pembawa paham Islam Arab. Dan berbeda dengan paham Islam di Indonesia. Syamsul Rijal lalu mencotohkan dengan kalimat lain. Jangan tinggal di Indonesia kalau mau ganti presiden. Kalimat itu semakin rumit. Pasalnya sudah melibatkan persoalan sistem tata negara. Menyinggung melihat ujaran tersebut murni ungkapan hati atau emosi sesaat, Syamsul Rijal belum bisa memastikan.

“Sulit dipastikan, mas,” sebutnya. Tapi dia memprediksi, oknum yang mengucapkan itu sudah memiliki framing dalam menangkis #2019GantiPresiden. Dari pernyataan tiga oknum anggota DPRD yang terekam di video tersebut, membuat makna bahwa #2019GantiPresiden adalah gerakan yang ingin mengganti sistem presidensial di Indonesia sehingga selalu dituduh makar.

Syamsul Rijal menilai, video tersebut tentu membuat masyarakat yang menonton tentu terpancing emosinya. “Tapi tanggapannya pasti beda-beda,” jelasnya. Namun, dia menyebutkan, kalimat pada awal-awal yang mengundang amarah, yang diucapkan oleh perempuan (Suriani). Makanya jangan ikut ikutan. Kalian sebagai sebagai mahasiswa harus belajar undang undang. “Seperti terlihat merendahkan,” pungkasnya. (*/dra/riz/k18)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 12:53

Sambut Natal dan Tahun Baru, Dishub Kaltim Pasang 12 Plang Jalan Alternatif

SAMARINDA - Sebanyak 12 plang petunjuk jalan alternatif menuju Bandara…

Jumat, 14 Desember 2018 11:00

SUDAH DIDUGA..!! Target Jembatan Kembar Diprediksi Meleset

SAMARINDA - Target penyelesaian Jembatan IV Mahakam atau jembatan kembar…

Jumat, 14 Desember 2018 10:16
Untuk Pertama Kalinya, Penumpukan Penumpang Terjadi di Bandara APT Pranoto

Lengkapi Dong Fasilitas Penerbangan Malam di Bandara APT Pranoto, Biar Ngga Kayak Gini....

SAMARINDA- Untuk pertama kalinya, penumpukan penumpang terjadi di Bandara APT…

Jumat, 14 Desember 2018 08:06

Kalah Judi, Curi Cincin Nikah Sepupu

SAMARINDA - Berselancar di dunia maya, hampir setiap hari dilakukan…

Kamis, 13 Desember 2018 21:54

Nasdem Kaltim Bidik Dua Kursi DPR RI

SAMARINDA - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh…

Kamis, 13 Desember 2018 06:30

Surya Paloh Dijadwalkan Hadiri Orientasi Caleg NasDem

SAMARINDA–Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh dijadwalkan hadir dalam…

Rabu, 12 Desember 2018 21:03

Jaringan Pengedar Sabu Kutai Timur Dibongkar, Mobil dan Motor Disita

Samarinda - Jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi Kaltim membongkar jaringan…

Rabu, 12 Desember 2018 21:00

Tower Lampu Hias di Taman Samarendah Ternyata Sumbangan XL

SAMARINDA- - Tower lampu hias di bagian tengah Taman Samarendah…

Rabu, 12 Desember 2018 09:18

Rapat 30 Menit, Inspektur Tambang Dapat Pembagian Laptop

SAMARINDA - Menindak lanjuti tuntutan Komite Lawan Tambang yang berunjuk…

Rabu, 12 Desember 2018 08:20

Tersangka Kasus Pasar Baqa Bertambah

SAMARINDA – Jumlah tersangka dalam dugaan korupsi pembangunan Pasar Baqa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .