MANAGED BY:
KAMIS
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 20 September 2018 09:31
Terkesan Merendahkan dan Berbahasa Kasar
Syamsul Rijal

PROKAL.CO, PERSEKUSI atau pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah atau ditumpas yang dilakukan tiga oknum anggota DPRD Samarinda menuai banyak kecaman. Makian yang disampaikan disebut-sebut bisa memengaruhi kondisi kejiwaan korban.

Kepada Kaltim Post, Syamsul Rijal, dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Mulawarman (Unmul) menyampaikan pendapat akademisnya setelah menonton video dugaan persekusi yang melibatkan Ahmad Vanasda, Suriani dan Hairul Usman. Dari awal sampai akhir rekaman video, Syamsul Rijal menyimpulkan, hampir semua kata, frasa dan klausa atau kalimat dalam video itu mengandung bahasa yang keras dan kasar.

Terlebih disertai dengan nada dan intonasi tinggi. “Gaya bahasanya itu berjenis sarkasme,” sebut Syamsul Rijal. Sarkasme, terang dia, adalah jenis majas, namun dimaksudkan untuk menyindir atau menyinggung seseorang.

Mengulik lebih jauh, untuk diksi yang digunakan, Syamsul Rijal menyebut perlu dianalisis lebih mendalam dengan kajian analisis wacana kritis. “Soalnya, beberapa kata, frasa, klausa dan kalimat berhubungan erat dengan konteks dan situasi sosial, politik dan agama yang terjadi di Indonesia saat ini,” jelasnya.

Dia mencontohkan, pada rangkaian kalimat, Jangan tinggal di sini. Tinggal di luar. Ini Indonesia. Bukan Arab di sini. Indonesia. Saya juga Islam.  Dalam rangkaian kalimat tersebut, banyak hal yang perlu dianalisis. Mulai dari menunjukkan egois si penutur. Karena melarang seorang warga Indonesia tinggal di Indonesia. Selanjutnya, larangan itu mengandung pemaksaan kehendak kepada orang lain. Termasuk membahas demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Menyinggung penyebutan Arab dan Islam, membuat apa yang diucapkan seolah-olah menuduh orang yang memakai kaus #2019GantiPresiden, sebagai pembawa paham Islam Arab. Dan berbeda dengan paham Islam di Indonesia. Syamsul Rijal lalu mencotohkan dengan kalimat lain. Jangan tinggal di Indonesia kalau mau ganti presiden. Kalimat itu semakin rumit. Pasalnya sudah melibatkan persoalan sistem tata negara. Menyinggung melihat ujaran tersebut murni ungkapan hati atau emosi sesaat, Syamsul Rijal belum bisa memastikan.

“Sulit dipastikan, mas,” sebutnya. Tapi dia memprediksi, oknum yang mengucapkan itu sudah memiliki framing dalam menangkis #2019GantiPresiden. Dari pernyataan tiga oknum anggota DPRD yang terekam di video tersebut, membuat makna bahwa #2019GantiPresiden adalah gerakan yang ingin mengganti sistem presidensial di Indonesia sehingga selalu dituduh makar.

Syamsul Rijal menilai, video tersebut tentu membuat masyarakat yang menonton tentu terpancing emosinya. “Tapi tanggapannya pasti beda-beda,” jelasnya. Namun, dia menyebutkan, kalimat pada awal-awal yang mengundang amarah, yang diucapkan oleh perempuan (Suriani). Makanya jangan ikut ikutan. Kalian sebagai sebagai mahasiswa harus belajar undang undang. “Seperti terlihat merendahkan,” pungkasnya. (*/dra/riz/k18)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Februari 2019 11:16

Rektor Unmul Dipanggil Polda Kaltim, Kasus Ini yang Diselidiki

SAMARINDA - Kepolisian Daerah Provinsi Kalimantan Timur telah memanggil dan…

Rabu, 20 Februari 2019 09:19

Samarinda Tak Nyaman Huni, Pemkot Minta Solusi

SAMARINDA–Tingkat kenyamanan bermukim di Kota Tepian berada di “zona merah”.…

Selasa, 19 Februari 2019 09:37

Matangkan Aturan Menata SKM

SAMARINDA–Penataan bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) masih jadi polemik hingga…

Selasa, 19 Februari 2019 09:34

Dikira Istirahat, Ternyata Ingin Melompat

MENJELANG siang, Senin (18/2) sekira 11.00 Wita, Bripka Budi Suharyono…

Selasa, 19 Februari 2019 09:31

Alphad Dituntut Penjara 4 Tahun

SAMARINDA–Sempat tertunda dua pekan, tuntutan untuk Alphad Syarief yang tersandung…

Senin, 18 Februari 2019 13:17

Hadi Janji Tinjau Izin Perusahaan Terkait Tewasnya 32 Anak di Kolam Tambang

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi berjanji akan meninjau…

Minggu, 17 Februari 2019 23:52
Buka Nobar Debat Capres dan Diskusi Publik

AMINKAN..!! Wagub Hadi Berharap Ada Presiden dari Kaltim

SAMARINDA  - Sejak Indonesia merdeka, tak ada satupun orang Kaltim…

Minggu, 17 Februari 2019 20:46

Berkat IPDP Kaltim Kota Samarinda, Tambangan Hidup Lagi

SAMARINDA – Kapal tambangan yang merupakan transportasi utama di Samarinda…

Minggu, 17 Februari 2019 19:19

TERNYATA..!! Salah Satu yang Tertangkap saat Penggerebekan Loket Narkoba Ada Oknum Satpol PP Samarinda

SAMARINDA - Salah satu dari 15 orang yang tertangkap saat…

Minggu, 17 Februari 2019 12:56

Perparkiran Bandara Sudah Memadai

SAMARINDA – PT CentrePark telah ditunjuk sebagai mitra dalam pengelolaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*