MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 20 September 2018 09:31
Terkesan Merendahkan dan Berbahasa Kasar
Syamsul Rijal

PROKAL.CO, PERSEKUSI atau pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah atau ditumpas yang dilakukan tiga oknum anggota DPRD Samarinda menuai banyak kecaman. Makian yang disampaikan disebut-sebut bisa memengaruhi kondisi kejiwaan korban.

Kepada Kaltim Post, Syamsul Rijal, dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Mulawarman (Unmul) menyampaikan pendapat akademisnya setelah menonton video dugaan persekusi yang melibatkan Ahmad Vanasda, Suriani dan Hairul Usman. Dari awal sampai akhir rekaman video, Syamsul Rijal menyimpulkan, hampir semua kata, frasa dan klausa atau kalimat dalam video itu mengandung bahasa yang keras dan kasar.

Terlebih disertai dengan nada dan intonasi tinggi. “Gaya bahasanya itu berjenis sarkasme,” sebut Syamsul Rijal. Sarkasme, terang dia, adalah jenis majas, namun dimaksudkan untuk menyindir atau menyinggung seseorang.

Mengulik lebih jauh, untuk diksi yang digunakan, Syamsul Rijal menyebut perlu dianalisis lebih mendalam dengan kajian analisis wacana kritis. “Soalnya, beberapa kata, frasa, klausa dan kalimat berhubungan erat dengan konteks dan situasi sosial, politik dan agama yang terjadi di Indonesia saat ini,” jelasnya.

Dia mencontohkan, pada rangkaian kalimat, Jangan tinggal di sini. Tinggal di luar. Ini Indonesia. Bukan Arab di sini. Indonesia. Saya juga Islam.  Dalam rangkaian kalimat tersebut, banyak hal yang perlu dianalisis. Mulai dari menunjukkan egois si penutur. Karena melarang seorang warga Indonesia tinggal di Indonesia. Selanjutnya, larangan itu mengandung pemaksaan kehendak kepada orang lain. Termasuk membahas demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Menyinggung penyebutan Arab dan Islam, membuat apa yang diucapkan seolah-olah menuduh orang yang memakai kaus #2019GantiPresiden, sebagai pembawa paham Islam Arab. Dan berbeda dengan paham Islam di Indonesia. Syamsul Rijal lalu mencotohkan dengan kalimat lain. Jangan tinggal di Indonesia kalau mau ganti presiden. Kalimat itu semakin rumit. Pasalnya sudah melibatkan persoalan sistem tata negara. Menyinggung melihat ujaran tersebut murni ungkapan hati atau emosi sesaat, Syamsul Rijal belum bisa memastikan.

“Sulit dipastikan, mas,” sebutnya. Tapi dia memprediksi, oknum yang mengucapkan itu sudah memiliki framing dalam menangkis #2019GantiPresiden. Dari pernyataan tiga oknum anggota DPRD yang terekam di video tersebut, membuat makna bahwa #2019GantiPresiden adalah gerakan yang ingin mengganti sistem presidensial di Indonesia sehingga selalu dituduh makar.

Syamsul Rijal menilai, video tersebut tentu membuat masyarakat yang menonton tentu terpancing emosinya. “Tapi tanggapannya pasti beda-beda,” jelasnya. Namun, dia menyebutkan, kalimat pada awal-awal yang mengundang amarah, yang diucapkan oleh perempuan (Suriani). Makanya jangan ikut ikutan. Kalian sebagai sebagai mahasiswa harus belajar undang undang. “Seperti terlihat merendahkan,” pungkasnya. (*/dra/riz/k18)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 10:48
Polemik Masjid di Lapangan Kinibalu

Pemprov Menang, Tapi Warga Masih Ada Peluang

SAMARINDA- Dengan putusan Majelis Hakim PTUN Samarinda yang memerintahkan Dinas Penanaman Modal dan…

Rabu, 17 Oktober 2018 12:28
BREAKING NEWS

PTUN Menangkan Pemprov Kaltim Soal IMB Masjid Lapangan Kinibalu

SAMARINDA- Majelis Hakim PTUN Samarinda memutuskan bahwa pihak tergugat yaitu Kepala Dinas Pelayanan…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:12
BREAKING NEWS

Hari Ini, Sengketa IMB Lahan Lapangan Kinibalu Diputuskan

SAMARINDA- Rabu (17/10) hari ini dilaksanakan sidang ke tujuh kasus gugatan atas sengketa perizinan…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:03

"Pembahasan RZWP3K Kaltim Harus Berpihak pada Nelayan Tradisional"

SAMARINDA- Pembahasan penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) di Kaltim,…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:01

Dua Desa Turun Status

SAMARINDA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Mohammad…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:10

Hak Lima Anggota DPRD Dibekukan

SAMARINDA – Hadirnya putusan sela Pengadilan Negeri (PN) Samarinda atas gugatan warga terkait…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:53

Hudoq Pekayang Jati Diri Daerah

UJOH BILANG - Kegiatan rutin Hudoq Pekayang merupakan wujud implementasi dari Undang-Undang (UU) Nomor…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:52

Lakukan Percepatan Pembangunan 2019

UJOH BILANG - Pada 2019 pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan daerah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:50

Penyusunan RZWP3K Tak Libatkan Nelayan

SAMARINDA - Hidup nelayan bakal lebih susah. Inilah yang dikhawatirkan para aktivis lingkungan, jika…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:12

Kutim dan Samarinda Wakili Kaltim di Pemilihan Duta dan Putri Pariwisata

SAMARINDA- Muhammad Siddiq Ar Rozaq La Side yang berpasangan dengan Uci Zahra Fani, dari Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .