MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 20 September 2018 09:25
Ribuan TNI-Polri Siaga Mulai Pekan Depan

Pemilu 2019, Kaltim Masuk Kategori Rawan Konflik

SIMULASI PENGAMANAN: Bentrokan antara pengunjuk rasa dengan polisi di Kompleks Stadion Madya Sempaja, Samarinda pada Selasa (18/9), dalah bagian dari simulasi penanganan pengamanan Pemilu 2019. (DWI RESTU/KP)

PROKAL.CO, LEDAKAN menggelegar begitu nyaring terdengar. Di depan panggung, polisi berjaga. Bersenjata lengkap. Ratusan orang berdemo, menuntut keadilan. Di Kompleks Stadion Madya Sempaja, tengah berlangsung kampanye. Massa marah, kemudian mendatangi kantor

Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 segera dimulai. Kaltim masuk dalam kategori daerah rawan konflik. Menanggapi hal itu, Polri bersama TNI dan pemerintahan daerah menggelar operasi khusus. Yakni simulasi pengamanan kota (sispam). Ribuan personel dilibatkan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyebut, Kaltim satu dari sekian daerah yang yang dianggap merah. Sehingga perlu kewaspadaan.

“Itu (Kaltim rawan) statement Bawaslu Pusat. Rawan ya," jelas jenderal bintang dua tersebut kepada Kaltim Post, Selasa (18/9). Di Mabes Polri, terang dia, sedang digelar koordinasi dengan Bawaslu. “Rawan konflik pasti, karena (Pemilu 2019) ini rawan kepentingan,” tegasnya. Namun, rapat koordinasi sudah digelar untuk mengantisipasi.

Sementara itu, Pangdam VI Mulawarman, Mayjen Subiyanto menyebut, tugasnya membantu kepolisian. Sebanyak 3.760 prajurit sudah disiapkan. “Bilangnya (Kaltim) sangat rawan, tapi enggak tahu tolak ukurnya dari mana,” jelas alumnus Akmil 1988 tersebut. Subiyanto menyebut, berkaca pada beberapa bulan lalu, ketika Kaltim menggelar pemilihan gubernur, perwira tinggi TNI itu mendapat informasi jika Kaltim sangat rawan. “Nyatanya aman-aman saja. Makanya, ayo sama-sama buktikan, dan gugurkan penyebutan rawan itu,” tegasnya.

Ribuan personel gabungan bakal terus disiagakan. "Waktunya tidak menentu, tapi kalau kondusif, pelan-pelan dikurangi jumlahnya," pungkas Subiyanto. (*/dra/riz/k18)


BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 23:16

Dua Pasar di Samarinda Dapat Penghargaan

Pasar Baqa dan Pasar Lok Bahu Raih Penghargaan dari Kemendag Samarinda-…

Minggu, 09 Desember 2018 23:14

Asisten Bagasi Berikan Layanan Khusus

SAMARINDA - Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, telah…

Minggu, 09 Desember 2018 23:09

Tingkatkan Kapasitas Anggota, IPDP Kaltim Kota Samarinda Gelar Seminar Hipnoterapi dan Jurnalistik

SAMARINDA - IPDP Kaltim kota Samarinda menggelar seminar hipnoterapi dan…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:33

Kaltim Green Masih Ada Hambatan, APA SAJA?

SAMARINDA - Pembangunan berwawasan ramah lingkungan tidak mudah diimplementasikan. Seperti…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:30

Mau Dijadikan Apa Bekas Bandara Itu?

SAMARINDA- Bekas bandara Temindung memiliki luas 13 hektar diharapkan Pemerintah…

Sabtu, 08 Desember 2018 07:01

Kendalikan Harga saat Momen Krusial

SAMARINDA  –  Pemkot terus menggeber Perusda Pergudangan dan Aneka Usaha…

Jumat, 07 Desember 2018 10:04

KENAPA YA...?? Perpustakaan Kurang Diminati

SAMARINDA–Beberapa tahun belakangan, perpustakaan sebagai wahana tempat membaca mulai kurang…

Jumat, 07 Desember 2018 09:51

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Samarinda Sosialisasi Jasa Konstruksi

SAMARINDA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Samarinda…

Jumat, 07 Desember 2018 07:44

Pusat Pemerintahan Samarinda Bakal Pindah, Daerah Ini Calon Dibangun Balai Kota

Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda sedang mengkaji rencana pemindahan pusat…

Kamis, 06 Desember 2018 21:56

Energi Hijau Mulai Dibangun di Kaltim

SAMARINDA - Gerakan Nasional Energi Hijau untuk Indonesia mulai dicanangkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .