MANAGED BY:
SENIN
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 20 September 2018 09:31
Terkesan Merendahkan dan Berbahasa Kasar
Syamsul Rijal

PROKAL.CO, PERSEKUSI atau pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah atau ditumpas yang dilakukan tiga oknum anggota DPRD Samarinda menuai banyak kecaman. Makian yang disampaikan disebut-sebut bisa memengaruhi kondisi kejiwaan korban.

Kepada Kaltim Post, Syamsul Rijal, dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Mulawarman (Unmul) menyampaikan pendapat akademisnya setelah menonton video dugaan persekusi yang melibatkan Ahmad Vanasda, Suriani dan Hairul Usman. Dari awal sampai akhir rekaman video, Syamsul Rijal menyimpulkan, hampir semua kata, frasa dan klausa atau kalimat dalam video itu mengandung bahasa yang keras dan kasar.

Terlebih disertai dengan nada dan intonasi tinggi. “Gaya bahasanya itu berjenis sarkasme,” sebut Syamsul Rijal. Sarkasme, terang dia, adalah jenis majas, namun dimaksudkan untuk menyindir atau menyinggung seseorang.

Mengulik lebih jauh, untuk diksi yang digunakan, Syamsul Rijal menyebut perlu dianalisis lebih mendalam dengan kajian analisis wacana kritis. “Soalnya, beberapa kata, frasa, klausa dan kalimat berhubungan erat dengan konteks dan situasi sosial, politik dan agama yang terjadi di Indonesia saat ini,” jelasnya.

Dia mencontohkan, pada rangkaian kalimat, Jangan tinggal di sini. Tinggal di luar. Ini Indonesia. Bukan Arab di sini. Indonesia. Saya juga Islam.  Dalam rangkaian kalimat tersebut, banyak hal yang perlu dianalisis. Mulai dari menunjukkan egois si penutur. Karena melarang seorang warga Indonesia tinggal di Indonesia. Selanjutnya, larangan itu mengandung pemaksaan kehendak kepada orang lain. Termasuk membahas demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Menyinggung penyebutan Arab dan Islam, membuat apa yang diucapkan seolah-olah menuduh orang yang memakai kaus #2019GantiPresiden, sebagai pembawa paham Islam Arab. Dan berbeda dengan paham Islam di Indonesia. Syamsul Rijal lalu mencotohkan dengan kalimat lain. Jangan tinggal di Indonesia kalau mau ganti presiden. Kalimat itu semakin rumit. Pasalnya sudah melibatkan persoalan sistem tata negara. Menyinggung melihat ujaran tersebut murni ungkapan hati atau emosi sesaat, Syamsul Rijal belum bisa memastikan.

“Sulit dipastikan, mas,” sebutnya. Tapi dia memprediksi, oknum yang mengucapkan itu sudah memiliki framing dalam menangkis #2019GantiPresiden. Dari pernyataan tiga oknum anggota DPRD yang terekam di video tersebut, membuat makna bahwa #2019GantiPresiden adalah gerakan yang ingin mengganti sistem presidensial di Indonesia sehingga selalu dituduh makar.

Syamsul Rijal menilai, video tersebut tentu membuat masyarakat yang menonton tentu terpancing emosinya. “Tapi tanggapannya pasti beda-beda,” jelasnya. Namun, dia menyebutkan, kalimat pada awal-awal yang mengundang amarah, yang diucapkan oleh perempuan (Suriani). Makanya jangan ikut ikutan. Kalian sebagai sebagai mahasiswa harus belajar undang undang. “Seperti terlihat merendahkan,” pungkasnya. (*/dra/riz/k18)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 23 Juni 2019 20:39

Masih di Bawah Umur, Sudah Delapan Kali Curi Motor

USIANYA masih di bawah umur. Namun, dia sudah harus merasakan…

Minggu, 23 Juni 2019 20:38

Saluran Air Harus Dibersihkan

SAMARINDA–Menyikapi persoalan di Samarinda, Wali Kota Syaharie Jaang menginstruksikan seluruh…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:22

Gulirkan Wacana Bangun Kanal Kolektif

SAMARINDA–Integrasi penanganan banjir kembali ditempuh Pemkot Samarinda. Verifikasi penyebab hingga…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:21

Jangan Mau Kalah dengan Swasta

Tiga hari lalu pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:21
Jago Merah Mengamuk di Kota Tepian

Dua Kali Terjadi, Hanguskan Belasan Rumah

DALAM sehari Kota Tepian alami dua kali petaka kebakaran. Pertama…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:20

Pentingnya Jurnalisme Data bagi Pewarta

Bagipewarta, data begitu sakral, tanpanya berita takkan kaya.   NOFIYATUL…

Jumat, 21 Juni 2019 22:34

Belasan Sekolah Minim Pendaftar

Kendati Disdik Samarinda telah membuka pendaftaran PPDB dua kali, namun…

Jumat, 21 Juni 2019 22:09

Kejiwaan Tersangka Cabul Akan Diperiksa

SAMARINDA–Kasus pencabulan yang diduga dilakukan Robinson Rante Linggi terhadap dua…

Jumat, 21 Juni 2019 22:08

Warga Padat Karya Sikat Motor Tetangga

Di tengah musibah banjir yang melanda ibu kota Kaltim, ada…

Jumat, 21 Juni 2019 22:06

Disdikbud Siapkan Opsi Alternatif

INTENSITAS hujan yang cukup tinggi, dipadu dengan minimnya kawasan resapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*