MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 20 September 2018 09:25
Ribuan TNI-Polri Siaga Mulai Pekan Depan

Pemilu 2019, Kaltim Masuk Kategori Rawan Konflik

SIMULASI PENGAMANAN: Bentrokan antara pengunjuk rasa dengan polisi di Kompleks Stadion Madya Sempaja, Samarinda pada Selasa (18/9), dalah bagian dari simulasi penanganan pengamanan Pemilu 2019. (DWI RESTU/KP)

PROKAL.CO, LEDAKAN menggelegar begitu nyaring terdengar. Di depan panggung, polisi berjaga. Bersenjata lengkap. Ratusan orang berdemo, menuntut keadilan. Di Kompleks Stadion Madya Sempaja, tengah berlangsung kampanye. Massa marah, kemudian mendatangi kantor

Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 segera dimulai. Kaltim masuk dalam kategori daerah rawan konflik. Menanggapi hal itu, Polri bersama TNI dan pemerintahan daerah menggelar operasi khusus. Yakni simulasi pengamanan kota (sispam). Ribuan personel dilibatkan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyebut, Kaltim satu dari sekian daerah yang yang dianggap merah. Sehingga perlu kewaspadaan.

“Itu (Kaltim rawan) statement Bawaslu Pusat. Rawan ya," jelas jenderal bintang dua tersebut kepada Kaltim Post, Selasa (18/9). Di Mabes Polri, terang dia, sedang digelar koordinasi dengan Bawaslu. “Rawan konflik pasti, karena (Pemilu 2019) ini rawan kepentingan,” tegasnya. Namun, rapat koordinasi sudah digelar untuk mengantisipasi.

Sementara itu, Pangdam VI Mulawarman, Mayjen Subiyanto menyebut, tugasnya membantu kepolisian. Sebanyak 3.760 prajurit sudah disiapkan. “Bilangnya (Kaltim) sangat rawan, tapi enggak tahu tolak ukurnya dari mana,” jelas alumnus Akmil 1988 tersebut. Subiyanto menyebut, berkaca pada beberapa bulan lalu, ketika Kaltim menggelar pemilihan gubernur, perwira tinggi TNI itu mendapat informasi jika Kaltim sangat rawan. “Nyatanya aman-aman saja. Makanya, ayo sama-sama buktikan, dan gugurkan penyebutan rawan itu,” tegasnya.

Ribuan personel gabungan bakal terus disiagakan. "Waktunya tidak menentu, tapi kalau kondusif, pelan-pelan dikurangi jumlahnya," pungkas Subiyanto. (*/dra/riz/k18)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juni 2019 11:12

35 Anak Tewas di Lubang Tambang, DPRD Kaltim Seperti Tidak Terusik

SAMARINDA - Tewasnya anak ke 35 di lubang tambang seakan…

Selasa, 25 Juni 2019 09:07

Anggaran tak Jelas, Pembangunan Masjid di Kinibalu Diminta Dihentikan

Samarinda - Sekitar 20 warga sekitar Lapangan Kinibalu berunjuk rasa…

Senin, 24 Juni 2019 14:08

Langkah Jangka Panjang Kendalikan Banjir, RTRW Tidak Boleh Melenceng

Persoalan banjir di Kota Tepian harus segera dituntaskan. Meninggikan jalan…

Senin, 24 Juni 2019 14:05

Runway Sempat Rusak, Penerbangan di APT Pranoto Kembali Normal

SAMARINDA–Aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto, Samarinda, kembali normal, kemarin…

Senin, 24 Juni 2019 14:03

Ada Bantuan Pemprov, Pemkot Fokus Alokasikan di Utara

BANTUAN keuangan Rp 100 miliar dari Pemprov Kaltim digelontorkan tahun…

Senin, 24 Juni 2019 14:02

Kepedulian Warga Samarinda terhadap Hewan Meningkat

SAMARINDA–Kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan semakin baik. Saat ini, banyak…

Minggu, 23 Juni 2019 20:39

Masih di Bawah Umur, Sudah Delapan Kali Curi Motor

USIANYA masih di bawah umur. Namun, dia sudah harus merasakan…

Minggu, 23 Juni 2019 20:38

Saluran Air Harus Dibersihkan

SAMARINDA–Menyikapi persoalan di Samarinda, Wali Kota Syaharie Jaang menginstruksikan seluruh…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:22

Gulirkan Wacana Bangun Kanal Kolektif

SAMARINDA–Integrasi penanganan banjir kembali ditempuh Pemkot Samarinda. Verifikasi penyebab hingga…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:21

Jangan Mau Kalah dengan Swasta

Tiga hari lalu pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*